Tampilkan postingan dengan label Pemikiran Dahlan Iskan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemikiran Dahlan Iskan. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Februari 2015

Dahlan Iskan : NH-06 : Tidak Menyesal Tidak Jadi ke Jerman

INI masih tentang pengalaman saya itu: menjalani program stem cell di RSUD dr Soetomo, Surabaya, seperti yang saya tulis pekan lalu. Kesimpulannya: saya tidak menyesal membatalkan program stem cell saya di Jerman. Saya juga senang melihat kian banyak tokoh yang mengikuti jejak saya itu. Seorang tokoh penting dari Jakarta yang selama ini harus tiap hari suntik insulin sudah terbebas dari diabetes. Tokoh lainnya, Pak Mahfud MD, juga merasakan manfaatnya.
Tapi, saya masih penasaran. Terutama ketika mendapat undangan untuk menghadiri pidato Dr Mahathir Mohamad, mantan perdana menteri Malaysia. Waktu itu saya masih menjabat menteri. Tapi sudah mulai menjalani program stem cell di Surabaya. Pak Mahathir lagi berkunjung ke Jakarta. Saya kaget. Pak Mahathir, di usianya yang 89 tahun, kok justru bertambah begitu gagah. Jauh berbeda dengan enam tahun lalu, saat saya, waktu itu masih menjabat CEO Jawa Pos, menghadap beliau di Kuala Lumpur. Waktu itu saya juga kaget: Orang kuat Malaysia itu kok begitu lemah, sakit-sakitan, dan berjalan pun dipapah.
Dua gambaran tentang kondisi tubuh Pak Mahathir itu sungguh menarik perhatian saya. Bertambah tua enam tahun kok terlihat lebih muda. Juga lebih gagah. Satu jam penuh beliau berpidato sambil terus tegak berdiri. Masih ditambah dengan menjawab banyak pertanyaan dengan gaya yang sangat tangkas.
Ketangkasan Pak Mahathir itu mengganggu konsentrasi saya dalam menyimak isi pidatonya. Pikiran saya terus dipenuhi pertanyaan: Beliau makan apa? Obat apa? Ramuan apa? Stem cell? Di mana? Jerman? Amerika?
Waktu saya pergi ke Kuala Lumpur untuk menghadiri penganugerahan gelar doktor HC bagi Pak Chairul Tanjung, saya mencoba curi dengar. Belum tentu akurat. Saya juga tidak punya kesempatan mengonfirmasikannya. Di samping mendapatkan stem cell biasa, beliau konon juga menjalani program stem cell jenis lain: NK cell.
Info tentang NK cell itu saya teruskan kepada Dr dr Purwati MPd yang sedang melakukan stem cell untuk saya. ”Apa itu NK cell?” tanya saya sambil menikmati proses masuknya 200 juta sel muda ke tubuh saya. ”Saya juga mendalami NK cell,” ujarnya. ”Kalau mau, saya juga bisa melakukannya,” tambahnya. ”Mau!” jawab saya.
Saya ingin tahu apakah dokter ahli kita benar-benar tidak kalah dengan yang ada di negara maju. Itu penting untuk menghadapi persaingan global dan pasar bebas. ”Mau!” kata saya, menegaskan.
Saya bangga kepada semua dokter kita sendiri, terutama yang masih muda seperti Dr Purwati yang hebat itu. Saya juga sudah bertekad mengabdikan diri saya demi kemajuan ilmu pengetahuan. Yakni sejak saya diberi anugerah panjang umur terhindar dari kematian delapan tahun lalu. Saya terus bersyukur karena operasi ganti hati saya berhasil sampai sekarang.
”Betul, mau,” tegas saya lagi.
Maka, setelah menjalani satu seri program stem cell untuk mempermuda sel, saya mulai menjalani NK cell. Yang pertama tiga bulan lalu. Yang kedua baru beberapa hari kemarin. Tidak ada efek buruk yang terasa. Hasil tes darah saya tetap prima (lihat di catatan di bagian bawah tulisan ini).
Tapi, apa itu NK cell?
Inilah penjelasan Dr Purwati: NK cell kepanjangan dari natural killer cell. Disebut juga sebagai LGL atau large granular lymphocyte. NK cell berfungsi memberikan respons pertahanan terhadap infeksi dan pembentukan tumor atau kanker.
Dengan NK cell, begitu ada infeksi yang masuk ke tubuh, terutama infeksi yang disebabkan virus, NK cell akan menghancurkan virus tersebut. Demikian juga terhadap kanker. NK cell memang punya reseptor spesifik untuk membunuh sel-sel kanker. Di samping itu, NK cell punya sifat yang unik. Di satu sisi meningkatkan sistem imun (bila sistem imun sedang rendah), di sisi lain bisa men-downgrade sistem imun jika sistem imun di tubuh berlebihan.
Proses NK cell untuk saya kini sedang berlangsung. Menunggu proses ketiga. Hasilnya kelak, biarlah waktu yang bicara. (*)
Dahlan Iskan
Mantan CEO Jawa Pos
Image: http://www.biolegend.com/cell_markers

Kamis, 30 Oktober 2014

Kaliandra untuk Energi Listrik

Photo from Lombok Post

30 October, 2014
KOTA BIMA - Setelah melepas jabatan Menteri BUMN, Dahlan Iskan masih tetap bersemangat untuk ikut membantu memajukan masyarakat, bangsa, dan negara.

Salah satu yang kini dilakukan adalah menggalakkan penanaman Kaliandra. Pohon ini akan dimanfaatkan untuk energi listrik. Salah satu wilayah penanaman pohon tersebut berada di kawasan Tambora, Bima.

Bima dijadikan pilot projek penanaman Kaliandra, selain 10 lokasi yang tersebar di Indonesia. Dahlan Iskan langsung meninjau kawasan penanaman Kaliandra di Bima.

Dahlan Iskan di sela-sela kunjungannya mengatakan, kehadirannya di Kota Bima memiliki dua tujuan utama. Yakni ingin membangun Kota Bima dan membangun usaha untuk warga Bima.

Dijelaskan, usaha tersebut yaitu mendirikan perusahaan listrik berbasis kemasyarakatan. Usaha energi tersebut akan dikelola oleh warga.

Sebelum pembangkit listrik tersebut didirikan, terlebih dahulu akan mensosialisasikan tanaman Kaliandra merah pada warga. Batang tumbuhan inilah yang akan menjadi bahan bakar pembangkit listrik.

“Batang pohon ini memiliki kalori 4.000. Apinya sangat panas dan batangnya mudah terbakar,” jelasnya.

Untuk menanam tumbuhan tersebut tidak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar satu tahun. Namun dibutuhkan lahan yang cukup luas. Kaliandara yang ditanam di lahan seluas 200 hektare bisa membangkitkan listrik 0,5 Megawatt.

Keunggulan lain, lahan untuk menanam Kaliandra tidak perlu subur. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di tanah tandus dengan curah hujan rendah. “Karena lahan yang dibutuhkan cukup luas, saya akan ke Gunung Tambora, sebagai lokasi percontohan,” bebernya.

Kaliandra akan tumbuh dalam waktu cepat. Setiap enam bulan, batangnya bisa dipangkas untuk dijadikan bahan bakar. “Tanaman ini bisa hidup hingga 24 tahun,” sebutnya.

Bila Kaliandra tumbuh dengan baik, batangnya akan dijadikan bahan bakar oleh perusahaan listrik yang akan dibangun. Tapi batang pohon tersebut tidak diambil cuma-cuma. Perusahaan akan membayar ke warga, kemudian warga akan membayar listrik ke perusahaan.

“Ini murni bisnis, tapi saya tidak mengambil keuntungan, karena warga sendiri yang akan mengelola perusahaan itu,” tuturnya.

Diungkapkan, pendirian perusahaan listrik dan budidaya Kaliandra tersebut bukan untuk mencari keuntungan. Melainkan untuk membantu warga. Dahlan sudah berikhtiar mendirikan PT SDI (Sosiopreneur Demi Indonesia) itu agar semangat kerjanya tetap bisa tersalurkan.

“Saya hanya ingin membantu warga, saya juga tidak mau kembali ke perusahaan dulu (Jawa Pos),” tuturnya.

Sementara itu, dalam kunjungan tersebut, Dahlan Iskan mengapresiasi perkembangan pembangunan Kota Bima termasuk pembangunan kota tepian air.

“Tiga tahun lalu saya sempat bertanya pada Pak Qurais (Wali Kota), mau dijadikan apa Teluk Bima,” katanya, saat berkunjung di kediaman Wali Kota Bima.

Begitu sampai di Kota Bima, mantan CEO Jawa Pos Grup ini menyatakan kaget melihat pesatnya perkembangan Kota Bima. Dahlan Iskan tidak menyangka Kota Bima mengalami perubahan yang cukup besar.

Karena itulah, Dahlan Iskan membawa beberapa tenaga ahli dari Surabaya untuk membantu Kota Bima membangun kota tepian air. “Saya salut dengan kinerja Pak Qurais dan jajaran, membangun daerah. Padahal saya datang niatnya ingin membantu membangun Kota Bima,” katanya.

Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin sangat berterimakasih atas kunjungan Dahlan Iskan. Ia mengatakan, selama tiga tahun menunggu Dahlan Iskan untuk bisa datang ke Kota Bima. “Saya benar-benar bersyukur atas kunjungan guru saya ini,” katanya.

Diungkapkan, pembangunan dari Ni’u hingga Ama Hami merupakan ide dari Dahlan. Karena saat itu Dahlan menantangnya untuk menata Teluk Bima.

“Saya ditanya, mau dijadikan apa Teluk Bima yang kotor ini. Saat itu saya belum memiliki ide, tapi Dahlan menawarkan untuk membangun kota tepian air,” ceritanya.

Sebelumnya, Dahlan Iskan dan rombongan tiba di Bandaran Sultan Salahudin Bima sekitar pukul 16.03 Wita. Dahlan Iskan langsung disambut CEO Lombok Post Group H Ismail Husni dan jajaran managemen Lombok Post Group.

Dari bandara, Dahlan mengemudikan sendiri mobil EA 1 S milik wali kota. Perjalanan diawali dengan melihat Teluk Bima dari Ni’u hingga Ama Hami.

Rombongan juga berkeliling hingga ke Pelabuhan Bima. Perjalanan dilanjutkan ke Kolo. Dahlan Iskan beserta rombongan menyempatkan diri mampir ke PLTU Bonto. Setibanya di sana, Dahlan Iskan berdiskusi dengan warga dan staf yang mengerjakan PLTU tersebut.

Perjalanan dilanjutkan ke kediaman Wali Kota Bima untuk melaksanakan Salat Magrib berjamaah kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan malam. Dahlan Iskan bersama rombongan kemudian berangkat menuju Gunung Tambora. 

(nk/Lombok post group)

Senin, 27 Oktober 2014

DAHLAN ISKAN MELAWAN RRC


Saya sering membaca komentar bahwa Dahlan seoarang Yahudi, Jongos Neolib, dan sejenisnya. Saya tidak paham kesimpulan itu bersumber dari apa ya? karena setahu saya Dahlan sebagai wartawan sangat nasionalis, demikian juga sebagai pengusaha media, tidak mungkin rasanya membangun jaringan media sebanyak itu dengan jiwa Neolib. Kemudian sebagai pejabat, hampir tidak ada satu pun kebijakan yang berbaua Neolib, bahkan terakhir saya dengar dari kawan saya yg di BIN gerakan Dahlan sangat ditakuti asing , intinya Dahlan termasuk bagian orang yg di warning untuk tdk menjadi pemimpin di negeri ini, karena kebijakannya yg nasionalis . 

Terakhir misalnya Dahlan sangat menentang Blok Mahakam diberikan lagi ke TOTAL, tapi ngotot diberikan ke Pertamina, dan juga Inalum yg pilih dijadikan BUMN, ketimbang dibeli Jepang. 

Tak hanya itu, sebagai anak buruh tani yang lahir di Magetan, Dahlan sangat gandrung atau jatuh cinta luar biasa memajukan petanian dan agrobisnis di Indonesia, melalui perusahaan BUMN pertanian . Padahal BUMN pertanian sepanjang sejarah sudah seperti BUMN perahan dan ATM para koruptor, kini dijadikan Dahlan sebagai BUMN yg memiliki peran untuk mengentaskan kemiskinan. 

Mungkin sudah jalan Tuhan juga, saat Menteri Pertaniannya memble dan diduga tersangkut beberapa kasus, Dahlan yg menteri BUMN justru jatuh cinta dan memikirkan nasib petani . Saya lhat Dahlan kalau sudah ngomong masalah pertanian sangat berapi-api, pemikirannya sangat cerdas dan maaf rasanya lebih pinter dengan Menteri pertaniannya, atau pun lulusan doktor pertanian. 


Gerakan Dahlan di Pertanian antara lain, dia sangat giat menanam Sorgum. Mengapa karena ketergantungan kita terhadap gandum sangat besar , padahal gandum disinyalir bisa menyebabakan autis . Dahlan sadar , sorgum tidak akan bisa menggantikan gandum yg luar biasa besar ketergantungan dan kebutuhannya, tetapi pemikiran Dahlan , kalau kita menanam sorgum, maka dampak negatif gandum pada anak-anak bisa dikurangi, di samping , pasarnya juga sangat terbuka, karena PT Indofood Sukses Makmur sebagai pengguna gandum terbesar sudah menyanggupi berapapun sorgum yg dihasilkan petani kita. 


Melalui CSR Pertamina dan beberapa perusahaan BUMN lainnya, Dahlan menggerakan BUMN petani untuk menjadi INTI dari petani yg menanam sorgum di beberapa wilayah di Indonesia.

Selain Sorgum, Dahlan juga sangat gencar menanam tumpang sari di lahan Perhutani, beberapa produk lain di sampin Jati, terutama yg Dahlan sangat tertarik adalah tanaman Porang. Tanaman Porang ini kalau di Jawa namanya KATAK. mengapa Dahlan jatuh cinta mengembangkan tanaman Porang, karena Tepung Porang ini harganya mencapai Rp 300 ribu per Kg, dan merupakan tepung termahal di dunia. tepung ini selain untuk bahan makanan kelas atas, juga untuk bahan kosmetik dan banyak permintaan dari luar negeri. Dengan sistim Perhutani sebagai Inti, Dahlan berharap masyarakat sekitar hutan bisa dinaikkan taraf hidupnya dengan menanam Porang.


Kesedihan Dahlan memuncak, saat melihat Bulog terus menerus mengimpor beras , padahal sebagai wartawan ia sering menulis di jaman orde baru, Indonesia bisa melakukan swasembada beras. Dahlan pun berjibaku, semua BUMN di bidang pertanian dikumpulkan disuruh membuat konsorsium untuk mencetak sawah baru. 


Tak hanya BUMN pertanian, BUMN di bidang konstruksi dilibatkan untuk membantu persipan mulai dari pelepasan hingga persipan lahan. Untuk tahap pertama 10.000 hektar dicoba dilakukan di Kalimantan Barat. Semua percetakan sawah baru dibiayai dari PKBL (CSR BUMN).

Masih banyak lagi, bidang pertanian , perkebunan, dan peternakan yg terus menerus jadi perhatin Dahlan, namun luput dari hiruk pikuk pemberitaan, karena memang berita membangun pertanian, perkebunan , dan juga peternakan itu tidak seksi. Beirta peternakan itu belakangan memang menjadi seksi , ketika para petinggi Partai PKS bermain-main di ranah Daging Sapi. 


Soal impor daging ini pun menjadi ironis, karena sejak tahun lalu, Dahlan mati-matian mengembangkan pembibitan sapi di Indonesia, untuk mengurangi ketergantungan impor (melalui BUMN peternakan)..eh tahu-tahu di sisi lain yg konon 'direstui" pejabat lain, justru rakyat dibuat tergantung oleh impor daging sapi , hanya karena besarnya duit yg BERLEMAK pada sistem impor daging sapi kita.

Masih banyak lagi bidang-bidang pertanian yg terus mati-amatian diperjuangkan Dahlan, untuk mewujudkan Indonesia yg gemah ripah loh jinawi yg selama ini sudah hampir dilupakan orang, lantaran kita sudah menjadi jajahan impor produk apapun dari luar negeri, termasuk sayur dan buah.


Belakangan Dahlan sangat tergila-gila untuk "MELAWAN RRC" dengan ganti menjajah RRC (China) dengan membanjiri pasar mereka dengn produk buah tropik kita. 


Saat ini impor buah kita impor buah sekitar 17 triliun per tahun. Dan terbesar dari China. Ironisnya China yg tdk menanam buah tropik (karena iklimnya) mengimpor besar-besaran buah tropik dari Philiphina dan Thailand. Dahlan melihat dengan penduduk 1,2 miliar kebutuhan buah tropik China luar biasa , dan ini mustinya menjadi pasar yg luar biasa untuk ekspor buah tropik kita, tapi nyatanya kok kita gak bisa ekspor ke China tapi malah impor buah dari China untuk yg non tropik. 

Untuk mengisi pasar China yg luar biasa , Dahlan berfikir , tidak bisa hanya dikerjakan secara individual dengan mengerahkan petani, tapi harus mengerahkan korporasi besar , dalam hal ini Dahlan menunjuk PTPN VIII untuk menjadi intinya. Dengan tekat menundukkan pasar RRC, Dahlan pun sejak tahun lalu mencanangkan REVOLUSI ORANGE yaitu penanaman buah tropik secara besar-besaran , dimana proyek ini dikerjakan PTPN VIII dan IPB, serta para petani .


Kalau kita jeli dan jujur mengakui kecerdasan Dahlan , maka terobosan ini luar biasa, kenapa? PTPN VIII yg selama ini merupakan BUMN yg menanam teh di daerah Jawa Barat , sudah bertahun-tahun merugi ratusan miliar setiap tahunnya. Mengapa merugi? Karena tidak semua teh yg ditanam PTPN VIII hasilnya baik , karena banyak lahan PTPN VIII banyak yg berada di datran rendah (10.000 hektar). 


Anehnya meski sudah tahu berpuluh-puluh tahun (sejak jaman Belnda), bahwa tanaman tenh untuk datran rendah tidak bagus , namun manajemen PTPN VIII, termasuk menteri yg dulu-dulu tidak pernah punya pikiran untuk mengganti tanaman teh yg ternyata kwalitas rendah bila ditanam di datarn rendah. 

Nah saat menterinya Dahlan inilah , kemudian Dahlan mengumpulkan para hali, terutama dari IPB , kira-kira tanaman apa yg cocok untuk daerah dataran rendah. Dan para pakar di IPB kala itu merekomendasikan agar tanaman teh itu diubah menjadi perkebunan buah tropik. 

Gayung bersambut, Dahlan langsung setuju , dan saat ini ribuan hektar tanah yg tidak produktif ditanami teh oleh PTPN VIII itu mulai disulap menjadi kebun buah tropik, dimana tahap pertama yg ditanam adalah pisang, pepaya dan manggis. Dan bila semua berjalan sesui rencana, maka diperkirakan tahun depan gerakan MELAWAN RRC, atau mengimbangi impor buah RRC bakal terlaksana, karena PTPN VIII akan menjadi importir buah terbesar ke negara China. 

Luar biasa!!! Dahlan bukan hanya membangkitkan nasionalisme dengan mulai mengurangi penjajahan impor, tapi juga membuat perusahaan seperti PTPN VIII yg berpuluh tahun merugi menjadi berfungsi dan bahkan untung. Dahlan juga "menempatkan" para insinyur pertanian bekerja di bidangnya apabila Revolusi Orange ini terus dikembangkan secara besar-besaran, dimana Korporasi dalam hal ini perushaan BUMN (PTPN) akan bertindak sebagai Lead (inti ) dan petani sebagai plasmanya. 

Lalu dengan berbagai gebrakan Dahlan di bidang pertanian, peternakan dan perkebunan itu, apakah masih kuat mulut dan tangan kita menyebutkan dia JONGOS NEOLIB ...dan lucunya sebutan itu terlandasi oleh keikutsertaan Dahlan dan istrinya di lembaga sosial yg kebetulan pengurusnya bukan orang muslim, seperti Lions Club. Serangan yahudi, dan neolib ini juga pernah diterima Jokowi, hanya lantaran istrinya menjadi pengurus Rotary Club...


Mari melihat segala sesuatau dengan hati yg jernih, jangan dengan e
mosi, perasaan tidak suka, apalagi iri dan dengki...selamat berjuang terus sahabat dan guruku, Dahlan Iskan . Indonesia akan bangkit dengan orang-orang seperti Anda! 


(Selamat Hari Kebangkitan Nasional)
by Nanik Sudaryati

Minggu, 26 Oktober 2014

Pesan Dahlan Iskan untuk Rini Soemarno

Menteri BUMN Dahlan Iskan memberi pesan kepada Rini Soemarno -- ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan punya pesan khusus untuk penggantinya.

"Pengganti saya harus bisa menjaga BUMN dari intervensi politik. Juga menjaga dari campur tangan pihak luar dan asing," ujarnya saat ditemui di Lounge XXI Djakarta Teater, Jakarta, Minggu (26/10/2014) malam.

Dia pun memuji Rini Soemarno yang baru saja diumumkan menjadi menteri BUMN. "Rini Soemarno pernah menjadi dirut Astra, saya rasa itu oke. Semua orang yang pernah menjadi Direktur Utama menurut saya sudah hebat," puji pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 ini.

Ketika disinggung keberhasilannya menelurkan anak buahnya menjadi menteri, ia hanya tersenyum. Menurut dia, selain Rini Soemarno masih banyak dirut-dirut BUMN yang berkinerja baik dan layak menjadi menteri.

"Tiga orang dirut BUMN yang terpilih menjadi menteri bagus semua. Tapi masih ada banyak lagi yang bagus. Di antaranya Dwi Sucipto (Dirut Semen Indonesia), Sofyan Basri (Dirut BRI), Budi Sadikin (Dirut Mandiri), dan Richard Jorsh Lino (Dirut Pelindo II), "beber politikus partai Demokrat ini.

Rini Soemarno resmi ditunjuk sebagai menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) oleh Presiden Jokowi. Selain Rini, ada dua orang direktur utama BUMN lagi yang terpilih sebagai menteri yakni Ignasius Jonan sebagai Menteri Perhubungan dan Arif Yahya sebagai Menteri Pariwisata. 
AHL

Senin, 20 Oktober 2014

Dahlan Iskan : MH 149 : Xiao Ping Guo sebelum ke Jalan Thamrin


Manufacturing Hope 149

Ketika bangun tidur Senin pagi ini, saya sudah bukan lagi menteri. Saya juga tidak harus buru-buru berangkat berolahraga ke Monas. Tempat olahraga saya setiap hari itu ditutup. Untuk persiapan pesta rakyat menyambut presiden baru kita Pak Jokowi, siang nanti.

Senin pagi ini, untuk pertama kalinya selama tiga tahun terakhir, saya mandi pagi di rumah. Istri saya pasti tersenyum-senyum. Biasanya, habis subuh, saya sudah berpakaian olahraga: pakai kaus salah satu BUMN secara bergantian. Atau pakai seragam wajib.

Pukul 06.30 olah raga selesai. Langsung ke kantor yang letaknya di sebelah Monas: mandi.

Saya berterima kasih pada kelompok olahraga Imei ini: gabungan antara senam, dansa, dan hiburan. Sesekali ada lagu dan dansa baru. Mengikuti tren di internet. Dansa terbaru kami adalah Xiao Ping Guo yang lagi top di Tiongkok. Sudah kami up load ke Youtube: http://youtu.be/l6PfckOoZLA

Tapi juga ada satu gerakan senam yang tidak akan dimainkan lagi: Dahlan Style. Ini karena syair lagunya tidak cocok lagi. Ada kalimat “Dahlan Iskan seorang menteri” di dalam lagu Sunda Cirebonan yang dinyanyikan Diana Sastra itu.

Ada yang ngotot minta tetap saja mainkan lagu itu, sampai ada anggota yang mau walk out segala. Tapi saya tidak setuju: bisa menimbulkan post power syndrome.

Grup Imei ini (sesuai nama pendirinya 34 tahun yang lalu) memiliki koleksi sekitar 150 lagu lengkap dengan gerakannya: ada dangdut, mandarin, rock, latino, karibian, pop, dan india. Saya baru bisa kira-kira 40 gerakan. Bahkan enam bulan pertama saya harus menahan malu: salah melulu.

Senin pagi ini, dalam status saya yang “horeeeee merdeka!!!”, saya bertemu para direksi dan komisaris BUMN: perpisahan. Lokasinya di lantai bawah masjid baru yang cantik di halaman belakang gedung Kementerian BUMN. Sebuah masjid yang belum bisa diresmikan karena beberapa pekerjaan kecil perlu diselesaikan dalam tiga minggu ke depan. Dan karena itu juga belum diberi nama.

Acara ini hanya akan berlangsung sampai pukul 08.30. Semua direksi akan jalan kaki ke trotoar Jalan MH Thamrin dekat bundaran patung Arjuna Wiwaha: untuk melepas Pak SBY menjadi orang bebas setelah 10 tahun menjabat Presiden RI.

Beliau meninggalkan istana pukul 09.00, dan untuk menuju tempat pelantikan presiden baru di gedung MPR Senayan akan melewati Jalan MH Thamrin.

Kami sudah menyiapkan spanduk panjang yang akan kami pegang ramai-ramai. Semoga Pak SBY melihatnya.

Begitu Pak SBY lewat, teman-teman kembali ke kantor masing-masing. Dan saya bersama istri langsung pulang ke rumah: pertama kalinya pulang pada pukul 09.30 pagi.

Oleh Dahlan Iskan

Sabtu, 06 September 2014

Tabung Gas dari UGM Bikin Tak Perlu Antri di SPBG



JAKARTA - Selama ini, untuk mengisi ulang kendaraan dengan bahan bakar gas (BBG), masyarakat harus antri di SPBG layaknya membeli bahan bakar minyak (BBM). Namun, inovasi dari Dosen Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mempermudah masyarakat mengisi BBG tanpa perlu antri.

Mengapa bisa? Sebab tabung tersebut menggunakan sistem cartridge atau bisa tukar pasang. Inovasi karya Imam Prasetyo itu membuat masyarakat tidak perlu antri ke SPBG tapi bisa membeli secara bebas layaknya tabung gas LPG.

“Tabung sangat fleksibel, sangat memungkin mendukung konversi BBM ke BBG. Hanya persyaratannya gas tidak boleh mengandung uap air. Jika mengandung uap air akan menutupi karbon,” tegas Imam, seperti dinukil dari situs UGM, Jumat (6/9/2014).

Saat ini, hasil penelitian Imam tengah diujicoba pada kendaraan milik PT. Barata Indonesia. Bahkan sebelumnya, hasil riset Imam tengah mendapat respon positif dari Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai solusi pengganti bensin, mahalnya tabung BBG, dan ketakutan masyarakat karena risiko ledakan.

“Kita ini masih dalam penjajahan BBM, masih bergantung impor, tidak tahu cara mengatasinya. Jika ada konversi ke gas, ini solusi terbaik. Minimal ada ujicoba tahap awal. Kita coba nantinya dibakar atau ditabrak. Jika ini berhasil, tidak hanya untuk kendaraan tapi juga untuk pembangkit listrik,” ujar Dahlan saat itu. (mrg)


http://kampus.okezone.com/read/2014/09/05/372/1035001/tabung-gas-dari-ugm-bikin-tak-perlu-antri-di-spbg

Sharing Bisnis Bersama Dahlan: Pertama Integritas, Kedua Antusias

BERSEMANGAT: Dahlan Iskan berada di antara peserta seminar kewirausahaan yang diselenggarakan Universitas Ciputra Sabtu (6/9). (Angger Bondan/Jawa Pos)
SURABAYA – Kehadiran seorang guru hebat benar-benar membakar antusiasme peserta seminar nasional kewirausahaan di auditorium Universitas Ciputra (UC) Sabtu (6/9). Seribuan orang tumpah ruah menyaksikan Menteri BUMN Dahlan Iskan berbagi pengalaman memimpin bisnis.
Seminar bertema Strategi Membangun Budaya Entrepreneurial Organization guna Menghadapi Persaingan Global itu terbuka untuk umum. Beragam usia hadir. Mereka bebas menyerap ilmu langsung dari Dahlan. Namun, ada pula mahasiswa yang mendapatkan tugas meringkas materi dan merangkum isi seminar.
”Rasanya sehari bersama guru yang hebat lebih baik daripada ribuan hari belajar sendiri dengan rajin,” kata Linda, salah seorang peserta seminar dari Surabaya. Linda dan ratusan hadirin rela berjajar di anak tangga auditorium. Dia mengaku menikmati betul penampilan Dahlan yang atraktif dengan humor-humor segarnya.
Sesi tanya jawab pun makin hangat. Dahlan bercerita seputar pengalamannya memimpin berbagai lini bisnis selama ini. Salah satunya tentang peran penting generasi muda. ”Saya punya keyakinan, anak mudalah yang bisa membuat kemajuan,” tuturnya.
Dahlan menyebut sekelumit kisah bagaimana proses pergantian tampuk kepemimpinan perusahaan Jawa Pos kepada Azrul Ananda, putranya. Kisahnya menempuh berbagai terobosan dalam mengubah BUMN dan menghindarkannya dari kerugian juga ditularkan.
”Cuma ada dua syarat memilih pemimpin. Pertama, integritas. Yang kedua, antusias,” ujar dia. Dua hal itulah, ungkap Dahlan, yang menjadikan suatu perusahaan melesat maju dalam semua komponen.
Nadia Rulita, mahasiswi jurusan international business management (IBM) UC, itu mengatakan sangat suka seminar kemarin. ”Pak Dahlan orangnya seru, lucu. Enggak terasa kayak seminar,” ujarnya.
Rektor UC Ir Tony Antonio MEng berharap mahasiswanya bisa menyerap pengalaman berharga dari figur Dahlan Iskan. ”Pak Dahlan memberi contoh tentang semangat entrepreneurship dan kesederhanaan,” ungkap dia. (rim/c7/roz)

http://www.jawapos.com/baca/artikel/6749/Sharing-Bisnis-Bersama-Dahlan-Pertama-Integritas-Kedua-Antusias

Kamis, 21 Agustus 2014

Dahlan Iskan Segera Tiadakan Jabatan Wadirut di BUMN


JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan segera akan meniadakan jabatan wakil direktur utama dan direktur operasi di setiap perusahaan pelat merah. Langkah itu dilakukan untuk merampingkan jabatan yang dirasa tidak perlu, serta menghemat pengeluaran.

"Waktu jadi menteri, saya minta jabatan wadirut ditiadakan, kecuali yang menurut Undang-undang ada. Saya juga minta direktur operasi ditiadakan, kecuali menurut UU ada, seperti di penerbangan," ulas Dahlan usai menggelar rapat kerja (Raker) bersama Komisi VI DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8).

Menurut Dahlan, jabatan wadirut kerap mendatangkan konflik internal, bahkan tak jarang adu domba bisa terjadi dari sana. "Karena ini BUMN sering ada konflik ketimbang membantu, bukan karena dirut dan wadirut, tapi bawahannya ke wadirut. Adu dombalah, cari pendukung dan sebagainya," paparnya.

Nah sebelum masa jabatannya berakhir, ia ingin seluruh BUMN meniadakan jabatan tersebut. "Ini sudah saya jalankan sejak tahun lalu, nanti satu per satu wadirut nggak ada. Memang saat ini masih ada BUMN pakai wadirut, tapi tinggal beberapa," kata Dahlan.

Melalui peniadaan tersebut, mantan Dirut PLN ini juga berharap direktur utama BUMN dapat menguasai seluruh persoalan yang terjadi di perusahaannya, agar kerjanya lebih maksimal. Dari sekitar 137 BUMN yang ada, ia memastikan minggu ini jabatan itu akan serempak dilakukan.

"Dirut utama harus kuasai utama urusan perusahaan. Sehingga tak perlu perusahaan punya direktur operasi atau wadirut, kecuali memang ada di UU. Resminya minggu ini nggak ada lagi," tandas pria asal Magetan ini. (chi/jpnn)

Senin, 18 Agustus 2014

Dahlan akan perintahkan BUMN tidak garap proyek di bawah Rp 50 M


Dahlan akan perintahkan BUMN tidak garap proyek di bawah Rp 50 M
Dahlan Iskan. ©2013 Merdeka.com
Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara memastikan Badan Usaha Milik Negara, selama ini memerintahkan perusahaan negara tidak akan menggarap proyek di bawah Rp 25 miliar. Bahkan, kementerian BUMN berencana menaikkan batas proyek yang digarap menjadi Rp 50 miliar.
"Biar proyek-proyek di bawah Rp 25 miliar itu ditangani oleh perusahaan-perusahaan kecil. Jangan dimakan oleh BUMN," ujarDahlan Iskan usai upacara peringatan HUT RI di Kementerian BUMN, Minggu (17/8).

Selain itu, Dahlan tidak mempermasalahkan anggaran yang diajukan dalam RAPBN 2015, hanya sebesar Rp 132 miliar dengan alokasi dana untuk program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Rp 104 miliar dan program pembinaan BUMN Rp 28 miliar. "Tidak terlalu berpengaruh (anggaran kecil)," ujarnya.

Dahlan mengatakan anggaran sebesar Rp 100 miliar saja tidak habis digunakan oleh Kementerian BUMN. "Anggaran BUMN sekitar Rp 100 miliar enggak habis. Terakhir Rp 130 miliar. Tapi itu saja sudah kita kurangi perjalanan dinas."
Dia mengungkapkan, kecilnya RAPBN 2015 yang dialokasikan, tidak akan berpengaruh pada kinerja kementerian dan BUMN tersebut. "Sekarang perusahaan karya bertekad akan semakin dikit memanfaatkan anggaran."
[arr]

Rabu, 23 Juli 2014

Presiden Baru tanpa Bulan Madu

Pasangan presiden-wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Foto: dok.JPNN

INILAH presiden baru tanpa bulan madu. Sebuah tamsil yang pas untuk Joko Widodo-Jusuf Kalla. Seruannya di malam kemenangan untuk jangan bikin perayaan, dan salam dua jari yang harus langsung diubah menjadi salam tiga jari, menandakan pengantin baru ini benar-benar tidak punya waktu untuk honey moon.
-----------
Oleh Dahlan Iskan, Ketua Umum Serikat Perusahaan Pers
-----------
Saya mendukung semua itu. Tentu saya juga memahami kalau sebagian relawan sewot. Ada di antara mereka yang berpendapat sewajarnyalah sebuah kerja keras yang membuahkan hasil gemilang dirayakan.

Ada beberapa faktor yang membuat sebaiknya memang tidak diperlukan bulan madu. Pertama, kemenangan Jokowi adalah kemenangan tipis, 53 persen. Beda dengan Pak SBY yang menang lebih dari 60 persen.

Kedua, pesaing Jokowi tidak menerima kekalahannya dengan legawa. Bahkan, kelihatannya berbagai usaha untuk menggagalkan kemenangan itu akan dilakukan di semua front: hukum dan politik.

Ketiga, kondisi ekonomi lagi sangat kurang baik: kurs rupiah, defisit neraca perdagangan/pembayaran, ancaman defisit anggaran, besarnya subsidi energi, dan banyak lagi.

Kini semua itu harus diselesaikan dengan kerja. Tidak bisa lagi dengan pidato atau selebaran.

Maka sudah sewajarnya Jokowi-JK tidak menghabiskan waktu untuk berbulan madu. Harus langsung kerja. Pekerjaan pertama adalah menjalin kerja sama dengan pemerintah yang sekarang. Terutama untuk menggodok RAPBN tahun depan.

Pengajuan RAPBN 2015 adalah wewenang Presiden SBY. Namun, yang akan melaksanakan APBN itu adalah Presiden Jokowi. Jangan sampai Pak Jokowi bekerja berdasar anggaran yang dia tidak tahu alokasinya. Kalau sampai itu terjadi, bisa-bisa dia tidak bisa mengerjakan apa yang dia janjikan dalam kampanyenya selama ini.

Padahal, janji kampanye itu akan ditagih. Penagihannya pun kelihatannya akan sangat keras. Ingat, Koalisi Merah-Putih akan memelototi semua janji Jokowi dengan mata sampai mendelik. Mereka yang saat ini memosisikan diri sebagai relawan bisa berubah menjadi kelompok kritis yang mencermati kebijakan-kebijakan pemerintah baru.

Beruntung bahwa Pak SBY menunjukkan niat yang sangat baik untuk mengajak presiden terpilih ikut menyiapkan RAPBN 2015. Meski Pak Jokowi baru akan dilantik 20 Oktober, Pak SBY akan mengajak presiden terpilih untuk membahasnya.

RAPBN 2015 sekarang sedang disusun dan diajukan ke DPR bulan depan. Tidak boleh telat. Pak Jokowi harus memasukkan program utamanya dalam RAPBN tersebut sehingga tersedia anggaran untuk melaksanakannya tahun depan.

Misalnya, di bidang kesehatan. Tahun ini anggaran BPJS Kesehatan hanya Rp 16,5 triliun. Akibatnya tidak memuaskan. Banyak sekali komplain dari pasien maupun dokter. Saya menghitung, harusnya bidang itu diberi anggaran Rp 35 triliun. Ini tidak besar, mengingat yang menikmati adalah seluruh rakyat Indonesia. Bukan hanya segelintir koruptor.

"Menolong orang miskin jangan tanggung-tanggung," ujar Pak SBY pada suatu saat.

Contoh lain, anggaran untuk pesantren, PAUD, dan sekolah swasta. APBN bidang pendidikan itu besarnya seperti gajah bengkak. Sudah waktunya dialirkan sampai jauh ke pesantren dan PAUD. Dan itu harus dialokasikan sekarang, dalam RAPBN 2015.

Demikian juga anggaran riset, subsidi pupuk serta benih, dan seterusnya. Dengan demikian, tahun depan Presiden Jokowi bisa langsung bekerja.

Di bidang politik, agenda besarnya adalah penggantian hampir seluruh anggota BPK. Beda dengan KPK dan OJK, DPR sepenuhnya memiliki wewenang melakukan pendaftaran, menyeleksi, dan memilih anggota BPK. Yang menyeleksi KPK dan OJK adalah lembaga independen. Hasil seleksi diajukan ke DPR untuk dipilih.

Untuk BPK, semua sepenuhnya di DPR. Transaksi politik akan luar biasa serunya. Pemerintahan Pak Jokowi akan jadi sasaran pemeriksaan yang sangat politis kalau seluruh anggota BPK yang terpilih berasal dari kalangan oposisi. Bisa saja terjadi saling umpan bola antara BPK dan DPR yang akan sangat menyulitkan jalannya pemerintahan.

Maka sungguh pantas dipertimbangkan agar ada "kuota" keanggotaan di BPK. Misalnya, 50 persen kuota diberikan untuk pejabat karir yang sudah puluhan tahun bekerja sebagai auditor di BPK atau BPKP, baru 50 persennya kuota untuk nonkarir.
Dengan demikian, akan ada batasan agar BPK tidak dijadikan arena politik. Atau, bahkan ada kombinasi persentase lain yang lebih hebat.

Benar-benar pemerintahan baru yang tidak perlu berbulan madu, tidak bisa berbulan madu, dan tidak sempat berbulan madu. (*)

http://www.jpnn.com/read/2014/07/24/248033/Presiden-Baru-tanpa-Bulan-Madu-

Selasa, 22 Juli 2014

Dahlan Iskan dan Chairul Tanjung


Ini mungkin salah satu jawaban mengapa Abah Dahlan Iskan pernah berkata, jika Chairul Tanjung maju menjadi capres maka Dahlan Iskan akan mengundurkan diri dari konvensi capres Demokrat. Dahlan Iskan memiliki keyakinan bahwa Chairul Tanjung mampu menjadi Presiden Indonesia. 

Ketika pengangkatan Chairul tanjung menjadi  Menko, Dahlan Iskan juga pernah berseloroh " Jangankan menjadi menko, menjadi presiden saja beliau mampu.

Chairul Tanjung memiliki karakter yang tidak jauh beda dengan Dahlan. Penuh Perhitungan, Cepat dan Bernyali. Dan nyali itu muncul dengan melakukan gugatan balik ke PT Newmont. Semoga kontrak Newmont tidak diperpanjang dan di percayakan ke BUMN untuk mengolahnya. 

Sayang jabatan ini hanya diujung saja, seandainya beliau berada di titik start kabinet SBY mungkin kejadian akan berbeda.

Chairul Tanjung : Bolak-balik menggugat, Newmont menghina Indonesia

Menko Perekonomian Chairul Tanjung memaparkan alasannya bersikap keras terhadap gugatan PT Newmont Nusa Tenggara. Dia menilai, perusahaan tambang asal Amerika Serikat ini terbukti kerap merugikan pemerintah.

Langkah Newmont menggugat pemerintah ke Badan Arbitrase Internasional (The International Center for the Settlement of Investment Disputes/ICSID) bukan kali pertama.

Jika 15 Juli lalu gugatan itu diajukan karena mereka dilarang ekspor mineral mentah, dulu Newmont pernah mengajukan RI ke meja hijau atas isu divestasi.

"Mereka pada 1998 sudah pernah menggugat kita, saat itu soal kewajiban divestasi saham ke pemerintah. Mereka mau divestasi, tapi hanya untuk mereka sendiri. Melihat dari track record-nya, perusahaan ini sering bikin masalah," kata CT saat berbuka puasa bersama awak media di kediamannya, Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/7).

Salah satu momen yang bikin menko amat geram adalah pernyataan tim perunding Newmont . Mereka di hadapannya minta perpanjangan waktu supaya boleh menunda hilirisasi. Tapi di saat bersamaan, mereka mengajukan gugatan ke ICSID.

"Dia bilang minta waktu-waktu, tapi tetap mengajukan gugatan. Itu kan menghina kita. Saya bilang karakter Newmont ini begitu, bisa saja dia buying time, tapi yang jelas dia tidak punya niat baik untuk kita," kata CT.

Karena berulang kali meremehkan otoritas di Indonesia, CT menilai wajar bila kali ini Newmont digugat balik. Menko menjamin, sikap keras pemerintah bukan karena tambang itu investor asing.

"Kalau perusahaan baik kita kasih carrot, fasilitas, perlindungan. Bagi yang tidak baik kita kasih stick, supaya mereka tidak main-main dengan republik Indonesia. Ibaratnya kalau anak nakal kan harus kita pukul, kalau sudah kelewatan," ungkapnya.

Justru kalau Newmont dibiarkan begitu saja menggugat, Republik Indonesia bakal merugi. Sebab, investor asing lain akan punya alasan memeras pemerintah.

"Nanti makin banyak investor yang bermain-main dan mencari keuntungan lewat jalan yang tidak benar. Oleh karenanya yang mau usaha bener, kita kasih fasilitas, perlindungan. Tapi yang tidak baik, kita kasih pelajaran," tandasnya.

Pekan ini, pemerintah membentuk tim kuasa hukum menghadapi Newmont di ICSID. Anggotanya dipilih oleh perwakilan Menkum Ham, Menteri Keuangan, Menteri ESDM, dan kepala BKPM, dibantu jaksa agung menjadi sebuah tim menghadapi gugatan arbitrase Newmont .

Ditemui terpisah, Kepala BKPM Mahendra Siregar melihat opsi gugatan balik tidak terelakkan. Itu karena Newmont berkeras tak mau mencabut gugatan di ICSID.

Senada dengan CT, Mahendra yakin amunisi RI menggugat balik tambang AS itu cukup melimpah.

"Tidak ada tanda-tanda Newmont mencabut, tentu kita harus respon dengan baik. Langkah-langkah sudah dilaksanakan jadi memang prosesnya sudah on. Apapun tuntutan dari Newmont (kepada ICSID) tidak akan terealisasi," kata Mahendra.

Saat mengumumkan rencana gugatan balik ini pekan lalu, CT mengaku sudah menyiapkan pengacara serta inventarisasi pelanggaran Newmont selama beroperasi di Kawasan Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat.

http://m.merdeka.com/uang/ct-bolak-balik-menggugat-newmont-menghina-indonesia.html

Kumpulan Quote Dahlan Iskan

 
Photo sumber antara.com

Di berbagai tulisan dan berita Dahlan Iskan, banyak sekali kutipan2 (quote) yang sangat2 menginspirasi kita semua.

Dokumen ini dibuat dan di edit bersama untuk mengumpulkan semua Kutipan2 DIS selama ini...
Saya mulai ya... diusahakan kurang dari 130 karakter ya.

  1. Atasan yang baik adalah atasan yang pernah menjadi bawahan yang baik !
  2. Risiko dikecam adalah bagian dari kehidupan yang sangat indah! Ambillah putusan terbaik dengan fokus tujuan demi kejayaan perusahaan!
  3. Soto yang paling enak dengan rawon yang paling enak jika dicampur belum tentu enak.
  4. Miskin bermartabat, kaya bermanfaat.
  5. Rapat, tentu saja penting. Tapi kebanyakan rapat bisa membuat orang sinting !
  6. Kalau pilihan sudah dijatuhkan, tinggallah kita fokus di pilihan itu. Sepenuh hati. Tidak ada pikiran lain kecuali bekerja, bekerja, bekerja!
  7. "Terorisme ruang rapat” hanya akan melahirkan turunannya: ketakutan, kebekuan, kelesuan, dan keapatisan
  8. Nasehat tapi bukan khotbah. Mau tapi bukan menuruti. Curhat tapi bukan keluh kesah. Ingin tetapi bukan perintah. Pandangan tapi bukan pengarahan.
  9. Hanya orang-orang yang hidupnya penuh antusias yang bisa membawa kemajuan.
  10. Seberat-beratnya tekanan bathin Direksi, tidak ada artinya dibanding apa yang dialami secara langsung oleh teman-teman kita yang bertugas langsung di tengah masyarakat.
  11. Orang yang terlalu sering diberi arahan, akan jadi bebek. Orang yang terlalu sering diberi instruksi akan jadi besi. Orang yang terlalu sering diberi peringatan akan jadi ketakutan. Orang yang sering diberi pidato, kelak biasanya hanya akan minta petunjuk.
  12. Kedudukan tentu tidak sama dengan tempat duduk. Yang merasa berkuasapun belum tentu bisa menguasainya. Yang punya kedudukan belum tentu bisa duduk semestinya. Betapa relatifnya kekuasaan.
  13. Kalau perusahaan memberikan layanan kurang dari yang diinginkan pelanggan, maka muncullah ketidakpuasan. Ketidakpuasan ini akan meningkat menjadi ketidakpercayaan jika jarak antara keinginan dan kenyataan berlebihan lebarnya. Ketidakpercayaan adalah akumulasi ketidakpuasan luar biasa dalam tempo yang luar biasa panjangnya. Ketidakpercayaan akan berujung ke tuduhan kebobrokan. Alangkah malunya kalau kata "AKAN"menjadi terbaca "SUDAH". Memuaskan pelanggan pada dasarnya adalah untuk kepentingan kita sendiri juga : merebut Kepercayaan dan menghindarkan diri dari tuduhan itu!
  14. Buat para sarjana, jangan terpaku pada jurusan yang telah dijalani. Coba jelajahi bidang lain yang mungkin lebih membawa kesuksesan. Jadilah manusia yang kreatif, inovatif tanpa harus tergantung diri pada orang lain.
  15. Dua tangis dan ribuan tawa
  16. Rakyat butuh beras, bukan pidato.
  17. Bentuk bersyukur yang terbaik adalah dengan kerja keras. Bukan melakukan tumpengan dan perayaan. Kalau nikmat Tuhan tidak kita syukuri dengan kerja keras, bisa-bisa laknat Tuhan akan datang tahun depan.
  18. Orang hidup itu tidak harus hebat dan serba besar, yang penting ada artinya. Saya lebih menghargai proyek kecil yang penuh arti, dari pada proyek besar yang tidak jelas tujuannya.
  19. Meski kedekatan pimpinan dengan rekanan tidak mesti karena hubungan khusus, namun karyawan tidak mudah membedakannya. Karyawan tidak bisa tahu, mana perkawanan yang profesional dan mana perkawanan yang kolutif. Begitu melihat keakraban antara pimpinan dan rekanan (misalnya bisa masuk ruang kerja pimpinan tanpa prosedur atau sering sama-sama main golf atau sering sama-sama makan), karyawan langsung menduga hubungan itu sangat khusus. Karyawan akan hati-hati memperlakukan rekanan tersebut "khawatir jangan-jangan mengganggu kepentingan khusus pimpinan".
  20. Orang yang benar-benar hebat adalah mereka yang mementingkan peran melebihi jabatan. (MH 24)
  21. Puasa, bekerja lebih keras, dan menolong orang lain, itu adalah bentuk bersyukur paling tinggi.l
  22. Biarkan semua sebaiknya mengalir saja seperti air. Hanya, kalau bisa alirannya yang deras
  23. Hanya orang yang seumur hidupnya tidur saja yang tidak pernah rugi.
  24. “Saya jadi yakin Pak SBY sebenarnya menginginkan adanya terobosan-terobosan menuju kebaikan negara kita. Sayangnya, banyak yang tidak bisa melihat keinginan itu,”
  25. Niat baik itu dapat satu pahala. Melaksanakan niat baik itu dapat dua pahala. Niat baik yang tidak diterima itu tidak membuat pahalanya terhapus
  26. Orang-orang manja gampang cengeng, gampang angkat tangan. Itu namanya bukan pengusaha
  27. Jangan takut kepada kegagalan asal kita mau belajar, dan asal kita tidak putus asa, dan asal kita punya tekad untuk “balas dendam” terhadap kegagalan tersebut
  28. "Seorang pimpinan itu harus bisa ’’ngeloni’’ perusahaannya, Didalami, dihayati, dijiwai, ditunggui"
  29. “Kita harus cepat bekerja, cepat selesaikan semuanya dengan baik, supaya ketika kita besok mati tidak menyulitkan yang hidup,”
  30. Birokrasi itu “binatang” yang paling aneh di dunia: kalau diingatkan dia ganti mengingatkan (dengan menunjuk pasal-pasal dalam peraturan yang luar biasa banyaknya). Kalau ditegur dia mengadu ke backingnya. Seorang birokrat biasanya punya backing. Kalau bukan atasannya yang gampang dijilat, tentulah politisi. Atau bahkan dua-duanya. Kalau dikerasi dia mogok secara diam-diam dengan cara menghambat program agar tidak berjalan lancar. Kalau dihalusi dia malas. Kalau dipecat dia menggugat. Dan kalau diberi persoalan dia menghindar.
  31. Kritik itu untuk didengarkan, bukan untuk dibalas.
  32. Memulai kerja keras memang sangat berat. Tapi kalau sudah terbiasa bekerja keras, semua pekerjaan akan menjadi mudah.
  33. Hope memang tidak membuat perut terasa kenyang. Tapi hope-lah yang bisa membuat hidup terasa lebih hidup!
  34. Kalau ketakutan itu terus dipelihara, tidak akan ada dorongan yang kuat untuk berbenah (MH 32)
  35. Begitu banyaknya pekerjaan yang harus kita lakukan. Begitu rumitnya persoalan. Tetapi, dengan kemauan yang keras, kita akan bisa melakukannya. Untuk bisa naik kelas, memang tidak cukup hanya bicara dan bicara. Perlu bekerja, bekerja, dan bekerja! (MH 32)
  36. '' Di dunia ini ternyata ada empat hal yang tidak bisa diduga : lahir, kawin, meninggal, dan ....Gus Dur!''
  37. ''PLN ialah tempat berkumpulnya orang-orang hebat! Karyawannya lulusan SMA jurusan terhebat, Fisika!, Masuk Fakultas Teknik Elektro ITB, yang terhebat! Lulus ITB, diseleksi masuk PLN oleh senior-senior yang hebat!. Tidak diragukan lagi, PLN adalah kumpulannya yang terhebat dan terpintar di negeri ini! Jadi dibutuhkan manusia bodoh seperti saya..''
  38. "Untuk mencapai seribu langkah, harus ada ayunan pertama"
  39. hidup ini membutuhkan komitmen (dahlanis web)
  40. Semuanya berat tapi bukan tidak mungkin terwujud (MH 35)
  41. dari pengalaman saya, belum tentu akar masalahnya ada di modal. Sering kali pokok persoalannya terjadi di manajemen itu sendiri (MH 33)
  42. Jika memang terpaksa harus "mati", itu lebih lebih baik dibanding "hidup segan mati tak mau".
  43. kenapa takut mendikte atasan kalau mendikte Tuhan saja bisa? Mendikte atasan bisa disebut memohon, mendikte Tuhan disebut doa (Ganti Hati)
  44. "sedikit-sedikit berdoa seperti kita ini malas berusaha, malas menggunakan pemberian Tuhan yang amat penting itu: otak!!" (Ganti Hati)
  45. "Sumber banyu bening ora arep marani timbo, nanging timbone sing marani" (Sepatu Dahlan)
  46. "Tuhan telah memberikan manusia otak yang luar biasa cerdasnya. Begitu hebat pemberian itu sehingga harus digunakan sebanyak-banyaknya. Padahal, orang yang paling pinter pun baru menggunakan sebagian saja otaknya. Kita-kita barangkali baru menggunakan lima persennya. " (Ganti Hati)
  47. "Saya tidak mau Tuhan mengejek saya sebagai orang yang bisanya hanya berdoa. Saya tidak mau Tuhan mengatakan kepada saya: untuk apa kamu saya beri otak kalau sedikit-sedikit masih juga minta kepada-Ku?" (Ganti Hati)
  48. " Kalau sebuah hope bisa membuat hidup kita lebih bergairah, mengapa kita tidak manufacturing hope. Bahan bakunya gampang didapat: niat baik, ikhlas, kreativitas, tekad, dan totalitas. Semuanya bisa diperoleh secara gratis!" (MH #1)
  49. "KERJA! KERJA! KERJA!"
  50. " Saya paham: kursi pimpinan yang berbeda mungkin dimaksudkan agar pimpinan bisa terlihat lebih berwibawa. Padahal, kewibawaan tidak memiliki hubungan dengan bentuk kursi. Susunan kursi ruang rapat seperti itu justru mencerminkan bentuk awal sebuah terorisme. Terorisme ruang rapat." (MH 4)
  51. “Kursi feodal” dan “puntung rokok” itu terserah saja mau diapakan. Saya hanya khawatir jangan sampai “nila setitik merusak susu se-Malinda” (MH 4)
  52. "Kambing hitam? Yakni, sebuah kambing hitam untuk pembenaran dari kegagalan, atau sebuah kambing hitam untuk sebuah ketidakmampuan!" (MH 3)
  53. Jika seorang bos tetap pada pendiriannya disebut konsisten, jika anak buah tetap pada pendiriannya disebut kaku. (MH 16)
  54. Jika bos sering berubah pendapat disebut fleksibel, Jika anak buah sering berubah pendapat disebut plin-plan.  (MH 16)
  55. Jika bos bekerja lambat disebut teliti, Jika anak buah bekerja lambat disebut malas. (MH 16)
  56. Jika bos cepat mengambil keputusan disebut berani, jika anak buah cepat mengambil keputusan disebut grusa-grusu.  (MH 16)
  57. Jika bos melanggar prosedur dianggap penuh inisiatif, Jika anak buah melanggar prosedur dianggap tidak tahu aturan.  (MH 16)
  58. Jika bos mengatakan sesuatu itu mudah dianggap optimistis, jika anak buah mengatakan mudah dianggap sok tahu.  (MH 16)
  59. Jika bos sering mengintertaint orang, itu disebut lobby, Jika anak buah melakukannya disebut pemborosan. (MH 16)
  60. Kalau sudah tahu bahwa seumur hidup kita akan terjerat BBM seperti itu mengapa kita tidak mencari jalan lain? Mengapa kita menyerah pada keadaan?  “Mengapa? Mengapa?,”  (MH 18)
  61. Mayat Itu Berjalan Lagi Bukan sebagai Kuntilanak  tapi sebagai badan yang sudah lengkap dengan rohnya. Roh antusias dan roh penuh kiat! ((MH 33)
  62. Tapi, orang hidup itu tidak boleh pesimistis. Tidak boleh putus asa. La taiasu!La tahzan! (MH 38)
  63. Saya sudah biasa dengan sikap untuk tidak berharap banyak pada apa pun dan pada siapa pun. Ini, menurut pendapat saya, baik. Karena akan membuat saya merasa lebih bahagia. Setidaknya tidak akan membuat saya terlalu kecewa. (Ganti Hati)
  64. Sakit hati, ada kalanya sangat penting. Banyak orang sukses bermula karena sakit hati: kepada saudara, tetangga, teman, mantan pacar, mantan kongsi, atau kepada pesaing yang pernah mengalahkannya, Sakit hati kadang juga menyangkut harga diri. Banyak orang sukses bukan karena ingin kaya, tapi karena tidak ingin harga dirinya diremehkan. Mereka ini golongan yang, setelah sukses, tidak kelihatan menikmati kekayaannya untuk kemewahan hidupnya (MH39)
  65. Saya sangat percaya bahwa di semua organisasi, termasuk di BUMN, sebetulnya yang betul-betul tidak baik itu cuma 10 persen. Tapi, yang betul-betul baik juga hanya 10 persen. Sisanya, yang 80 persen itu ikut-ikutan saja. Kalau mendapat pemimpin dari kelompok 10 persen yang tidak baik itu, sikap yang 80 persen itu akan begini, "Ya, zamannya memang lagi begini, kita ikut saja, deh. Yang penting karier saya tidak terganggu, gaji saya utuh". Tapi, kalau yang memimpin adalah dari kelompok 10 persen yang bagus tadi, maka sikap mereka jadi begini, "Ya, begitu dong jadi pemimpin, jadi kita semangat, bisa maju perusahaan."
  66. "Wisudawan, jangan terpaku pada jurusan yang telah dijalani. Coba jelajahi bidang lain yang mungkin lebih membawa kesuksesan. Jadilah mahasiswa yang kreatif dan inovatif tanpa menggantungkan diri pada orang lain." 
  67. Seberat-beratnya tekanan bathin Direksi, tidak ada artinya dibanding apa yang dialami langsung oleh teman-teman yang bertugas langsung di tengah masyarakat
  68. Orang yang terlau sering diberi arahan, akan jadi bebek. Orang yang terlalu sering diberi instruksi akan jadi besi. Orang yang terlalu sering diberi peringatanakan jadi ketakutan. Orang yang sering diberi pidato, kelak hanya akan minta petunjuk.
  69. Kedudukan tentu tidak sama dengan tempat duduk. Yang merasa berkuasapun belm tentu bisa menguasainya. Yang punya kedudukan belum tentu bisa duduk semestinya. Betapa relatifnya kekuasaan.
  70. Orang yang benar2 hebat adalah orang yang mementingkan peran melebihi jabatan
  71. Puasa, bekerja lebih keras, dan menolong orang lain, itu adalah bentuk bersyukur paling tinggi
  72. Hanya orang-orang yang hidupnya penuh 'antusias' yang bisa membawa kemajuan
  73. Biarkan semua sebaiknya mengalir saja seperti air. Hanya, kalau bisa alirannya yang deras.
  74. Untuk bisa menjadi pemimpin yang baik, harus pernah menjadi anak buah yang baik.
  75. Orang Hidup tidak harus hebat dan serba besar, yang penting ada artinya.
  76. Hanya orang yang seumur hidupnya tidur saja yang tidak pernah rugi.
  77. Niat baik itu dapat satu pahala. Melaksanakan niat baik itu dapat dua pahala. Niat baik yang tidak diterima itu tidak membuat pahalanya terhapus
  78. Orang-orang manja gampang cengeng, gampang angkat tangan. Itu namanya bukan pengusaha
  79. Orang yang benar-benar hebat adalah mereka yang mementingkan peran melebihi jabatan
  80. Saya memercayai setiap orang, sampai orang itu benar-benar terbukti tidak bisa dipercayai
  81. Jika memang terpaksa harus "mati", itu lebih lebih baik dibanding "hidup segan mati tak mau".
  82. kenapa takut mendikte atasan kalau mendikte Tuhan saja bisa? Mendikte atasan bisa disebut memohon, mendikte Tuhan disebut doa
  83. Sumber banyu bening ora arep marani timbo, nanging timbone sing marani.
  84. Tuhan telah memberikan manusia otak yang luar biasa cerdasnya. Begitu hebat pemberian itu sehingga harus digunakan sebanyak-banyaknya. Padahal, orang yang paling pinter pun baru menggunakan sebagian saja otaknya. Kita-kita barangkali baru menggunakan lima persennya. 
  85. Saya tidak mau Tuhan mengejek saya sebagai orang yang bisanya hanya berdoa. Saya tidak mau Tuhan mengatakan kepada saya: untuk apa kamu saya beri otak kalau sedikit-sedikit masih juga minta kepada-Ku?
  86. Sehat alhamdulillah, sakitpun alhamdulillah, jadi menteri juga alhamdulillah gak.jadipun alhamdulillah semua itu ketentuan yg Alloh berikan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost