Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Juli 2014

Ricky Elson : Catatan Panjang, tentang 2 Tahun lalu, ditanggal yang sama


Catatan pengingat perjalanan... di Negri tercinta

Bismillaah..
Hari ini, ya persis sama jam segini...
2 tahun yang lalu, 20 Juli 2012..
Setelah sehari sebelumnya jam 19 saya baru mendarat dibandara Soe-Hatta, memenuhi janji pada RI 1 dan Semua Peserta yg hadir di pertemuan kesepakatan misi pengembangan Mobil Listrik Nasional, 2 Bulan sebelumnya, 25 Mei 2012, yg terdiri dari 38 Rektor dan 6 orang mentri terkait.


Janji dihadapan mereka, akan menyerahkan Teknologi Mesin Mobil listrik 
dalam 3 Bulan, berupa Prototype Permanent Magnet BLDC Motor. BLDC Motor kapasitas 25kW, dgn berat 16kg, yg akan menjadi mesin penggerak Mobil Listrik PT PINDAD.


2 Tahun lebih cepat dari rencana Nasional, yang baru akan bikin prototype BLDC Motor itu tahun ini, 2014, bahkan belum dimulai. menjalankan misi Ghost Protocol, saya sendiri.
Dengan tantangan akan ditangkap di Bandara Jepang dan di Imigrasi Indonesia, karna membawa komponen Mesin seberat 15 kg didalam Koper, karna tuduhan Pencurian Teknologi,
Ya, karna Teknologi Prototype ini, baru saja saya kembangkan di Jepang, dan belum sempat dipatentkan,  dengan Teknologi Cogging-Less terbaik di dunia, saat inipun, mengalahkan teknologi Cogging dari Electric Motor buatan Toyota, Honda, Nissan, Hitachi, bahkan yg menjadi mesin Tesla,
yaitu Electric Motor buatan UQM Amerika sekalipun tak mampu menandingi teknologi Cogging Less ini, sampai saat ini.


Namun itu.. pada akhirnya tak berarti di negri ini, bukan karna tak dihargai...dan saya tak pernah sedih, karna memang negri ini belum tahu bahwa teknologi tersebut sangat berharga...


Mereka mengira, bahwa Motor dan Generator itu bisa dirancang siapa saja.
dan saya pun tak punya kekuatan untuk meyakinkan Negri ini.

Malam tgl, 19 saya menginap didekat Bandara SoeHatta. dan tgl 20 Juli 2012, jam 4 pagi, telfon berdering... terdengan suar si seberang sana,
"Ricky..... anda dimana" tanya nya Khas..
"Alhamdulillaah, sudah di Indonesia dan sekarang di dekat Bandara, Pak"
jawab saya.
"Anda, Bisa ndak segera ke Tempat saya, ya.. saya tunggu".
kejarnya..
"Segera , Pak..saya ke sana" balasku.

Segera saya meninggalkan istri saya untuk Pulang sendiri ke Padang, dan saya ke Apartemen penelpon barusan, yang dari pertemuan saya dengannya..
Begitu banyak dan begitu drastisnya cerita hidup saya di Indonesia.

Jam 4, segera saya meluncur dengan Taksi ke area SCBD Sudirman, dan lansung ke lantai 5..
dan disana, Seorang Mentri (hanya ditemani istrinya..) tanpa ada pengawal dan pembantu .
dalam hati saya bergumam,


"Ternyata di Indonesia juga ada "orang gila" yang mengajak rapat subuh subuh begini."... ini orang pertama.

Ya, saya dipanggil oleh Bapak Dahlan Iskan Rapat, jam 5 pagi.. tentang Rencana pengembangan Mobil listrik, tentang rencana pengembangan pembangkit listrik Tenaga Angin dan Rencana rencana beliau lainnya. 


Hari itu juga, beliau menelfon seseorang...  Ibu Tri Mumpuni, yang punya kebiasaan yang sama, "Rapat untuk mendiskusikan hal Yang Penting, setelah Sholat Subuh"
(Ini orang gila ke dua..., mungkin saya yang ketiga, ikut2an gila)

Saya menceritakan, keberhasilan saya, "Membawa pulang" mesin rancangan saya, dan menyatakan, bahwa, saya dan PINDAD, sesuai rencana akan menyelesaikan Mobil Listrik Indonesia pertama dengan mesin Penggerak hasil rancangan dan karya anak Indonesia..


Dengan permintaan, Agar HUTANG saya dibayar...
"loh, anda punya Hutang? berapa? pada siapa? "
Tanya beliau...
" Iya, pak.. pada Saudara di Timur Negri ini, 3 Milyar... "
jawab saya..
"Hutang apa itu?" kejarnya..
"Hutang janji, akan menerapkan pembangkit listrik tenaga Angin,
yang saya kembangkan di jepang... sebanyak 100 buah di desa yg belum terjangkau PLN sejak Negri ini Merdeka, saudara saudara saya.." , Saya tidak tahu beliau dulu Dirut PLN.
"Loh, anda yakin bisa ? dengan PLT Angin kecil anda itu? " tanya beliau..
"Yakin sekali.... , InsyaAllaah"...jawab saya..
"Baik, kita laksanakan, saya carikan orang yg akan membantu Anda, Dengan catatan anda juga bisa menyelesaikan Mobil Listrik PINDAD (tepat waktu)"..


Segera beliau menelpon seseorang, yg tak lain adalah Ibu TRI MUMPUNI.
Dan saya pun didalam hati berjanji menyelesaikan Mobil Listrik PINDAD sesegera mungkin, untuk ditampilkan di HARTEKNAS, di Sabuga, ITB 8 Agustus 2012.

Alhamdulillaah ke dua nya terwujud..
walau di akhir tahun 2012, terjadi sedikit masalah tuduhan pencurian teknologi mobil listrik melalui Media, oleh salah seorang pengembang mobil listrik indonesia, karna kesalahpahaman.

Diawal dan pertengahan tahun 2014 ini, hampir semua Universitas yang ditunjuk untuk pengembangan Mobil Listrik Nasional, mengumumkan hasil pengembangan mobil listrik mereka...
Namun sayang sekali, saya belum mendengar kabar pengembangan Motor Listrik, sebagai mesin penggerak Mobil Listrik tsb..


Baru sebulan yang lalu, saya mendengar, rencana sebuah Universitas untuk membuat prototype BLDC Motor penggerak mobil listrik tsb, dan tentu saja bersama PINDAD.
atau mungkin lebih tepatnya.., memesan pembuatan nya pada PT PINDAD.


Inikah rencana prototype Mesin Mobil Listrik nasional thn 2014 itu? mudah2an tahun ini benar2 terwujud.Tapi sedikitnya saya bahagia,
Telah menitipkan teknologi pendesainan dan pembuatan Motor Listrik Mesin Penggerak Mobil Listrik tsb, ke PT Pindad 2 tahun lalu.


Di satu sisi, saya sangat kecewa pada 38 rektor dan Mentri2 yang hadir pada saat itu, yg menjanjikan keberhasilan rencana PJ ini.. namun, pada akhirnya tak satupun Univ yg mengembangkan Mesin Mobil listrik ini 
dengan tangan dan fikiran Mereka... 


Bagaimana kah nasib negri ini...

Sambil mengingat ... apa yang telah terjadi 2 Tahun ini...
Semoga ada Protes, dari salah satu Univ, yang Menyatakan mereka telah melakukan penelitian/perancangan/pembuatan Prototype Electric Motor for Electric Vehicle, dengan kapasitas.. 50kW sd 60kW...

Semoga ada protes...

Terima kasih Pak Dahlan Iskan.. atas kepercayaan yang diberikan terhadap saya...
2 Tahun setelah memutuskan  kembali pulang ke Negri ini

20140720... 

By Ricky Elson.

Sumber : https://www.facebook.com/ricky.elson

Kamis, 10 Oktober 2013

Dahlan Iskan yang tidak saya kenal

Dahlan yang Tidak Saya Kenal

CATATAN: CAROLUS TUAH

SUNGGUH saya memang tidak kenal, dan tidak pernah bertemu seorang Dahlan (Iskan). Dalam ingatan saya, Dahlan adalah seorang “konglomerat” media, wartawan, direktur PLN, dan menteri. Di harian Kaltim Post, saya sering melihat tulisan Dahlan. Melihat, tapi jarang membaca. Saya lebih suka menyimak ucapan Dahlan di televisi. Lugas, tidak berbasa-basi, juga cengengesan.

Saya bukan pendukung, apalagi pengagum Dahlan. Tak pula satu buku tentang Dahlan yang saya baca. Informasi dan pemberitaan tentang Dahlan sudah sangat berlimpah, entah melalui media massa hingga media sosial. Saya merasa tidak perlu untuk mendalami informasi tentang Dahlan.

Anehnya, saya malah sering tergoda untuk melirik informasi, atau lebih tepatnya gosip, tentang Dahlan. Dari soal dugaan pemborosan PLN, memiliki banyak istri, hingga reputasi “kejam” ketika menjadi bos Jawa Pos.

Dan, saya merasa perlu untuk menerangkan kenapa harus menulis tentang Dahlan: ditantang oleh Felanans Mustari, seorang jurnalis muda Kaltim Post yang cerdas. Dia mengejek saya. Ketimbang sinis terhadap sikap politik Dahlan, kenapa tidak menulis secara terbuka? Sambil menahan malu, saya memutuskan untuk membuat tulisan singkat di depan wartawan ini.

Karena tidak kenal, tentu saja saya tidak peduli terhadap Dahlan. Rasa abai terusik ketika mendengar Dahlan berhasrat menjadi presiden! Sebagai warga negara Indonesia yang berdomisili di provinsi kaya sumber energi, saya merasa harus memastikan pemimpin negeri ini tak mengulang ketidakadilan terhadap warga Kaltim.

Pertanyaannya, apa yang ada di kepala Dahlan? Apa yang membuat dia merasa pantas menjadi presiden? Apakah jabatan menteri tidak cukup? Apakah haus kekuasaan? Atau Dahlan adalah bagian dari kumpulan orang sakit jiwa yang bermimpi menjadi presiden?

Menjadi presiden tidak mudah dan tidak murah, meski Dahlan banyak duit. Dahlan bukan seorang politikus, bukan kader partai. Di berbagai survei, Dahlan (masih) kalah populer dengan orang lain yang disebut sebagai calon presiden.

Sebagai orang yang bergiat di organisasi nonpemerintah, tentu saja saya mengamati perilaku pejabat-politikus berikut produk politiknya. Sukar bagi saya untuk tidak membandingkan gaya kepemimpinan dan gaya hidup-penampilan mereka.

Di Kaltim, nyaris semua pejabat publik identik dengan kemewahan yang dibiayai APBD. Dalam konteks ini, Dahlan yang tampil sederhana adalah contoh buruk bagi mereka yang gemar tampil rapi, protokoler, berselubung baju dinas, bahkan menggunakan pakaian ala Eropa.

Pejabat yang berjalan diiringi oleh satu atau dua orang ajudan adalah pemandangan biasa. Seketika saya teringat, saya tidak pernah melihat di layar kaca seorang Dahlan memiliki ajudan yang menenteng tas atau membawa barang lainnya. Atau; bahkan melakukan pekerjaan remeh seperti membukakan pintu mobil. Tidak pernah.

Saya kesulitan untuk menjawab pertanyaan Felanans, apakah tidak ada hal yang bisa dipuji dari Dahlan? Seketika dia memperlihatkan berita tentang ulah Dahlan yang memecat seorang direktur utama BUMN karena istri sang dirut kerap menggunakan fasilitas kantor milik suami. Tetap saja saya berpikir, hal tersebut adalah standar etika yang berlaku bagi pejabat BUMN. Tidak ada yang istimewa.

Sinisme saya lantas sedikit pudar karena teringat peristiwa itu tidak terjadi di kementerian lain. Apalagi di Kalimantan Timur!

Saya “diserang” lagi dengan pertanyaan yang sudah saya duga, apakah saya akan mendukung Dahlan menjadi presiden? Masih dengan sinisme yang sama, saya mencemooh pilihan Dahlan yang kebelet menjadi RI 1 melalui partai politik, yang banyak kadernya tersangkut kasus korupsi. Tapi saya hampir lupa, satu-satunya cara menjadi presiden adalah melalui partai politik.

Felanans kemudian menyentak saya dengan pernyataan agar saya berpikir positif. Bahwa bisa jadi Dahlan akan menjadi tukang reparasi, memperbaiki partai, membuat partai politik menjadi institusi yang kredibel dan dipercaya publik.

Akhirnya, saya menjanjikan beberapa hal. Pertama, saya akan mencoba mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang Dahlan. Kedua, jika saya memiliki kesempatan bertemu langsung dengan Dahlan, saya akan menyerang dia dengan banyak pertanyaan mengenai apa yang ingin dia lakukan. Ketiga, saya tidak akan bergabung dengan relawan, tim sukses, dan barisan pendukung Dahlan. Tetapi yang keempat, mungkin saya akan memilih Dahlan. Bukan untuk menyenangkan hati Felanans dan para pendukung Dahlan, tapi jika saya telah menemukan sendiri bahwa Dahlan bukan pembohong. (*/zal/k1)

*Penulis adalah penggiat antikorupsi di Kaltim dan bergabung di Pokja 30.

http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/34524/dahlan-yang-tidak-saya-kenal.html

Kamis, 03 Oktober 2013

5 Hal dari Dahlan Iskan yang Merugikan Orang Lain


Tidak bisa dipungkiri, Menteri BUMN Dahlan Iskan punya potensi untuk menduduki kursi RI-1. Dari kinerja hingga aura yang melekat membuat Dahlan Iskan diterima disemua lapisan masyarakat, terutama lapisan bawah yang selama ini jarang tersentuh tangan-tangan kekuasaan pemerintah. Tapi begitupun, ada beberapa hal dari Dahlan Iskan yang dianggap merugikan orang lain.
1. Hobbynya Dahlan Iskan
Sementara banyak pejabat yang hobbynya mengoleksi rumah, mobil serta wanita, lain halnya dengan Dahlan Iskan. Hobby beliau adalah kerja…kerja…kerja. Jangankan untuk berfikiran seperti pejabat kebanyakan dengan hobby level atas itu, meluangkan waktu untuk istirahat saja beliau susah. Waktu istirahat yang minim itu juga yang merusak levernya. Bayangkan, setiap hari beliau hanya menyisihkan 2-4 jam untuk istirahat. Selebihnya kerja…kerja…kerja…
Yang dirugikan dari hobby Dahlan Iskan adalah bawahannya di BUMN. Soalnya, gara-gara kinerja Bossnya yang luar biasa, waktu tidur mereka pun jadi ikut terkuras. Mereka dipaksa berfikir tanggap dan bereaksi cepat. Tentunya ini sangat merugikan bagi sebagian besar golongan atas BUMN yang selama ini menikmati gaji buta.
2. Inovasi Dahlan Iskan
Visi Dahlan Iskan untuk membangun bangsa Indonesia sangat luar biasa. Beliau tidak ragu untuk merogoh koceknya demi membiayai para inovator dan kreator yang juga anak negeri untuk mengembangkan potensinya. Putra Petir, kumpulan pemuda jenius bentukkan Dahlan Iskan mampu menciptakan mobil listrik yang tidak kalah dari negara modern lainnya. Anak negeri jenius yang selama ini disia-siakan mulai unjuk gigi. Mereka yang dulu takut berinovasi gara-gara masalah dana, kini bisa fokus kerja. Ada Dahlan Iskan yang nalangi (mendanai).
Yang dirugikan adalah para pebisnis picik yang menggunakan segala kemampuannya untuk mengebiri kejeniusan para penemu. Soalnya, jika para penemu itu, semisalnya Putra Petir bisa buat mobil listrik yang canggih dan murah, pebisnis picik itu bakal kehilangan lahan untuk memasarkan dagangannya berupa mobil dari luar negeri.
3. Cita-cita Dahlan ISkan
Pada konvensi Demokrat yang digelar beberapa waktu lalu, Dahlan Iskan bercita-cita untuk menuntut para koruptor secara pidana dan perdata.
Kalau yang ini sudah jelas siapa yang dirugikan seandainya Dahlan Iskan berhasil jadi presiden dan mewujudkan cita-citanya tersebut.
4. Berdikari ala Dahlan Iskan
Berdikari, berdiri di atas kaki sendiri. Konsep mulia yang kini tinggal fosilnya ini bakal dihidupkan Dahlan Iskan. Gak tanggung-tanggung, dengan jabatannya sebagai Menteri BUMN, beliau bakal menggeber habis perusahaan yang bernaung di bawah BUMN untuk tak lagi bermanja-manja. Setelah sekian lama mati suri, potensi besar BUMN di bawah arahan Dahlan Iskan bakal menciptakan prestasi luar biasa dan akan bisa mengalahkan perusahaan asing yang selama ini menjadi parasit yang mengisap habis sumber daya Indonesia. Bangsa ini akan segera berdikari melalui BUMN-nya.
Yang dirugikan tentu saja pihak asing dan orang Indonesia yang jadi antek-anteknya (baca; penghianat bangsa). Karena mereka bakal terusir dari negeri ini. Tentu saja mereka juga bakal mengantisipasinya dengan segala tipu daya agar Dahlan Iskan gagal menjalankan konsep berdikari.
5. Dahlan Iskan Anti Birokrasi Ribet
Dahlan Iskan itu seperti personil Unit Reaksi Cepat di pemerintahan. Beliau tak takut menerobos belantara birokrasi yang dipenuhi duri tajam demi lancarnya pembangunan. Alhasil, Dahlan Iskan ‘berhasil’ mendapat julukan Menteri Koboy.
Yang dirugikan dari hal di atas sangat banyak. Oknum-oknum di pemerintahan yang punya prinsip “Kalau bisa lama, ngapain dipercepat” bakalan gerah karena lubang-lubang penghasilan mereka bakal tertutup. Apalagi jika Si Koboy duduk di kursi RI-1, birokrasi yang selama ini dijadikan alat untuk mempersulit bakal dipangkas.
(marlen)

Dibalik Dahlan Iskan : Tiga BUMN Pesan 16 Unit Mobil Listrik



JAKARTA - Perancang mobil listrik Dasep Ahmadi sibuk luar biasa menjelang pelaksanaan KTT APEC yang dimulai 5 Oktober besok. Tiga BUMN memesan 16 unit mobil jenis electric microbus dan electric executive car.

Agar mendapat hasil terbaik, Dasep bahkan harus mematikan telepon selulernya selama beberapa hari ini. Hal itu dilakukan supaya lebih konsentrasi untuk menjamin kendaraan-kendaraan buatannya itu tidak bermasalah ketika ditumpangi kepala negara dari berbagai penjuru dunia. Nama baiknya dipertaruhkan.

Dasep memanfaatkan workshop miliknya di Cilodong, Depok, untuk merakit kendaraan-kendaraan itu.
Presiden Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama ini bahkan menolak diwawancarai terkait persiapan kendaraannya untuk operasional APEC. "Lagi konsentrasi buat memastikan semuanya lancar. Jumat beliau akan ke Bali," ujar Suharto, partner Dasep di PT Sarimas Ahmadi Pratama, Kamis (3/10).

Menurut Suharto, Sarimas mendapatkan order pembuatan mobil dari tiga BUMN. BRI memesan empat bus dan satu MPV (multi purpose vehicle), PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memesan empat bus dan satu MPV, sementara PT Pertamina memesan enam unit MPV. "Maaf, saya nggak bisa sebutkan nilainya," kata dia saat ditanya total nilai ordernya.

Dua hari lalu satu unit MPV pesanan Pertamina, satu unit bus pesanan BRI, dan dua unit pesanan PGN yang terdiri atas satu bus dan satu MPV telah dikirim ke Bali. Dua kendaraan masih dalam perjalanan dan Rabu malam (2/10) pihaknya kembali mengirimkan dua unit, yaitu satu bus dan MPV. "Biasanya sih menjelang subuh berangkat," ungkapnya.

Untuk membawa kendaraan listrik itu lewat darat, Sarimas menggunakan truk towing untuk MPV dan truk self loader rendah untuk bus. Ditargetkan bisa dikirim dua unit kendaraan listrik tiap malam ke Bali. "Untuk yang mengangkut MPV memang lebih cepat, sementara yang angkut bus lebih lambat karena harus hati-hati lebih berat," tuturnya.

Dengan adanya proyek ini pekerjaan di bengkel Sarimas memang bertambah banyak. Sebab, sehari-hari bengkel ini juga membuat beberapa spare part dan mesin pesanan pabrik-pabrik besar, baik di dalam maupun luar negeri. "Pada saat ada pesanan buat APEC, jumlah pekerja bertambah dari semula 60-70-an menjadi 120-an orang," jelasnya.

Sementara itu, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengungkapkan, total anggaran yang digelontorkan pemerintah Indonesia untuk menggelar APEC mencapai Rp 352 miliar.

Koordinator Investigasi dan Advokasi Seknas Fitra Uchok Sky Khadafi menyebutkan, anggaran untuk APEC dikelola enam lembaga negara secara terpisah. Dalam penelusuran Fitra, anggaran itu berpotensi saling tumpang tindih karena pengelolaannya menggunakan pendekatan terpisah di setiap lembaga.

"Selayaknya anggaran ini dilaksanakan dengan satu pintu atau kementerian yang mengelola anggaran ini agar dapat dilakukan penghematan anggaran negara," jelasnya.

Dari enam kementerian/lembaga yang mengelola dana tersebut, Kementerian Luar Negeri mencatat menggunakan pos anggaran terbesar untuk APEC. Kemlu menghabiskan anggaran Rp 222,42 miliar untuk empat program kegiatan acara APEC.

Menanggapi dana ratusan miliar tersebut, Wakil Ketua Panitia APEC Chairul Tanjung menjelaskan, biaya yang dikeluarkan pemerintah melalui APBN untuk gelaran APEC di Bali ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan KTT APEC di Vladivostok, Rusia, 2012. Disebutkan, di Rusia, KTT APEC menyedot puluhan miliar dolar AS. Sedangkan di Bali "cuma" menghabiskan Rp 364,765 miliar atau setara dengan USD 35 juta yang tersebar di empat kementerian. "Anggarannya Rp 364,765 miliar saja. Atau USD 35 juta. Tidak nyampai billion (dolar)," papar salah satu konglomerat di Indonesia ini.

Dia menuturkan, biayanya jauh lebih kecil daripada yang dirogoh Rusia Sebab, untuk gelaran APEC di Bali tidak semuanya dari APBN. Ada pula beberapa pembangunan infrastruktur yang dibiayai BUMN dan swasta. Contoh jalan tol dan bandara yang dibaiayai BUMN dan pemerintah daerah. Untuk tempat penyelenggaraan di BNDCC, pemerintah tidak perlu merogoh kocek karena sudah disiapkan swasta.

"Tapi, dengan kunjungan wisatawan, yang masuk ke Bali mencapai USD 500 juta. Biaya itu menjadi relatif kecil," ujarnya. (wir/bay/yor/dwi/yes/kim)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost