Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Oktober 2014

Dahlan Iskan : MH147 : Bandara Kamil dan Pelabuhan Bergarbarata



Bandara Kamil dan Pelabuhan Bergarbarata : Manufacturing Hope 147

“Saya pernah kehujanan saat antre imigrasi di bandara Bandung ini. Antrenya panjang sampai ke luar bangunan.”

Yang mengucapkan itu bukan orang sembarangan: Walikota Bandung Ridwan Kamil.

“Setahun lagi Pak Walikota tidak akan malu lagi. Bandara wajah baru akan selesai dalam 12 bulan.” Yang mengucapkan ini saya.
Hari itu, pekan lalu, pembangunan terminal baru Bandara Husein Sastranegara Bandung dimulai. Waskita Karya, kontraktornya, sanggup mengerjakannya dalam 12 bulan. Dengan demikian saat HUT kota Bandung September tahun depan, bandara baru bisa jadi kado terbaik.




Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Tri Sunoko, sebenarnya sudah merencanakan pembangunannya tahun lalu. Anggarannya pun sudah siap. Tapi urusan tukar menukar lahan baru minggu lalu bisa tuntas.

Bandara Bandung memang unik. Ini adalah bandara milik TNI AU. Lokasi perluasan ini menyangkut tanah PT Dirgantara Indonesia, PT AP II, dan TNI AU. Harus ada administrasi yang panjang untuk menyepakatinya. Agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Memang bandara Bandung masih termasuk salah satu yang “memalukan”. Mirip dengan kondisi bandara Semarang, Yogya, dan Banjarmasin. Tapi Bandung sedang dalam pengerjaan. Semarang juga segera mulai. Dua minggu lagi.

Bahkan seandainya tidak ada masalah lahan, tahun lalu pun pembangunan Bandara Ahmad Yani Semarang yang baru sudah bisa dimulai. Dirut Angkasa Pura I, Tommy Soetomo, sudah menyediakan dananya sejak tahun lalu.

Bandara Banjarmasin juga sama. Tommy sudah menganggarkan tahun lalu. Persoalan tanah luar biasa alotnya. Tapi masalah itu kini juga sudah selesai. Dua minggu lagi pekerjaan sudah bisa dimulai. Tinggal Yogya yang masih agak lama. Harus menunggu proses perpindahan lokasi ke Kulon Progo. Tidak mudah mengadakan lahan hampir 1.000 ha di lokasi baru.

Setelah Lombok, Medan, Makassar, Riau, Jambi, Palembang, Balikpapan, Denpasar semua memiliki bandara baru, dan kalau pembangunan di Bandung, Semarang, Silangit, dan Banjarmasin selesai, praktis tidak ada lagi bandara di bawah BUMN yang masih “memalukan”.








Hari Minggu kemarin, dalam perjalanan menuju Waingapu, saya meninjau (lagi dan lagi) bandara baru Bali. Bagi yang sudah seminggu tidak ke Bali, baiknya segera ke Bali lagi. Lihatlah terminal domestiknya. Sudah seminggu ini difungsikan. Tidak lagi “nebeng darurat” di terminal baru internasional. Lihatlah ruang check-in-nya. Terbaik di dunia -sepanjang yang saya tahu. Saya lebih menyukai terminal domestik ini daripada terminal internasionalnya yang mewah itu.


Tentu saya juga keliling terminal internasional. Atas dan bawah. Sampai ke ruang boarding. “Ini sudah sekelas bandara Hongkong,” ujar saya pada Herry Sikado, GM Bandara Ngurah Rai yang selama dua jam menyertai saya “olahraga pagi” jalan cepat dari terminal ke terminal.

“Yang jelas sudah mengalahkan bandara Melbourne dan Sydney,” celetuk Sikado. “Saya baru kembali dari sana,” jelasnya. “Nilai bandara Melbourne kira-kira 7,5. Nilai Ngurah Rai setidaknya 8,5,” tambahnya.

Ini dibenarkan seorang turis asal Perth, Australia Barat. Kepada Sikado turis itu mengatakan bandara Bali ini nilainya sembilan. Bahkan mungkin sepuluh. “Bandara Perth nilainya delapan,” kata turis itu.

“Revolusi” harga diri juga terjadi di pelabuhan laut. Minggu lalu, dengan agak dipaksakan, saya diminta meresmikan Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, sebuah terminal modern di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, milik Pelindo III. Saya sebut “agak dipaksakan” karena pelabuhan ini sebenarnya baru benar-benar akan selesai bulan depan. Masih ada beberapa kabel yang belum nyambung.





Masa jabatan saya berakhir 18 Oktober minggu depan. Mungkin Dirut Pelindo III ingin agar saya melihat sendiri apakah antara perencanaan dan pelaksanaannya sesuai dengan yang saya harapkan.

“Melebihi yang kita rencanakan,” komentar saya pada Djarwo Surjanto, Dirut Pelindo III. “Saya tidak menyangka Anda merealisasikannya sebagus ini,” tambah saya sambil menunjuk garbarata.

Garbarata?

Yes! Inilah untuk pertama kalinya penumpang kapal dilewatkan garbarata. Seperti naik pesawat saja. Tidak lagi lewat tangga di dinding kapal yang bergoyang-goyang itu. Yes! Pelindo III memulainya! Sejarah! Terminalnya pun istimewa. Bandara Halim saja kalah! Bandara Terminal I Surabaya pun takluk!

Tapi “dendam” saya sebenarnya bukan di Surabaya. Melainkan di Nunukan. Nunukanlah pelabuhan laut yang langsung berhadapan dengan Malaysia (Tawao, Sabah). Lalu-lintasnya sangat ramai. Tapi pelabuhan penumpangnya ampun-ampun jelek dan semrawutnya!

Rasanya begitu malu. Begitu meninggalkan Tawao dan mendarat di Nunukan njomplang-nya luar biasa. Seolah-olah bangsa ini memang pantas jadi pesuruhnya bangsa Malaysia. Ngurusi pelabuhan saja tidak bisa.

Beda Tawao (Malaysia) dan Nunukan (Indonesia) bukan lagi langit dan bumi.
Tapi langit dan sumur!

Saya langsung telepon Dirut ASDP, Danang Baskoro. “Memalukan,” kata saya. “Ayo kita bangun yang modern. Lebih modern dari Tawao. Ini persoalan kecil,” kata saya.

“Pak Dahlan, itu bukan milik BUMN,” jawabnya sambil tertawa. Begitu gelinya dia mendengar omelan saya, sampai-sampai gerak bibir Danang terasa di HP saya.

“Kalau begitu ajukan permintaan untuk kita ambil alih,” kata saya agak malu.

“Hehehe,” jawabnya.

Kini dengan selesainya terminal penumpang Gapura Surya di Tanjung Perak, dendam itu setengah terbayar. Thanks Pak Djarwo!

Jawaban separonya lagi akan diberikan oleh Dirut Pelindo IV, Mulyono. Tahun depan. Mulyono sudah menganggarkan akan membangun terminal penumpang di Nunukan. Dirut Pelindo I, Bambang Eka Cahyana, juga membangun hal yang sama di Pelabuhan Belawan. Saya sudah setujui desainnya.

Pelindo IV-lah yang akan membalaskan “dendam” kita di Nunukan. Inilah SMS Mulyono, dua hari lalu:
“Selamat pagi Pak Dahlan, kami laporkan untuk Nunukan tahun depan kami anggarkan membangun terminal baru yg akan lebih bagus dibanding terminal penumpang di Tawao (Malaysia)”.

Alhamdulillah. Tentu bukan pepesan kosong. Bukan pula PHP. Sebagai bukti bahwa tekad itu sudah membaja, Mulyono pun kini sedang menyelesaikan terminal penumpang kapal di Makassar sama modernnya dengan yang baru saya resmikan di Tanjung Perak itu. Juga menggunakan garbarata dan eskalator-eskalator.

“Tiga bulan lagi garbaratanya sudah terpasang,” ujar Mulyono.

Tentu saya bangga dengan teman-teman BUMN. Saya pun, dari bawah pohon kesambi di pedalaman pulau Sumba yang kering, sambil memandang “kebun kincir angin” ciptaan Ricky Elson, saya membalas SMS itu: “Saya terharu baca SMS Pak Mul. Kalau terminal di Nunukan itu jadi kelak, jangan lupa SMS saya ya. Meskipun saya tidak jadi menteri lagi, saya akan lihat ke sana.”

Pak Mul pun menjawab: “kami berharap Bapak tetap menyebarkan virus kerja keras, cerdas, dan ikhlas.”

“Amiiin,” batin saya.

Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

***

http://kabardahlaniskan.com/2014/10/06/mh147-bandara-kamil-dan-pelabuhan-bergarbarata/

Minggu, 10 Agustus 2014

Ini Dia Supermoto Sport Listrik Pertama RI Karya Putra Petir

http://images.detik.com/content/2014/08/09/1036/151507_esupermoto.jpg
Jakarta -Putra-putri Indonesia sudah bisa menghasilkan produk unggulan di sektor otomotif bertenaga listrik. Salah satunya adalah sepeda motor listrik yang diberi nama eSupermoto.

Sepeda motor sport bertenaga listrik ini besutan Mario Rivaldi yang masuk daftar sebagai ahli kendaraan listrik atau familiar dipanggil pandawa putra petir.

"eSupermoto yang dipakai di jalan cocok untuk jalanan di Indonesia. Ini produksi terbatas," kata Mario pada acara RITECH Expo 2014 di Kantor BPPT Jalan MH Thamrin Jakarta, Sabtu (9/8/2014).

Mario menerangkan eSupermoto ini telah diproduksi dan dipesan oleh Kementerian Perhubungan sebanyak 10 unit. Supermoto ini merupakan asli rancangan Mario. Untuk pengembangan eSupermoto, Mario hanya membutuhkan waktu 8 bulan.

Untuk pengembangan eSupermoto, Mario didukung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta, Kementerian Perhubungan, LIPI hingga institusi swasta lainnya.

Mario mengaku eSupermoto karyanya akan diproduksi berdasarkan permintaan masyarakat. eSupermoto dibandrol Rp 39 juta sampai Rp 40 juta per unit.

"Tahun ini mulai diproduksi massal. Jumlahnya tergantung pada permintaan," jelasnya.

eSupermoto yang telah mampu diisi listrik pra bayar ini mampu melaju dengan kecepatan 100 km per jam namun saat ini baru dirancang sampai 70 km per jam. Sekali setrum, eSupermoto mampu melaju hingga 120 km.

"Sekali charger biasa, butuh waktu 8 jam dari kosong. Saya ada charger, bisa 2 jam full," ujarnya.
(feb/ang) 

Kamis, 24 Oktober 2013

Dahlan Iskan Tak Ingin Dirut-Dirut BUMN Jadi Bebek

Dahlan Iskan tidak mau berkomentar terlalu jauh terkait langkah pertamina menghentikan pasokan avtur ke Merpati. Karena langkah itu Pertamina sesuai dengan Perjanjian, bahwa utang avtur tidak boleh melebihi Rp 100 milliar.


JAKARTA - PT Pertamina (Persero) telah menghentikan suplai avtur atau bahan bakar untuk maskapai penerbangan BUMN, PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Namun hingga kini belum ada tindakan yang dilakukan oleh pihak Merpati untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan dirinya selama ini melakukan tindakan bungkam mengenai aksi korporasi tersebut lantaran Dahlan menilai dengan didiamkan maka Merpati dapat lebih baik lagi mencari akal untuk menyelesaikan permasalah tersebut.

"Kadang-kadang kalau didiamkan itu lebih baik, mereka cari akal, kalau mereka diberi petunjuk terus jadi bebek nanti, mereka itu kan dirut-dirut pinter," kata Dahlan usai Rapim di Kantor Pelindo II, Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Dirinya juga menjelaskan bahwa dalam kasus permasalahan mengenai avtur Merpati dan Pertamina dirinya tidak pernah memberikan petunjuk spesial kepada kedua perseroan itu.

"Saya tidak pernah kasih petunjuk ke dirut BUMN, emang kalian senang melihat mereka jadi bebek," tambahnya.
Di sisi lain, Mantan Dirut PLN ini, mengaku tidak mempermasalahkan kedua perseroan ini, agar tidak ada yang menjadi korban, atau salah satu BUMN tersebut harus ditutup.

"Mereka gak mau tutup, kalau Merpati tutup saya gak ikhlas, tapi saya juga gak mau Pertamina tutup," pungkasnya.

Dapat kita ketahui, Direktur Utama Merpati  Asep Ekanugraha mengatakan, hingga saat ini proses lobi mengenai pasokan avtur masih berjalan. Di mana, progresnya masih sama seperti yang sebelumnya.

"Setiap hari berubah (posisi utang). Pokoknya setelah di bawah Rp100 miliar, semua open, enggak boleh lewat Rp100 miliar, progres masih sama seperti kemarin yang dibicarakan. Masih berjalan," ungkap Asep di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Selain itu, Merpati mengupayakan pasokan avtur dari Pertamina kepada maskapai penerbangan BUMN ini, pihak Merpati tetap menjalankan upaya seperti, adjustable operasional. (kie) (wdi)


http://economy.okezone.com/read/2013/10/24/320/886420/dahlan-iskan-tak-ingin-dirut-dirut-bumn-jadi-bebek


**************************

Dahlan Iskan Tidak Ikhlas Merpati Tutup


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku tidak ikhlas bila PT Merpati Nusantara Airline tutup. Sebab, salah satu maskapai pelat merah ini merupakan salah satu legenda maskapai di Tanah Air.
"Sebenarnya mereka (direksi) Merpati tidak mau tutup dan saya juga sangat tidak ikhlas kalau Merpati tutup," kata Dahlan selepas rapat pimpinan BUMN di kantor Pelindo II Jakarta, Kamis (24/10/2013).
Kendati demikian, Dahlan enggan menyetir kebijakan untuk direksi baru Merpati ini. Bahkan saat kondisi Merpati sudah merugi triliunan dan mengalami kesusahan dalam operasional. Di sisi lain, Merpati juga sedang kesulitan keuangan tingkat okupansi penerbangan tidak penuh dan beberapa rute juga merugi.
Sementara itu, PT Pertamina juga menghentikan pasokan avtur di lima kota penerbangan Merpati. Beruntung, untuk wilayah Surabaya dan Makassar yang selalu penuh penumpang tidak diberhentikan pasokannya. Meski di posisi itu, Dahlan juga tidak mau memberikan solusi ke Merpati.
Dahlan sengaja membiarkan direksi agar terus bekerja, memutar otak demi mendapatkan strategi perseroan yang bisa menguntungkan. "Soalnya saya juga tidak mau PT Pertamina tutup," tambahnya.
Sekadar catatan, Pertamina sudah menghentikan pasokan avtur ke Merpati di lima kota rute penerbangannya. Hal ini disebabkan Merpati belum bisa membayar plafon pinjaman sebesar Rp 100 miliar per rute penerbangan.
Hal ini juga semakin diperparah karena plafon pinjaman Merpati ke Pertamina malah melampaui batas dan menembus Rp 120 miliar. Padahal Merpati sudah menjalin kerjasama dengan Pertamina untuk tidak perlu membayar pembelian avtur terlebih dahulu dan bisa memanfaatkan plafon pinjaman Pertamina, meski dibatasi hanya Rp 100 miliar per rute penerbangan.
Masalahnya lagi, Merpati ternyata juga memiliki utang ke Pertamina sekitar Rp 200 miliar, sisa utang yang terdahulu. Belum lagi utang ke perusahaan lain yang sudah mencapai Rp 6,5 triliun.(Didik Purwanto/Kompas.com)

Selasa, 15 Oktober 2013

Ide Dahlan Iskan : Monorel Dibangun Hari Ini, Pemkot Bekasi Minta Data ke DKI


Monorel Dibangun Hari Ini, Pemkot Bekasi Minta Data ke DKI
Liputan6.com, Bekasi : Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan monorel di Jalan Setiabudi Utara, Jakarta Selatan, akan dilakukan pada Rabu. Gubernur DKI Jakarta Jokowi dijadwalkan bakal datang meresmikan jalur monorel yang menghubungkan Ibukota dengan Kota Bekasi, Jawa Barat itu.

Namun hingga kini, Pemerintah Kota Bekasi masih belum mengantungi informasi yang jelas mengenai kelanjutan proyek itu. Karenanya, mereka mengirimkan surat permohonan data terkait proyek monorel kepada Pemprov DKI Jakarta.

"Data tersebut berupa kepastian letak, dan berapa jumlah shelter yang dibutuhkan agar Pemkot Bekasi bisa menyiapkan lahan," kata Walikota Bekasi, Rahmat Effendi di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/10/2013).

"Memang kabar terkait adanya jalur monorel yang menghubungkan DKI Jakarta dan Kota Bekasi sudah kami dengar, tapi belum sepenuhnya jelas," imbuhnya.

Effendi khawatir terjadi perbedaan persepsi nantinya mengenai pembangunan proyek ini. Namun dia berharap, pembangunan monorel dapat mempermudah aksesbilitas warga Bekasi menuju Jakarta sekaligus mengurangi kemacetan di 2 daerah itu.

Tahun depan akan dibangun shelter monorel Bekasi-Jakarta untuk jalur monorel yang akan melintas di sisi selatan Jalan KH Noer Ali, Kalimalang atau sejajar jalur Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Pembangunan monorel Jakarta-Bekasi-Cibubur ini telah diluncurkan Menteri BUMN Dahlan Iskan beberapa waktu lalu dan ditaksir menelan dana sekitar Rp 7 triliun. Proyek yang disebut dengan Jakarta Link Transportation (JLT) ini digarap 5 konsorsium BUMN. Lima konsorsium itu, yakni PT Adhi Karya Tbk, PT Inka, PT LEN, PT Jasa Marga, dan PT Telkom. (Ant/Tya/Ndy)
http://news.liputan6.com/read/720746/monorel-dibangun-hari-ini-pemkot-bekasi-minta-data-ke-dki?wp.trkn
*********

Bekasi Minta Jakarta Berikan Data Monorel
INILAH.COM, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memberikan data terkait proyek monorel.

"Data tersebut berupa kepastian letak, dan berapa jumlah shelter yang dibutuhkan agar Pemkot Bekasi bisa menyiapkan lahan," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Bekasi, Selasa (15/10/2013).

Menurutnya, permintaan tersebut telah disampaikan pihaknya secara tertulis kepada Pemprov DKI Jakarta pekan lalu.

"Kami meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terkait kesiapan monorel ini. Terkait pembebasan lahan, Pemkot Bekasi juga masih menunggu dari pemerintah pusat," ujarnya.

Menurut dia, informasi yang beredar selama ini masih dirasa belum akurat, sehingga dikhawatirkan terjadi miskomunikasi.

"Memang kabar terkait adanya jalur monorel yang menghubungkan DKI Jakarta dan Kota Bekasi sudah kami dengar, tapi belum sepenuhnya jelas," katanya.

Pembangunan monorel Jakarta-Bekasi-Cibubur ini telah diluncurkan Menteri BUMN Dahlan Iskan beberapa waktu lalu dan ditaksir menelan dana sekitar Rp 7 triliun.

Proyek yang disebut dengan Jakarta Link Transportation (JLT) itu digarap lima konsorsium BUMN.

Lima konsorsium itu di antaranya PT Adhi Karya Tbk, PT Inka, PT LEN, PT Jasa Marga, dan PT Telkom.

Rahmat Effendi berharap agar monorel bisa mempermudah aksesibilitas warga Kota Bekasi menuju ke Jakarta dan mengurangi kemacetan di Jakarta-Bekasi.[ant]


*********

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memberikan data terkait proyek monorel.

"Data tersebut berupa kepastian letak, dan berapa jumlah shelter yang dibutuhkan agar Pemkot Bekasi bisa menyiapkan lahan," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Bekasi, Selasa (15/10).

Menurutnya, permintaan tersebut telah disampaikan pihaknya secara tertulis kepada Pemprov DKI Jakarta pekan lalu.

"Kami meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terkait kesiapan monorel ini. Terkait pembebasan lahan, Pemkot Bekasi juga masih menunggu dari pemerintah pusat," ujarnya.

Menurut dia, informasi yang beredar selama ini masih dirasa belum akurat, sehingga dikhawatirkan terjadi miskomunikasi.

"Memang kabar terkait adanya jalur monorel yang menghubungkan DKI Jakrta dan Kota Bekasi sudah kami dengar, tapi belum sepenuhnya jelas," katanya.

Pembangunan monorel Jakarta-Bekasi-Cibubur ini telah diluncurkan Menteri BUMN Dahlan Iskan beberapa waktu lalu dan ditaksir menelan dana sekitar Rp 7 triliun.

Proyek yang disebut dengan Jakarta Link Transportation (JLT) itu digarap lima konsorsium BUMN.

Lima konsorsium itu di antaranya PT Adhi Karya Tbk, PT Inka, PT LEN, PT Jasa Marga, dan PT Telkom.

Rahmat Effendi berharap agar monorel bisa mempermudah aksesibilitas warga Kota Bekasi menuju ke Jakarta dan mengurangi kemacetan di Jakarta-Bekasi.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/10/15/mupwnd-bekasi-minta-jakarta-berikan-data-terkait-monorel

Sabtu, 12 Oktober 2013

Mengenal cara berfikir dahlan Iskan menyelesaikan konflik..


Dahlan Iskan : Leading In Conflict

Dalam menghadiri acara sebuah dengan judul Leading in conflict, Dahlan Iskan diminta untuk memberikan pemaparan teknik memecahkan sebuah masalah.

Dahlan Iskan membahas dua hal :
1. Penyelesaian tentang kemacetan di merak.

Awalnya dahlan iskan mengajak 3 pimpinan BUMN untuk menyelesaikan problema kemacetan  merak di Medan, karena dapat dipecahkan di pesawat. Dahlan Iskan kemudian menyuruh dirut ASDP dan KAI kembali ke Jakarta setelah mendarat di Nias.

Satu konflik 3 yang menang. 
Dalam perjalanan ke nias Dahlan Iskan menyesaikan masalah kemacetan kronis yang terjadi di ASDP merak yang diikuti oleh Dirut ASDP, Dirut Jasa Marga, Dirut KAI. Hal ini terjadi karena di tengah lahan parkir ASDP ada stasiun milik Kereta Api. sehingga pintu masuk ke ASDP sangat sempit.

Diskusi berlangsung seru, dinamis dan saling pegang pendirian, tapi Dahlan Iskan mampu menyelesaikan satu konflik dengan tiga pemenang.

2. Perubahan di tubuh BUMN PLN.

Selain membahas mengenai kemacetan di merak Dahlan Iskan juga menjelaskan tentang perubahan yang diinginkan tentang PLN :
1. Mengubah moto PLN menjadi Kerja...kerja...kerja..
2. Mengubah PLN dengan cara cepat yaitu dengan merekrut anak-anak muda karena Dahlan Iskan percaya yang muda yang bisa membuat perubahan.
3. Reformasi birokrasi PLN.
4. Mehilangkasn staff khusus.
5. Menghilangkan satu level wilayah dengan ranting karena diambil alih oleh dengan teknologi.
6. Membuat PLN ini lebih feminim, karena PLN terlalu laki-laki. Roda-mapnya sudah ada.

 Untuk lebih jelas silahkan ikuti videonya.

 
Update : 14 October 2013.

Jumat, 11 Oktober 2013

Kereta Listrik Bekas Jepang Rp 900 Juta, PT INKA Rp 9 Miliar



JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki alasan kenapa mereka lebih memilih mendatangkan kereta listrik bekas dari Jepang daripada kereta buatan PT Industri Kereta Api (PT INKA), untuk layanan kereta rel listrik Jabodetabek.Kepala Humas Daops I PT KAI Sukendar Mulya mengatakan, harga kereta listrik bekas dari Jepang jauh lebih murah, yaitu sekitar Rp 900 juta. Sementara itu, kereta buatan PT INKA sekitar Rp 9 miliar.

"Walaupun bekas, masih bagus. Sebelum dibawa ke sini, diperbaiki terlebih dahulu," kata Sukendar saat ditemui dalam acara peluncuran buku Jonan dan Evolusi Kereta Api di Erasmus Huis, Pusat Kebudayaan Belanda, Jakarta, Rabu (9/10/2013).

Dalam kesempatan yang sama, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan, pemerintah belum serius dalam memajukan transportasi publik. Dia berpendapat, PT INKA seharusnya diberi insentif agar kemudian harga jual kereta PT INKA terjangkau dan dapat digunakan oleh PT KAI.

Belum lagi, lanjut Agus, subsidi yang digelontorkan pemerintah dalam bentuk public service obligation (PSO) dalam layanan kereta api masih sangat kecil. "Yang saya tahu juga, KAI minta PSO ke pemerintah seperti pengemis," ujarnya.

Sebanyak 180 rangkaian kereta listrik bekas yang didatangkan dari Jepang akan tiba paling lambat pada akhir tahun ini. Sebanyak 180 rangkaian kereta listrik bekas tersebut merupakan rangkaian kereta tipe 205 yang dipesan dari East Japan Railway Company.

Jika sudah datang, maka kereta listrik itu akan menjadi tipe terbaru yang beroperasi di Indonesia, khususnya di Jabodetabek. Saat ini, tipe kereta listrik tipe paling baru yang dimiliki oleh PT KAI adalah tipe 203 yang didatangkan pada 2012, juga dari Jepang.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost