Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Oktober 2014

Politik Duet Jokowi JK Dahlan Iskan Bangga Tiga Bos BUMN Jadi Menteri

Menteri BUMN Dahlan Iskan dan istri sesudah menjadi saksi di pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku bangga dan senang dengan pilihan presiden Joko Widodo memilih tiga Dirut BUMN menjadi menteri. Bos BUMN yang dipilih Jokowi sebagai menteri adalah Ignatius Jonan (PT KAI), Arif Yahya (Telkom), dan Sudirman Said (PT Pindad).
"Tiga orang dari BUMN itu bagus, masih ada lima lagi," ujarnya di Djakarta Theatre, Minggu (26/10/2014).
Dahlan menegaskan bahwa tiga orang tersebut sudah pantas menjadi Menteri. Pasalnya tiga orang tersebut sudah membuktikan kinerjanya di perusahaan BUMN.
"Tapi menurut saya mereka orang hebat semua, pantas, sangat pantas," jelas Dahlan.

Kamis, 09 Oktober 2014

"Holding" BUMN Terbentuk Dahlan Apresiasi Peran CT



Jakarta (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan aspresiasi kepada Menteri Perkonomian Chairul Tanjung karena menjadi sosok yang berperan besar dalam pembentukan "Holding" BUMN Perkebunan.
"Terus terang, saya akui peran Pak CT (Chairul Tanjung). Kalau Menkonya bukan beliau, saya yakin `Holding` BUMN Perkebunan belum jadi," kata Dahlan di Jakarta, Senin.
Menurut dia, wacana pembentukan Holding BUMN Perkebunan yang menyatukan bisnis 13 PT Perkebunan Nusantara (I-XIII), sudah dilancarkan sejak 12 tahun silam.
Dahlan menjelaskan, lamanya waktu pembentukan holding BUMN karena kendala koordinasi antarlembaga dan kementerian.
"Ketika Pak CT ditunjuk menjadi Menko, langsung aktif bergerak menguber kemana siapa saja pihak yang terkait dengan rencana pembentukan holding. Pak CT sangat aktif bagaimana holding ini terealisasi," tegas Dahlan.
Pembentukan holding merupakan bagian dari program "Master Plan" BUMN mengurangi jumlah perusahaan milik negara menjadi hanya 25 BUMN pada tahun 2025, dari saat ini sebanyak sektar 140 BUMN.
Dengan terbentuknya Holding BUMN Perkebunan bersamaan dengan Holding BUMN Kehutanan, maka jumlah holding yang sudah tuntas menjadi empat, setelah sebelumnya Holding BUMN Semen dengan nama Holding Semen Indonesia, Holding BUMN Pupuk dibawah Pupuk Indonesia.
"Masih banyak BUMN yang harus dijadikan holding. Kalau saja Pak CT Menko Perekonomian sejak 1 tahun lalu, maka program pembentukan holding diyakini bisa tuntas seluruhnya," ujar Dahlan.
Secara keseluruhan tambahnya, dengan terbentuknya holding BUMN Perkebunan maka akan diperoleh perusahaan yang tangguh, efisien dan pendapatannya dapat mengalahkan perkebunan milik swasta lokal maupun swasta asing.
"Pengeluaran dapat ditekan, sementara aset yang telah disatukan akan lebih besar mengalahkan kebun swasta," tuturnya.
Selain Holding BUMN Perkebunan, Presiden SBY juga menandatangani PP Holding BUMN Kehutanan yang menyatukan PT Inhutani I-V, dan Peraturan Presiden (Perpres) penugasan PT Hutama Karya (Persero) untuk membangun Tol Trans Sumatera.(ma)

Produk Bio Farma Ada di 131 Negara


TRIBUNNEWS.COM.BANDUNG,  - Produk Bio Farma sampai dengan tahun 2014 ini sudah dipasarkan di 131 negara di dunia. Bio Farma pun kini sudah menambah jumlah private market di negara-negara benua Asia Afrika.
Head of Corporate Communications Dept PT Bio Farma, N Nurlela mengatakan, keberhasilan memperluas pangsa pasar baru ini tidak terlepas dari komitemen Bio Farma untuk selalu memenuhi persyaratan yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai regulator nasional dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai regulator internasional.
"Kami selalu berusaha untuk mengejar standar yang telah ditetapkan para regulator untuk tetap bisa memasarkan produk kami ke berbagai negara, " katanya di Kantor PT Bio Farma, Bandung, Kamis (9/10/2014)
Selain itu, keberhasilan perluasan pasar di negara - negara Afrika, tidak terlepas dari kerja sama yang dilakukan oleh Bio Farma dengan organisasi kerja sama Islam (OKI).  Bio Farma ditunjuk sebagai centre of excellence karena di antara negara - negara muslim, Bio Farma memiliki kemampuan untuk memproduksi vaksin dari hulu sampai hilir. "Kemampuan ini belum dimiliki oleh negara lain sesama anggota OKI," katanya.
Dengan ditunjuknya Bio Farma sebagai centre of excellence, membuka potensi perluasan pasar, karena Bio Farma bisa menjual produk-produknya kepada sesama negara anggota OKI dengan harga terjangkau. 
"Bio Farma berkomitmen untuk terus mempertahankan kualitas vaksin dan ini menjadikan Bio Farma bisa bertahan selama 124 tahun. Kami  menjadi satu perusahaan di antara puluhan perusahaan vaksin di dunia yang sudah memiliki sertifikat Pre-Qualifikasi WHO (PQ WHO)," katanya. 

Jadi BUMN Baru, Laba Bersih INALUM Meroket 359 Persen


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kinerja Perseroan pada periode April – September 2014 sangat baik ditandai dengan perolehan laba bersih sebesar  82,5 juta dollar AS. Anggaran tersebut meningkat secara siginifikan sebesar 359 persen dari 23,0 juta dollar AS pada periode yang sama pada tahun fiskal 2013.
Kinerja tersebut didukung oleh kondisi operasional yang aman dan terkendali dengan tingkat level air Danau Toba pada kisaran 903,84 m pada akhir September 2014. Selain itu Inalum berhasil operasikan 503 Tungku Reduksi yang menghasilkan Aluminium Batangan sebanyak 134.047 MT atau mengalami kenaikan sebesar 4,3 persen dibandingkan dengan 128.535 MT di periode yang sama pada tahun fiskal 2013.
“Dengan perolehan laba bersih yang meningkat secara siginifikan dan ketersediaan kas Perusahaan yang kuat, INALUM siap untuk melaksanakan beberapa program pengembangan ke depan," ujar Direktur Utama PT INALUM (Persero) Winardi, Kamis (9/10/2014).
Penjualan Aluminium batangan pada periode tersebut sebanyak 125.947 MT  mengalami kenaikan sekitar 5 persen dibanding periode yang sama tahun fiskal 2013. Sedangkan total penjualan Domestik mencapai sebanyak 97.947 MT atau mengalami kenaikan sekitar 91 persen dibanding periode yang sama tahun fiskal 2013.
Sedangkan ekspor mencapai sebanyak 28.000 MT atau berkurang sekitar 60 persen dibanding periode yang sama tahun fiskal 2013.
Upaya efisiensi dan peningkatan produktifitas yang dilakukan Perusahaan juga memberikan kontribusi yang siginifikan terhadap peningkatan laba bersih sebesar 21,5 juta dollar AS disamping didukung juga oleh peningkatan harga jual sekitar 5 persen dibanding periode yang sama tahun fiskal 2013.

Dahlan Tidak Tahu JORR S Diserahkan Kepada Marga Nurindo


KATADATA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku kaget mendengar kabar bahwa Menteri Pekerjaan Umum (PU) menyerahkan pengusahaan tol JORR S kepada PT Marga Nurindo Bhakti. Bahkan dia tidak mengetahui perihal Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 515/KPTS/M/2014, yang ditetapkan pada 5  September lalu.
“Belum tahu, baru (tahu) dari Anda. Justru saya ingin tahu tanggalnya (keputusan menteri PU tersebut ditetapkan),” ujar Dahlan kepada Katadata dua hari lalu.
Dahlan malah mempertanyakan kenapa keputusan tersebut ditetapkan pada penghujung pemerintahan sekarang. Namun, dia belum mau berkomentar dulu perihal Keputusan Menteri PU tersebut. Dia mengaku masih akan mempelajarinya terlebih dahulu.
Keputusan Menteri PU ini memang terlihat terburu-buru. Pasalnya keputusan  ini isinya sama dan memang mengacu pada kesimpulan hasil rapat antara Menteri PU, Kejaksaan Agung, BPK dan pihak Marga Nurindo, dua hari sebelumnya. Rapat tersebut bahkan tidak melibatkan pihak Jasa Marga.
“Kenapa diputuskan saat sempit begini? Ada apa?” ujar Dahlan.
Pada akhir 2011, Dahlan sangat berkeras agar tol lingkar luar Jakarta seksi S Pondok Pinang-Jagorawi (JORR S) tidak sampai jatuh kembali ke tangan Marga Nurindo. Saat itu, Dahlan sempat menemui Jaksa Agung, dan meminta agar kejaksaan bisa menyelamatkan aset negara dari perampokan.
Saat itu kelompok Djoko Ramiadji, pemilik Marga Nurindo, sedang berupaya untuk mendapatkan kembali hak atas JORR S. Dahlan menganggap upaya Djoko Ramiadji untuk kembali merebut tol JORR S, merupakan perampokan negara untuk ketiga kalinya pada objek yang sama.
Perampokan pertama adalah dengan meminjam uang kepada sindikasi bank melalui PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Pinjaman  senilai Rp 2,5 triliun ini dengan alasan untuk pembangunan JORR S sepanjang 1994-1998.
Namun, Marga Nurindo tidak bisa melunasi utang, dan tol tersebut diambil alih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Bahkan setelah diaudit, ternyata dana yang digunakan untuk pembangunan tol tersebut hanya Rp 1,07 triliun. Negara pun akhirnya rugi karena tidak semua kredit terpakai. Penyerahan ke BPPN pun merupakan suatu kerugian.
Perampokan kedua, kelompok Djoko Ramiadji bekerja sama dengan oknum-oknum PT Hutama Karya (Persero), dengan menerbitkan surat berharga komersial atau commercial paper (CP) senilai Rp 1,2 triliun. Ternyata CP tersebut palsu, dan Hutama Karya harus menanggung kerugian. Hutama Karya merupakan perusahaan yang membangun konstruksi tol JORR S.
Saat ini Marga Nurindo kembali mendapatkan hak pengelolaan atas JORR S, yang selama ini dipegang oleh Jasa Marga. Padahal sisa utang Marga Nurindo untuk membangun tol tersebut sudah dilunasi oleh Jasa Marga sebesar Rp 522 miliar pada 2011. Bahkan Jasa Marga juga sudah mengeluarkan triliunan rupiah untuk menyambung tol tersebut.

Selasa, 07 Oktober 2014

Dahlan Bahas Penyelamatan Merpati Bersama 100 Calon Investor



Dahlan Bahas Penyelamatan Merpati Bersama 100 Calon Investor


JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, Senin (6/10) malam, melakukan pertemuan dengan 100 investor yang ingin menjadi partner KSO PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Pertemuan tersebut untuk memenuhi asas keterbukaan dan menjaring konsep menghidupkan kembali maskapai pelat merah itu.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Le Meredian Jakarta itu, Dahlan mengemukakan upaya menghidupkan Merpati melalui mekanisme Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Namun ia mengingatkan, untuk bisa memperoleh keputusan PKPU harus ada perencanaan mengenai bagaimana menghidupkan dan mengembangkan Merpati. Karena itulah para investor yang hadir ini ditantang untuk membuat konsep yang menarik dan masuk akal agar Merpati bisa bernyawa.

"Bahkan ada konsep yang sangat menarik. Namun saya tidak bisa begitu saja menunjuk investor tersebut melainkan harus diadakan penawaran terbuka, termasuk seperti yang dilakukan malam tadi," ungkap Dahlan di Jakarta, Selasa (7/10).

Ia berharap dalam seminggu ini sudah terkumpul penawaran, dengan begitu bisa segera diajukan pada PKPU. "Semoga dalam hari ke depan sudah bisa diketahui konsep terbaik yang diajukan investor, untuk kemudian bisa diajukan PKPU. Semoga minggu ini ada hasil," harapnya. (chi/jpnn)


Selamatkan Merpati, Dahlan Iskan Temui 100 Investor


TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bertemu dengan 100 investor untuk membahas masalah yang menimpa PT Merpati Nusantara Airlines. Mereka adalah para investor yang berniat menjadi mitra Kerja Sama Operasional (KSO). (Baca juga: Lagi, Karyawan Merpati Minta Kejelasan Nasib)
Salah satu agenda yang dibahas pada pertemuan Senin malam, 6 Oktober 2014, adalah menemukan konsep terbaik untuk menghidupkan kembali Merpati. Menurut Dahlan, salah satu cara yang paling tepat untuk menghidupkan kembali Merpati adalah melalui mekanisme Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). "Namun, untuk memperoleh keputusan PKPU harus ada perencanaan matang," kata Dahlan melalui keterangan tertulis, Selasa, 7 Oktober 2014.
Opsi lain yang dikemukakan Dahlan kepada investor adalah restrukturisasi utang menjadi saham. Namun opsi ini juga dinilai tidak mudah karena investor masih harus menyediakan pesawat, membayar gaji karyawan yang tertunggak, membayar asuransi, dan menyediakan modal kerja. (Baca: Dahlan Putar Otak Bayar Gaji Karyawan Merpati)
Dahlan mengklaim sejumlah investor serius untuk menjalankan KSO dengan Merpati. Meski begitu, untuk melakukan penunjukkan investor harus melalui mekanisme penawaran terbuka. Dahlan berharap dalam sepekan ada penawaran yang masuk, "Dalam 10 hari, sudah bisa diketahui konsep terbaik yang diajukan investor, untuk kemudian bisa diajukan PKPU."
Menurut Dahlan, dalam pertemuan yang dipimpin Deputi Menteri BUMN Gatot Trihargo dan Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Andi Saddawero, investor banyak bertanya tentang keseriusan pemerintah dalam program penyelamatan Merpati. Pemerintah, kata Dahlan, pada dasarnya sangat serius dan tidak rela jika Merpati harus ditutup. (Baca: Dahlan Akan Selesaikan Soal Merpati Sebelum Lengser)
FAIZ NASHRILLAH

Senin, 22 September 2014

Dahlan Iskan : MH145 : Uang Muter untuk September yang Padat


“Selamat ya. Setelah berjuang selama 12 tahun akhirnya berhasil,” tulis seorang pengamat BUMN dalam SMS-nya kepada saya. Memang, pekan lalu tiga dokumen penting untuk BUMN ditandatangani Bapak Presiden SBY: peraturan pemerintah tentang pembentukan holding perusahaan perkebunan, holding perusahaan kehutanan, dan peraturan presiden tentang penunjukan BUMN untuk membangun empat ruas jalan tol Sumatera.
Tentu peran Menko Perekonomian Chairul Tanjung amat besar. Rapat-rapat koordinasi untuk tiga persoalan itu intensifnya luar biasa. Persoalan yang mengganjal dituntaskan satu per satu dan terukur.
Maka bulan ini luar biasa banyaknya pekerjaan. Seperti lupa kalau masa jabatan hampir berakhir. Tinggal hitungan hari. Belum lagi harus merangkap menjadi Menteri Perindustrian ad interim selama ditinggal Pak MS Hidayat ke luar negeri selama 12 hari.
Tentu untuk holding perkebunan ini pekerjaan luar biasa besar. Terutama masalah-masalah internal: peningkatan produktivitas, kemampuan membuat laba, efisiensi, dan investasi. Saya yakin, setelah jadi holding ini penghematan besar-besaran akan bisa dilakukan. Dari penyatuan sistem pengadaan pupuk saja, saya yakin puluhan miliar rupiah bisa dihemat.
Yang tidak kalah berat adalah bagaimana menggerakkan industri gula dalam negeri. Persoalannya juga di perkebunan tebu yang kurang tinggi produktifitasnya. Karena itu saya berharap benar perombakan sistem penanaman tebu yang mulai menampakkan hasil di Lampung bisa jadi tonggak perbaikan ke depan.Target bisa menghasilkan tebu di atas 100 ton/ha dengan rendemen 9 harus tercapai. Hanya itu kuncinya. Atau dibubarkan sama sekali.
Yang tidak kalah intensifnya adalah persiapan pembangunan empat ruas jalan tol Sumatera. PT Hutama Karya (Perserqo), BUMN yang ditunjuk, akhirnya harus mengusahakan sendiri dananya. Tidak ada dana APBN atau pun pinjaman dari PIP seperti yang pernah direncanakan. Tentu akan memakan waktu kalau HK harus cari pinjaman dulu ke mana-mana. Atau harus cari partner lebih dulu. Apalagi proyek sangat penting ini sebenarnya belum menarik secara komersial.
Tapi karena BUMN adalah kekuatan besar, saya tidak membolehkan proyek ini tertunda. HK bisa menggandeng BUMN konstruksi yang lain. Misalnya dengan sistem turnkey. Dan ternyata, setelah saya selenggarakan rapat gabungan, PTWaskita, PT Wika, PT PP, dan PT Adhi, semua berminat.
Masing-masing perusahaan menggunakan kekuatan mereka (termasuk kekuatan meminjam) untuk membangun tol tersebut. Dengan nilai yang sudah disepakati. Dengan demikian HK bisa punya waktu mencari pinjaman tanpa harus menunda proyek.
Pada saat jalan tol itu jadi, ada dua pilihan: HK sudah dapat pinjaman yang lebih murah untuk membayarnya, atau HK sudah menemukan pembeli yang akan membeli jalan tol yang sudah jadi itu. PT Jasa Marga Tbk saya minta untuk menjadi standby buyer.
Perputaran uang seperti itulah yang akan membuat pembangunan jalan tol Sumatera terus bergulir dengan cepat. Dari satu ruas ke ruas berikutnya. Cara seperti ini pula yang terjadi di Tiongkok sehingga pembangunan jalan tol di sana gila-gilaan. Meski jalan tol pertama di Tiongkok (ruas Senyang ke Dalian) dibangun beberapa tahun setelah Jagorawi, tapi kini Tiongkok sudah punya hampir 100.000 km. Sedang kita belum genap 1.000 km.
Dirut HK yang baru, I Gusti Ngurah Putra, langsung tancap gas. Dia siap kalau ground breaking jalan tol Palembang-Indralaya dilakukan 16 Oktober atau sebelum itu. Selesainya pun dia rencanakan sangat cepat: satu tahun! Dia juga sudah tahu membangun pondasi di ruas itu sangat berat. Tanahnya rawa.
Rasanya tidak ada semangat melebihi membangun jalan tol di Palembang ini dengan satu alasan: gubernurnya juga agak gila!
Tapi saya juga minta jalan tol di atas laut Balikpapan-Panajam dikebut juga. Waskita sudah sangat siap. Tinggal tiga isu yang harus diselesaikan: kepesertaan Pemprov Kaltim dan Pemkot Balikpapan, ketinggian jalan tol, dan seberapa jauh harus bergeser untuk mengakomodasikan proyek lain.
Oktober ini juga PT Angkasa Pura 1 siap memulai pembanguan bandara baru Banjarmasin. Soal tanah yang lama mengganjal sudah tuntas. Kita sudah tidak sabar ingin melihat bandara baru Banjarmasin, menggantikan bandara lama yang kini sangat sumpek itu.
September-Oktober yang padat: dari rapat ke rapat. Dari kota ke kota. Dari proyek ke proyek.
Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Selasa, 09 September 2014

Setoran Dividen BUMN Naik, Ini Tanggapan Dahlan Iskan

TRIBUNNEWS/HERUDINMenteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan optimistis perusahaan-perusahaan pelat merah mampu memenuhi target setoran dividen yang dipatok pemerintah sebesar Rp 41,73 triliun, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014, hasil keputusan Badan Anggaran, Senin (8/9/2014). 

"Ya harus mampu. 100 persen," kata Dahlan singkat ditemui usai rapat koordinasi soal Elpiji, di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta. 

Dahlan tidak keberatan jika target dividen perusahaan BUMN dinaikkan. Namun, mengenai cara memenuhi target tersebut, Dahlan tidak menjelaskan rinci. 

"Caranya, ya BUMN-BUMN (masing-masing)," kata dia. 

Sebelumnya, dalam rapat Badan Anggaran di DPR RI, pemerintah memutuskan setoran dividen sebesar Rp 41,73 triliun, naik dari usulan awal sebesar Rp 41 triliun. Adapun target dividen dari BUMN tersebut berasal dari BUMN perbankan sebesar Rp 9,30 triliun, sementara BUMN non-perbankan sebesar Rp 32,43 triliun.


http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/09/09/085000326/Setoran.Dividen.BUMN.Naik.Ini.Tanggapan.Dahlan.Iskan

Senin, 08 September 2014

Dahlan: Kalau Harganya Murah, Kita Buyback Saham Indosat

http://images.detik.com/content/2014/09/08/6/dahlan.jpg
Jakarta -Pemerintah menyatakan, pembelian kembali (buyback) saham PT Indosat Tbk (ISAT) akan dilakukan bila harga saham perusahaan telekomunikasi tersebut murah.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, ide buyback saham Indosat bagus, selama harganya murah sehingga bisa dijangkau pemerintah.

Saat ini harga saham ISAT di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp 4.085 per lembar.

"Buyback Indosat itu baik idenya. Tak tahu aku siapa yang mewacanakan. Tapi begini, buyback Indosat itu baik, asal harganya murah. Nah kalau harganya mahal apa perlu buyback?" kata Dahlan di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (8/9/2014).

Seberapa murah?

Dahlan mengatakan, dia menilai murahnya saham Indosat yang layak dibeli pemerintah adalah setengah dari harga sekarang, atau bahkan di bawah itu.

"Kalau harganya murah, kita buyback. Murahnya ya murah. Separuh harga atau berapa," jelas Dahlan.

(dnl/hen) 

http://finance.detik.com/read/2014/09/08/184324/2684666/6/dahlan-kalau-harganya-murah-kita-buyback-saham-indosat

Dahlan Iskan: Jadi Menteri Tidak Boleh Terpengaruh Permintaan Atasan

Dahlan Iskan: Jadi Menteri Tidak Boleh Terpengaruh Permintaan Atasan
TRIBUNNEWS.COM/ ISMANTO
Meneg BUMN Dahlan Iskan 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menegaskan sejak ditunjuk sebagai menteri, ia berjanji tak akan terpengaruh oleh faktor eksternal. Dalam hal ini, Dahlan tak akan menuruti tekanan atau desakan bahkan dari atasan terkait uang negara.
"Saya sudah menegaskan tidak boleh terpengaruh oleh intervensi atau permintaan apa pun dan dari atasan sekalipun yang menyangkut dana," ujar Dahlan dalam keterangannya, Senin (8/9/2014).
Dahlan memaparkan bahwa Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengaku pernah dipengaruhi oleh Menteri ESDM Jero Wacik untuk melakukan tindak korupsi. Namun Dahlan bangga bahwa Karen tidak dapat dipengaruhi dan terus melaksanakan pekerjaannya.
"Saya bangga Dirut Pertamina tabah atas usaha untuk mempengaruhinya," ungkap Dahlan.
Mengenai pendapat status Jero Wacik yang menjadi tersangka, Dahlan tak mau banyak berbicara. Satu hal yang pasti Dahlan prihatin atas nasib Jero Wacik.
"Saya tidak bisa mengomentari ini. Sebagai sesama menteri tentu saya prihatin. Tapi saya tidak boleh mencampuri," papar Dahlan.

Minggu, 07 September 2014

Dahlan Iskan : MH 143 : Kembali Hidup Jangan Sampai Mati lagi


Manufacturing Hope 143

“Lihat mata ikan ini Pak: warnanya putih!” ujar awak kapal itu sebelum menjatuhkan ikan beku sebesar bayi tersebut ke meja di depan saya. “Ini pertanda pembekuannya sempurna,” tambahnya.

Dia menjatuhkan ikan itu dari ketinggian yang cukup untuk menguji tanda kesempurnaan berikutnya: benturan ikan dengan meja itu menimbulkan suara “cling” yang keras.

Setelah dibekukan sampai -60 derajat celsius, ikan itu memang keras sekali. Tidak usah khawatir turun kualitasnya, apalagi membusuk.

Nelayan di Bacan, satu pulau di Maluku Utara, menonton adegan itu dengan antusias. Itulah untuk pertama kalinya BUMN menempatkan kapal ikan di sana. Kapal ikan modern yang dilengkapi cold storage minus 60 derajat dengan kapasitas 150 ton.

Jumat minggu lalu, setelah ke Aceh Timur dan Arun, saya memang keliling ke Ternate, Pulau Bacan dan ke Buli, ibukota Halmahera Timur. Inilah kunjungan untuk menyaksikan hidupnya kembali usaha perikanan BUMN di “ibukota ikan” Indonesia itu. BUMN pernah punya pusat perikanan di Bacan, tapi sudah lama sekali mati. Namanya PT Usaha Mina. Dia ibarat kucing yang mati di pasar ikan.

Lokasi almarhum itu masih ada: lima hektar. Ditumbuhi semak. Bangunannya masih ada: kusam dan berantakan. Tulisan PT Usaha Mina masih terbaca: samar-samar. Artinya dia sudah mati tapi mayatnya masih utuh.

Upacara besar untuk menandai hidupnya kembali si almarhum dilakukan di Bacan. Gubernur baru Maluku Utara yang juga seorang ulama terkemuka, Abdul Ghani Kasuba, ikut hadir. Beliau datang dari Ternate dengan speedboat yang mengarungi laut selama tiga jam.

Bupati setempat yang juga ulama dan seorang doktor sastra Arab lulusan Islamabad Pakistan, tampak selalu tersenyum.

Ini memang hari istimewa: BUMN perikanan hadir kembali di Bacan. Namanya: PT Perikanan Nusantara (Perinus). Kehadiran Perinus di kuburan PT Usaha Mina itu ditandai dengan beroperasinya pabrik es baru dan beroperasinya kapal ikan yang dilengkapi cold storage 150 ton tadi.

Gubernur dan bupati ini kebetulan memang kakak-beradik. Dua-duanya lulusan pesantren Al Khairat Bacan. Karena itu keduanya ingat betul kejayaan Usaha Mina di Bacan sampai dengan kematiannya yang diratapi seluruh penduduk Bacan.

“Pernah kami mencoba membantu menghidupkannya. Kami bantu dengan APBD Rp 5 miliar. Tapi mati lagi,” ujar Bupati Muhamad Kasuba yang sekarang sudah periode kedua di tahun keempat masa jabatannya.

Kepada ribuan masyarakat yang hadir di upacara itu saya minta maaf: baru sekarang bisa menghidupkan kembali BUMN perikanan di Bacan. PT Perinus memang baru saja sehat kembali setelah bertahun-tahun seperti dalam keadaan pingsan.

Waktu saya diangkat jadi menteri tiga tahun lalu PT Perinus secara teknis sudah bangkrut. Utangnya dan akumulasi kerugiannya lebih besar dari asetnya. Maka saya minta direksi PT Perinus segera mengurangi utang dan menyelesaikan akumulasi kerugian dengan melakukan quasi reorganisasi.

Direksi PT Perinus lantas bekerja keras. Dan membersihkan semua unit usahanya dari tikus-tikus berkaki dua. Abdussalam Konstituanto, Dirut Perikanan Nusantara yang baru, mulai menghidupkan unit usaha perikanan yang sudah mati di Bitung (Sulut). Berhasil. Lalu menghidupkan yang di Ambon. Berhasil. Menghidupkan yang di Benoa (Bali). Berhasil. Lalu menghidupkan yang di Sorong (Papua Barat). Juga berhasil.

Maka kalau baru sekarang bisa menghidupkan yang di Bacan, memang Perinus tidak bisa melakukan semua itu sekaligus. Ibarat orang yang baru keluar dari opname di rumah sakit, PT Perinus tidak bisa langsung disuruh lari ke Bacan. Nanti jatuh lagi. Dia juga belum bisa dibebani benda yang berat di pundaknya. Nanti opname lagi. Apalagi dia harus menanggung sendiri semua biaya penyehatan itu tanpa dana APBN.

Selama berada di Bacan, semula saya ingin bermalam di kapal ikan yang baru. Ini karena semua hotel penuh: ada pemilihan ulang anggota DPR di seluruh TPS di sana. Ketika kita semua sudah lupa pemilu, di sana masih ada Pileg untuk menentukan siapa-siapa tiga anggota DPR yang mewakili Maluku Utara nanti. PDIP sudah pasti dapat satu kursi. Golkar juga dapat satu kursi. Pileg ulangan ini menentukan untuk siapa sisa satu kursi lagi: PKS atau PAN.

Malam itu gelombang sangat besar. Saya batalkan tidur di kapal. “Pak Dahlan, Pemda punya guest house. Tolong jangan di kapal,” pinta Pak Bupati setelah menjamu kami makan malam dengan menu ikan bakar yang betul-betul fresh from the sea. Ditambah makanan pokok setempat: papeda (bubur sagu), singkong rebus, dan pisang mulubebe sebagai pengganti nasi.

Pagi-pagi, setelah senam masal Dahlan Style dan peresmian Senam Nusantara (senam resmi Maluku Utara), saya pun ke Buli, ibukota Halmahera Timur. Semula saya hanya ingin meninjau investasi PT Antam sebesar Rp 25 triliun di sini. Tapi bupati Halmahera Timur, drs H Rudi Irawan, yang ikut menyambut saya, curhat soal perikanan juga.

Maka kami buatlah rencana baru: perikanan koridor Halmahera Timur-Sorong. Jarak dua wilayah ini tidak jauh. Hanya dipisahkan oleh Kabupaten Raja Ampat. Seorang manajer Perinus langsung tidak boleh pulang hari itu. Untuk merumuskan model bisnis perikanan koridor baru Sorong-Halmahera Timur.

Hiduplah Perikanan Nusantara. Tentu jangan sampai mati lagi.

Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

***

http://kabardahlaniskan.com/2014/09/07/mh143-kembali-hidup-jangan-sampai-mati-lagi/

Jumat, 05 September 2014

Ini Jawaban Dahlan Iskan soal Pemerasan terhadap Pertamina

Dahlan: Saya Percaya Ibu Karen
Dahlan Iskan (Foto: Okezone)

Dahlan: Saya Percaya Ibu Karen


JAKARTA -  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik dijadikan tersangka oleh KPK, terkait kasus dugaan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang. Jero juga diduga melakukan pemerasan kepada Pertamina, dan hal inilah yang disebut mundurnya Dirut Pertamina Karen Agustiawan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri BUMN Dahlan Iskan, percaya sepenuhnya apa yang disampaikan Karen saat diperiksa penyidik KPK beberapa waktu lalu.

"Ya, saya percaya dengan apa yang dikatakan Ibu Karen,"ucap Dahlan di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (5/9/2014).

Dahlan melanjutkan, apa yang disampaikan Dirut Pertamina Karen Agustiawan ke KPK, sama halnya dengan apa yang Karen sampaikan kepadanya.

"Kurang lebih sama seperti apa yang disampaikan ke KPK,"imbuhnya.

Dahlan mengaku tidak mengetahui apakah benar ada upaya pemerasan yang dilakukan Jero Wacik di Pertamina.

"Iya saya kan tidak tahu dan saya tidak melihatnya,"singkat Dahlan.
(crl)

http://news.okezone.com/read/2014/09/05/339/1034821/dahlan-saya-percaya-ibu-karen

Ini Jawaban Dahlan Iskan soal Pemerasan terhadap Pertamina

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengomentari sedikit perihal dugaan pemerasan yang menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilakukan Jero Wacik. Ditanyakan soal kemungkinan pemerasan dilakukan juga ke BUMN Pertamina, Dahlan tak bersedia memastikan.
“Ya, saya percaya dengan apa yang dikatakan bu Karen (Agustiawan). Gitu aja,” kata Dahlan Iskan menyebut nama mantan Direktur Utama (dirut) Pertamina itu di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/9).
Jero Wacik merupakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menjadi tersangka korupsi KPK dan ditengarai melakukan sejumlah pemerasan termasuk ke BUMN. Karen tahun ini mengundurkan diri sebagai Dirut Pertamina.
“Ya saya kan tidak tahu. Saya tidak melihat (pemerasan di Pertamina),” tambahnya.
Ditambahkannya yang disampaikan Karen kepada dia sama dengan yang disampaikan KPK perihal pemerasan di BUMN.
“Enggak ngomong deh,” tambah dia soal adanya aduan pemerasan terhadap direksi BUMN lainnya.
Penulis: Ezra Sihite/YUD

Diterima Warga Papua, Ini Tips Perhutani Bikin Pabrik Sagu di Pedalaman

Pertama kali kita mendengar rencana pembangunan pabrik sagu di papua dari kuliah umum Pak Dahlan saat di ITB 17 maret 2012. pemikiran yang sangat masuk akal.

http://www.youtube.com/watch?v=ntWSxcKsY6w&list=UUmKtDvJKPSYt79YG0lLF_ig

Sistem transportasi laut yang sekarang lebih dikenal dengan tol laut/pendulum nusantara akan gagal meningkatkan efisiensi kalo setelah mengirim barang ke papua, baliknya dalam keadaan kosong tanpa muatan.

Itulah kenapa beliau punya ide bikin pabrik sagu terbesar di Papua. Jadi kapal-kapal akan kembali dari Papua dengan muatan penuh sagu. Ongkos transportasi ke papua dan indonesia timur jadi lebih murah.

Dua tahun berlalu ternyata pabrik sagunya akan siap berproduksi Maret 2015. Ke depan targetnya tahun 2017 menjadi produsen sagu terbesar di dunia mengalahkan Jepang.

Pembangunan ini berjalan lancar karena memberdayakan masayarakat di sekitarnya.

-------

Diterima Warga Papua, Ini Tips Perhutani Bikin Pabrik Sagu di Pedalaman

Sorong -Pabrik sagu modern dan terbesar se-Indonesia saat ini sedang dibangun di Papua Barat. Pabrik yang didanai dan dikembangkan oleh Perum Perhutani ini berlokasi di Desa Kais, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat.

Lokasinya sangat terpencil karena harus ditempuh dengan long boat selama 3 jam dari ibu kota Kabupaten Sorong Selatan. Dimulai tahun lalu, pabrik ini ditargetkan bisa beroperasi pada Maret 2015.

Ternyata pabrik sagu modern ini bukan yang pertama dibangun di Papua. Ada pabrik serupa namun proses pembangunan memperoleh penolakan dari penduduk atau suku lokal.

"Pabrik milik swasta itu sampai sekarang nggak bisa beroperasi karena ditolak penduduk setempat. Mereka sudah investasi banyak. Itu sudah mulai dibangun tujuh tahun silam tapi masalahnya tidak selesai-selesai," kata General Manager Perhutani Papua Ronald Guido Suitela di Kais, Sorong Selatan, Kamis (4/9/2014).

Berbeda dengan pabrik sagu swasta, pabrik milik BUMN Perhutani justru memperoleh dukungan penduduk lokal. Tidak pernah ada penghadangan terhadap proses pembangunan.

Ronald bercerita pihaknya melakukan pendekatan ke warga setempat terlebih dahulu. Artinya pembangunan didasarkan atas persetujuan dan keinginan warga. Perhutani menyebutnya sebagai membangun fondasi sosial terlebih dahulu agar misi negara untuk mendirikan pabrik bisa berhasil.

"Kita bangun bangunan sosial dulu, bukan bangunan fisik," sebut Ronald.

Fondasi sosial dimulai dengan dialog-dialog dengan warga lokal. Pendekatan yang dipakai seperti pendekatan agama. Padahal awalnya warga menolak pembangunan karena pernah trauma terhadap kasus perambahan besar-besaran hutan (illegal logging) di Papua.

"Pernah dalam satu acara ditolak, khususnya bapak-bapaknya. Namun kita coba tanya kepada ibu-ibu. Padahal itu tidak boleh secara adat. Tapi ibu-ibu justru mendukung," tutur Ronald.

Perhutani, menurut Rhonald, juga membentuk Lembaga Masyakat Desa Hutan (LMDH) yang anggotanya adalah warga lokal. LMDH ini sebagai mediator antara pihak perusahaan dan warga.

Salah satu anggota LMDH adalah mantan kepala kampung Kais. "Kalau ada apa-apa di warga, mereka dulu yang tampung," ujarnya.

Ronald menjelaskan, warga Kais dan sekitarnya akan sangat terbantu dengan adanya pabrik sagu ini. Warga akan dilibatkan sebagai pemasok batang sagu ke pabrik.

Perhutani akan membeli batang sagu yang ditebang oleh warga. Total konsesi lahan sagu yang diterima Perhutani seluas 17.000 hektar. Produksi tepung sagu ditargetkan bisa mencapai 100 ton per hari.

http://finance.detik.com/read/2014/09/04/092651/2680886/4/1/diterima-warga-papua-ini-tips-perhutani-bikin-pabrik-sagu-di-pedalaman


https://www.facebook.com/Catatan.Dahlan.Iskan/photos/a.10150340010994403.358284.322164189402/10152433871099403/?type=1&theater

Rabu, 03 September 2014

Gubernur Se-Sumatera Kompak Bangun Tol Dari Lampung Hingga Aceh

21 Februari 2012, kebuntuan proyek Tol Trans Sumatera yang puluhan tahun cuma jadi wacana akhirnya pecah saat rapat bersama Pak Dahlan dan Gubernur se Sumatera.

http://riaupos.co/9712-berita-3-jam,-tol-sumatera-”selesai’’.html

Terobosan ini juga ditulis oleh Pak Dahlan di MH 15 ini:http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/02/26/terobosan-dua-penyandang-cacat-organ/

Setelah 2 tahun lebih melalui berbagai birokrasi berliku, akhirnya ditemukan titik terang. Berkat gerak cepat Menko Ekonomi Chairul Tandjung, Tol Trans Sumatera akan groundbreaking awal Oktober 2014, tepat sebelum pemerintahan SBY berakhir.

---------

Gubernur Se-Sumatera Kompak Bangun Tol Dari Lampung Hingga Aceh

Pemerintah pusat beserta para pemerintah daerah se-Sumatera sepakat untuk memulai pembangunan Tol Trans Sumatera. Jalan tol sepanjang 1.833 km akan dibangun dari Lampung hingga Aceh melewati Jalur Timur Sumatera.

Peletakan batu pertama atau groundbreaking akan dilakukan pada awal Oktober. Ada empat ruas yang akan menjadi prioritas dibangun pada tahap I.

"Bahwa dalam waktu tak lama, akan di-launching proyek Tol Trans Sumatera dengan empat ruas prioritas," kata Menko Perekonomian Chairul Tanjung usai memimpin rapat koordinasi dengan Gubernur se-Sumatera di Hotel Grand Inna Muara, Padang, (29/8/2014).

Empat ruas tersebut adalah Bakauheuni-Bandar Lampung, Palembang-Indralaya, Pekanbaru-Dumai, dan Medan-Binjai. Keempat ruas tersebut memakan biaya Rp 31,5 triliun dan dipegang oleh PT Hutama Karya.

"Yang lainnya dibangun bertahap, prioritas ada empat dulu. Sampai semua provinsi akan terkoneksi dengan tol nantinya," papar CT, sapaan Chairul Tanjung.

Dalam rapat yang berlangsung, CT mengaku cukup banyak mendapat pertanyaan, saran, kritik, dan keluhan dari para gubernur. Menurutnya, hal-hal tersebut dapat dipahami, untuk mencari solusi yang tepat dalam pembangunan Tol Trans Sumatera.

CT mengakui proyek ini memakan waktu yang lama karena nilainya yang besar. Selain itu, perlu adanya komitmen dari semua intansi pemerintahan hingga pemerintah provinsi.


Sekarang pun masih dilakukan penyelesaian revisi Peraturan Presiden (Perpres) untuk penugasan pelaksana proyek. Diupayakan dalam dua minggu ke depan Perpres yang baru telah diterbitkan.

"Jadi tak simple. Akan tetapi dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, proyek ini akan launching dan segera dibangun," kata CT.

Pembangunan akan diawali dengan anggaran dari APBN melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). CT belum dapat menyebutkan PMN yang dianggarkan, tetapi akan masuk di APBN 2015.

Sebagai informasi, Tol Trans Sumatera total akan terdiri 23 ruas yang sepanjang 2.628 km. Ada 1.833 km utama dan 770 km sebagai koridor pendukung dan melewati semua provinsi di Sumatera. Total kebutuhan dana mencapai Rp 300 triliun.

http://finance.detik.com/read/2014/08/29/152347/2676260/4/

Selasa, 02 September 2014

Sepuluh Tahun Lebih Merugi, BUMN Perikanan Ini Mulai Bangkit

BAHANA PATRIA GUPTAIlustrasi perikanan

SORONG, KOMPAS.com - Sejak tidak beroperasinya BUMN perikanan PT Usaha Mina pada 1999, industri perikanan di Sorong lesu. Meskipun anak usaha di unit Sorong masih memberikan keuntungan, namun perolehan itu digunakan untuk menutupi kerugian cabang lain di Maluku. Akibatnya, BUMN tersebut mengalami rugi.

"Cabang Sorong harus menghidupi cabang-cabang yang mati. Kemudian ada keputusan dari pemegang saham, dalam hal ini Menteri BUMN untuk membangun kawasan perikanan terpadu, dimulai dari Sorong," ungkap Srinona Kadarisman, Kepala PT Perikanan Nusantara, Selasa (2/9/2014).

Perikanan Nusantara (Perinus) merupakan nama baru dari PT Usaha Mina. Sri menuturkan, begitu percayanya Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan daerah itu, turut memberikan semangat jajarannya untuk mengembangkan kembali industri perikanan di bawah PT Perikanan Nusantara (Perinus). Padahal, membangun usaha di kawasan Sorong tidak selalu mudah lantaran terbentur restu masyarakat adat.

"Ada suku yang berkuasa di sini, suku Moi. Kalau dia tak kasih izin, tidak bisa masyarakat bermitra dengan kami," kata dia.

Akhirnya, pendekatan yang dilakukan pun berhasil. Sebanyak 500 nelayan dari Pulau Buaya, Fak Fak, Raja Ampat, Tamina Boa, Manokrawi, dan lainnya bermitra dengan Perinus. Setahun setelahnya, Dahlan Iskan mencanangkan Sorong sebagai kawasan industri perikanan terpadu, dan Perinus mampu mencetak laba lebih tinggi dari target.

"Seperti bayi yang baru lahir, 2013 Perinus ini sudah mencetak laba Rp 3,028 miliar, lebih tinggi dari target sekitar Rp 2,9 miliar," kata dia.

Dalam satu tahun pertama itu pula, Perinus mampu mengekspor tak kurang dari 400 ton hasil tangkapan ikan seperti cakalang, dan baby tuna beku ke Thailand, Singapura, dan memenuhi pasar domestik. 

Jaminan Pasar dan Pendampingan

Keberhasilan Perinus ini disebabkan pola kemitraan dengan masyarakat berbeda dari ketika dikerjakan oleh PT Usaha Mina. Pada saat jadi PT Usaha Mina, bantuan kepada nelayan tradisional diberikan seluruhnya berupa alat produksi serta bantuan usaha operasionalnya.

"Tapi itu tidak bisa efektif. Karena belum tentu dengan bantuan operasional yang diberikan, mereka (masyarakat nelayan) bisa mengembalikan modal," jelas Sri.

Adapun kemitraan yang dikerjakan oleh Perinus adalah dengan memberikan jaminan pasar serta pendampingan masyarakat nelayan.

"Kalau mereka tidak tahu cara menangkap ikan, akan kami latih. Kalau pengolahan tidak bisa, kami juga akan latih. Bantuan fasilitas dengan menyediakan dok. Kami jamin ikan-ikan mereka bisa kami serap. Itu pola kita membangun kemitraan dengan nelayan," tambah Sri.

Dengan pola kemitraan yang tepat, sepanjang 2013, Perinus memperoleh pendapatan sebesar Rp 17 miliar. Sementara itu, dalam rencana kerja 2014, perseroan menargetkan pendapatan meningkat 30 persen lebih, menjadi sekitar Rp 22,135 miliar. 

Laba sebelum pajak diharapkan naik 178 persen, menjadi Rp 5,8 miliar pada 2014, dari Rp 3,028 miliar pada 2013. Rencana investasi cabang Sorong pada 2014 dialokasikan sebesar Rp 488,5 juta. Jika ditambah start up-nya pada September 2012, Perinus telah mengeluarkan investasi sebesar Rp 7,2 miliar.


http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/09/02/141724926/Sepuluh.Tahun.Lebih.Merugi.BUMN.Perikanan.Ini.Mulai.Bangkit

http://perinus.co.id/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost