Tampilkan postingan dengan label Perbankan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perbankan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Juli 2014

Dahlan Iskan To Meet FSA Head For State Bank Merger

/Jibiphoto
JAKARTA–Minister of SOEs Dahlan Iskan plans to meet the Head of Financial Services Authority (FSA) Board of Commissioner to talk about state-owned banks consolidation.

“I will come to him if I have to. Coordinating Minister for Economic Affairs Chairul Tanjung told me about it yesterday. Indeed, my action was not approved,” he said, Thursday (7/17/2014).

FSA Head Muliaman Hadad said previously that he will meet Dahlan Iskan to talk about the merger of state-owned banks. According to Dahlan, he is delighted because the Coordinating Minister for Economic Affairs Chairul Tanjung had the same opinion like the merger in Malaysia between CIMB, RHB Capital and Malaysia Building Society.

“Thank God, it is now getting support. This is necessary since Indonesian banks should be large,” he said.

Earlier, President Susilo Bambang Yudhoyono rejected the state-owned banks consolidation plan between PT Bank Mandiri Tbk. and PT Bank Tabungan Negara Tbk.

The plan is required to be postponed until the next new government. Finally, the corporate action should be ceased due to rejection especially from BTN’s worker unions. (t06)

http://business.bisnis.com/market-and-corporate/read/20140717/114/30826/-dahlan-iskan-to-meet-fsa-head-for-state-bank-merger-

Selasa, 15 Juli 2014

DAHLAN ISKAN Kaji Konsolodasi Bank BUMN Usai Pilpres

Menteri BUMN Dahlan Iskan /Bisnis.com

Bisnis.com
                                       Menteri BUMN Dahlan Iskan

Bisnis.com, JAKARTAMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tengah melakukan kajian konsolidasi bank-bank pelat merah untuk direkomendasikan kepada pemerintah baru mendatang.
Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro mengatakan keinginan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung untuk menciutkan bank-bank di Indonesia adalah hasil pembahasan bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Pemerintah menilai, rencana konsolidasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. beberapa waktu lalu akan direkomendasikan kepada pemerintahan baru mendatang.
Konsolidasi kedua bank BUMN itu bukan berupa proses akuisisi atau merger. Pasalnya, BTN dinilai sebagai bank khusus yang bergerak di sektor pembiayaan perumahan, sedangkan Bank Mandiri merupakan bank umum.
"Kami ingin mempunyai bank yang besar, targetnya menjadi 5 bank terbesar di Asean. Bahkan Menko ingin agar Indonesia mempunya bank terbesar di Asean," katanya kepada Bisnis.com, Selasa (15/7/2014).
Dia menambahkan, untuk menjadi bank terbesar di Asean, tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Kementerian BUMN saat ini tengah melakukan kajian-kajian dan landasan bagi proses konsolidasi bank-bank milik pemerintah.
Aksi korporasi emiten pelat merah itu akan diusulkan secara khusus kepada pengganti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Pemerintah berharap agar bank BUMN dapat bersaing dengan bank-bank besar di Asean. Saat ini, bank BUMN belum masuk sebagai 10 bank terbesar di Asean.
Dia tidak menampik akan adanya pro dan kontra terkait rencana ini. Namun, dia yakin konsolidasi perbankan akan terwujud dengan berbagai pertimbangan yang kini tengah disiapkan pemerintah.
"Kajian ini nantinya berupa rekomendasi dan kesimpulan bagi pemerintahan baru. Kami yakin pada pemerintahan baru nanti bisa terlaksana," tuturnya. Konsolidasi BTN dan Bank Mandiri yang pernah mengemuka beberapa waktu lalu terjadi penolakan.
Sejumlah karyawan BTN tidak setuju dengan penggabungan BTN-Mandiri. Akhirnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan agar rencana konsolidasi bank BUMN diserahkan kepada pemerintahan baru yang akan datang.
http://finansial.bisnis.com/read/20140716/90/243626/dahlan-iskan-kaji-konsolodasi-bank-bumn-usai-pilpres

Kamis, 24 Oktober 2013

Dahlan Iskan dan kasus sogok Bank BNI



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meyakini, Bank Negara Indonesia (BNI) tidak terlibat dalam kasus penyogokan.
Dari seluruh bank "pelat merah" yang sudah memberikan laporan, Dahlan menilai BNI tidak terlibat kasus sogokan pejabat.
"Laporan dari bank-bank berstatus milik negara, BNI ternyata tidak menggunakan jasa itu, atau bisa dipastikan tidak terlibat kasus penyogokan," tutur Dahlan Iskan, Kamis (24/10/2013).
Sampai kekinian, kata dia, hanya BNI dari sekian banyak bank milik pemerintah yang sudah memberikan laporan dan terbukti tidak menggunakan fasilitas tersebut.
"Ya lah pokoknya semua (diusut) tapi BNI sudah pasti tidak. Sudah memberikan laporan, kita udah cek tidak ada produk itu di sana," paparnya.
Sebelumnya diberitakan tribunnews.com, sejumlah pejabat bank milik negara (BUMN) disebut menerima sogokan dari Diebold Inc, perusahaan penyedia anjungan tunai mandiri (ATM) terbesar di Amerika Serikat (AS).
Otoritas pasar keuangan Amerika Serikat (AS), Securities and Exchange Commission (SEC) menyebutkan, Diebold menghabiskan sekira 1,75 juta dollar AS untuk memberikan sebuah hadiah berbentuk macam-macam, mulai dari paket liburan keluar negeri, hingga uang miliaran rupiah. Tujuannya untuk menyogok pejabat senior di bank BUMN yang berada di Indonesia dan China.
Berdasarkan dokumen SEC, hadiah yang diberikan tersebut berupa akomodasi perjalanan ke Disneyland, Las vegas, Paris dan Bali, untuk para pejabat bank pemerintah tersebut. Hadiah tersebut, disebut oleh Diebold sebagai training atau kepentingan bisnis lainnya.

**********************************

Pejabat Bank BUMN Disogok, Ini Kata Dahlan Iskan


JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan menjelaskan, Securities and Exchange Commission (SEC) menyebutkan adanya sejumlah pejabat bank BUMN yang menerima sogokan, lantaran di Amerika terdapat peraturan yang menyebutkan pemberian fasilias di atas USD100 merupakan gratifikasi.

Selain itu, lanjut Dahlan, kejadian penyogokan kepada pejabat bank BUMN ini dimulai sejak 2005-2010 dengan total dana sekira USD149 ribu. Dirinya mengatakan dalam lima tahun tersebut dalam pasti berbeda-beda jumlahnya.

"Nah, karena itu KPK memberi peraturan kalau ada ngasih hadiah di atas Rp1 juta di penganten itu dianggap gratifikasi. Kelihatannya dipatokan itu. Nah, ini kejadian 2005-2010 jumlahnya USD149 ribu selama lima tahun berarti tiap tahun berapa karena berapa bank jadi satu bank berapa, kira-kira ga sama ini," kata Dahlan usai Rapim di Kantor Pelindo II, Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Dapat kita ketahui, Securities and Exchange Commission (SEC) menyebutkan, Diebold menghabiskan sekira USD1,75 juta untuk memberikan "hadiah" kepada pejabat senior di bank BUMN yang berada di Indonesia dan China.

Berdasarkan dokumen SEC, hadiah yang diberikan tersebut berupa akomodasi perjalanan ke Disneyland, Las Vegas, Paris dan Bali, untuk para pejabat bank pemerintah tersebut. Hadiah tersebut, disebut oleh Diebold sebagai training atau kepentingan bisnis lainnya. (wdi)


http://economy.okezone.com/read/2013/10/24/457/886131/pejabat-bank-bumn-disogok-ini-kata-dahlan-iskan

Kamis, 03 Oktober 2013

Ini cara kedua Dahlan Iskan bentuk bank syariah terbesar di Indonesia


Berfikir dan cari jalan adalah sebuah cara pak dahlan dalam mewujudkan sesuatu, tidak bisa opsi A ya opsi B coba saja terus sampai opsi yang tidak ditentukan,

Bank syariah mandiri dengan modal 5 trilyun bisa mengelola dana haji 60 trilyun, hehhe, hebat kan?

langsung jadi bank syariah terbesar di Dunia 
--------------------------------------------
Plan A gagal lanjut ke Plan B. Dengan begini pengelolaan dana haji menjadi lebih transparan. Dengan bagi hasil, keuntungan bankpun bisa dinikmati oleh penabung dana haji.

Selama ini sebenarnya sesuai perintah UU, dana haji dikelola bank syariah. Tapi belum ada bank syariah di indonesia yang memenuhi syarat. Terobosan Pak Dahlan memungkinkan Bank Syariah Mandiri mengelola dana haji. Bisa-bisa BSM menjadi bank syariah terbesar di dunia nih dengan cara ini:)


----------------

Ini cara kedua Dahlan bentuk bank syariah terbesar di Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan melanjutkan idenya untuk membuat bank syariah terbesar di Indonesia. Dahlan sempat gagal setelah ingin menggabungkan jadi satu semua bank syariah BUMN.

Rencana Dahlan kali ini adalah dengan menjadikan Bank Syariah Mandiri (BSM) menjadi besar. Dahlan meminta agar induk perusahaan yaitu Mandiri menyuntik modal agar ekuitas BSM mencapai Rp 5 triliun.

"Dulu idenya digabung (seluruh bank syariah BUMN) tapi mereka sulit bergabung karena masing-masing mempunyai cita-cita sendiri. Saya memberikan otonomi yang luas kepada direksi. Gagal menggabungkan bank syariah harus dicari cara lain," kata Dahlan di Gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (3/10).

Dahlan menyebut saat ini BSM mempunyai ekuitas sekitar Rp 4,8 triliun. Dengan demikian, Mandiri tinggal menambahkan modal Rp 200 miliar lagi.

Dahlan menyerahkan kepada direksi bagaimana cara menambah modal. Apakah itu dengan menerbitkan obligasi atau cara lainnya. Banyaknya jumlah ekuitas ini juga menjadi salah satu alasan kenapa BSM ditunjuk menjadi bank syariah terbesar.

"Seperti mobil listrik, generasi pertama gagal nabrak tebing dan sekarang sudah jadi generasi kedua. Bank syariah pertama juga gagal, sekarang ada jalan kedua," katanya.

Modal Rp 5 triliun dibutuhkan BSM untuk menjadi bank syariah terbesar dan berkecimpung di bisnis jasa seperti pengelolaan dana haji. Dahlan yakin anak usaha Mandiri tersebut akan bisa melakukannya.

"Saya minta dipenuhi. Menjadi bank yang sangat besar mendapat kepercayaan lebih besar. Dana haji oleh UU diwajibkan bank syariah sampai saat ini belum terlaksana belum memenuhi standar bank syariah melakukan jasa seperti itu," tutupnya.

http://www.merdeka.com/uang/ini-cara-kedua-dahlan-bentuk-bank-syariah-terbesar-di-indonesia.html

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost