Tampilkan postingan dengan label Kunjungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kunjungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 September 2014

Seminar Nasional Dahlan Iskan di Universitas Ciputra [GRATIS]

Kami membuka kesempatan bagi para peserta perkuliahan T100, terutama yang berdomisili di Surabaya dan sekitarnya untuk dapat menghadiri Acara Seminar Nasional "Strategi Membangun Budaya Entrepreneurial Organization Guna Menghadapi Persaingan Global", adapun detail acara adalah sebagai berikut ;
  • Hari / Tanggal  : Sabtu / 6 September 2014
  • Pukul                : 11.00 - 13.00 WIB
  • Tempat             : Auditorium Universitas Ciputra, Lantai 7
  • Kapasitas Peserta UCEO : 20 Orang
Acara Seminar Nasional ini diadakan terbuka untuk umum, namun kami hanya memberi kapasitas sebanyak 20 kursi untuk peserta T100 di UCEO. Bagi 20 undangan tersebut akan dipilih perwakilan untuk memberikan testimoni akan perkuliahan T100 secara langsung kepada Bapak Menteri Dahlan Iskan.
Bagi Anda yang berminat hadir, silahkan mendaftarkan diri melalui form pendaftaran di bawah ini. Pendaftaran terakhir pada hari Rabu, 3 September 2014 pukul 23.59 WIB.
Terimakasih.

Pendaftaran silahkan isi form di :

Jumat, 25 Juli 2014

Dahlan Iskan: Jadi Santri Tak Perlu Minder, Saya Juga Santri

Dahlan Iskan: Jadi Santri Tak Perlu Minder, Saya Juga Santri


Jember, NU Online
Santri tidak perlu berkecil hati dalam menghadapi persiangan di luar. Sebab, santri mempunyai potensi untuk maju asal ada kemauan. Demikian dikemukakan Dahlan Iskan dalam acara silaturrahmi dengan para santri dan kiai di pondok pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur. 

Menurutnya, predikat santri justru harus dijadikan pendorong untuk menuai sukses dalam setiap usahanya. “Saya dulu juga santri. Pendidikan saya juga ditempuh di lembaga (pendidikan) agama,” ujarnya pada acara yang berlangsung Ahad (20/7) itu.

Dahlan memberikan testimoni bahwa santri juga bisa berbuat banyak. Ia mencontohkan dirinya yang merintis usaha di bidang media mulai dari nol. Ketika dirinya diminta mengelola sebuah koran lokal (cikal bakal Jawa Pos), banyak yang mencibir dan meremehkan kemampuannya. 

“Banyak yang bilang, bisa apa orang seperti saya, yang hanya lulusan pendidikan agama,   bisa apa. Tapi dari cibiran itu, justru saya kian bersemangat. Ruh jihad saya muncul untuk membuktikan bahwa saya juga bisa,” cerita alumni sebuah pesantren di Magetan tersebut.

Akhirnya, seperti diketahui, Dahlan berhasil memimpin Jawa Pos, dan tahun-tahun berikutnya terus berkembang menjadi bisnis media cetak dan elektronik yang menjanjikan.

Dalam kesempatan itu, Meneg BUMN tersebut juga menyinggung soal Pilpres. Menurutnya, yang terbaik bagi bangsa Indonesia pasca Pilpres ini adalah melakukan rekonsiliasi. “Jadi rekonsiliasi adalah syarat mutlak untuk membangun bangsa kedepan yang lebih baik lagi,” harapnya.

Kehadiran Dahlan di pondok pesantren asuhan KH Muhyiddin Abdusshomad itu, disambut antusias oleh segenap santri, para kiai dan para pengurus NU. (Aryudi Arazaq/Mahbib)

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,53461-lang,id-c,nasional-t,Dahlan+Iskan++Jadi+Santri+Tak+Perlu+Minder++Saya+Juga+Santri-.phpx

Selasa, 01 Oktober 2013

Dahlan Iskan Main ke Kantor Jokowi di Balai Kota, Ngapain Ya?


http://images.detik.com/content/2013/10/02/4/111116_dahlan3luar.jpg
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik negara (BUMN) Dahlan Iskan menyambangi kantor Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Ballroom Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan Jakarta. Apa agenda pertemuan kali ini?

Dari agenda yang diperolehdetikFinance, Dahlan Iskan dan Jokowi bakal menandatangani perjanjian kerjasama pukul 11.00 WIB. Kementerian BUMN dan perusahaan plat merah akan memberikan solusi penanganan banjir pada sungai Ciliwung dan pengelolaan air minum untuk memenuhi kebutuhan area DKI.

Proyek ini nantinya dikerjakan oleh BUMN karya PT Hutama Karya (Persero) bersama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Di agenda hadir pula Dirut Hutama Karya Tri Widjajanto.


Proyek kerjasama pemerintah daerah dan BUMN ini diproyeksi menelan biaya hingga Rp 2 triliun dengan jangka waktu pembangunan selama 2 tahun.

Jumat, 27 September 2013

Kunjungan : Sorong : Dahlan resmikan fasilitas pengepakan ikan modern di Papua

Ray Waromi
Jum'at,  27 September 2013  −  17:47 WIB
Dahlan resmikan fasilitas pengepakan ikan modern di Papua
Menteri BUMN Dahlan Iskan/Foto: Ist
Sindonews.com - Menteri BUMN Dahlah Iskan meresmikan fasilitas pengepakan ikan modern milik PT Perikanan Nusantara yang merupakan salah satu BUMN di bidang perikanan yang berada di Sorong, Papua Barat, Jumat (27/9/2013).

Dalam peresmian yang ditandai dengan penandatangan prasasti tanda mulai beroparasinya fasilitas yang dikenal dengan sebutan ABF atau Air Balst Freezer tersebut, Dahlan Iskan juga menyempatkan diri melakukan kunjungan ke dalam fasilitas pengepakan, dimana BUMN tersebut saat ini bisa menghasilakan ikan mencapai ratusan ton per bulan dengan pangsa pasar ekspor ke sejumlah negara di Eropa dan China.

Diketahui, PT Perikanan Nusantara dulu dikenal dengan nama PT Usaha Mina. Sebagai perusahaan BUMN, perusahaan tersebut sempat mengalami kolaps pada medio tahun 1997-an yang disebabkan krisis moneter dan krisis politik yang melanda negeri ini.

Pada 1998, BUMN di bidang perikanan ini kembali bangkit, dan kini 9 cabang yang saat ini dimiliki bumn tersebut berada di berbagai daerah di Indonesia kembali bangkit untuk menyumbang pendapatan di bidang pengelolaan industri perikanan bagi negara.

Selain meresmikan fasilitas pengepakan ikan modern di Sorong, Dahlan Iskan yang telah berada di Papua Barat selama dua hari, sebelumnya juga melakukan peresmian terhadap pabrik sagu milik BUMN, PT Perhutani yang berada di daerah Kais, Kabupaten Sorong Selatan, dimana pabrik sagu tersebut merupakan pabrik sagu pertama yang ada di Papua.

http://ekbis.sindonews.com/read/2013/09/27/34/788255/dahlan-resmikan-fasilitas-pengepakan-ikan-modern-di-papua

Kunjungan : Sorong : Dahlan Iskan Disukai Rakyat

Dahlan Iskan Modalnya Demokrat

Agustinus Isir: Dahlan Iskan Disukai Rakyat 


DISAMBUT HANGAT: Menteri BUMN Dahlan Iskan beserta ibu di helikopter saat memangsang sabuk pengaman sebelum berangkat ke Raja Ampat Kamis kemarin (26/9).RATNO/RADARSORONG
SORONG - Tokoh pemuda Papua, Agustinus Isir menilai sosok Dahlan Iskan pantas memimpin negara ini.  Meski mengaku belum pernah bertemu langsung dengan Dahlan Iskan yang menjabat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, namun Agus Isir- sapaan akrabnya, mengatakan, figur pemimpin yang didambakan rakyat adalah seperti Dahlan Iskan yang memiliki sifat asli sangat merakyat dan tidak dibuat-buat untuk sekedar pencitraan.
 “Saya sendiri memang belum pernah bertemu dengan beliau (Dahlan Iskan,Red), tapi pak Dahlan saya lihat itu orangnya sangat peduli dengan masyarakat. Tidak menganggap dirinya pejabat, santai, itu yang rakyat suka. Karena itu saya sebagai tokoh pemuda Papua bahkan di Indonesia Timur menyatakan mendukung kalau pak Dahlan jadi presiden,”ujar Agus Isir.
Sering menyaksikan Dahlan di televisi (TV) berbaur dengan masyarakat (blusukan, red) dan begitu cepat dalam memecahkan suatu persoalan, dinilai Agus Isir  kalau Dahlan Iskan adalah sosok pemimpin yang cerdas dan sangat rendah hati. Bahwa Dahlan Iskan kini maju sebagai calon presiden (capres) dalam konvensi Partai Demokrat, Agus Isir pun berpendapat kalau Dahlan Iskan itu modal atau asetnya  Partai Demokrat dalam Pemilu presiden 2014 mendatang. 
“Biar ada jenderal lagi, tapi saya lihat Pak Dahlan ini sangat disukai rakyat dan sudah sudah populer di tengah masyarakat.  Jadi kalau sampai Pak Dahlan tidak lolos dalam konvensi Partai Demokrat itu sangat disayangkan dan saya kira Partai Demokrat akan susah menang dalam  Pilpres 2014 mendatang, ”ujarnya. Lebih lanjut, Agus Isir juga mengatakan, jika Partai Demokrat mengusung  Dahlan Iskan sebagai Capres 2014 mendatang, maka  elektabilitas Partai Demokrat yang saat ini rendah akan kembali membaik.
Sementara itu, Dahlan Iskan bersama istri, Kamis kemarin (26/9), melakukan peresmian unit pengolahan ikan yang dikembangkan PT Perikanan Nusantara Cabang Sorong.
PT Perikanan Nusantara akan bermitra dengan masyarakat nelayan yang nantinya menjadi penyuplai bahan baku (Ikan,red) untuk diolah di unit pengolahan ikan ini. Dalam operasinya, PT Perikanan Nusantara bukan hanya semata-mata mementingkan bisnis, tetapi juga bermitra dengan nelayan dan rangka mengembangkan dan memberdayakan serta memajukan masyarakat nelayan yang ada di wilayah Sorong khususnya dan Papua Barat umumnya.
Industry perikanan terpadu bukan hanya dalam hal pengolahan ikan, tetapi juga terdapat dock (tempat perbaikan kapal), pabrik es yang saat ini sudah beroperasi. Untuk pengembangan usaha perikanan terpadu, terlebih dengan besarnya potensi perikanan di wilayah perairan Sorong dan sekitarnya, maka juga akan ada terminal terpadu yang nantinya melayani penyediaan jasa wisata, sarana produksi perikanan, menyediakan bahan baku dan sejumlah pengembangan industri perikanan terpadu lainnya.
Bermitra dengan masyarakat lanjutnya, PT. Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Sorong akan membeli ikan dari nelayan, tentunya dengan harga yang disesuaikan dengan kualitas ikan tangkapan. Hasil produksi dari unit pengolahan ikan ini nantinya untuk memenuhi pasar local, regional, bahkan juga untuk pasar ekspor, terutama ke pasar Eropa.
Selain meresmikan Unit Pengolahan Ikan milik PT Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Sorong di kompleks eks Usaha Mina, Meneg BUMN berkunjung ke Raja Ampat. Rencananya, Jumat hari ini, Dahlan Iskan berkunjung ke Distrik Kais Kabupaten Sorong Selatan, lokasi yuang akan digunakan Perum Perhutani untuk membangun pabrik sagu dengan kapasitas giling 30.000 ton pertahun yang diperkirakan sudah bisa beroperasi pertengahan tahun 2015 mendatang.  Dari Kais, Meneg BUMN kembali ke Sorong meresmikan Unit Pengolahan Ikan milik PT Perikanan Indonesia Cabang Sorong. (jpnn)

Kunjungan : Ambon : DAHLAN ISKAN OPTIMIS EKONOMI MALUKU AKAN LEBIH BAIK

dahlan-kunjungan1Tiba Ambon, Menteri BUMN ini melakukan hal-hal yang tidak terduga. Selain menghindari sambutan VIP, diluar jadwal Dahlan Iskan malah melakukan sidak ke Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dan PPN Tantui. Terakhir, Menteri yang terkenal dengan motto Kerja…Kerja…Kerja ini menutup kunjungannya dengan menikmati nasi kuning ibu Jamillah.
Tiba dengan pesawat Batik Air sekitar pukul 05.30 WIT pagi Kamis (26/9) kemarin, Dahlan dan rombongan sedianya dijemput di VIP Bandara Pattimura Ambon. Disana telah siap unsur Muspida Maluku dan para pimpinan BUMN di Maluku. Mobil yang ditumpangi Dahlan awalnya menuju arah ruang VIP, namun supir disuruh langsung tancap gas menuju Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Para penjemput yang berada di VIP Bandara kebingungan dan cepat-cepat mengikutinya dari belakang.
Bersama rombongan, kendaraan menelusuri jalan raya Ambon selama 30 menit menuju Pelabuhan Ambon. Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi mengaku acara blusukan ini di luar agenda. “Ini di luar agenda kami. Seharusnya proses penyambutan dulu,” ucap Faisal saat menemani Dahlan blusukan di Pelabuhan Ambon, Kamis (26/9/2013).
Selain rombongan dari Jakarta, ikut dalam rombongan sidak, Dirut Ambon Ekspres Mahfud Waliulu, Direktur Rakyat Maluku, Ahmad Ibrahim dan Direktur Ameks, Nasri Dumula. Sementara plh Gubernur Maluku, Nn Ros Far-Far juga turut ke Pelabuhan Yos Sudarso menanti selesai sidak.
Setibanya di pelabuhan peti kemas, kargo dan penumpang yang dikelola PT Pelindo IV (Persero) ini, Dahlan langsung meninjau toilet terminal pelabuhan penumpang. Disini Dahlan didampingi GM Pelindo IV Cabang Ambon, Aris Tundru yang datang tergopoh-gopoh. Melihat kondisi toilet yang kurang terawat, Dahlan hanya goyang-goyang kepala tanpa komentar. Mantan bos PT PLN ini langsung menyusuri terminal peti kemas.
Dahlan menyusuri seluk beluk pelabuhan. Bahkan, posisi container yang paling belakang dan beralaskan sampah dikunjunginya. ‘’Ini (container) sudah lama disini ya. Jangan terlalu lama,” katanya kepada Aris yang terus mendampingi sambil berjalan cepat.
Saat acara blusukan, operasional bongkar muat barang belum dimulai. Operasional dimulai pukul 08.00 WIT. Sambil berjalan Aris menjelaskan pengembangan pelabuhan di depan Dahlan. Menurutnya, kapasitas pelabuhan bakal ditingkatkan. Pasca pengembangan yang tuntas pada 2014, daya tampung pelabuhan peti kemas bisa meningkat 25%.
“Pertama kita kembangkan melalui reklamasi di samping pelabuhan. Pasar Lama digusur sesuai kesepakatan dengan Pemkot Ambon. Reklamasi untuk tahap awal berjalan. Kita jadikan pelabuhan peti kemas. Investasi CC sebanyak 1 unit,TT sebanyak 2 unit, tronton 4 unit. Untuk tahun depan sudah clear. Arus peti kemas saat ini 70.000 box per tahun. Akan meningkat 20-25%,” jelas Aris.
Usai blusukan, Dahlan dan rombongan diantar ke Swisbell Hotel untuk sekedar beristirahat sebelum mengikuti acara Dies Natalis Fakultas Hukum Unpatti. Celakanya, saat berada di Swisbell hotel, Aris sang GM PT Pelabuhan Indonesia IV Ambon mendapat teguran. Ini karena Pelindo ternyata menyediakan kamar mewah bagi Dahlan dan istrinya. ”Lain kali jangan seperti itu ya. Pelindo IV kan masih belum banyak uangnya. Kamar yang tadi dipakai, saya yang bayari ya,” kata Dahlan Iskan.
Aqua Dwipayana, salah satu motivator yang kebetulan sedang di Ambon, mengaku kaget melihat Dahlan Iskan menegur stafnya karena disediakan hotel yang bagus.  ”Semoga keteladanan Pak Dahlan ini ditiru banyak pejabat lain. Terutama, untuk berperilaku sederhana,” celetuk Dwipayana.
Dari hasil peninjauannya itu, Dahlan mengaku kalau pertumbuhan kontainer pelabuhan Yos Sudarso Ambon sudah  sangat  baik. Dan potensi  meningkatkan pertumbuhan masih sangat besar. Keyakinan Dahlan ini, didasari upaya  PT Pelindo IV (Persero) yang terus melakukan penataan pelabuhan untuk penyediaan terminal  peti kemas. Diantaranya melakukan reklamasi di sekitar pelabuhan Yos Sudarso
“Supaya arus barang dari dan ke Ambon semakin besar, kemudian diadakan reklamasi pantai untuk luas lapangan pelabuhan, karena kedepan itu, angkutan barang itu semua dimuat dengan Kontainer,” ungkap Dahlan ketika ditemui di
Universitas Pattimura Ambon seusai memberi kuliah umum bagi ratusan mahasiswa kampus tersebut.
Selain reklamasi pantai yang telah dilakukan, Dahlan juga berharap, agar pihak PT Pelindo Ambon juga harus membongkar gudang barang yang ada di pelabuhan Yos Sudarso saat ini. Sebab, kedepan tidak dibutuhkan. “Karena sekarang hanya sedikit barang yang memerlukan gudang. Kalau jaman dulu khan semua barang memerlukan gudang, tapi pelabuhan sekarang memerlukan lapangan karena barang-barang dikirim dengan container,” katanya.
Dia pun optimis bila perluasan area pelabuhan selesai, dapat berpengaruh secara sginifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Maluku, khususnya di Kota Ambon. “Nah kalau jumlah kontainer bisa dua kali lipat dari sekarang ini, ekonomi di Ambon ini akan semakin jauh lebih baik,” tandasnya.
Menyoal keberadan PT Perikanan Nusantara Tantui, Dahlan optimis, BUMN yang sempat berhenti beroperasi sekira tujuh  tahun karena konflik berkepanjangan dan masalah pengelolaan ini, akan kembali bangkit bila di tata menjadi lebih baik. Dia menargetkan, tahun depan, PT. Perikanan yang memiliki unit usaha dok kapal, pengolahan ikan hingga penangkapan ikan laut seperti cakalang dan tuna ini sudah dapat melakukan kegiatan ekspor. “Tadi saya sudah tinjau fasilitas-fasilitasnya, dan kedepan kita dorong untuk ekspor terus,” ucapnya.
Mantan Dirut PLN ini menjelaskan, kendala utama yang akan ditemui oleh PT Perikanan Nasional untuk melakukan kegiatan ekspor adalah menjaga kualitas ikan yang akan diekspor. “Tapi saya yakin ini bisa di atasi, karena sewaktu saya di Pelabuhan Perikanan tadi,  sudah ada tenaga dari Korea dan Amerika untuk mengajari cara menjaga dan menjamin mutu ekspor. Nah setelah itu, baru kita menyeleksi barang ekspor itu seperti apa,” jelasnya.
Hingga saat ini, PT Perikanan Nusantara  yang mulai beroperasi sejak 2008 itu,  melakukan penangkapan ikan dan memprosesnya menjadi ikan beku sebanyak tujun ton per hari, dan hasil produksi BUMN perikanan ini untuk kebutuhan dalam negeri.
Nasi Kuning Ibu Jamillah,
Dahlan Iskan sepertinya hafal betul keberadaan nasi kuning yang sering dijajakan sepanjang pada emperan toko di sejumlah ruas jalan di Kota Ambon. Semenjak jadi CEO Jawa Pos, dan sering berjunjung ke Ambon, Dahlan tak pernah lupa nasi kuning. ‘’Saya ingin makan nasi kuning Ambon,” katanya kepada pengiringnya sesaat sebelum meluncur ke Unpatti. Karena tidak memiliki waktu banyak, Dahlan meminta salah satu pengiringnya membeli dan membungkusnya saja. Nasi kuning ibu Jamillah yang berlokasi di Soa Bali menjadi oleh-oleh.
Usai membawakan materi di acara Fakultas Hukum Unpatti, rombongan Dahlan Iskan yang hanya terdiri dari dua mobil bergerak ke arah Bandara Pattimura Ambon. Di ruangan VVIP Bandara Pattimura, sudah siap menunggu sejumlah pejabat dan pimpinan BUMD di Maluku berikut jamuan makan siang.
Waktu sudah menunjukan pukul 13.00 WIT ketika para pejabat mengajaknya makan siang.
“Ayo kita makan,” ajak Dahlan sambil menghampiri meja makan dan diikuti para rombongan. Setelah berjalan-jalan mengitari meja jamuan makan dan menunjuk-nunjuk makanan yang ada, Dahlan kemudian balik dan bertanya nasi kuning yang dipesannya tadi pagi. “Nasi kuningnya mana,” ujarnya.
Setelah diberitahu kalau bungkusan nasi kuning racikan Ibu Jamillah sudah disajikan di meja makan, Dahlan lantas menghampiri dan melahap didampingi istrinya. Aksi ini diikuti para pejabat dan pimpinan BUMN. “Ternyata nasi kuning Ambon enak. Nasi kuning ibu Jamilah enak, pake santan asli dari buah kelapa dan bukan dari bahan kare. Enak,” katanya setelah menghabiskan satu bungkus nasi kuning. Rombongan selanjutnya bertolak ke Sorong, Papua Barat. (*)

http://www.ambonekspres.com/index.php?option=com_k2&view=item&id=734:dahlan-iskan-optimis-ekonomi-maluku-akan-lebih-baik&Itemid=497

Kamis, 26 September 2013

Pagi-Pagi, Dahlan Iskan 'Blusukan' di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

http://images.detik.com/content/2013/09/26/4/cam00164.jpg
Ambon - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan melakukan lawatan kerja ke Ambon dan Sorong Papua. Tiba di Bandara Pattimura Ambon pukul 05.30 WIT, Dahlan memilih langsung blusukan atau sidak Pelabuhan Yos Sudarso.

Padahal prosesi penyambutan telah disiapkan di kedatangan VIP bandara. Bersama rombongan, kendaraan menelusuri jalan raya Ambon selama 30 menit menuju Pelabuhan Ambon. Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi mengaku acara blusukan ini di luar agenda.

"Ini di luar agenda kami. Seharusnya proses penyambutan dulu," ucap Faisal saat menemani Dahlan blusukan di Pelabuhan Ambon, Kamis (26/9/2013).

Saat tiba di pelabuhan peti kemas, kargo dan penumpang yang dikelola PT Pelindo IV (Persero), Dahlan langsung meninjau toilet terminal pelabuhan penumpang. Didampingi GM Pelindo IV Cabang Ambon, Aris Trundru, mantan bos PT PLN ini langsung menyusuri terminal peti kemas.

Dahlan menyusuri seluk beluk pelabuhan. Aris yang mendampingi sang Menteri BUMN mengaku acara kunjungan Dahlan di luar agenda.

"Tidak ada jadwal pelabuhan. Pak Dahlan tiba-tiba pelabuhan. Tidak rekayasa. Karena tidak jadwal," jelasnya.

Saat blusukan, operasional bongkar muat barang belum dimulai. Operasional dimulai pukul 08.00 WIT. Aris sendiri pada kesempatan itu menjelaskan tentang pengembangan pelabuhan di depan Dahlan.

Menurutnya kapasitas pelabuhan bakal ditingkatkan. Pasca pengembangan yang tuntas di 2014, daya tampung pelabuhan peti kemas bisa meningkat 25%.

"Pertama kita kembangkan melalui reklamasi di samping pelabuhan, pasar lama digusur sudah sepakat dengan Pemkot. Reklamasi untuk tahap awal berjalan. Investasi CC sebanyak 1 unit, TT sebanyak 2 unit, tronton 4 unit. Untuk tahun depan sudah clear. Arus peti kemas saat ini 70.000 box per tahun. Akan meningkat 20-25%," jelasnya.
(feb/ang) 

Kunjungan : Dahlan Iskan Geleng-geleng Lihat Kondisi BUMN Perikanan yang 'Sakit' di Ambon

http://images.detik.com/content/2013/09/26/4/dahlan.jpgFoto: Dahlan di Ambon (Feby-detikFinance)
Ambon - Usai blusukan di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama rombongan tiba-tiba merapat pada BUMN perikanan laut, PT Perikanan Nusantara Cabang Ambon.

Berlokasi di tepi Teluk Ambon, BUMN yang memiliki unit usaha dok kapal, pengolahan ikan, hingga penangkapan ikan laut seperti cakalang dan tuna ini sempat berhenti beroperasi sekitar 7 tahun karena konflik berkepanjangan dan masalah pengelolaan. Bahkan sempat dinyatakan telah sakit parah secara korporasi.

Saat meninjau BUMN ikan ini, Dahlan melihat proses perawatan kapal hingga kondisi bangunan. Saat memantau kondisi bangunan, Dahlan geleng-geleng kepala, karena ada bangunan yang tidak terawat. Namun diakuinya kondisi korporasi saat ini sudah mulai bangkit pasca dihidupkan kembali.

"Perusahaan itu sudah sangat sulit bertahun-tahun saat awal jadi Menteri BUMN. Saya tahu itu praktis mati. Saya minta dihidupkan pelan-pelan. Tapi sudah mulai hidup. Saya lihat ada tenaga ahli dari Korea. Mudahan-mudahan tahun ini bisa ekspor ikan," ucap Dahlan di Ambon, Kamis (26/9/2013).

Saat menghidupkan BUMN ikan ini, Dahlan mengaku tidak boleh ada suntikan dana dari pemerintah. Hal ini pernah dilakukan pada periode lalu, namun tidak berdampak positif ke korporasi.

"Ini praktis mati. Kalau cari ikan nggak punya dana. Saya nggak izinkan suntik (dana). Terus izinkan doknya perbaikan kapal milik orang lain. Sambil cari uang untuk bayar gaji juga persiapan cari ikan," jelasnya.

Saat mengunjungi BUMN ikan ini, Dahlan didampingi oleh Kepala Perikanan Nusantara Cabang Ambon Ferdinand Wenno. Dahlan diajak melihat proses perawatan kapal, mengelilingi gedung, hingga melihat pengolahan ikan hasil tangkapan.

Ferdinand menjelaskan, secara korporasi, BUMN ikan ini mulai beroperasi tahun 2008. Saat ini, Cabang Ambon mampu menangkap ikan dan memprosesnya menjadi ikan beku hingga 7 ton per hari. Ikan ini masih diproduksi untuk kebutuhan dalam negeri.

"Hingga bulan ini laba bersih sudah 1,5 miliar tapi akhir tahun bisa Rp 2,7 miliar. Tahun sebelumnya Rp 1,6 miliar. Kontribusi pendapatan masih dari ikan terus dok," sebutnya.
(feb/dnl) 

Jumat, 06 September 2013

Dahlan Iskan, kunjungan ke USA dan inflasi

Liputan6.com, Jakarta : Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mendukung himbauan Kementerian Perdagangan (Kemendag) supaya perusahaan pelat merah menunda atau menjadwal ulang pembelian pesawat maupun lokomotif untuk mengendalikan inflasi impor (imported inflation).

"Kami mendukung keinginan itu (himbauan Kemendag)," tuturnya singkat dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Jumat (6/9/2013).

Dahlan menilai, jumlah impor pesawat BUMN masih terhitung sedikit, namun berimbas besar bagi neraca perdagangan Indonesia.

"Meski jumlah impor pesawat sedikit tapi memakan (menyedot) devisa sangat besar," ujarnya.
Sebelumnya, Kemendag melakukan sejumlah usaha untuk menghadapi efek dari kenaikan harga barang impor akibat pelemahan rupiah. Salah satunya meminta BUMN untuk menunda pengiriman barang impor yang tidak terlalu mendesak.

"Kami sedang bicara dengan beberapa BUMN secara intensif agar menjadwal ulang importasi pesawat terbang dan lokomotif. Karena bulan Juli impor lokomotif besar," terangnya. (Fik/Ndw).

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mendukung imbauan agar perusahaan pelat merah menunda pembelian pesawat baru di tengah anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, impor pesawat itu berkontribusi besar terhadap devisa negara, meski jumlahnya sedikit.
“Tentang imbauan agar BUMN menunda pembelian pesawat-pesawat baru, saya mendukung keinginan itu. Impor pesawat itu, meski jumlahnya sedikit, tapi makan devisanya sangat besar,” ujarnya dalam pesan singkat, Jumat (6/9/2013).

Langkah itu dilakukan untuk meredam dampak dari anjloknya nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS.
Sebelumnya, Menteri Keuangan menginstrusikan kepada perusahaan BUMN untuk mengurangi impor pembelian barang modal impor.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi pengeluaran pemerintah atas barang impor, mengingat pergerakan rupiah masih terus mengalami tekanan, bahkan melewati Rp11.000 per dollar AS.

Maskapai penerbangan yang menyatakan kesiapannya untuk melakukan langkah itu adalah anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), yakni PT Citilink Indonesia.

Maskapai berbiaya murah (low-cost carrier/LCC) itu mengubah rencana mendatangkan 10 unit pesawat Airbus pada tahun depan menjadi 8 unit pesawat seiring dengan pengaruh pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.
Editor : Ismail Fahmi

Tekan Impor, Dahlan Setuju BUMN Tunda Pembelian Pesawat

Jakarta – Menteri BUMN Dahlan Iskan setuju BUMN aviasi menunda pembelian pesawat dari luar negeri. Impor pesawat akan menekan neraca perdagangan Indonesia yang kini defisitnya makin melebar.

“Tentang imbauan Kementerian Perdagangan agar BUMN menunda pembelian pesawat-pesawat baru Dahlan mendukung keinginan itu. Impor pesawat itu meski jumlahnya sedikit tapi makan devisanya sangat besar,” ungkap Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi kepada wartawan, Jumat (6/9/2013).
Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengungkapkan pemerintah secara intensif berkoordinasi dengan BUMN yang kerap melakukan importasi barang yang nilainya besar. Seperti pesawat, mesin, kereta api dan barang lainnya.

“Kemudian, kita bicara intensif dengan BUMN. BUMN kita impor barang modalnya cukup besar, apakah bisa dijadwalkan ulang untuk importasinya seperti pesawat terbang, lokomotif, mesin-mesin dalam harga yang mahal,” katanya.
Pasalnya, importasi barang jenis tersebut pada bulan Juli 2013 kemarin jumlahnya sangat besar, sehingga cukup berkontribusi terhadap defisit neraca perdagangan. Bayu mendorong agar para BUMN tersebut bisa merevisi jadwal impornya.

Pada kesempatan yang sama Faisal juga menerangkan agenda Dahlan Iskan di AS.

“Menteri BUMN tadi malam mengadakan pertemuan dengan perwakilan-perwakilan BUMN di New York seperti BRI, BNI dan PTPN XII. Menteri BUMN ingin mendiskusikan apa yang bisa lebih diperbuat untuk memperkuat pasar Indonesia di AS,” kata Faisal.

Dahlan Iskan dalam pertemuan itu lebih memfokuskan diri pada potensi perwakilan PTPN XII apakah ekspor kopi Indonesia bisa kembali ditingkatkan.(kl/hen)

Dahlan Iskan Kumpulkan Perwakilan BUMN di New York


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN Dahlan Iskan, Kamis malam di New York, Amerika Serikat, mengumpulkan perwakilan perusahaan milik negara seperti Bank BRI, Bank BNI dan PTPN 12, mendiskusikan langkah yang harus ditempuh untuk memperkuat pasar Indonesia di negara tersebut.

"Pertemuan itu dilakukan agar BUMN lebih fokus pada peningkatan potensi masing-masing dalam mengatasi dampak krisis ekonomi Amerika Serikat yang terjadi beberapa waktu lalu," kata Dahlan dalam siaran pers yang diterima Antara, di Jakarta, Jumat.

Menurut Dahlan, akibat krisis moneter tersebut omset BRI turun 40 persen, tapi kini sudah pulih kembali. Bahkan sudah lebih tinggi dari sebelum krisis dengan staf lebih kecil.

BRI saat ini memiliki delapan staf di New York, dan BNI memiliki 23 staf, jumlah tersebut berkurang drastis dibanding sebelum krisis 1998. "BNI juga sudah mulai pulih meski belum mencapai puncaknya kembali," tegas Dahlan.

Pada kesempatan itu, mantan Dirut PT PLN ini juga mendiskusikan apakah potensi ekspor komoditas kopi PTPN 12 bisa kembali ditingkatkan. Ekspor kopi Arabika PTPN 12 ke Amerika Serikat pada 2012 mencapai 378 ton.

Direktur Utama PTPN 12 Irwan Basri mengatakan, selain ke Negeri Paman Sam, PTPN 12 juga banyak mengekspor kopi Arabika seperti ke Jerman sebanyak 377,1 ton, Belanda 288 ton, Italia 180 ton, Inggris 108 ton, Mexico 36 ton, Australia 18 ton, Norwegia 16,5 ton.

Dengan begitu total ekspor kopi Arabika ke mancanegara pada 2012 mencapai 1.401,16 ton. Sementara ekspor kopi jenis Robusta PTPN 12 total mencapai 1.050 ton meliputi Italia 774 ton, Jepang 90 ton, Belgia 72 ton, Belanda 42 ton, Jerman 36 ton, Inggris 36 ton. "Total ekspor kopi PTPN 12 selama 2012 (Arabika dan Robusta) mencapai 2,451,6 ton", ujar Irwan.

Menanggapi potensi ekspor kopi PTPN 12 tersebut, Dahlan Iskan menambahkan, agar permintaan mancanegara tersebut juga ditangani BUMN lainnya.

"Minggu sore (8/9) saya akan mengumpulkan Dirut PTPN di Jakarta untuk menindaklanjuti peningkatan ekspor hasil perkebunan Indonesia," tegasnya.

Dengan menurunnya nilai rupiah sekarang ini ekspor Indonesia harus lebih meningkat. Tentang himbauan Memperdag agar BUMN menunda pembelian pesawat-pesawat baru, Dahlan mendukung keinginan itu. "Impor pesawat itu meski jumlahnya sedikit tapi makan devisanya sangat besar," ujar Dahlan.

Dahlan Iskan Panggil 3 BUMN Berbasis di AS, Ada Apa Ya?


Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan menggelar pertemuan dengan tiga perwakilan perusahaan pelat merah yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Upaya ini bertujuan untuk memperkuat pasar Indonesia di negeri Paman Sam tersebut.

Tiga BUMN itu antara lain, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII.

Dahlan mengatakan, pertemuan ini membahas kinerja perbankan pelat merah yang pernah mengalami penurunan omzet hingga 40% akibat krisis keuangan global pada tahun 1998.

"Tapi kini (omzet) BRI dan BNI sudah pulih kembali, bahkan lebih tinggi dengan jumlah staf masing-masing 8 orang dan 23 pegawai walaupun jumlah staf ini sudah berkurang drastis," ungkap dia dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (6/9/2013).

Dalam agenda pertemuan tersebut, Dahlan juga memfokuskan diskusi terkait potensi ekspor perkebunan oleh PTPN 12, seperti komoditas kopi.

Tahun lalu, dia mencatat, ekspor kopi Arabika dari perusahaan perkebunan itu ke beberapa negara mencapai 1.401,6 ton. Terdiri dariAS mencapai 378 ton, sebanyak 377,1 ton ke Jerman, Belanda sebanyak 288 ton.

Selain itu, ekspor kopi Arabika ke Italia sebesar 180 ton, Inggris 108 ton, Meksiko sebanyak 36 ton, Australia 18 ton dan Norwegia sebanyak 16,5 ton.

Sementara ekspor kopi Robusta sepanjang 2012 mencapai 1.050 ton, antara lain Italia 774 ton, Jepang sebanyak 90 ton, Belgia 72 ton, Belanda 42 ton, Jerman 36 ton, Inggris sebanyak 36 ton.

"Menurut Direktur Utama PTPN 12, Irwan Basri, total ekspor kopi pada tahun lalu sebesar 2.451,6 ton," tutur Dahlan.

Untuk menggenjot ekspor hasil perkebunan ke berbagai negara, Dahlan mengaku akan memanggil para direksi PTPN di Jakarta. Rencananya dia akan terbang dari AS ke Jakarta pada tanggal 8 September ini.

"Minggu sore (8/9/2013) akan kumpulkan dirut PTPN di Jakarta guna membicarakan peningkatan ekspor hasil perkebunan. Sebab dengan pelemahan nilai rupiah, ekspor Indonesia harus lebih meningkat," pungkas dia.

http://bisnis.liputan6.com/read/685314/dahlan-iskan-panggil-3-bumn-berbasis-di-as-ada-apa-ya

INA dan kunjungan Dahlan Iskan


Mungkin tidak banyak yang tahu jika kita masih punya anak perusahaan PT.DI berdiri di US, IPTN North America.Inc. Perusahaan ini 100 persen sahamnya dimiliki oleh PTDI. Perusahaan ini berkantor di bangunan dua lantai miliknya sendiri yang sepadan dengan kantor-kantor lain di sekitarnya. 

Di sela-sela kegiatan kunjungan ke US,  Dahlan Iskan sengaja menyempatkan diri mengunjungi salah satu anak usaha PT Dirgantara Indonesia (Persero) di Seattle di Amerika, IPTN North America, Inc. (INA, Inc.). INA bergerak di bidang usaha pemasok suku cadang pesawat terbang.
Direktur Utama Ina Inc Gautama Indra Djaja. 
Tidak hanya untuk PTDI tapi juga negara-negara lain, bahkan lebih besar (pasokannya) ke negara-negar lain,  

Berdasarkan diskusi dengan jajaran direksi, Ina Inc sudah mampu mandiri dan tidak mendapat subsidi dari induknya (PTDI) di Bandung, Jawa Barat. Usaha yang dilakukan Ina Inc adalah menjadi pemasok suku cadang (spare part) pesawat terbang, tidak hanya untuk PTDI tapi juga untuk negara lain.

Dari sisi omzet, Ina Inc ini sudah memperoleh hasil yang signifikan. Bahkan omzet dari PTDI ini hanya sekitar 10 persen dari omzet Ina Inc sendiri.

Tidak hanya untuk PTDI tapi juga negara-negara lain, bahkan lebih besar (pasokannya) ke negara-negar lain,  


Berdasarkan diskusi dengan jajaran direksi, Ina Inc sudah mampu mandiri dan tidak mendapat subsidi dari induknya (PTDI) di Bandung, Jawa Barat. Usaha yang dilakukan Ina Inc adalah menjadi pemasok suku cadang (spare part) pesawat terbang, tidak hanya untuk PTDI tapi juga untuk negara lain. 
Berdasarkan diskusi dengan jajaran direksi, Ina Inc sudah mampu mandiri dan tidak mendapat subsidi dari induknya (PTDI) di Bandung, Jawa Barat. Usaha yang dilakukan Ina Inc adalah menjadi pemasok suku cadang (spare part) pesawat terbang, tidak hanya untuk PTDI tapi juga untuk negara lain. 


Dari sisi omzet, Ina Inc ini sudah memperoleh hasil yang signifikan. Bahkan omzet dari PTDI ini hanya sekitar 10 persen dari omzet Ina Inc sendiri.


Dahlan Iskan tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan dalam segala kunjungan.

Setelah mengunjungi bangunan dua lantai milik INA, Dahlan kemudian memenuhi undangan masyarakat Indonesia yang ada Seattle. Dalam acara itu ia mengatakan banyak didiskusikan masalah diaspora dan ekonomi Indonesia. Hadir di acara tersebut tenaga-tenaga ahli yang bekerja di Seattle antara lain di Pabrik pesawat Boeing dan di Microsoft," katanya.


Photo Dahlan Iskan bersama Irawan Nugroho, US. 6 September 2013.

Berkibarlah Indonesiaku.
sopyan.thamrin



 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost