Tampilkan postingan dengan label PLN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLN. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Agustus 2014

Dahlan Iskan: Jonan Masih Berpikir Jadi Dirut PLN

Dahlan Iskan: Jonan Masih Berpikir  Jadi Dirut PLN
kompas.com
Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan saat memberikan konferensi pers terkait mudik lebaran 2013 di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2013)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku menginginkan Direktur Utama PT KAI (persero) Ignasius Jonan menggantikan Nur Pamudji, sebagai Direktur Utama PT PLN (persero). Pamudji diganti kasa masa jabatannya akan habis.
"Anda semua sudah tahu, saya ingin Pak Jonan menjadi Dirut PLN baru karena direksi yang lama, masa jabatannya hampir habis," ujar Dahlan kepada wartawan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/8/2014).
Dahlan mengaku kecewa setelah pemberitaan media justru mendorong Jonan menjadi Menteri BUMN. "Tetapi saudara-saudara memberitakan Pak Jonan akan menjadi menteri BUMN," sambung pria yang pernah menjadi Dirut PLN ini.
Ketika Dahlan menawarkan posisi Direktur Utama PLN, Jonan hingga saat ini membutuhkan waktu berpikir panjang. Pergantian Pamudji, tegas Dahlan, semata-mata masa jabatannya yang hampir habis.
Dahlan menyadari, meski memilih Jonan sebagai Dirut PLN, tetap tidak bisa diputuskan dalam waktu dekat sekarang ini. "Sekali lagi karena ada pergantian struktural pemerintahan ini," terangnya

Selasa, 05 Agustus 2014

Dahlan Iskan : Saya tersiksa Nunukan dan Tarakan krisis listrik

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan menerima pengaduan terkait permasalahan listrik di kawasan Nunukan, Tarakan dan Samarinda, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Saat ini banyak beberapa kendala yang membuat tiga kawasan tersebut masih terkendala soal listrik padahal 2009 lalu, persoalan sudah diantisipasi.

"Saat lebaran di Samarinda, saya menerima pengaduan banyak sekali. Meski saya bukan menteri energi, tapi pengaduan terbanyak masalah listrik dari Nunukan, Tarakan dan Samarinda sendiri," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/8).

Dia memaparkan, penyebabnya kawasan Nunukan kekurangan energi listrik, pasokan gas hanya 2 mmscfd. Pihaknya, mengaku sudah menghubungi berbagai pihak, mulai PLN, Pertamina dan Medco Energi, untuk menyelesaikan krisis tersebut.
"Waktu itu Nunukan saya selesaikan dengan cara menggelar kabel bawah laut dari daratan Kalimantan. Di daratan yang jauhnya 50 km dari pulau Nunukan itu, ada sumber gas. Tapi kecil sekali. Hanya 2 mmscfd. Ini tidak ada nilai ekonominya. Mau dipakai di lokasi ditemukannya gas itu, tidak ada penduduknya, Mau dikirim gasnya, terlalu kecil," kata dalam pernyataan tertulis yang dikirim pada wartawan, Selasa (5/8).

Saat itu, lanjut Dahlan, dirinya memutuskan bikin pembangkit listrik di dekat lokasi gas, lalu listriknya dikirim dengan kabel bawah laut menuju pulau Nunukan dan Pulau Sebatik. Pola itu, dinilai menguntungkan semua pihak, PLN diuntungkan karena biaya memproduksi listriknya lebih murah dan rakyat Nunukan atau Sebatik juga diuntungkan karena mendapat listrik.

"Listrik sebanyak 8 MW bisa dihasilkan dan dikirim ke Nunukan. Lho kok krisis listrik lagi? Saya pun telepon sana-sini. Akhir baru saya ketahui bahwa sistem pengiriman listrik itu terganggu. Semuanya kini lagi kerja menyelesaikan semua itu. Saya benar-benar tersiksa oleh kondisi Tarakan dan Nunukan itu," katanya.

Dahlan mengaku kesal dengan kinerja PLN Kalimantan Timur yang tidak bisa menjawab persoalan krisis listrik di daerah tersebut. "Saya termasuk memaklumi terjadinya gangguan, tapi saya tidak bisa menerima kalau tidak ada yang bisa menjelaskan gangguannya karena apa," ungkapnya.

Dia mengatakan dirinya harus turun tangan langsung, untuk menormalkan pasokan listrik di wilayah tersebut. Paling tidak, dirinya meminta Pertamina untuk perbaikan kompresor dan PGN untuk pasokan gas turun tangan memenuhi pasokan gas untuk wilayah Tarakan.

"Saya akhirnya SMS Hendy, dirut PGN. Bung Hendy, minta tolong, tarakan krisis listrik. Mestinya dapat gas 7 mmscfd dari MKI sejak tahun lalu, tapi sampai sekarang blm dapat. Kabarnya kontraktor sumur gasnya, Pegasol (grup PGN) blm menyelesaikan pekerjaannya. Tolong ya," katanya.

http://www.merdeka.com/uang/dahlan-saya-tersiksa-nunukan-dan-tarakan-krisis-listrik.html

Senin, 21 Juli 2014

Dahlan Iskan Resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa di Gorontalo

ANT/Rosa Panggabean
ANT/Rosa Panggabean
Metrotvnews.com, Gorontalo: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTB) Tongkang Jagung, milik Perusahaan Listrik Negara (PLN), di Pulubaka, Gorontalo, Senin (21/07/2014). PLTB itu merupakan pembangkit pertama yang memanfaatkan tongkang jagung sebagai sumber energi menghasilkan listrik di Indonesia.

Dahlan Iskan mengatakan bahwa PLTB Pulubala adalah awal hadirnya pembangkit-pembangkit biomassa di Indonesia. "PLTB Pulubala ini berkapasitas 500 kilowatt, masih kecil dibandingkan kebutuhan listriknya. Tapi, tidak masalah, karena ke depannya akan dibangun PLTB lainnya yang berkapasitas 500 kw hingga 1 megawatt," ujarnya melalui keterangan pers tertulis di Gorontallo, Senin (21/07/2014).

Selain itu, Dahlan mengatakan, ke depannya PLTB akan dibangun dengan tanaman lain seperti cangkang sawit dan pelepah kayu. Dirinya juga mengapresiasi tim PLN Gorontalo yang berhasil membangun PLTB ini. "Saya bangga ternyata putera-puteri bangsa sudah mampu membangun mesin PLTB sendiri," puji mantan dirut PLN ini.

Sebagai informasi, saat ini kebutuhan kebutuhan listrik di Gorontalo setiap tahun sebesar 11,36% dengan beban listrik mencapai 78 megawatt. Biaya pokok listrik dengan bahan bakar minyak adalah Rp2.900/kwh, sedangkan dengan tongkol jagung hanya Rp1.058/kwh.

http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/07/21/268772/dahlan-iskan-resmikan-pembangkit-listrik-tenaga-biomassa-di-gorontalo

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung melakukan peninjauan ke Pembangkit Listrik Tenaga Biomas (PLTB) yang berasa dari bonggol jagung begitu sampai di Gorontalo.

Dahlan menyebutkan, PLT Biomass ini terletak di desa Pongaila, Kecamatan Pakubala, Kabupaten Gorontalo. Di mana, kapasitas pembangkit ini 1x500 kilowatt (kw). 

"Bahan pembangkit bisa seluruhnya dari tanaman jagung," kata Dahlan seperti yang disampaikan Staff Ahli BUMN, Abdul Aziz, Jakarta, Senin (21/7/2014).

Dahlan menyebutkan, peresmian PLT Biomas ini juga disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Direktur Operasi PLN Indonesia Timur, dan GM PLN Sulawesi Bagian Utara. 

"Ini PLTB pertama yang diresmikan dan  masuk grid PLN," tutupnya. (rzk)

http://economy.okezone.com/read/2014/07/21/19/1015797/dahlan-resmikan-pembangkit-dari-bonggol-jagung-pertama-di-ri


Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meresmikan dimulainya pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTB) di Desa Pongaila, Kecamatan Pukubala, Provinsi Gorontalo. 

Pembangkit Biomassa pertama di Indonesia ini, akan memanfaatkan limbah atau sisa hasil pertanian (bongkol jagung) sebagai bahan bakar pembangkit generator.

"Ini PLTB pertama yang diresmikan dan masuk grid PLN," kata Staf Khusus Menteri BUMN Abdul Aziz yang ikut menemani kunjungan Dahlan di Gorontalo kepada detikFinance, Senin (21/7/2014).

Aziz menerangkan, pembangkit listrik tenaga biomassa tersebut memiliki kemampuan menghasilkan listrik 1 X 500 kilo watt (KW). PLTB baru ini telah terkoneksi dengan jaringan kelistrikan PLN, sehingga terhitung mulai hari ini sudah bisa membantu melistriki area Gorontalo.

"Karena sudah tersambung dengan sistem dapat dikatakan per hari ini sudah masuk dalam jaringan PLN," tambahnya.

PLTB ini akan dan bisa diadopsi ke seluruh wilayah nusantara, khususnya daerah yang secara geografis sulit terjangkau jaringan kelistrikan PLN.

"Sebenarnya karena banyaknya biomassa di Indonesia diharapkan seluruh Indonesia mempunyai peluang, musalnya Papua dan khususnya daerah yang terisolasi," paparnya.

Ikut menghadiri acara peresmian PLTB pertama di Indonesia itu yakni Wakil Gubernur Gorontalo dan Direktur PLN Operasi Indonesia Timur Vickner Sinaga.

http://finance.detik.com/read/2014/07/21/141644/2643407/1034/dahlan-iskan-resmikan-pembangkit-listrik-limbah-pertama-ri-di-gorontalo

POS KUPANG.COM, JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan, Senin (21/7) pagi meresmikan pengoperasian PLT Biomassa berbasis bonggol jagung, di Desa Pongaila, Kecamatan Pukubala, Kabupaten Gorontalo, berkapasitas 500 KW.

Menumpang pesawat Garuda Indonesia GA 642, Dahlan tiba di Kota Gorontalo pukul 13.00 WITA setelah transit di Makassar.

Staf Khusus Menteri BUMN Abdul Aziz ketika dihubungi mengatakan sesampainya di Bandara Djalaludin Gorontalo, Dahlan disambut Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim.

Didampingi Direktur PLN Operasi Indonesia Timur Vickner Sinaga, GM PLN Sulawesi bagian utara bersama rombongan Dahlan langsung meninjau pembangkit.

"Ini PLTB pertama yang diresmikan dan masuk grid (jaringan PLN)," ujar Aziz.
Gorontalo banyak terdapat bahan baku berupa tongkol jagung dan sekam padi karena wilayah ini cocok untuk pengembangan komoditas ini.

Menurut catatan, Gorontalo mampu menghasilkan tongkol jagung sebanyak 104.000 ton per tahun. Sekam yang bisa dihasilkan mencapai 67.000 ton per tahun.  (antara)

http://kupang.tribunnews.com/2014/07/21/dahlan-iskan-resmikan-pembangkit-listrik-berbasis-bongkol-jagung

Jumat, 18 Juli 2014

Tak Diketahui Direksi PLN, Dahlan Iskan Diam-diam Datangi Proyek Listrik

http://images.detik.com/content/2014/07/18/1034/dahlan.jpg
Jakarta -Hari ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan melakukan inspeksi mendadak ke proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu berkapasitas 2 X 200 Mega Watt (MW). Lokasi PLTU di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Datang tanpa diketahui Direksi PT PLN (Persero), Dahlan ingin memastikan perkembangan PLTU Pangkalan Susu mengatasi defisit pasokan listrik di wilayah Sumatera bagian utara.

Mantan Direktur Utama PLN ini berkeyakinan, PLTU berkapasitas 2 X 200 MW itu bisa beroperasi penuh, dan mengaliri listrik ke warga Sumut pada 9 September 2014.

"Unit yang sedang dicoba ini berkapasitas 200 MW. Unit satunya lagi sedang dalam penyelesaian. Saya targetkan 9 September menghasilkan listrik tambahan 200 MW lagi," kata Dahlan dalam keterangan tertulisnya Jumat (18/7/2014).

Dahlan sempat berbincang dengan insinyur asal Tiongkok. Pasalnya pembangunan PLTU merupakan kontrak kerjasama antara PLN dan Guandong pada tahun 2007. Proyek ini kemudian dimulai 1 tahun berikutnya yakni di 2008.



"Tapi saya panggil ahli-ahli dari RRT-nya untuk rapat khusus agar bisa mencapai target itu. Mereka sanggup dan saya akhiri dengan toast," jelasnya.

PLTU Pangkalan Susu tadi malam sudah mulai dinyalakan untuk proses uji coba. Proses tersebut mampu menghasilkan uap yang banyak. Dahlan menyebut, beberapa jam lagi, uap tersebut mampu menggerakkan turbin.

"Dua jam lagi, setelah tekanan uapnya ideal, turbin mulai diputar. Kalau turbin sudah bisa berputar sampai 3.000 RPM dan tidak ada masalah apa-apa, besok generator mulai dicoba," jelasnya.

Setelah proses uji coba, PLTU Pangkalan Susu direncanakan 2 hari ke depan mampu menghasilkan listrik. "Semoga tidak banyak masalah. Batu bara sudah siap dan transmisi sudah siap sebagian," ujarnya.

http://finance.detik.com/read/2014/07/18/123645/2641093/1034/tak-diketahui-direksi-pln-dahlan-diam-diam-datangi-proyek-listrik

Senin, 14 Juli 2014

Dahlan Iskan to focus on SOE projects


State-Owned Enterprises Minister Dahlan Iskan said he would prioritize work on several projects that had stalled before he left office in 100 days.
“The first one is the Trans-Sumatra project. The 500 Kilovolt [KV] electricity transmission project in Sumatra is also expected to begin,” he said on Saturday.
Besides the two projects, Dahlan said he also wanted to start running a toll road project built over the sea in Balikpapan, East Kalimantan, in October.
But he said he still needed to renegotiate the plan with the Navy, which said it wanted to build a separate project that would block the toll road.
In addition, he said that he expected to finish the expansion of Ahmad Yani Airport in Semarang, Central Java, and construction of a 2x1,000 megawatt steam-fueled power plant (PLTU) in Kawasan Berikat Nusantara (KBN) in Cilincing, North Jakarta, within his last 100 days in office.

http://www.thejakartapost.com/news/2014/07/14/dahlan-focus-soe-projects.html

Minggu, 13 Juli 2014

Dahlan Iskan : MH136: Iklim Prof untuk Balapan Tingkat Dunia

Waktu tahun lalu Pertamina diberitakan di luar negeri sebagai perusahaan pertama dari Indonesia yang berhasil masuk Fortune Global 500, saya ditanya wartawan:
T: Apa perasaan Anda?
Jawab saya: Terkejut, bangga, dan sedih.
T: Mengapa sedih?
J: Peringkatnya terlalu baik hahaha…
T: Seharusnya peringkat berapa?
J: Ekspektasi saya di peringkat 400-an dululah. Baru kian tahun kian meningkat. Bukan sekali masuk langsung di peringkat 122 begini. Terlalu baik hehe… Bisa menekan direksi Pertamina terlalu keras.
Tentu kebanggaan saya lebih besar dari kesedihan (pura-pura) saya. Pertamina yang begitu lama jadi bulan-bulanan akhirnya bisa sangat profesional dan berhasil masuk Fortune Global 500. Tapi yang saya sedihkan benar-benar terjadi. Tahun ini peringkat pertamina turun satu tangga menjadi 123.
Tentu saya tidak kaget dan tidak sedih. Meski turun, turunnya hanya satu tangga. Meski turun toh masih di papan 100-200. Masih sangat terhormat. Bahkan masih sangat sulit untuk mempertahankannya. Terutama karena ekonomi USA kian baik. Tentu akan banyak perusahaan di sana yang segera membesar. Ekonomi AS bangkit karena mendapat “stimulus” yang luar biasa: harga energi yang yang tiba-tiba murah sejak ditemukannya gas di celah-celah bebatuan.
Ke depan kemungkinan perununan peringkat Pertamina masih akan terjadi. Bukan lantaran kinerja Pertamina merosot melainkan lebih melonjaknya kinerja perusahaan-perusahaan di AS atau Jerman atau Jepang atau Tiongkok. Tentu balapan tingkat dunia itu akan terus menghantui Pertamina.
Karena itu kewajiban kita semua untuk memberikan iklim yang terus kian profesional kepada Pertamina. Termasuk dukungan untuk membuatnya kian steril dari berbagai intervensi kepentingan non-korporasi. Saya melihat ekspansi Pertamina di Aljazair sebagaimana yang saya tulis di Manufacturing Hope sebelumnya, bisa menjadi salah satu alat bagi Pertamina untuk balapan di tingkat dunia itu.
Saya juga lagi menunggu dengan berdebar proyek besar yang satu ini: penggelaran pipa gas dari Arun ke Medan. Tanpa APBN. Mestinya, tiga bulan lagi selesai. Kemajuan pengerjaannya sesuai dengan target. Saya sudah sampaikan kepada Karen Agustiawan harapan saya agar proyek ini selesai 15 Oktober depan. Atau lima hari sebelum masa jabatan saya berakhir.
Ini akan bisa menghemat uang negara Rp 4 triliun per tahun. Ini akan mengakhiri sejarah panjang pemakaian BBM untuk membangkitkan listrik di Medan. Ini juga sekaligus mengatasi ketiadaan gas untuk industri di seluruh Medan. Lebih dari itu instalasi raksasa LNG Arun yang sudah nganggur bisa segera dimanfaatkan.
Kemarin saya langsung mengontak Menteri ESDM Jero Wacik. Untuk bisa memutuskan alokasi gas untuk dialirkan melalui pipa ini ke Medan. Pak Wacik pun langsung merespon. “Saya bereskan. Banyak hal ribet begini bisa saya bereskan. Contohnya gas Tangguh itu,” katanya. Alhamdulillah.
Proyek pipa gas Arun-Medan ini akan menjadi agenda 100 hari terakhir pemerintahan Pak SBY.
Tentu saya juga mengucapkan selamat kepada direksi PLN. Perusahaan “Lilin” Negara (karena dirinya sendiri sering terbakar untuk menerangi orang lain) itu menyusul Pertamina masuk Fortune Global 500. Peringkatnya pun tidak membuat saya sedih: 477. Terus terang saya kaget PLN sudah begitu besarnya untuk ukuran dunia.
“Anda hebat Pak Nur. Anda telah tercatat, di masa Anda jadi dirutlah PLN masuk Fortune Global 500,” tulis saya untuk Nur Pamuji, Dirut PT PLN. Ini tentu akan jadi riwayat hidup yang manis. Terutama untuk direksi PLN yang tahun ini akan habis masa baktinya.
Saya melihat masih ada tiga lagi BUMN yang memiliki potensi untuk masuk Fortune Global 500 dalam dua tahun ke depan. Tentu mereka memerlukan dukungan yang kuat. Terutama untuk bisa melakukan aksi-aksi korporasi yang mereka perlukan. Direksi mereka sangat mampu. Asal tidak banyak diintervensi.
Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Kamis, 01 Mei 2014

Salah Satu Visi Dahlan Iskan adalah jika bangsa ini bisa mandiri energi.


Sampai saat ini, sumber  energi yang digunakan sebagian besar masih berasal dari  fosil, yaitu minyak bumi sebesar 46,9%, batu bara sebanyak 26,4% dan gas alam sebesar 21,9%. Sementara tenaga  air (hidro) dan energi terbarukan lainnya hanya sekitar 4,8% dari total sumber daya energi yang termanfaatkan.


Terdapat empat sektor utama pengguna energi, yaitu sektor rumah tangga, komersial, industri dan transportasi. Saat ini pengguna energi terbesar adalah sektor industri dengan pangsa 44,2%. Konsumsi terbesar berikutnya adalah sektor transportasi dengan pangsa 40,6%, diikuti dengan sektor rumah tangga sebesar 11,4% dan sektor komersial sebesar 3,7%.

Kebutuhan listrik dalam negeri terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai rata-rata 6,5% per tahun. Untuk mengejar peningkatan kebutuhan tersebut, maka setidaknya dibutuhkan penambahan daya listrik dengan kapasitas 4.500 MW per tahun. 

Dahlan Iskan sangat gelisah dengan masalah energi, semoga kegelisahan ini mampu menyatukan komponen bangsa untuk kemandirian Energi.

Kegelisahan ini bukan basa-basi, bukan juga sok aksi. Beliau pikirkan dengan baik. Harga BBM yang melambung tinggi, beliau gelisah mendengar jeritan masyarakat semakin keras dikala ada kenaikan BBM.

Mimpi beliau tentang BBM. Walau harga BBM setinggi monas masyarakat Indonesia tidak peduli karena ketergantungan terhadap BBM bisa diatasi.

Persoalan yang tidak bisa dikatakan mudah tapi jika hanya beropini Cuma bikin sensasi. Tidak dengan Dahlan Iskan,  beliau sudah mulai bergerak, memperhitungkan, mendorong semua Ide tentang Energi. Terus berfikir dan menyelesaikan rumitnya kemandirian energi.
Dahlan Iskan beruntung mendapatkan kesempatan belajar tentang listrik selama dua tahun dengan menjabat sebagai dirut PLN kemudian mengelola BUMN selama 3 tahun.

Kedua kesempatan emas ini membuat Dahlan Iskan sangat matang dalam memahami permasalahan energy dan mampu road map bagaimana mengatasi problema energi yang terjadi di Indonesia.

Ini tidak bisa dikerjakan hanya dengan seorang Dahlan Iskan, perlu pengambil kebijakan lebih tinggi yang mendukung road map BUMN dalam mewujudkan kemandirian Energi.

Saya melihat ini seharusnya menjadi salah satu hal yang sangat urgent dilakukan, Negara lain sudah mulai menyimpan minyak bumi dan batubara dengan membeli dari Negara kita.

Pimpinan pemerintah kedepan harus memiliki keinginan mengempur BBM dari segala sisi. Menghapus subsidi tentu satu dari sekian banyak solusi yang bisa dilakukan, tapi penghapusan itu akan membuat rakyat kembali menjerit.

Mengapa Dahlan Iskan sangat ngotot memajukan Mobil Listrik??
Mengapa Dahlan Iskan semangat mengembangkan Energi Alternative??
Mengapa Dahlan Iskan berambisi membentuk PLN Baru??
Mengapa Dahlan Iskan begitu bersemangat memanggil Ricky Elson??
Mengapa Dahlan Iskan begitu ngotot membangun Kilang Minyak???
Mengapa Dahlan Iskan Keukeuh ingin mengalokasikan batu-bara cadangan khusus Negara??
Mengapa Dahlan Iskan sangat-sangat ngotot Nasionalisasi blok tangguh???

Semoga rakyat tidak salah pilih pemimpin.

Salam Demi Indonesia

Jumat, 25 Oktober 2013

BUMN : Krisis Listrik di Flores Mulai Teratasi


TEMPO.CO, Jakarta - Masalah listrik di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai dapat diatasi dengan dioperasikannya dua pembangkit listrik tanpa bahan bakar minyak (BBM). Kedua pembangkit baru itu adalah pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) Ndungga yang berkapasitas 2 x 1000 KW dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 1 NTT yang berkapasitas 2 x 7 mega watt (MW).

"Kedua pembangkit itu sudah beroperasi untuk melayani masyarakat di Ende dan daratan Flores," kata Humas PLN Wilayah NTT, Paul Bolla, kepada wartawan di Kupang, Kamis, 24 Oktober 2013.

Seluruh tahapan pembangunan PLTM Ndungga dinyatakan sudah selesai. Hanya tinggal menunggu tahap sinkronisasi PLTM dengan sistem jaringan Ende. "Kami hanya menunggu koordinasi dengan PLN Ende agar bisa sinkron segera," kata Paul Bolla.

Dengan beroperasinya PLTM di Ende ini, menurut dia, akan mengurangi biaya BBM dari PLN yang selalu didatangkan dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah itu. "PLN Ende tidak lagi membakar solar yg didatangkan dari negara-negara Timur Tengah," katanya.

General Manager PLN NTT, Richard Safkaur, menambahkan saat ini PLN NTT sudah banyak memakai bahan bakar minyak untuk memenuhi kebutuhan listrik di NTT yang melampaui kuota. Kini, PLN berupaya mengoptimalkan pembangkit listrik dengan energi terbarukan, seperti sinar matahari, panas bumi, angin, dan air. "Dengan beroperasinya dua pembangkit ini, akan mengurangi biaya BBM," kata Ricard.

YOHANES SEO (KUPANG) 


http://www.tempo.co/read/news/2013/10/25/092524464/Krisis-Listrik-di-Flores-Mulai-Teratasi

Pembangkit Pakai BBM, Dahlan Iskan : Yang Ngomong Itu Nggak Ngerti

Dahlan Iskan sudah faham betul soal pembangunan pembangkit listrik dan pengunaan BBM yang mencekik rakyat, jadi dipastikan tidak akan menggunakan BBM, Yang ngak faham pasti ngomong pembangkit pakai BBM. Komitment Dahlan Iskan untuk menyerbu BBM sudah terbukti dengan dukungan penuh beliau terhadap mobil listrik.

Liputan6.com, Jakarta : Rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan membentuk konsorsium perusahaan pemerintah untuk membangun pembangkit listrik di lokasi yang masih kekurangan listrik disambut positif Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik.


Hanya saja Jero Wacik berpesan agar pembangunan pembangkit listrik tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

"Pembangkit kok pakai BBM, itu bukan pembangkit namanya. Orang yang ngomong itu nggak ngertilistrik," ungkap Dahlan di Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Dahlan menjelaskan yang namanya pembangkit sebetulnya tidak menggunakan BBM. Kalaupun ada, BBM yang dimaksud adalah diesel.

"Pembangkit itu berbahan bakar air, batu bara, bioamas, kalau genset itu nggak usah dibangun, tinggal beli di toko," tegasnya.

Sebelumnya orang nomor 1 di Kementrian BUMN ini merencanakan akan memanggil perusahaan BUMN raksasa untuk menjalankan proyek pembangunan pembangkit di wilayah Sumatra Utara yang sampai saat ini masih terus mengalami kekurangan.

Dalam jangka panjang, Dahlan bahkan berambisi membangun listrik di sejumlah wilayah di seluruh Indonesia. "Konsorsium menurut saya dimana-mana, karena listrik itu tidak berhenti-berhentinya kecukupannya," tutupnya. (Yas/Shd)

Selasa, 22 Oktober 2013

Ide Dahlan Iskan Mengatasi Listrik Dengan Konsorsium BUMN


Dahlan Berniat Bangun Konsorsium Selamatkan Listrik Nasional

Jakarta-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memiliki gagasan untuk menangani krisis listrik nasional. Gagasan Dahlan tersebut adalah membentuk konsorsium BUMN untuk membangun pembangkit listrik.
Dahlan mengatakan, bahwa dirinya mendapat inspirasi gagasan tersebut dari kesanggupan konsorsium BUMN membangun jalan tol atas laut Bali. Dari situlah Dahlan berkeyakinan bahwa konsorsium BUMN juga sanggup membangun pembangkit listrik diwilayah Indonesia untuk mengatasi krisis listrik.
"Saya punya ide untuk mengatasi krisis listrik di Indonesia, yaitu membentuk konsorsium BUMN membangun pembangkit listrik," kata Dahlan usai rapat di Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin (21/10/2013).
Dahlan menyatakan dalam waktu dekat ini dirinya akan mengumpulkan perusahaan BUMN yang memiliki modal kuat dan juga PT Perusahaan Listrik Negara (PLN/Persero) untuk merealisasikan gagasan tersebut. "Perusahaan BUMN yang kuat seperti PT Wijaya Karya (WIKA), PT Adhi Karya, PT Pembangunan Perumahan (PP). Ini kita lakukan supaya jangan mikirin masalah ini terus menerus," katanya.
Dahlan menjelaskan, krisis listrik yang terjadi di Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Bagian Barat terjadi karena danau-danau di wilayah tersebut kecuali Danau Toba mengalami surut serta harus dilakukannya pemeliharaan pembangkit listrik Ombilin dan Belawan. Dua hal tersebut menyebabkan pasokan listrik di wilayah tersebut berkurang. 

"Sekarang sudah menyewa genset untuk mengatasi kekurang pasokan. Menurut saya dua minggu lagi menghasilkan listrik," pungkasnya.
oleh:Fajar S-editor:YL.antamaputra



Dahlan Iskan Galang BUMN Bangun Pembangkit Listrik


INILAH.COM, Jakarta - Menteri BUMN, Dahlan Iskan akan membentuk konsorsium BUMN untuk membangun pembangkit listrik, guna mengatasi krisis listrik nasional.

"Untuk mengatasi krisis listrik di Indonesia, yaitu membentuk konsorsium BUMN membangun pembangkit listrik di setiap wilayah Indonesia," kata Dahlan seusai rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (21/10/2013).

Menurut Dahlan, perusahaan plat merah yang akan tergabung dalam pembangunan pembangkit listrik, yaitu BUMN besar dan memiliki kemampuan dalam pengerjaan proyek tersebut.

"Perusahaan BUMN yang kuat seperti PT Wijaya Karya (WIKA), PT Adhi Karya, PT Pembangunan Perumahan (PP). Dan PLN harus merealisasikan pembangkit listrik itu," ujar Dahlan.

Sementara itu, terkait krisis listrik yang terjadi di Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Bagian Barat, kata Dahlan, karena danau-danau di wilayah tersebut kecuali Danau Toba mengalami surut serta harus dilakukannya pemeliharaan pembangkit listrik Ombilin dan Belawan. Dua hal tersebut menyebabkan pasokan listrik di wilayah tersebut berkurang.

"Sekarang sudah menyewa genset untuk mengatasi kekurang pasokan. Menurut saya dua minggu lagi menghasilkan listrik," ucap dia. [hid]


Dahlan Iskan Gagas Konsorsium BUMN Bangun 


Pembangkit Listrik


JAKARTA - Krisis listrik yang mendera wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berkeinginan untuk mengumpulkan perusahaan-perusahaan plat merah untuk membangun pembangkit listrik.

"Saya punya ide untuk mengatasi krisis listrik di Indonesia, yaitu membentuk konsorsium BUMN untuk membangun pembangkit listrik di Sumatera dan daerah-daerah yang mengalami krisis listrik. Saya nanti akan minta gabungan BUMN untuk melakukan itu," ujar Dahlan usai mengelar rapat bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/10).

Dahlan mengatakan hal tersebut saat dicecar pertanyaan oleh awak media bagaimana cara untuk menangani krisis listrik di wilayah Sumut dan sekitarnya.

Awalnya Dahlan ogah menanggapi secara detail, sebab urusan listrik bukanlah wewenangnya. Namun sebagai bekas Dirut PLN, Dahlan merasa dirinya mempunyai tanggung jawab untuk ikut mencarikan jalan keluar.
Dahlan berpikir bahwa kesuksesan konsorsium BUMN dalam mengerjakan proyek tol Bali di atas laut bisa juga diterapkan dalam mengatasi krisis listrik di Sumatera dan sekitarnya.

"Kalau konsorsium BUMN bisa bangun jalan tol di Bali dengan dana sendiri dan semuanya sendiri. Kenapa konsorsium BUMN enggak bangun pembangkit tenaga listrik saja sendiri," paparnya.

Pria asal Magetan ini berharap ide tersebut dapat disambut baik oleh semua pihak, supaya konsorsium BUMN mudah mendapatkan perizinan membangun pembangkit listrik.

"Tapi perizinan dari kementerian (Kementerian ESDM),  daerah, PLN, dan Kementerian Teknis harus mendukung ini semua, seperti saat membangun tol Bali waktu itu, izin dari Pemda Bali, PU dan dari Jasa Marga mudah," terangnya.
Maka itu, minggu depan rencananya Dahlan akan mengumpulkan beberapa BUMN yang memiliki modal kuat dan PLN untuk merealisasikan gagasan tersebut.

"Minggu depan saya akan kumpulkan BUMN-BUMN yang kuat, seperti Wijaya Karya, Adhi Karya, PP dan lainnya. Saya juga minta PLN untuk menerima ide ini supaya kita jangan terus pusing urusan listrik," tutupnya. (chi/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2013/10/21/196866/Dahlan-Iskan-Gagas-Konsorsium-BUMN-Bangun-Pembangkit-Listrik-




Dahlan Iskan Gagas Konsorsium BUMN untuk Atasi Krisis Listrik


Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memiliki ide untuk memfasilitasi para BUMN membangun fasilitas pembangkit listrik. Tujuannya untuk mengatasi krisis listrik di Indonesia termasuk Sumatera khususnya bagian utara. 

Proses kontruksi fasilitas pembangkit listrik bakal mengadopsi suksesnya konsorsium BUMN membangun jalan tol di atas laut Bali beberapa waktu lalu.

"Saya punya ide untuk mengatasi krisis listrik di Indonesia, yaitu membentuk konsorsium BUMN membangun pembangkit listrik," kata Dahlan usai rapat di Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin (21/10/2013).

Dahlan menyatakan dalam waktu dekat ia akan mengumpulkan para BUMN yang memiliki modal kuat dan PT PLN (Persero) untuk merealisasikan gagasan tersebut. Ia menggarisbawahi idenya ini bisa berjalan ketika regulator juga menyetujuinya.

"Perusahaan BUMN yang kuat seperti PT Wijaya Karya (WIKA), PT Adhi Karya, PT Pembangunan Perumahan (PP). Ini kita lakukan supaya jangan mikirin masalah ini terus menerus," katanya.

Ia juga menjelaskan krisis listrik yang terjadi di Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat karena danau-danau di wilayah tersebut surut kecuali Danau Toba. Hal ini kemudian menggangu operasional PLTA-PLTA di Sumatera. Faktor lainnya karena adanya pemeliharaan pembangkit listrik Ombilin dan Belawan. Dua hal tersebut menyebabkan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara berkurang.

"Sekarang sudah menyewa genset untuk mengatasi kekurang pasokan. Menurut saya dua minggu lagi menghasilkan listrik," pungkasnya.

(feb/hen) 

http://finance.detik.com/read/2013/10/21/195720/2391612/1034/dahlan-gagas-konsorsium-bumn-untuk-atasi-krisis-listrik


Dahlan Iskan Ajak BUMN Keroyokan Bangun Pembangkit Listrik di Sumut


Liputan6.com, Jakarta : Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku ingin membangun pembangkit listrik di wilayah Sumatera Utara demi mengimbangi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.


"Saya akan minta nanti gabungan BUMN bangun pembangkit listrik di Sumatra Utara," kata Dahlan saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2013).
Rencana yang muncul spontan saat berbincang dengan wartawan ini rencananya akan melibatkan beberapa perusahaan BUMN raksasa mulai dari Wijaya Karya hingga ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Nanti ya misalnya PLN, Waskita, PP, Wijaya Karya, Adhi, itu kan mereka juga perlu proyek-proyek, sehingga menurut saya ini baik," tegasnya.

Idenya ini mengaca dari kesuksesan perusahaan-perusahaan BUMN yang sukses membangun tol atas laut di Bali yang bahkan memecahkan rekor pembangunan tol tercepat dengan hanya memakan waktu 14 bulan.

Untuk itu dirinya meminta agar seluruh stakeholder yang terkait untuk tetap mendukung rencana pembangunan pembangkit tersebut layaknya pembangunan tol bali.

"Tapi catatan perijinan kemetrian daerah dan DPR harus menyetujui itu dengan mudah seperti Pemda Bali dan lainnya saat pembangunan Tol Bali lho ya," ujar mantan Dirut PLN itu.

Demi mengkoordinasi hal itu, Dahlan berencana akan mulai memanggil perusahaan BUMN raksasa tersebut mulai minggu depan.

"Minggu-minggu depan saya akan kumpulkan BUMN-BUMN yang kuat, saya minta PLN untuk menerima ide ini supaya jangan terus kita pusing tentang urusan listrik," tutup Dahlan. (Yas/Nur)


Jumat, 18 Oktober 2013

Dahlan Iskan Anggap Wajar Rakyat Marah

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menegaskan bahwa kebutuhan listrik di Indonesia tidak pernah akan tercukupi, berapapun PLN menambah pasokan listrik.

"Listrik itu tidak pernah akan cukup, misalnya sekarang cukup tapi enam bulan lagi belum tentu cukup dan kalau enam bulan lagi cukup, belum tentu satu tahun lagi cukup. Jadi listrik memang agak beda dan listrik itu selalu begitu. Ini karena kebutuhan masyarakat terus bertambah," ucap Dahlan di Gedung Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Kamis (17/10).

Sehingga kata Dahlan, pembangunan pembangkit listrik harus terus dilakukan. "Itu untuk mengantisipasi kekurangan pasokan listrik," sebutnya.

Karenanya, mantan Dirut PLN ini paham bila masyarakat kerap marah jika listrik di rumahnya kerap mati atau sering terjadi pemadaman.

"Ya wajar itu, memang mereka harus marah. Tapi kalau saya masih bisa sabar (kalau listrik padam-red) karena saya tahu petanya seperti apa," akunya.

Pria asal Magetan ini bahkan rela bila dirinya menjadi tempat luapan kemarahan masyarakat terkait pemadaman listrik. Dia malah mempersilahkan hal itu.

"Masyarakat sebenernya memang harus marah dan kemarahan mereka itu harus ada yang menampung. Kalau mau marah ke saya juga enggak apa-apa, silahkan marah ke saya, saya rela," tukas mantan Dirut PLN ini. (chi/jpnn)

Kamis, 17 Oktober 2013

PLN : Janjikan Akhir Bulan Ini Pasokan Listrik Sumut Beres


PACITAN - Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji memastikan pemadaman listrik di Sumatera Utara dan sekitarnya akan segera berakhir. Sebab, genset sewaan akan segera beroperasi.

"Kalau sesuai jadwal akhir bulan ini lah sudah bisa diatasi," ujar Nur di sela acara peresmian Proyek-proyek Infrastruktur di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Rabu (16/10).

Defisit listrik di Sumatera Utara, kata Nur, akan teratasi dengan genset berkapasitas 150 MW.

"Ketersediaan listrik baru dapat dikatakan aman apabila ada cadangan. Ibarat seperti kalau kita mengendarai mobil tanpa ban serap,  was-was saat berkendara kan? Alhasil cadangan harus tersedia, kalau sudah ada cadangan pasti kita akan merasa aman. Nah listrik juga begitu," sebutnya.

Sementara untuk genset kedua berkapasitas 160 MW juga akan segera didatangkan. Genset ini nantinya bisa menampung tambahan-tambahan koneksi baru.

Genset sewaan itu disewa PLN dari berbagai negara, dari Singapura, Malaysia, hingga dari Timur Tengah.
"Genset ini kami sewa selama enam bulan sembari menunggu dua pembangkit di Sumut diperbaiki. Kita sengaja menyewa, kalau beli malah lebih mahal, toh hanya untuk enam bulan sambil nunggu pembangkitnya selesai diperbaiki," terangnya.

Untuk mengamankan pasokan listrik, Nur mengaku hal itu bukanlah perkara mudah. Kendati begitu pihaknya terus membangun pembangkit listrik dan terus menambah kapasitas listrik di berbagai daerah. (chi/jpnn)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost