Tampilkan postingan dengan label Pencapaian BUMN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pencapaian BUMN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Oktober 2014

Dahlan Iskan : MH147 : Bandara Kamil dan Pelabuhan Bergarbarata



Bandara Kamil dan Pelabuhan Bergarbarata : Manufacturing Hope 147

“Saya pernah kehujanan saat antre imigrasi di bandara Bandung ini. Antrenya panjang sampai ke luar bangunan.”

Yang mengucapkan itu bukan orang sembarangan: Walikota Bandung Ridwan Kamil.

“Setahun lagi Pak Walikota tidak akan malu lagi. Bandara wajah baru akan selesai dalam 12 bulan.” Yang mengucapkan ini saya.
Hari itu, pekan lalu, pembangunan terminal baru Bandara Husein Sastranegara Bandung dimulai. Waskita Karya, kontraktornya, sanggup mengerjakannya dalam 12 bulan. Dengan demikian saat HUT kota Bandung September tahun depan, bandara baru bisa jadi kado terbaik.




Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Tri Sunoko, sebenarnya sudah merencanakan pembangunannya tahun lalu. Anggarannya pun sudah siap. Tapi urusan tukar menukar lahan baru minggu lalu bisa tuntas.

Bandara Bandung memang unik. Ini adalah bandara milik TNI AU. Lokasi perluasan ini menyangkut tanah PT Dirgantara Indonesia, PT AP II, dan TNI AU. Harus ada administrasi yang panjang untuk menyepakatinya. Agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Memang bandara Bandung masih termasuk salah satu yang “memalukan”. Mirip dengan kondisi bandara Semarang, Yogya, dan Banjarmasin. Tapi Bandung sedang dalam pengerjaan. Semarang juga segera mulai. Dua minggu lagi.

Bahkan seandainya tidak ada masalah lahan, tahun lalu pun pembangunan Bandara Ahmad Yani Semarang yang baru sudah bisa dimulai. Dirut Angkasa Pura I, Tommy Soetomo, sudah menyediakan dananya sejak tahun lalu.

Bandara Banjarmasin juga sama. Tommy sudah menganggarkan tahun lalu. Persoalan tanah luar biasa alotnya. Tapi masalah itu kini juga sudah selesai. Dua minggu lagi pekerjaan sudah bisa dimulai. Tinggal Yogya yang masih agak lama. Harus menunggu proses perpindahan lokasi ke Kulon Progo. Tidak mudah mengadakan lahan hampir 1.000 ha di lokasi baru.

Setelah Lombok, Medan, Makassar, Riau, Jambi, Palembang, Balikpapan, Denpasar semua memiliki bandara baru, dan kalau pembangunan di Bandung, Semarang, Silangit, dan Banjarmasin selesai, praktis tidak ada lagi bandara di bawah BUMN yang masih “memalukan”.








Hari Minggu kemarin, dalam perjalanan menuju Waingapu, saya meninjau (lagi dan lagi) bandara baru Bali. Bagi yang sudah seminggu tidak ke Bali, baiknya segera ke Bali lagi. Lihatlah terminal domestiknya. Sudah seminggu ini difungsikan. Tidak lagi “nebeng darurat” di terminal baru internasional. Lihatlah ruang check-in-nya. Terbaik di dunia -sepanjang yang saya tahu. Saya lebih menyukai terminal domestik ini daripada terminal internasionalnya yang mewah itu.


Tentu saya juga keliling terminal internasional. Atas dan bawah. Sampai ke ruang boarding. “Ini sudah sekelas bandara Hongkong,” ujar saya pada Herry Sikado, GM Bandara Ngurah Rai yang selama dua jam menyertai saya “olahraga pagi” jalan cepat dari terminal ke terminal.

“Yang jelas sudah mengalahkan bandara Melbourne dan Sydney,” celetuk Sikado. “Saya baru kembali dari sana,” jelasnya. “Nilai bandara Melbourne kira-kira 7,5. Nilai Ngurah Rai setidaknya 8,5,” tambahnya.

Ini dibenarkan seorang turis asal Perth, Australia Barat. Kepada Sikado turis itu mengatakan bandara Bali ini nilainya sembilan. Bahkan mungkin sepuluh. “Bandara Perth nilainya delapan,” kata turis itu.

“Revolusi” harga diri juga terjadi di pelabuhan laut. Minggu lalu, dengan agak dipaksakan, saya diminta meresmikan Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, sebuah terminal modern di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, milik Pelindo III. Saya sebut “agak dipaksakan” karena pelabuhan ini sebenarnya baru benar-benar akan selesai bulan depan. Masih ada beberapa kabel yang belum nyambung.





Masa jabatan saya berakhir 18 Oktober minggu depan. Mungkin Dirut Pelindo III ingin agar saya melihat sendiri apakah antara perencanaan dan pelaksanaannya sesuai dengan yang saya harapkan.

“Melebihi yang kita rencanakan,” komentar saya pada Djarwo Surjanto, Dirut Pelindo III. “Saya tidak menyangka Anda merealisasikannya sebagus ini,” tambah saya sambil menunjuk garbarata.

Garbarata?

Yes! Inilah untuk pertama kalinya penumpang kapal dilewatkan garbarata. Seperti naik pesawat saja. Tidak lagi lewat tangga di dinding kapal yang bergoyang-goyang itu. Yes! Pelindo III memulainya! Sejarah! Terminalnya pun istimewa. Bandara Halim saja kalah! Bandara Terminal I Surabaya pun takluk!

Tapi “dendam” saya sebenarnya bukan di Surabaya. Melainkan di Nunukan. Nunukanlah pelabuhan laut yang langsung berhadapan dengan Malaysia (Tawao, Sabah). Lalu-lintasnya sangat ramai. Tapi pelabuhan penumpangnya ampun-ampun jelek dan semrawutnya!

Rasanya begitu malu. Begitu meninggalkan Tawao dan mendarat di Nunukan njomplang-nya luar biasa. Seolah-olah bangsa ini memang pantas jadi pesuruhnya bangsa Malaysia. Ngurusi pelabuhan saja tidak bisa.

Beda Tawao (Malaysia) dan Nunukan (Indonesia) bukan lagi langit dan bumi.
Tapi langit dan sumur!

Saya langsung telepon Dirut ASDP, Danang Baskoro. “Memalukan,” kata saya. “Ayo kita bangun yang modern. Lebih modern dari Tawao. Ini persoalan kecil,” kata saya.

“Pak Dahlan, itu bukan milik BUMN,” jawabnya sambil tertawa. Begitu gelinya dia mendengar omelan saya, sampai-sampai gerak bibir Danang terasa di HP saya.

“Kalau begitu ajukan permintaan untuk kita ambil alih,” kata saya agak malu.

“Hehehe,” jawabnya.

Kini dengan selesainya terminal penumpang Gapura Surya di Tanjung Perak, dendam itu setengah terbayar. Thanks Pak Djarwo!

Jawaban separonya lagi akan diberikan oleh Dirut Pelindo IV, Mulyono. Tahun depan. Mulyono sudah menganggarkan akan membangun terminal penumpang di Nunukan. Dirut Pelindo I, Bambang Eka Cahyana, juga membangun hal yang sama di Pelabuhan Belawan. Saya sudah setujui desainnya.

Pelindo IV-lah yang akan membalaskan “dendam” kita di Nunukan. Inilah SMS Mulyono, dua hari lalu:
“Selamat pagi Pak Dahlan, kami laporkan untuk Nunukan tahun depan kami anggarkan membangun terminal baru yg akan lebih bagus dibanding terminal penumpang di Tawao (Malaysia)”.

Alhamdulillah. Tentu bukan pepesan kosong. Bukan pula PHP. Sebagai bukti bahwa tekad itu sudah membaja, Mulyono pun kini sedang menyelesaikan terminal penumpang kapal di Makassar sama modernnya dengan yang baru saya resmikan di Tanjung Perak itu. Juga menggunakan garbarata dan eskalator-eskalator.

“Tiga bulan lagi garbaratanya sudah terpasang,” ujar Mulyono.

Tentu saya bangga dengan teman-teman BUMN. Saya pun, dari bawah pohon kesambi di pedalaman pulau Sumba yang kering, sambil memandang “kebun kincir angin” ciptaan Ricky Elson, saya membalas SMS itu: “Saya terharu baca SMS Pak Mul. Kalau terminal di Nunukan itu jadi kelak, jangan lupa SMS saya ya. Meskipun saya tidak jadi menteri lagi, saya akan lihat ke sana.”

Pak Mul pun menjawab: “kami berharap Bapak tetap menyebarkan virus kerja keras, cerdas, dan ikhlas.”

“Amiiin,” batin saya.

Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

***

http://kabardahlaniskan.com/2014/10/06/mh147-bandara-kamil-dan-pelabuhan-bergarbarata/

Minggu, 07 September 2014

Dahlan Iskan : MH 143 : Kembali Hidup Jangan Sampai Mati lagi


Manufacturing Hope 143

“Lihat mata ikan ini Pak: warnanya putih!” ujar awak kapal itu sebelum menjatuhkan ikan beku sebesar bayi tersebut ke meja di depan saya. “Ini pertanda pembekuannya sempurna,” tambahnya.

Dia menjatuhkan ikan itu dari ketinggian yang cukup untuk menguji tanda kesempurnaan berikutnya: benturan ikan dengan meja itu menimbulkan suara “cling” yang keras.

Setelah dibekukan sampai -60 derajat celsius, ikan itu memang keras sekali. Tidak usah khawatir turun kualitasnya, apalagi membusuk.

Nelayan di Bacan, satu pulau di Maluku Utara, menonton adegan itu dengan antusias. Itulah untuk pertama kalinya BUMN menempatkan kapal ikan di sana. Kapal ikan modern yang dilengkapi cold storage minus 60 derajat dengan kapasitas 150 ton.

Jumat minggu lalu, setelah ke Aceh Timur dan Arun, saya memang keliling ke Ternate, Pulau Bacan dan ke Buli, ibukota Halmahera Timur. Inilah kunjungan untuk menyaksikan hidupnya kembali usaha perikanan BUMN di “ibukota ikan” Indonesia itu. BUMN pernah punya pusat perikanan di Bacan, tapi sudah lama sekali mati. Namanya PT Usaha Mina. Dia ibarat kucing yang mati di pasar ikan.

Lokasi almarhum itu masih ada: lima hektar. Ditumbuhi semak. Bangunannya masih ada: kusam dan berantakan. Tulisan PT Usaha Mina masih terbaca: samar-samar. Artinya dia sudah mati tapi mayatnya masih utuh.

Upacara besar untuk menandai hidupnya kembali si almarhum dilakukan di Bacan. Gubernur baru Maluku Utara yang juga seorang ulama terkemuka, Abdul Ghani Kasuba, ikut hadir. Beliau datang dari Ternate dengan speedboat yang mengarungi laut selama tiga jam.

Bupati setempat yang juga ulama dan seorang doktor sastra Arab lulusan Islamabad Pakistan, tampak selalu tersenyum.

Ini memang hari istimewa: BUMN perikanan hadir kembali di Bacan. Namanya: PT Perikanan Nusantara (Perinus). Kehadiran Perinus di kuburan PT Usaha Mina itu ditandai dengan beroperasinya pabrik es baru dan beroperasinya kapal ikan yang dilengkapi cold storage 150 ton tadi.

Gubernur dan bupati ini kebetulan memang kakak-beradik. Dua-duanya lulusan pesantren Al Khairat Bacan. Karena itu keduanya ingat betul kejayaan Usaha Mina di Bacan sampai dengan kematiannya yang diratapi seluruh penduduk Bacan.

“Pernah kami mencoba membantu menghidupkannya. Kami bantu dengan APBD Rp 5 miliar. Tapi mati lagi,” ujar Bupati Muhamad Kasuba yang sekarang sudah periode kedua di tahun keempat masa jabatannya.

Kepada ribuan masyarakat yang hadir di upacara itu saya minta maaf: baru sekarang bisa menghidupkan kembali BUMN perikanan di Bacan. PT Perinus memang baru saja sehat kembali setelah bertahun-tahun seperti dalam keadaan pingsan.

Waktu saya diangkat jadi menteri tiga tahun lalu PT Perinus secara teknis sudah bangkrut. Utangnya dan akumulasi kerugiannya lebih besar dari asetnya. Maka saya minta direksi PT Perinus segera mengurangi utang dan menyelesaikan akumulasi kerugian dengan melakukan quasi reorganisasi.

Direksi PT Perinus lantas bekerja keras. Dan membersihkan semua unit usahanya dari tikus-tikus berkaki dua. Abdussalam Konstituanto, Dirut Perikanan Nusantara yang baru, mulai menghidupkan unit usaha perikanan yang sudah mati di Bitung (Sulut). Berhasil. Lalu menghidupkan yang di Ambon. Berhasil. Menghidupkan yang di Benoa (Bali). Berhasil. Lalu menghidupkan yang di Sorong (Papua Barat). Juga berhasil.

Maka kalau baru sekarang bisa menghidupkan yang di Bacan, memang Perinus tidak bisa melakukan semua itu sekaligus. Ibarat orang yang baru keluar dari opname di rumah sakit, PT Perinus tidak bisa langsung disuruh lari ke Bacan. Nanti jatuh lagi. Dia juga belum bisa dibebani benda yang berat di pundaknya. Nanti opname lagi. Apalagi dia harus menanggung sendiri semua biaya penyehatan itu tanpa dana APBN.

Selama berada di Bacan, semula saya ingin bermalam di kapal ikan yang baru. Ini karena semua hotel penuh: ada pemilihan ulang anggota DPR di seluruh TPS di sana. Ketika kita semua sudah lupa pemilu, di sana masih ada Pileg untuk menentukan siapa-siapa tiga anggota DPR yang mewakili Maluku Utara nanti. PDIP sudah pasti dapat satu kursi. Golkar juga dapat satu kursi. Pileg ulangan ini menentukan untuk siapa sisa satu kursi lagi: PKS atau PAN.

Malam itu gelombang sangat besar. Saya batalkan tidur di kapal. “Pak Dahlan, Pemda punya guest house. Tolong jangan di kapal,” pinta Pak Bupati setelah menjamu kami makan malam dengan menu ikan bakar yang betul-betul fresh from the sea. Ditambah makanan pokok setempat: papeda (bubur sagu), singkong rebus, dan pisang mulubebe sebagai pengganti nasi.

Pagi-pagi, setelah senam masal Dahlan Style dan peresmian Senam Nusantara (senam resmi Maluku Utara), saya pun ke Buli, ibukota Halmahera Timur. Semula saya hanya ingin meninjau investasi PT Antam sebesar Rp 25 triliun di sini. Tapi bupati Halmahera Timur, drs H Rudi Irawan, yang ikut menyambut saya, curhat soal perikanan juga.

Maka kami buatlah rencana baru: perikanan koridor Halmahera Timur-Sorong. Jarak dua wilayah ini tidak jauh. Hanya dipisahkan oleh Kabupaten Raja Ampat. Seorang manajer Perinus langsung tidak boleh pulang hari itu. Untuk merumuskan model bisnis perikanan koridor baru Sorong-Halmahera Timur.

Hiduplah Perikanan Nusantara. Tentu jangan sampai mati lagi.

Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

***

http://kabardahlaniskan.com/2014/09/07/mh143-kembali-hidup-jangan-sampai-mati-lagi/

Selasa, 02 September 2014

Sepuluh Tahun Lebih Merugi, BUMN Perikanan Ini Mulai Bangkit

BAHANA PATRIA GUPTAIlustrasi perikanan

SORONG, KOMPAS.com - Sejak tidak beroperasinya BUMN perikanan PT Usaha Mina pada 1999, industri perikanan di Sorong lesu. Meskipun anak usaha di unit Sorong masih memberikan keuntungan, namun perolehan itu digunakan untuk menutupi kerugian cabang lain di Maluku. Akibatnya, BUMN tersebut mengalami rugi.

"Cabang Sorong harus menghidupi cabang-cabang yang mati. Kemudian ada keputusan dari pemegang saham, dalam hal ini Menteri BUMN untuk membangun kawasan perikanan terpadu, dimulai dari Sorong," ungkap Srinona Kadarisman, Kepala PT Perikanan Nusantara, Selasa (2/9/2014).

Perikanan Nusantara (Perinus) merupakan nama baru dari PT Usaha Mina. Sri menuturkan, begitu percayanya Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan daerah itu, turut memberikan semangat jajarannya untuk mengembangkan kembali industri perikanan di bawah PT Perikanan Nusantara (Perinus). Padahal, membangun usaha di kawasan Sorong tidak selalu mudah lantaran terbentur restu masyarakat adat.

"Ada suku yang berkuasa di sini, suku Moi. Kalau dia tak kasih izin, tidak bisa masyarakat bermitra dengan kami," kata dia.

Akhirnya, pendekatan yang dilakukan pun berhasil. Sebanyak 500 nelayan dari Pulau Buaya, Fak Fak, Raja Ampat, Tamina Boa, Manokrawi, dan lainnya bermitra dengan Perinus. Setahun setelahnya, Dahlan Iskan mencanangkan Sorong sebagai kawasan industri perikanan terpadu, dan Perinus mampu mencetak laba lebih tinggi dari target.

"Seperti bayi yang baru lahir, 2013 Perinus ini sudah mencetak laba Rp 3,028 miliar, lebih tinggi dari target sekitar Rp 2,9 miliar," kata dia.

Dalam satu tahun pertama itu pula, Perinus mampu mengekspor tak kurang dari 400 ton hasil tangkapan ikan seperti cakalang, dan baby tuna beku ke Thailand, Singapura, dan memenuhi pasar domestik. 

Jaminan Pasar dan Pendampingan

Keberhasilan Perinus ini disebabkan pola kemitraan dengan masyarakat berbeda dari ketika dikerjakan oleh PT Usaha Mina. Pada saat jadi PT Usaha Mina, bantuan kepada nelayan tradisional diberikan seluruhnya berupa alat produksi serta bantuan usaha operasionalnya.

"Tapi itu tidak bisa efektif. Karena belum tentu dengan bantuan operasional yang diberikan, mereka (masyarakat nelayan) bisa mengembalikan modal," jelas Sri.

Adapun kemitraan yang dikerjakan oleh Perinus adalah dengan memberikan jaminan pasar serta pendampingan masyarakat nelayan.

"Kalau mereka tidak tahu cara menangkap ikan, akan kami latih. Kalau pengolahan tidak bisa, kami juga akan latih. Bantuan fasilitas dengan menyediakan dok. Kami jamin ikan-ikan mereka bisa kami serap. Itu pola kita membangun kemitraan dengan nelayan," tambah Sri.

Dengan pola kemitraan yang tepat, sepanjang 2013, Perinus memperoleh pendapatan sebesar Rp 17 miliar. Sementara itu, dalam rencana kerja 2014, perseroan menargetkan pendapatan meningkat 30 persen lebih, menjadi sekitar Rp 22,135 miliar. 

Laba sebelum pajak diharapkan naik 178 persen, menjadi Rp 5,8 miliar pada 2014, dari Rp 3,028 miliar pada 2013. Rencana investasi cabang Sorong pada 2014 dialokasikan sebesar Rp 488,5 juta. Jika ditambah start up-nya pada September 2012, Perinus telah mengeluarkan investasi sebesar Rp 7,2 miliar.


http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/09/02/141724926/Sepuluh.Tahun.Lebih.Merugi.BUMN.Perikanan.Ini.Mulai.Bangkit

http://perinus.co.id/

Jumat, 29 Agustus 2014

Aset BUMN ternyata sudah mencapai 4.500 Triliun

Aset BUMN ternyata sudah mencapai 4.500 Triliun. Wow! Artinya selama 2 tahun terakhir ini, aset BUMN bertambah 1500 Triliun!

2 Tahun lalu, saat Abah Dahlan Iskan baru memimpin BUMN, Aset tahun 2011 tercatat sebesar 2947 Triliun.

Dari tahun 2012, berbagai proyek raksasa BUMN berhasil dipercepat dan selesai karena sinergi BUMN dan pembentukan berbagai Konsorsium BUMN. Tercatat untuk bandara saja ada Kuala Namu, New Ngurah Rai, Sepinggan, Terminal 2 Juanda berhasil dirampungkan. Begitu juga beberapa ruas jalan tol (Yang paling fenomenal adalah tol atas laut Bali), pelabuhan dan proyek konstruksi lainnya.

Kerja.Kerja.Kerja!

------

Total Aset BUMN Capai Rp 4.500 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki aset dua kali lebih tinggi dua kali lipat pada semester I 2014 dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2014 yang mencapai Rp 1.800 triliun.

Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengakui, jumlah aset BUMN saat ini masih belum memiliki andil yang cukup signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional.

"Aset BUMN sekarang capai Rp 4.500 triliun. Memang besar sekali, tapi perannya ke ekonomi nasional tidak sebesar dulu, bukan karena BUMN mengecil tapi ekonomi nasionalnya tumbuh besar," kata Dahlan di Jakarta, Kamis (28/8/2014)

Namun begitu, satu hal yang ditekankan Dahlan, pembangunan ekonomi nasional memang seharusnya peran besar bukan dari perusahaan plat merah melainkan harus mendorong sektor swasta.

Perusahaan BUMN dalam hal ini diwajibkan hanya sebagai pelopor dalam proyek-proyek pembangunan nasional yang lebih strategis dan memiliki risiko yang lebih besar.

Akan tetapi, Dahlan mengatakan, dengan mendorong sektor swasta juga membantu memberikan kemandirian bangsa terutama dari sektor industri.

"Negara demokrasi, sebaiknya rakyatnya yang kuat bukan perusahaan BUMN yang kuat, caranya memperbesar yang swasta. tapi di satu pihak saya tidak ingin BUMN makin dominan tapi juga saya di sisi lain juga harus terus membuat BUMN besar, di sisi lain swata harus besar, bimbang juga," paparnya. (Yas/Ahm)


http://bisnis.liputan6.com/read/2097839/total-aset-bumn-capai-rp-4500-triliun

Selasa, 17 Desember 2013

Dahlan Iskan Minta PT Semen Kupang Bangun Pabrik Baru

Semen Kupang mulai bangkit semoga bisa segera berlari. Tahun 2012 Semen Kupang masih rugi Rp. 10,28 M, berkurang dari tahun 2011 yang rugi Rp 17,66 M. Melihat agresifitas pembangunan pabrik, 2013 bisa jadi turning poin. 



TEMPO.CO, Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan berharap PT Semen Kupang, Nusa Tenggara Timur, (NTT) yang sempat kolaps bisa berkembang dan membangun pabrik Semen Kupang ketiga untuk memenuhi kebutuhan semen di daerah itu.

"Saya berharap PT Semen Kupang bisa membangun pabrik semen tiga untuk penuhi kebutuhan semen di daerah ini," kata Dahlan Iskan ketika berkunjung ke Kupang, Rabu, 18 Desember 2013.

Pabrik Semen Kupang sempat dihentikan operasinya pada Maret 2008 karena pailit. Utang PT Semen Kupang yang cukup besar membuat PT Semen Kupang bangkrut, sehingga harus melakukan kerja sama operasional (KSO) dengan pihak ketiga, yakni PT Sarana Agro Gemilang (SAG).

Menurut dia, seluruh utang PT Semen Kupang telah dilunasi. Karena itu, semen Kupang harus bisa berekspansi dengan mengembangkan perindustrian semen di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Kalau bisa warga di NTT tidak lagi berharap pada semen dari luar. Selain semen Kupang," katanya.

PT Semen Kupang telah membangun PT Semen Kupang 1 dan 2. Karena itu, Dahlan berharap PT Semen Kupang bisa berkembang lagi dengan membangun PT Semen Kupang 3. "Jika manajemen tidak mampu, akan saya copot," katanya.

Direktur PT Sarana Agra Gemilang Wahyu Susetyo sebelumnya menargetkan produksi Semen Kupang sebesar 475 ribu ton pada tahun 2014 mendatang. "Kualitas semen Kupang saat ini sudah setara dengan kualitas nasional maupun internasional," katanya.


http://www.tempo.co/read/news/2013/12/18/090538386/Dahlan-Minta-PT-Semen-Kupang-Bangun-Pabrik-Baru

Jumat, 25 Oktober 2013

2 TAHUN DAHLAN ISKAN JADI MENTERI BUMN (6-HABIS)



Apa kabar BUMN ‘Dhuafa’?


Tahun 2011, Saat pertama menjabat menteri BUMN ada 23 BUMN yang mengalami kerugian dengan total kerugian 3,2 Triliun. Bagaimana kabarnya setelah ditangani oleh Dahlan Iskan? Ini strategi dan hasilnya.

Modal Negara Bukan Untuk BUMN Dhuafa. Maksimalkan Aset!
Direksi dibayar mahal untuk memajukan perusahaan negara. Kalau ada direksi yang manja meminta modal negara karena perusahaannya rugi, terancam di pecat oleh Dahlan. Modal di tangan direksi yang manja akan menguap tak berbekas. Langkah peratma Dahlan adalah menghentikan PMN dan menyuntikkan manajemen baru kalau diperlukan. Terbukti beberapa BUMN mulai bangkit tanpa perlu suntikan modal. Yang dilakukan hanya bekerja lebih keras memaksimalkan semua aset yang ada.

Dalam satu tahun, ada 9 BUMN yang langsung untung! Ini daftarnya:
• PT Industri Kapal Indonesia, rugi Rp 805 juta, tahun 2012 untung Rp. 2,764 M
• PT Dirgantara Indonesia, rugi Rp 356,52 M, tahun 2012 untung Rp. 40,160 M
• PT Perkebunan Nusantara XI, rugi Rp 15,52 M, tahun 2012 untung Rp. 134,075 M
• PT Perkebunan Nusantara XIV, rugi Rp 113,38 M, tahun 2012 untung Rp. 12,491 M
• PT Danareksa, rugi Rp 287,37 M, tahun 2012 untung Rp. 107,986 M
• PT Bahana PUI, rugi Rp 143,97 M, tahun 2012 untung Rp. 240,587 M
• PT PDIP Batam, rugi Rp 1,31 M, tahun 2012 untung Rp. 2,071 M
• PT Boma Bisma Indra, rugi Rp 7,33 M, tahun 2012 untung Rp. 23,336 M
• PT Kertas Leces, rugi Rp 84,97 miliar, 2012 untung Rp. 9,09 M (dengan catatan)

---------

5 BUMN Berusaha keras dan mulai bangkit, ini terlihat dari kerugiannya yang berkurang.

Tidak semua BUMN dhuafa, bisa langsung bangkit di tahun pertama restrukturisasinya. Tapi sudah berhasil mengurangi kerugiannya seperti PT PAL yang kerugiannya berkurang 1 triliun lebih. Berikut daftarnya:
• PT Energy Management Indonesia, rugi Rp 6,54 M, 2012 rugi berkurang Rp.2,07 M
• Perum Produksi Film Negara, rugi Rp 1,29 M, 2012 rugi berkurang jadi Rp. 780 J
• PT PAL Indonesia, rugi Rp 1,32 T, 2012 rugi berkurang jadi Rp 262,58 M
• PT Kertas Kraft Aceh, rugi Rp 65,2 M, 2012 rugi rugi berkurang jadi Rp. 46, 6 M
• PT Semen Kupang, rugi Rp 17,66 M, rugi berkurang jadi Rp. 10,28 M

Khusus untuk PT Batan Tek yang tahun 2011 rugi Rp 2,98 M, dan 2012 kerugiannya bertambah Rp. 11,776 M layak diberi catatan khusus. Rugi boleh bertambah, tapi BUMN ini punya masa depan cerah menjadi pemain utama radiosotop asia dan dunia. Ini karena Batantek menguasai teknologi pengayaan uranium tingkat rendah yang tidak dimiliki oleh negara lain.

http://www.gatra.com/fokus-berita/22874-yudiutomo-kusnanto-invasi-merajai-pasar-radioisotop-dunia.html

------

Diakusisi BUMN yang lebih sehat dan membutuhkan keahliannya.

Ada banyak BUMN yang bergerak dalam usaha yang sejenis, perlahan BUMN-BUMN seperti ini disatukan, terutama yang masih rugi.

• PT Inhutani II, rugi Rp 29,69 miliar dan PT Inhutani III, rugi Rp 58 juta, Rencana diakusisi Perhutani.
• PT Survey Udara Penas, rugi Rp 1,89 miliar. Resmi diakusisi Surveyor Indonesia
• PT Pengerukan Indonesia, rugi Rp. 117,988 miliar. Resmi diakusisi Pelindo II.
• PT Djakarta Lloyd, rugi Rp 41,72 M, Proses menjadi anak perusahaan Pupuk Indonesia.

-----

Likuidasi yang tidak bisa diselamatkan dan tidak strategis.

Idealisme Dahlan adalah bahwa negara tidak boleh bersaing bisnis dengan rakyatnya. Perlahan-lahan sektor-sektor yang sudah mampu dikerjakan swasta akan ditinggalkan BUMN. Perlukah negara punya industri soda?

Dalam bisnis atau teori lebih baik rugi 1 juta daripada rugi 10 juta. Ketika bisnis dianggap tidak strategis dan tidak punya potensi untuk dikembangkan, PT Industri Soda yang pada tahun 2011 rugi Rp 22,43 miliar, akhirnya dilikuidasi. “Kalau mau mati ya mati saja” kata Dahlan.

-----

PR Dahlan Dahlan Iskan

Dari 23 BUMN duafa tahun 2011, tinggal tersisa 2 BUMN yang masih sangat pelik permasalahannya.

• PT Iglas, rugi Rp 6,49 M, 2012 rugi bertambah jadi Rp. 93,944 M
• PT Merpati Nusantara Airlines, rugi Rp 778,64 M, 2012 rugi bertambah jadi Rp 1,5 T

Dari 2 BUMN tersisa, penyelesaian paling berat ada di MNA. Ini akibat dari hutang yang menumpuk mencapai Rp. 6,5 Triliun. Ditambah lagi konflik internal yang terus mengganggu kinerja perusahaan. Merpati pertengahan 2013 resmi menjadi pasien PPA. BUMN yang bertanggung jawab pada pengelolaan aset. Dahlan sendiri mengatakan bahwa " Saya tak ikhlas merpati tutup".

http://www.tempo.co/read/news/2013/10/24/090524268

Program restrukturisasi mengubah hutang menjadi saham belum diputuskan oleh pemerintah, palunya ada di menteri keuangan. Kalau hutang dihapus, merpati akan bankable, bisa mengajukan kredit ke perbankan lagi dan akan menarik minat investor.

http://www.merdeka.com/uang/chatib-akan-ajak-dahlan-bicara-soal-penghapusan-utang-merpati.html

Sementara untuk Iglas, Dahlan masih memberikan waktu buat manajemen untuk menyelesaiakan permasalah produksi. Kalau revitalisasi alat produksi pabrik berjalan mulus, seharusnya tahun 2013 Iglas akan menangguk untung.

http://www.kabarbisnis.com/read/2824617

Kita tunggu apakah apakah 2 tahun cukup buat Dahlan menyelesaikan semua BUMN Dhuafa (kecuali Merpati yang sepertinya butuh waktu lebih lama dari yang lainnya, dan kini sepenuhnya bergantung keputusan pemerintah). Jawabannya akan kita ketahui sekitar bulan April 2014, saat lap keuangan BUMN tahun 2013 sudah diselesaikan.

Ke depan, struktur BUMN ini akan terus disederhanakan melalui program holdingisasi. Selain melalui holding, perampingan BUMN juga dapat dilakukan melalui merger atau konsolidasi, divestasi, likuidasi, ataupun stand alone. Idealnya Indonesia hanya punya puluhan BUMN pada industri strategis yang bisa memberikan sumbangan deviden maksimal untuk negara. Jumlah BUMN sekarang yang mencapai 140 perusahaan dianggap tidak efisien karena hampir 98% pendapatannya disumbang oleh 20 BUMN saja.

-----

Catatan khusus untuk PT. Kertas Leces.

Kertas Leces yang sudah mencatat laba di tahun 2012 ternyata butuh waktu lebih lama untuk benar-benar bangkit. Peralihan dari produksi kertas budaya (untuk pemakain sehari-hari) ke kertas mulia (bahan uang dan kertas khusus lain) membutuhkan masa transisi hingga 3 tahun. Akibatnya sekarang pegawai tidak digaji beberapa bulan. Sayangnya dalam kondisi sulit seperti ini tersiar kabar adanya sabotase oleh oknum karyawan. Untuk menutupi biaya operasional dan gaji karyawan sedang mencoba memproduksi kertas coklat industri.

http://www.bumn.go.id/kertasleces/publikasi/berita/turnaround-management-11/

Rabu, 23 Oktober 2013

2 TAHUN DAHLAN ISKAN JADI MENTERI BUMN (5)


Visi ke-3 BUMN di bawah Dahlan Iskan adalah BUMN harus menjadi pride of nation. Menjadi kebanggaan bangsa. BUMN harus menjadi perusahaan-perusahaan tangguh yang mampu bersaing dalam pasar global.

Selama dua tahun terakhir, ada beberapa capaian BUMN yang layak diapresiasi.

PERTAMINA MASUK FORTUNE 500

Pertamina adalah badan usaha milik negara yang sempat dilekati intervensi dan muatan politik, terbelit utang luar negeri, serta dibayangi isu korupsi dan kolusi. Tapi tahun ini, Pertamina tiba-tiba masuk daftar perusahaan terbesar dunia yang biasa disebut Fortune 500. Langsung nangkring di rangking 122. Mencatat rekor laba 25 triliun di tahun 2012. Terbesar sepanjang sejarah. Apa kunci kebangkitan Pertamina? Salah satunya karena dukungan penuh Menteri BUMN pada pertamina agar bebas dari intervensi. Contohnya dukungan pada pertamina untuk membeli langsung dari produsen atau kilang dengan harga patokan yang bisa diakses terbuka. Tidak lagi melalui calo yang rawan markup. Atas prestasinya itu, Dahlan ngotot memperpanjang jabatan Dirut Karen Agustiawan yang seharusnya sudah selesai maret 2013. Oktober ini majalah Fortune menobatkan Karen sebagai wanita paling berpengaruh no.6 dunia dalam peringkat "Most Powerful Women: The International Power 50".

http://ekbis.sindonews.com/read/2013/03/06/34/724572/dahlan-resmi-perpanjang-masa-jabatan-karen-agustiawan

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/10/20/1319015/Karen.Agustiawan.We.ve.Gone.So.Far.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kpopwp


GARUDA KALAHKAN SINGAPORE AIRLINES

Maskapai Garuda Indonesia berhasil mendapat pengakuan di tingkat internasional. Setelah berhasil meraih "The World's Best Regional Airline" tahun lalu, maskapai pelat merah itu berhasil meraih predikat "World's Best Economy Class 2013" versi Skytrax. Taget Dahlan selanjutnya adalah bisa menyalip Singapura dalam hal industri penerbangan berskala internasional. Itu bisa cepat diraih dengan ‘ide terobosan’ Dahlan yaitu menggabungkan Garuda dengan Angkasa Pura dalam holding penerbangan.

http://www.merdeka.com/uang/garuda-raih-gelar-penyedia-kelas-ekonomi-terbaik-sejagat.html

http://finance.detik.com/read/2013/02/02/113342/2159397/6/salip-singapura-dahlan-buka-ide-kawinkan-garuda-angkasa-pura-i-ii


BATANTEK EKSPANSI KE AMERIKA

BUMN rekayasa nuklir ini nyaris mati karena larangan pengayaan uranium tingkat tinggi. Tapi nyawanya terselamatkan setelah menemukan teknologi pengayaan uranium tingkat rendah. Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang menguasai teknologi ini. Kemampuan ini membuat Batantek percaya diri merebut pasar radiosotop dunia. Dahlan Iskan lalu meminta PT Batan Teknologi agar mengembangkan bisnisnya dengan membangun pabrik di Virginia Amerika Serikat (AS) yang merupakan 60% pasar radioisotop dunia. Tahun 2017, pabrik ini akan mulai beroperasi.

http://economy.okezone.com/read/2013/06/11/320/820263/redirect

SEMEN INDONESIA TERBESAR ASEAN

Keberhasialn Kementerian BUMN melakukan holding Semen Indonesia, membuat kemampuan perusahaan ini meningkat pesat. Hal itu lalu diikuti agresifitas peningkatan produksi dan perluasan pasar. Naiknya kemampuan produksi Semen Indonesia didorong akuisisi Thang Long Cement Vietnam desember 2012.

Peningkatan produksi ini membuat PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berhasil mengalahkan Siam Semen Thailand sebagai produsen semen terbesar di ASEAN pada 2013. Langkah selanjutnya adalah melakukan ekspansi ke Myanmar.

http://finance.detik.com/read/2013/05/14/113636/2245186/6/salip-thailand-produksi-semen-indonesia-terbesar-di-asean


WASKITA KARYA BANGUN MASJIDIL HARAM

Dua tahun lalu PT Waskita Karya (Persero) Tbk termasuk perusahaan sakit. Kini sudah bisa berlari kencang. Waskita sedang mengerjakan proyek jangka panjang di luar negeri. Perseroan menggarap proyek renovasi Masjidil Haram di Mekkah selama 5-10 tahun. Kontrak-kontrak abru di luar negeri potensial meningkatkan pendapatan perseroan hingga 30 persen.

http://www.tempo.co/read/news/2013/04/10/090472534/Waskita-Karya-Garap-Renovasi-Masjidil-Haram


WIKA EKSPANSI KE AFRIKA SELATAN

PT Wijaya Karya (Wika) akan membangun sebanyak 2 ribu unit single house di Afrika Selatan. Wika akan bekerja sama dengan perusahaan lokal Nu-Crete dalam proyek senilai US$31 juta. Proyek ini akan melibatkan sekitar 2 ribu tenaga kerja dari Indonesia dan pembangunannya dimuali kuartal pertama 2014.

http://www.bumn.go.id/wika/en/publikasi/berita/wika-bangun-2-ribu-rumah-di-afrika-selatan/

TELKOM EKSPANSI KE SEPULUH NEGARA

Tak puas cuma jadi jago kandang, Telkom mulai berani melakukan ekspansi ke luar negeri. 17 Agustus 2013 Telkom secara resmi hadir di 3 negara yakni Malaysia, Taiwan, dan Macau. Ini melengkapi portfolio sebelumnya yang sudah masuk ke beberapa negara melalui anak perusahaan: Telin Singapura, Telin Hongkong, Telkom Australia dan Telkomcel Timor Leste.

Upaya ini sejalan dengan visi Telkom melalui Program International Expansion di 10 negara, yaitu: Singapura, Hongkong, Timor Leste, Australia, Macau, Taiwan, Malaysia, Arab Saudi, Korea dan Myanmar.

http://www.indotelko.com/kanal_rumors?it=Sambut-Hari-Kemerdekaan-Telkom-Ekspansi-ke-Tiga-Negara

Masih ada beberapa upaya lain BUMN untuk tak sekedar menjadi jago kandang. Juga sedikit mengobati luka sebagai bangsa yang sering diremehkan. Prestasi ini diharapkan menimbulkan optimisme yang membuat hidup lebih bersemangat.

Kerja.kerja.kerja. Demi Indonesia.


Sumber : https://www.facebook.com/Catatan.Dahlan.Iskan?ref=stream&hc_location=stream

Senin, 21 Oktober 2013

Rapor 1 Tahun Jokowi VS 2 Tahun Dahlan Iskan

Rapor 1 Tahun Jokowi VS 2 Tahun Dahlan Iskan 


#JOKOWI


Pasangan Gubernur Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaya Purnama genap setahun memimpin Jakarta pada 15 Oktober. Selama satu tahun menjabat, apa sajakah program-program mereka yang sudah terealisasi?

1. Meluncurkan program KJP dan KJS

Sesuai dengan janji kampanyenya, Jokowi langsung meluncurkan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS) untuk seluruh warga Jakarta. Kedua kartu sakti tersebut dilaunching sebulan setelah dia resmi dilantik.

Dengan menggunakan KJP, warga ekonomi rendah tidak hanya mendapat fasilitas gartis biaya sekolah saja. Namun juga mendapatkan uang operasional yang meliputi ongkos pulang pergi sekolah, sepatu dan seragam, serta buku sekolah.



Sementara dengan KJS, warga Jakarta yang tidak mampu dapat menikmati fasilitas kesehatan gratis di kelas tiga. Pada bulan pertama penerapan KJS, antusiasme warga sangat terasa. Akibat banyaknya warga yang berobat, terjadi lonjakan pasien yang sangat besar di semua rumah sakit dan puskesmas. Pihak rumah sakit dan puskesmas pun kewalahan menangani pasien. Namun jumlah pasien kembali normal seiring dengan berjalannya waktu.


2. Normalisasi Waduk dan Sungai

Jokowi menyadari, banjir adalah persoalan besar yang ada di Jakarta. Karenanya, normalisasi waduk dan sungai menjadi program prioritasnya. Waduk Pluit menjadi waduk pertama yang akan direvitalisasi. Namun, niat pemprov tersebut mendapat tentangan dari warga bantaran waduk yang menolak direlokasi. Namun demikian, setelah melalui proses sosialisasi yang panjang, Jokowi akhirnya berhasil memindahkan ribuan warga ke rumah susun.



Saat ini, normalisasi waduk yang lahannya banyak dijarah warga itu sudah hampir rampung. Sebuah ruang terbuka hijau juga pun telah berdiri di pinggi waduk.


Selain Waduk Pluit, pemerintah juga tengah mengebut normalisasi Waduk Ria Rio. Setelah Ria Rio, waduk lain yang akan dinormalisasi yaitu Waduk Tomang.


Sementara itu, pengerukan sungai juga dilakukan Jokowi agar bisa mengurangi banjir. Saat ini, pengerjaan pengerukan lumpur masih dilakukan di sungai-sungai utama seperti Ciliwung, Pesanggarahan, dan Krukut.


3. Kampung Deret dan Rumah Susun


Dalam kampanye, Jokowi juga pernah menjanjikan akan membangun kampung deret bagi warga yang tinggal di daerah kumuh. Janji kampanye tersebut pun direalisasikan dengan berdirinya kampung deret di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. Kampung deret Tanah Tinggi sendiri menjadi kampung deret yang pertama kali dibangun karena lokasi itu terkena musibah kebakaran. Selain di Tanah Tinggi, pemerintah juga akan membangun kampung deret di 28 titik lain di Jakarta.

4. Penataan Pedagang Kaki Lima

Pemprov Jakarta di bawah kepemimpinan Jokowi juga berhasil melakukan penataan pada 700 PKL di Tanah Abang. Mereka yang sebelumnya berjualan di badan jalan hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas, kini sudah direlokasi ke Pasar Blok G. Selain Tanah Abang, Pemprov juga melakukan penataan pada pedagang di Pasar Gembrong, Jakarta Timur.



Selain merelokasi PKL yang berada di jalanan, pemprov juga menyediakan ruang bagi mereka untuk mengaktualisasikan diri melalui Kaki Lima Night Market yang digelar tiap akhir pekan.


5. Lelang Jabatan Lurah Camat


Gebrakan baru juga dibuat Jokowi dalam sistem pemerintahan. Gubernur yang hobi blusukan itu mengadakan lelang jabatan atau seleksi terbuka untuk posisi camat dan lurah. Langkah ini ditempuh untuk mendapatkan pejabat publik yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan Pemprov, yaitu lurah camat yang mau bekerja keras untuk melayani warga. Program ini pun dianggap cukup berhasil karena tingkat kepuasan warga akan pelayanan publik di kantor kelurahan dan kecamatan meningkat. Namun demikian, Jokowi akan tetap melakukan evaluasi pada lurah camat hasil lelang pada November mendatang.

6. Menerapkan Sistem Pajak Online


Pemprov Jakarta di bawah kendali Jokowi menerapkan sistem pajak online. Sistem ini bertujuan agar memudahkan wajib pajak untuk menunaikan kewajibannya. Selain itu, sistem ini diterapkan untuk menghindari kebocoran dana yang dikhawatirkan terjadi apabila transaksi dilakukan dengan tatap muka.
Meski demikian, rupanya belum semua warga mau beralih menggunakan pajak online. Menurut Jokowi perlu waktu bagi warga untuk terbiasa dan akhirnya mau beralih ke sistem baru itu.

7. Pembangunan MRT


Selama satu tahun memimpin Jakarta, Jokowi memang belum mampu menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta. Namun demikian, setidaknya harapan warga Jakarta untuk menikmati jalanan yang lancar kembali muncul setelah Jokowi meresmikan ground breaking pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT). Rencananya, transportasi massal berbasis rel itu bisa dinikmati warga pada awal 2018.

8. Membuat Pesta Rakyat


Jokowi sadar betul, tidak semua warga Jakarta bisa menikmati liburan mewah ala orang berduit. Karenanya, di setiap event tertentu, pemerintah mengadakan pesta rakyat yang bisa dinikmati warga secara gratis. Sebut saja Jakarta Night Festival, Jakarnaval, dan Jakarta International Performing Art.
Meski demikinan, Jokowi mengaku festival-festival yang digagasnya itu belum sempurna, terutama soal kurangnya penerangan selama acara dan soal kebersihan usai acara.

9. Menyediakan Bangku Taman


Gubernur Jokowi berhasil menjadikan kota Jakarta yang dipimpinnya lebih manusiawi dengan menyediakan 344 bangku taman di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin. Meski hanya program kecil, namun langkah ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Sebab, warga kini bisa duduk santai sambil menunggu datangnya bus saat pulang kerja. 

Sumber: http://www.jokowicenter.com/?p=4903


#DAHLAN ISKAN


19 Oktober 2011, Dahlan Iskan dilantik menjadi Menteri BUMN memegang amanah jabatan mengurusi 141 BUMN dengan 400 lebih anak dan cucu perusahaan. Dari 141 satu BUMN itu, di tahun 2011, 23 diantaranya dalam kondisi ‘dhuafa’ dengan total kerugian mencapai 3,2 triliun.

1. Kebangkitan Industri Persenjataan Dalam Negeri.




*komoditas PT.PINDAD
BUMN mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk pengadaan perlatan militer dan sistem persenjataan dengan produksi dalam negeri. Kebijakan pemerintah didukung dengan restrukturisasi BUMN strategis. PT. DI, PT. PAL, PT. Pindad, PT. Dahana dll disiapkan untuk memenuhi permintaan TNI. Hasilnya kinerja keuangan BUMN-BUMN itu terus membaik. 

*komoditas PT. DI


*komoditas PT. PAL

PT. DI mencatat rekor pesanan pesawat terbesar sepanjang sejarah. Kalau tahun 2011 hanya mendapat pesanan senilai 2 triliun, pada tahun 2012 melonjak menjadi Rp7,79 triliun dengan nilai penjualan Rp2,69 triliun. Dahlan juga berhasil mengikat komitmen Islamic Development Bank untuk memberikan kredit ekspor untuk PT DI senilai senilai Rp 30 triliun atau setara US$ 3,3 miliar selama 3 tahun. Kredit ini akan mempermudah pembeli untuk merancang skema pembelian pesawat buatan PT DI. PT. PAL yang tahun 2011 rugi 1,32 triliun rupiah mulai bangkit dan berhasil menekan kerugian menjadi ‘hanya’ Rp. 262 miliar. PT Dahana, BUMN penghasil bahan peledak yang pernah kolaps, berhasil membuat pabrik baru yang merupakan pabrik peledak terbesar di Asean. Manufaktur yang diberi nama Energetic Material Center (EMC) di Subang, Jabar itu mulai berproduksi 2012 kemaren. Bom pintar berteknologi fuse untuk jet tempur shukoi pun sudah bisa diproduksi. Bahkan tahun 2014 PT Dahana berekspansi ke Australia dengan membangun pabrik di sana.

http:// sorot.news.viva. co.id/news/ read/ 349764-dicari–s enjata–made-in -ri-

2. Membentuk BUMN baru, Airnav Indonesia.


ATC (air traffic controller) Indonesia menjadi sorotan dunia akibat kecelakan Shukoi. Pembenahan langsung dilakukan BUMN. ATC yang sebelumnya dibawah manajemn Angkasa Pura berubah menjadi operator tunggal penerbangan dan menjadi BUMN baru bernama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) yang disingkat Airnav Indonesia. Visi besar Dahlan Iskan dengan membentuk Airnav, selain agar navigasi udara lebih pprofesional, juga agar Indonesia berdaulat penuh pada pengaturan wilayah udaranya. Pengelolaan navigasi udara di wilayah Flight Information Region (FIR) Batam yang masih dikelola Singapura, bakal diambil alih. Airnav Indonesia diresmikan 16 Januari 2013. Kelahirannya adalah sebuah tonggak bersejarah dalam penerbangan nasional.
http:// www.merdeka.com/ uang/ bisa-apa-perum-n avigasi-bikinan -dahlan.html

3. Pembenahan Tata Niaga Pupuk



Dahlan Iskan mendayagunakan seluruh kekuatan BUMN yang berhubungan dengan pangan untuk all out melawan ketergantungan bangsa ini akan impor pangan yang semakin membesar. Pabrik pupuk yang selama ini rebutan pasar disinergikan. 18 April 2012, BUMN pupuk melakukan transformasi strategi dengan mengganti nama dan logo menjadi PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Kalau dulunya sikut-sikutan memperebutkan wilayah penjualan, sekarang pabrik-pabrik pupuk bersinergi memenuhi kebutuhan petani dengan menerapkan rayonisasi pupuk.
http:// www.pusri.co.id/ 50publikasi01.ph p?tipeid=DD&pub id=pub20120412

4. Penguatan Bulog


Peran penting Bulog sebagai lembaga pengawal ketahanan pangan nasional dikuatkan oleh kementerian BUMN. Manajemen dirombak untuk mengurangi korupsi. Strategi pasar Bulog pun semakin agresif dengan sistem jemput bola. “pasukan semut” Bulog yang merayap ke desa-desa dan ke sawah-sawah di seluruh Indonesia. Hasilnya Bulog mencatat rekor pengadaan beras nasional. Kalau tahun sebelumnya jumlah pengadaan beras berkisar 2 juta ton, Tahun 2012 meningkat 30 sampai 40% beras menjadi 3,67 juta ton beras dan stok akhir sebanyak 2,23 juta ton. Tahun 2012 impor beras berhasil ditekan.
http:// ekonomi.inilah.c om/read/detail/ 1955486/ dahlan-tidak-san gka-bulog-mampu -cetak-sejarah# .Ul5IbGQpa50

5. Food Estate Ketapang

Mengejar swasembada beras, Konsorsium BUMN membuka lahan sawan baru di Kabupaten Ketapang, Kalbar. Ketapang dipilih karena mempunyai potensi lahan pertanian seluas 730 ribu hektar yang selama ini sebagian besar cuma lahan tidur. Targetnya ada 100.000 hektar sawah baru untuk melawan alih fungsi lahan pertanian di daerah lain. 

Di Food Estate Ketapang inilah tekad untuk beralih dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern ditanam. Ketapang dalam waktu sekejap menjadi laboratorium pertanian terbesar. Di sinilah pupuk baru, benih baru, teknologi dan alat-alat pertanian baru diujicoba. Panen pedana sudah dilakukan pada awal April 2013. Dengan cara bertanam memanfaatkan teknologi modern itu. Produktifitas sawah yang biasanya hanya 2,5-3 ton/hektar meningkat menjadi 5 ton/hektar. Petani yang biasanya hanya panen sekali setahun bisa panen 3 kali dalam setahun. Proyek sejenis akan diterapkan di daerah lain.
http:// www.setkab.go.id / pro-rakyat-8709- food-estate-ket apang-mendukung -surplus-10-jut a-ton-beras.htm l

6. Industrialisasi Sorgum


Indonesia mengimpor 7 juta ton tepung terigu per tahun untuk pembuatan roti dan mi instan. Kebergantungan pada impor gandum, selain mematikan sektor pertanian, menguras devisa hingga 2,5 miliar dollar AS per tahun. Dahlan menginstruksika n penanaman15 ribu hektare (ha) tananam sorgum pada BUMN-BUMN perkebunan. Targetnya indonesia bisa memproduksi sorgum dua juta ton dalam setahun, sehingga bisa mengurangi 30 persen impor. Ujicoba penanamana sorgum dilakukan di lahan marginal seluas 7.5 hektar PTPN XII, Banyuwangi. Panen perdana sukses dilakukan pada November 2012. Budidaya sorgum juga dimanfaatkan BUMN untuk membantu pengentasan kemiskinan di Atambua NTT.
http:// koran-jakarta.co m/index.php/ detail/view01/ 105489
http:// id.berita.yahoo. com/ dahlan-bogasari- siap-beli-tepun g-sorgum-atambu a-063122329.htm l

7. Membranisasi Garam


Negara 70% wilayahnya berupa lautan ini ini ternyata harus mengimpor 2,7 juta ton garam/tahun. Produksi garam secara tradisional menjadi penyebabnya. BUMN PT Garam kemudain menjadi pioner penggunaan geomembran untuk melapisi ladang garamnya. Hasilnya produksi garam meningkat dari 70 ton/ha menjadi 130 ton/ha. Kualitas garam yang dihasilkan pun 100% kelas satu karena tidak bercampur dengan tanah. Keberhasilan ujicoba ini akan diterapkan di ladang milih petani rakyat. Juni 2013 BUMN mengucurkan kredit pembelian geomembran untuk 1000 petani termiskin.
http:// beritajatim.com/ ekonomi/178625/ bumn_akan_pinjam i_petani_garam_ modal.html#.Ul5 Y-mQpa50
Tapi rupanya kredit tahap awal untuk 1000 petani itu dirasa kurang. Petani pemilik lahan yang tidak termasuk 1000 petani miskin pun menuntut diberi fasilitas yang sama. Memang jumlah petani garam di Madura diperkirakan lebih dari 5000 orang. Semoga BUMN segera menambah jumlah kreditnya.

8. Revolusi Oranye


Serbuan buah impor harus di lawan. Potensi ekspor buah tropis juga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ide revolusi oranye dari IPB ditangkap Dahlan Iskan dengan menginstruksika n PTPN untuk menanam buah tropis. Buah-buahan seperti pisang, durian, manggis, pepaya dll akan ditanam besar-besaran di seluruh indoensia. Juni 2013, PTPN VIII sudah mulai menanam 1.200 ha perkebunan buah tropis. Panen perdananya berupa Pisang Barangan di Kebun Jalupang, Subang, Jawa Barat yang akan menghasilkan 700 ton hingga akhir tahun ini. “Saatnya kita menjadi eksportir buah, bukan cuma importir buah” Kata Dahlan.
http:// www.antaranews.c om/berita/ 344418/ ipb-kementerian- bumn-luncurkan- revolusi-orange

9. Melawan Impor Sapi


Kasus impor sapi ini tidak perlu diceritakan kembali. Yang jelas, Indonesia masih harus mengimpor sapi 350.000 ekor/tahun. Itupun harus dibayar mahal mencapai 120 ribu/kilogram daging. Mengatasi impor sapi ini, Dahlan Iskan berinisiatif memanfaatkan BUMN peternakan yang selama ini nyaris tak terdengar: PT Berdikari yang ‘terjerumus’ ke bisnis asuransi dan mebel. Peternakan sapi milih BUMN di padang savanah Kabaru diserahkan pengelolanya ke Berdikari. PT. Berdikari melalui anak perusahaannya juga membuat peternakan sapi terintegrasi di Sidrap Sulawesi. PTPN-pun dipaksa mengembangkan Sapi Sawit sebagai alternatif pakan murah. Budidaya Sorgum dimanfaatkan juga sebagai penyedia pakan murah melalui inovasi permen sorgum. Tapi hasilnya tidak sesuai yang diharapkan karena keterbatasan sapi bakalan. Pakan sudah tersedia, tapi sapi anakan yang mau digemukkan susah dicari. 
Dahlan lalu melontarkan ide kontroversial dengan pembelian saham peternakan di Australia. Rencananya sapi bakalan akan diproduksi disana, lalu digemukkan di Indonesia. Alasannya produksi anakan sapi di Australia lima kali lebih murah ketimbang di Indonesia. Sedangkan biaya penggemukan sapi di Indonesia lebih murah tiga kali lipat dibanding di Australia. Dua BUMN yaitu RNI dan Pupuk Indonesia sedang bernegosiasi mewujudkan ide ini.
http:// ekbis.sindonews. com/read/2013/ 09/11/34/781753/ kembangkan-sapi- bumn-bertekad-b eli-lahan-di-au stralia

10. Membangkitkan BUMN Perikanan.


Sempat berhenti beroperasi 7 tahun lalu. PT.Perikanan Indonesia dibangkitkan lagi melalui restrukturisasi tanpa menggunakan modal negara oleh Dahlan Iskan. Hasilnya sampai akhir tahun 2013 laba diperkirakan bisa menembus Rp2,7 miliar, naik dari laba tahun 2012 sebesar Rp1,6 miliar. Kontribusi pendapatan masih dari bisnis penangkapan dan pengolahan ikan. 26 September 2013, Dahlan meresmikan pabrik pengolahan ikan modern milik Prinus di Sorong, Papua. Ditargetkan mulai tahun depan Prinus bisa melakukan ekspor ikan olahan.
http:// id.berita.yahoo. com/ dahlan-bangkitka n-bumn-perikana n-yang-hampir-t erkubur-0523437 94–finance.htm l
http:// finance.detik.co m/read/2013/09/ 27/124650/ 2371228/1036/ bangun-papua-dah lan-resmikan-pa brik-pengolahan -ikan-modern-bu mn-di-sorong

11. Batan Tekno mulai Mendunia



Masih banyak program ketahanan pangan berskala lebih kecil yang di dukung BUMN. Seperti budidaya singkong gajah di Wonogiri, budidaya Porang di Blora, pembangunan pabrik sagu di Distrik Kais, Papua dan lain-lain. Semua proyek ini sedang berjalan dan masih banyak kekurangan disana sini. Setidaknya langkah pertama sudah diayunkan.




silahkan ditambahkan rapornya & komentar yang positif-positif yah...


mengharap...



Visi kedua kementerian BUMN di bawah Dahlan Iskan adalah menjadi Engine of Growth. BUMN harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi bangsa. Proyek-proyek penting yang akan bisa menggerakkan ekonomi secara nyata harus dimasuki BUMN.
Kebuntuan pembangunan infrastruktur di Indonesia selama ini mengambat pertumbuhan ekonomi. Padahal pengembangan infrastruktur yang baik akan meningkatkan daya saing usaha. Transportasi lancar dan efisien, harga barang akan lebih murah.

Selama 2 tahun menjadi menteri BUMN, Dahlan Iskan memanfaatkan kekuatan investasi BUMN yang setara APBN melakukan berbagai terobosan untuk memecahkan kebuntuan pembangunan infrastruktur. Tanpa menggunakan APBN, proyek-proyek infrastruktur berjalan cepat tanpa hambatan birokrasi dan terhindar dari kongkalikong.

TOL BALI MANDARA, BALI

Semula tol ini akan dibangun melalui jalur darat dengan rute Denpasar selatan-Seranga n-Benoa-Nusa Dua, dengan total biaya Rp5,5 triliun. Tapi karena harga tanah yang sangat tinggi, tidak ada investor yang tertarik. Tol ini 5 tahun mangkrak padahal kemacetan di Denpasar semakin parah. BUMN kemudian membuat terobosan jalan tol tanpa tanah atau di tepi pantai dengan biaya hanya Rp2 triliun dan tidak membutuhkan anggaran pemerintah (APBN). Hasilnya tol sepanjang 12 km persegi itu tuntas dikerjakan dalam waktu 14 bulan oleh Konsorsium BUMN. Diresmikan 23 September 2013, tol yang diberi nama Bali Mandara oleh Presiden SBY ini mencatat sejarah sebagai tol atas laut pertama dan pembangunan tol tercepat di Indonesia.
http:// www.jpnn.com/ read/2013/09/17/ 191454/ Dahlan-Iskan-Ban ggakan-Keistime waan-Tol-Bali-
http:// www.youtube.com/ watch?v=nCRiG2CR yec

BANDARA KUALA NAMU, MEDAN.

Direncanakan dibangun sejak tahun 1994 namun pembangunan resmi dimulai 26 Juni 2006 oleh wapres Jusuf Kalla. Setelah itu pembangunan berjalan lambat karena masalah pembebasan tanah. Baru dua tahun terakhir ini pembanguan Kuala Namu oleh konsorsium BUMN berhasil menyelesaikan 50% yang tersisa. Tanggal 25 Juli 2013 KNIA memulai operasional perdana menggantikan Bandara Polonia dengan sukses. KNIA adalah bandara pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan moda kereta.
http:// www.waspada.co.i d/ index.php?option =com_content&vi ew=article&id=2 95624%3Aoperasi onal-perdana-kn ia-sukses&catid =77%3Afokuredak si&Itemid=131

BANDARA NGURAH RAI, BALI

Sebagai ‘pintu masuk’ Indonesia, Selama ini Bandara Ngurah Rai, Bali terkesan seadanya. Namun September ini, bersamaan dengan peresmian Tol Bali Mandara, Presiden SBY juga meresmikan operasional New Ngurah Rai. Inilah Bandara Indonesia pertama yang kecanggihan sistem pengamanannya setara bandara-bandara di Amerika.
http:// www.republika.co .id/berita/ nasional/daerah/ 12/11/29/ me99h0-wuih-band ara-ngurah-rai- bakal-lebih-can ggih-dari-soett a

PELABUHAN TELUK BAYUR, SUMATERA BARAT


Pantai barat Sumatera selama ini terasa ‘dianaktirikan’ pembangunannya di banding pantai timur. Dahlan mempunyai visi mengembangkan keduanya, salah satunya dengan modernisasi Pelabuhan Teluk Bayur. 29 April 2013, Dahlan meresmikan TPK (Terminal Peti Kemas) Teluk Bayur. Kapasitasnya mampu menampung 4.000 box peti emas. Targetnya, New Teluk Bayur akan menjadi pelabuhan yang efisien karena bebas antrian kapal dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi pantai barat Sumatera.
http:// www.jpnn.com/ read/2013/04/30/ 169685/ Dahlan-Iskan-Res mikan-TPK-Teluk -Bayur-

SEDANG DIBANGUN:


PELABUHAN KALIBARU (NEW TANJUNG PRIOK), JAKARTA

Selama lebih dari seratus tahun, Pelabuhan terbesar di Indonesia ini nyaris tanpa perkembangan berarti. Akibatnya semakin tertinggal dari pelabuhan di Singapura dan Malaysia. Pelabuhan ini tidak mampu mengikuti trend angkutan menggunakan kapal-kapal besar yang lebih efisien. BUMN PT Pelindo II atau IPC menanamkan investasi hingga US$ 4 miliar sehingga pelabuhan ini nanti bisa disinggahi kapal terbesar yang berukuran 18.000 teus. 22 Maret 2013, Presiden SBY meresmikan groundbreaking New Tanjung Priok. Terminal I pelabuhan Kalibaruini akan selesai pada akhir 2014. Inilah proyek yang akan membuat pelabuhan di Indonesia sejajar dengan pelabuhan-pelab uhan besar di dunia.
http:// www.merdeka.com/ khas/ satu-pukulan-lin o-untuk-130-tah un-kolom-dahlan -iskan.html

PELABUHAN SORONG, PAPUA.


Biaya logistik ke Indoensia Timur terutama Papua selama ini tidak efisien. Biayanya mahal dan lama. Tahun ini, konsorsium BUMN memulai proyek pembangunan pelabuhan besar di Sorong yang setara pelabuhan Makasar. Sehingga mobilitas logistik dari dan ke Papua dan sekitarnya tidak perlu lagi melalui Pelabuhan Makassar. Begitupun komoditas asal Maluku dan NTT. Ini akan akan memperpendek waktu, juga akan mengurangi biaya sekitar 50 persen.
http:// economy.okezone. com/read/2013/ 04/22/320/ 795606/ m.okezone.com

TERMINAL 2 BANDARA JUANDA, SURABAYA.

Pembangunan terminal 2 Juanda punya fakta menarik. Dibangun Angaksa Pura I, bandara ini lebih canggih, lebih bagus, lebih cepat tapi ternyata menghabiskan biaya yang jauh lebih sedikit dari terminal 1-nya.
“Tidak sampe Rp 1,5 triliun, sekitar Rp 1,2 triliun saja. Ini jauh lebih bagus. Tapi bandara lama menghabiskan Rp 4,5 triliun. Itu karena zaman jahiliyah,” kata Dahlan singkat.
Pembangunan terminal 2 akan selesai bulan November 2013, dengan kapasitas per terminal 6,5 juta penumpang per tahun.
http:// www.merdeka.com/ uang/ dahlan-lebih-mew ah-terminal-2-b andara-juanda-m alah-lebih-mura h.html

BANDARA SEPINGGAN, BALIKPAPAN


Inilah Bandara Indonesia pertama yang mempunyai mall di dalamnya mengadopsi konsep Bandara Icheon, Korsel. Bandara baru ini akan mampu menampung 10 juta penumpang/ tahun, peningkatan besar dari daya tampung saat ini yang hanya 1,7 juta penumpang/ tahun. Pembangunan fisiknya selesai Januari 2014 dan ditargetkan beroperasi penuh sebulan kemudian.
http:// www.kaltimpost.c o.id/berita/ detail/31150/ sepinggan-terbai k-ke-2-nasional .html
Masih ada beberapa proyek infrastruktur BUMN lain yang dalam pembangunan, berupa ide, atau terhambat berbagai masalah


http://www.kaskus.co.id/thread/5262eceaf8ca17eb0f000002/rapor-1-tahun-jokowi-vs-2-tahun-dahlan-iskan/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost