Tampilkan postingan dengan label Dukungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dukungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Oktober 2013

Warga Kota Banjarbaru Kagum Dahlan Iskan


BANJARBARU – Warga Kota Banjarbaru sepertinya banyak menyimpan kekaguman kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan.   Tak sedikit dari mereka yang akhirnya bergabung dengan kerelaan dan keinginan sendiri menjadi Relawan Demi Indonesia.

Tim Relawan Dahlan Iskan Kalimantan Selatan kembali memperkuat timnya menyusul bergabungnya pengusaha Banjarbaru, Kahfi menjadi Relawan DI, Selasa (22/10).

“Saya sejak lama kagum dengan Pak Dahlan Iskan.  Saya ini gandrung sejak dahulu,” ujar Kahfi.

Kekaguman Kahfi bukan karena Dahlan Iskan adalah seorang menteri, namun lebih karena sepak terjangnya membenahi negeri.  Dahlan dimata Kahfi dianggap sebagai manusia cerdas menjalani hidup yang bermanfaat bagi orang lain.

“Pak Dahlan Iskan ini hidupnya sama seperti Ustadz Arifin Ilham, seperti orang yang hidup lagi.  Dan orang-orang seperti ini biasanya menjalani hidupnya hanya untuk kebaikan,” tukasnya.  (by/ema)

Selasa, 22 Oktober 2013

Dahlan Iskan dalam Dialog Kebangsaan dan Kenduri Rakyat


Semarang, DIMENSI(22/10)-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, menghadiri acara Dialog Kebangsaan dan Kenduri Rakyat “Demi Bangsa” pada Sabtu (19/10) lalu. Acara yang belakangan diketahui diselenggarakan oleh tim Demi Bangsa tersebut diselenggarakan di Pelataran Gedung Lawang Sewu, Semarang.
Peserta adalah ratusan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Semarang, serta masyarakat kota Semarang. Perguruan Tinggi yang ikut berpartisipasi diantaranya adalah Universitas Diponegoro (UNDIP), Politeknik Negeri Semarang (Polines), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus),dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Wali Songo.
Dialog kebangsaan ini dibuka oleh ketua panitia penyelenggara, Siswo Nugroho yang juga merupakan relawan “Demi Bangsa”, pendukung Dahlan Iskan sebagai presiden pada pemilu 2014 mendatang. 
Acara dilanjutkan dengan penampilan hiburan dari kalangan mahasiswa. Diantaranya adalah pertunjukan Seni Rebana oleh mahasiswa IAIN Wali Songo, diikuti penampilan Group Band dari Polines dan UNDIP.
 Dahlan Iskan sendiri tiba di lokasi acara pada pukul 16.40 WIB, usai memberi kuliah umum di Udinus. Dalam dialog itu Dahlan membuka kesempatan bagi seluruh peserta untuk menanyakan apapun perihal dirinya. “Anda mau Tanya apa saja, yang sesensitif apapun, akan saya jawab”, ungkapnya dari atas panggung.
Dalam dialog tersebut Dahlan juga berpesan agar hendaknya para masyarakat jangan berlebihan dalam memuji negara lain, dan terlalu mencela negara kita sendiri. Sebab menurutnya belum tentu aturan-aturan yang dilaksanakan di negara yang kita elu-elukan itu sesuai dan bisa kita terapkan di Indonesia. 
Usai melakukan dialog dengan peserta, acara ditutup dengan kenduri rakyat berupa doa bersama dan pembagian 19 buah tumpeng untuk para peserta. Kenduri ini sekaligus sebagai peringatan dua tahun Dahlan Iskan menjadi menteri BUMN. [abr]

Rabu, 02 Oktober 2013

Suasana lain dalam Kunjungan Dahlan Iskan Ke kantor Gubenur DKI Jakarta.



Ada anomali dalam kunjungan Dahlan Iskan ke Kantor Gubernur DKI Jakarta tadi siang (Rabu, 2 Oktober 2013), di mulai dari jalanan sampai ke pintu pendopo kantor Gubernur ada 21 orang yang menyapa dan menyalami Dahlan Iskan. Mereka sepertinya adalah orang-orang yang sehari-harinya berkutat di kantor Gubernur DKI Jakarta, seperti juru parkir, penjaga keamanan, dan lain sebagainya... 

Keanehannya adalah sapaan dan salam mereka kepada Dahlan Iskan. 
"Selamat siang Pak Presiden", "Assalaamu'alaikum Pak Presiden Dahlan", 
Dan lain sebagainya. 
Bahkan ada yang bilang "Indonesia baru bisa bener kalo bapak yang jadi presiden deh". 
Gileeeee... "Abdi dalem" gubernuran ajaaa diem-diem dukung Dahlan untuk memimpin Republik ini



21 orang itu yang mengucapkan sambil bersalaman lho... yang teriak-teriak histeris dari jauh belum dihitung... tapi beneran, absurd banget keadaannya... di markas jokowi kok suasananya malah kayak acara kopdar Dahlanis... buntut dari kehebohan itu ada 2. 

Pertama, Dahlan dan joko saling mendoakan supaya jadi presiden, 

Kedua adalah dihadangnya mobil kepresidenan mercy s-500 termalang di dunia... jadi karena macet, Dahlan dan rombongan memilih turun dari mobil dan berjalan kaki menuju kantor jokowi... setelah beberapa lama, barulah mobil mercy milik Pak Dahlan sampai. Ketika hendak masuk, mobil dicegat. dengan galak beberapa orang berteriak kepada supir Pak Dahlan. "Hei, gak boleh sembarangan masuk ke sini !!!" padahal jelas-jelas terlihat mobil itu menggunakan plat nomor setneg (RFS).

With Erick AM.

Senin, 30 September 2013

Dahlanis : Sisi Lain : Tulisan tulisan Dahlan Iskan




Membaca tulisan Dahlan Iskan edisi manufacturing hope yang terbit setiap senin pagi membuat saya kecanduan, saya selalu menunggu edisi ini setiap senin, dan selalu tersenyum melihat komentar komentar yang masuk, ada yang pro dan ada juga yang kontra, saya menghargai semuanya.

Saya tidak ingin menilai apakah tulisan Dahlan Iskan hanya bersifat pencitaan seperti yang di tuduhkan oleh orang orang yang kontra, ataupun sebuah prestasi seperti komentarnya sebagian besar yang Pro. Saya hanya ingin memberikan komentar tulisan Dahlan Iskan menurut logika saya.

Betapa (menurut saya) ternyata cara berpikir Dahlan Iskan menarik untuk di renungkan, sederhana dan apa adanya, kadang membuat saya terpekur lebih dalam melihat kondisi bangsa ini, kadang membuat saya “jadi realistis” bahwa slogan slogan hebat perusahaan perusahaan BUMN “yang selalu ingin menjadi perusahaan kelas dunia”ternyata jauh dari jangkauan, kadang juga membuat tersenyum, he he he lucu juga ternyata bangsa saya.

Edisi terakhir MH bertutur mengenai “ Perusahaan Perikanan “ yang bangkrut dan tidak beroperasi, tidak bisa menggaji karyawannya, tentu saja ini membuat siapapun yang membaca tersenyum, “ bagaimana bisa “nelayan” bisa mati di kolam yang banyak ikannya..? “, permintaan ikan semakin hari bukanlah semakin sedikit, akan tetapi semakin banyak, seiring dengan bertambahnya penduduk dunia, sementara laut kita sangat luas, kaya akan sumber daya laut, lho kok perusahaan perikanan ini bisa bangkrut..? Dahlan Iskan dalam tulisannya juga menganggap ini tidak pada tempatnya.

Edisi yang lain mengisahkan mengenai sulitnya swa sembada beras, bagaimana bisa, di Negara agraris ini kita harus impor beras, justru dari Negara yg tanahnya saja sulit di Tanami karena radiasi bom atom saat perang dunia dulu. Tulisannya membuka kenyataan bahwa ada yg salah atur di Negara ini, sehingga di negeri nya petani ini, yang kata lagu tahun 70 an “tongkat kayu dan batupun jadi tanaman”, harus impor beras dari negeri yg tanahnya saja harus melalui beberapa kali pengolahan untuk bisa di tanami. Dahlan iskan berusaha mengembalikan hal ini pada tenpatnya, bangsa indonesialah yang harusnya menjual produk pertanian ke Negara Negara lain, lha wong kita yang negara agraris.

Kita kaya akan gas alam, tapi kita gak bisa menggunakannya..he he he he kalau ini rasanya seperti lelucon. Sehingga PLN dulu harus mencari gas alam ke Negara Negara lain, padahal di Negara sendiri sangat berlimpah, demikian juga dengan batu bara yang katanya, hasil batubara di pulau Kalimantan saja sangat mencukupi untuk sumber energy di Negara ini, tapi anehnya bangsa ini lebih senang mengunakan BBM yang mahal itupun masih harus import…. Kalau yg ini entah salah di mananya..

Kelucuan yg lain adalah ketika bangsa ini harus import garam, begitu sulitnya membuat garam di negeri kepulauan yg di kelilingi laut ini sehingga bangsa ini harus import garam, bagi penulis yang tinggal di pinggir pantai di wilayah Lombok, tentu saja hal ini membuat saya tersenyum senyum berhari hari, di Lombok angin yg semilir saja terasa asin, karena tingginya kadar garam di udara, besi besi juga keropos karena kena angin laut yg mengandung garam, garam yang berlimpah dengan proses pengolahan yang sangat gampang ini ternyata tidak bisa di manfaatkan sehingga harus beli dari negeri tetangga… untuk hal ini memang kita semua harus istigfar.

Dengan segala kelucuan kelucuan ini, kalau di pikir pikir dan terus di pikir, dan di pikir lagi, lama lama membuat saya malu juga, he he he ini lucu apa bodoh, apa sih sebenarnya yang mau di tunjukan oleh pemimpin bangsa ini, kebodohan yang lucu atau kelucuan yang bodoh..? apapun yang di pilih dari keduanya sama sama menjatuhkan harkat dan martabat bangsa ini. Kita sudah menjadi bangsa yg sepertinya patut di tertawakan. Akal sehat siapapun akan tertawa melihat kondisi seperti ini.

Dahlan iskan berusaha menampilkan ini semua apa adanya, apa yg beliau tulis adalah masalah masalah sederhana yang ada di sekitar kita.

Cobalah pembaca kompasiana membaca tulisan tulisan Dahlan Iskan, maka kita akan sependapat bahwa Dahlan Iskan tidak hebat, dia biasa biasa saja, berpikir sederhana dan apa adanya, menggunakan akal sehatnya yang kitapun juga punya.

Kalaupun selama ini dia bisa terlihat hebat dan bisa meraih jabatan menteri dengan latar belakang pendidikan yang hanya setingkat SLTA , itu karena secara kebetulan dia bisa melihat dengan wajar dan apa adanya kondisi bangsa ini. Dia bisa menggunakan akal sehatnya, sementara pemimpin yang lain sedang lucu lucunya.

Salam

Dukungan : ForDis Sosialisasikan Semangat Kerja Dahlan Iskan



Medan - Forum Dahlan Iskan (ForDis) Jaringan Sehati (JTS) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merapatkan barisan dalam mensosialisasikan semangat kerja keras dalam memajukan pembangunan di penjuru Tanah Air.
"Forum ini dibangun bukan berhubungan dengan masalah pencalonan calon presiden dan wakil presiden," ujar salah seorang deklarator ForDis, Gandi Parapat kepada SP, Senin (30/9).
Selain Gandi Parapat, deklarator ForDis yang turut dalam silaturahmi dengan Meneg BUMN Dahlan Iskan yakni, Surya TK, Yan Max, Sanggap Sagala, T Chawaid Bach, Ramses Napitupulu, Armin TS, Taufik Hidayat, dan Suriadin.
Gandi mengatakan, membangun ForDis sampai ke seluruh provinsi dan pelosok Tanah Air, mempunyai nilai yang sangat positif. Sebab, semangat kerja yang dibangun Dahlan Iskan bisa menjadi inspirasi buat seluruh rakyat.
Dahlan Iskan mengaku senang menerima kedatangan deklarator ForDis. Dia pun meminta kepada deklarator supaya tidak melibatkan BUMN dalam setiap pembentukan dan kegiatan di berbagai daerah.
ForDis dibentuk, 9 September 2013 di Medan, Sumatera Utara. ForDis dibentuk dengan tujuan untuk mensosialisasikan Dahlan Iskan sebagai pekerja keras sesuai dengan visinya yang layak memimpin Indonesia.
"Kami bukan mengkampanyekan Dahlan Iskan harus menjadi calon Presiden maupun calon Wakil Presiden untuk pemilu tahun mendatang. Jika ada tuntutan masyarakat maka itu perlu untuk didukung," jelasnya.
Deklarator lainnya, Yan Max menambahkan, ForDis mempunyai tugas dalam menyumbangkan pemikiran buat masyarakat, termasuk menginspirasikan jerih payah Dahlan Iskan saat memulai usaha dari nol.
"Dahlan Iskan bukan tipe pejabat negara yang menawarkan diri maupun berambisi menjadi Presiden maupun Wakil Presiden. Dahlan mengutamakan tanggungjawab dalam menuntaskan pekerjaannya," imbuhnya.
Menurutnya, rakyat di berbagai provinsi maupun kabupaten, sudah cukup banyak mengenal figur Dahlan Iskan. Bahkan, banyak tuntutan dari berbagai daerah supaya Dahlan Iskan maju dalam pemilihan presiden (Pilpres).
"Semua itu tergantung kepada Dahlan Iskan maupun partai yang mengusungnya. Kami berkeyakinan, kepemimpinan Dahlan Iskan dipastikan membawa kemajuan dan kesejahteraan buat rakyat," sebutnya.

http://www.beritasatu.com/nasional/141389-fordis-sosialisasikan-semangat-kerja-dahlan-iskan.html#


JAKARTA - Sejumlah tokoh masyarakat ternyata telah membentuk Forum Dahlan Iskan (ForDis) Jaringan Teman Sehati (JTS), di Medan, Sumatera Utara, 9 September lalu.
Menurut salah seorang deklarator, Gandi Parapat, ForDis JTS dibentuk setelah para deklarator melihat kinerja dan visi misi Dahlan dalam berbuat nyata bagi negeri untuk membawa perubahan yang lebih baik.

"Kita mengapresiasi kinerja yang beliau lakukan selama ini lewat visi misi bekerja, bekerja dan bekerja demi Indonesia sejahtera dan maju. Karena itu kita menggagas lahirnya ForDis JTS," ujarnya usai menemui Dahlan Iskan guna  memberitahu pembentukan forum tersebut di Jakarta, Senin (30/9).

Menurut Gandi, ForDis nantinya akan berperan secara nyata mensosialisasikan bahwa Dahlan Iskan adalah tipe pekerja keras. Dan tipe pemimpin seperti inilah yang dibutuhkan bangsa Indonesia jika ingin jauh lebih baik.
"Ini bukan semata karena ada soal calon presiden dan calon wakil presiden. Ini karena keinginan masyarakat yang mendambakan pemimpin yang benar-benar mau bekerja untuk rakyat," ujarnya.

Dalam pertemuan, Dahlan kata Gandi, menyambut sekaligus merestui hadirnya forum tersebut. Hanya saja ia meminta deklarator yang hadir yaitu Gandi Parapat, Surya TK, Yan Max, Sanggap Sagala, T Chawaid Bach, Ramses Napitupulu, Armin TS, Taufik Hidayat, tidak melibatkan BUMN baik pada pembentukan maupun kegiatan-kegiatan forum tersebut ke depan.

Sementara itu Yan Max mengatakan, setelah  dideklarasikan, selanjutnya para deklarator akan mengajak berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia merapatkan barisan membentuk forum di tingkat provinsi.  
"Setelah ForDis ini lahir di Medan, begitu terbentuk sudah banyak telepon menyambut baik pembentukannya. Kami sebagai deklarator sudah menerima telepon yang menyatakan ingin bergabung dalam ForDis ini," ujarnya.
ForDis ini, kata Yan, pertama kali digagas Surya Tarmizi Kasim, seorang akademisi di Medan. Karena itu mengingat tujuan awal pembentukan, maka ForDis  katanya menyambut baik respon seluruh warga yang ingin bergabung.

"Tugas kami mensosialisasikan pemikiran dan keteladanan Dahlan Iskan yang bekerja untuk kesejahteraan rakyat. Untuk menjadi presiden, itu bukan keinginan semata Dahlan Iskan, tapi ini adalah kehendak masyarakat luas,” ujarnya.  
Dahlan Iskan, menurut Yan, tidak menawarkan diri ke sana ke mari untuk jadi pemimpin, tapi karena ketulusannya bekerja yang membuat dia layak jadi pemimpin.
"Kalau masyarakat menghendaki dan Tuhan mengizinkan, saya siap melaksanakannya," kata Dahlan Iskan seperti dikutip Yan seusai pertemuan.(gir/jpnn)

Jumat, 27 September 2013

Dukungan : REKTOR IAIN SUMUT, PROF DR ANUR A FADHIL LUBIS Dahlan Iskan Layak Presiden

rektor IAIN Sumut
rektor IAIN Sumut

MEDAN – Semua warga negara Indonesia memiliki hak memasuki dunia politik. Tidak hanya orang-orang yang berpendidikan politik saja, pebisnis seperti Dahlan Iskan pun pantas  masuk dalam dunia politik dan menjadi pemimpin di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Rektor IAIN, Prof Dr Nur A Fadhil Lubis MA kepada Sumut Pos, Kamis (26/9). “Sesuatu yang wajar bila Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menjadi peserta konvensi Partai Demokrat. Bahkan tak hanya itu menjadi Presiden RI sudah layak dan pantas,” katanya.
Fadhil menilai kepantasannya memimpin sebuah negara tercerminkan dari keberhasilan-keberhasilannya selama ini dalam memimpin dan menjadi pembisnis yang suksesn
“Semua warga negara punyak hak konstitusional untuk maju jadi capres, apalagi setingkat Dahlan Iskan yang selama ini dikenal sosok yang memiliki visi yang jelas saat memimpin sebuah perusahaan. Contohnya saat menjadi pimpinan di sebuah media nasional, dirut PLN, dan menteri BUMN,” katanya.
Fadhil mengaku mendukung Dahlan Iskan bila ia menjadi Presiden RI. “Sebenarnya siapa saja kita dukung apalagi ia dapat menjadikan Indonesia lebih baik. Harus bisa merakyat seperti Dahlan Iskan. Saya setuju bila dia menjadi presiden RI,” ujarnya. (put)

Read more: http://www.hariansumutpos.com/2013/09/66008/dahlan-iskan-layak-presiden#ixzz2g9MMVr6O

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost