Tampilkan postingan dengan label Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juli 2014

Pensiun dari Menteri, Ini Pekerjaan Baru Dahlan Iskan


Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggaraan pemilihan presiden (pilpres) telah usai dengan hasil kemenangan sementara oleh pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Sebagai pendukung pasangan Jokowi-JK, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku tidak mengharapkan jabatan atau balas budi apapun dari pasangan tersebut.

"Waktu dukung Pak Jokowi, saya tidak ada minta syarat apapun dan permintaan apapun. Saya kalau tidak jadi menteri, pekerjaan saya juga banyak sekali," ungkap Dahlan saat ditemui di kantornya, Kamis (10/7/2014).

Dahlan mengaku jika pensiun menjadi menteri, dia akan lebih memilih untuk menjadi sosiopreneur yaitu membuat gerakan sosial yang bersifat enterpreneur. Bidang enterpreneur yang akan Dahlan kembangkan yaitu sektor pertanian, energi dan peternakan.

"Jadi kegiatan sosialnya harus menghasilkan uang, tapi uang itu tidak boleh dipakai. Uangnya untuk kegiatan sosial yang harus menghasilkan uang lagi, uang hasilnya harus menghasilkan kegiatan sosialnya," jelas Dahlan.

Dahlan dilantik sebagai Menteri BUMN di Kabinet Bersatu Jilid II pada tanggal 19 Oktober 2011 menggantikan Mustafa Abubakar. Sebelum menjadi Menteri, Dahlan menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) sejak 23 Desember 2009.

Pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 itu adalah mantan CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group yang bermarkas di Surabaya. Dahlan juga merupakan pemenang konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat mengalahkan 10 capres lainnya. (Yas/Ndw)

(Nurseffi Dwi Wahyuni)

Rabu, 23 Oktober 2013

Dahlan Iskan Tularkan Ilmu Bisnis di Undip


TULARKAN ILMU: Dahlan Iskan di Fisip Undip, Rabu (23/10)

SEMARANG -  Demi memenuhi janji, Dahlan Iskan hadir dalam seminar dengan tema Here to be Entrepreneur di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universtas Diponegoro Semarang, Rabu (23/10).  Menteri BUMN itu sudah lama diminta oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Binis Undip untuk menjadi pembicara utama dalam seminar yang juga menghadirkan Direktur Utama PT Perusahaan Jamu Sidomuncul Irwan Hidayat itu.

Dahlan hadir dengan hanya didampingi seorang stafnya. Seperti biasa, dia tidak berpanjang kata dalam memberi ceramah. Dia memilih untuk bertanya jawab dengan peserta. Terutama, mahasiswa yang sudah mulai menjalankan usaha sendiri.

”Bisnis itu tidak untuk diomongkan, diseminarkan, ataupun dirapatkan. Tetapi untuk dijalankan dan dipraktekkan,” katanya.

Dia juga mengatakan, bahwa  bisnis itu butuh inspirasi, tidak mengenal umur, tahapan, punya modal atau tidak. Tetapi berawal dari kemauan yang kuat dari diri sendiri.

”Yang membedakan pengusaha dan bukan pengusaha adalah pada semangat tidak mudah putus asa. Jadi ketika pada kondisi jatuh, dia segera bangkit untuk mengembalikan bisnis dengan strategi yang lebih baik,” paparnya.
Dahlan menambahkan, untuk menjadi pengusaha itu butuh keberanian dalam mengambil keputusan dengan cepat, cerdas dengan memperhatikan segala resikonya. Ia tidak percaya untuk menjalankan bisnis harus ada darah bisnis. Tetapi ia percaya bahwa ada proses penularan karena adanya pembiasaan. “Makanya tidak heran jika banyak anak orang Tionghoa yang menjadi pengusaha. Karena mereka ketularandengan pembiasaan sejak kecil,” imbuhnya.
Hal yang sangat mengejutkan terjadi ketika usai memberi kuliah tiba-tiba Dahlan menuju tempat duduk peserta sebelum meniggalkan ruangan. Tecatat tiga kali ia berpindah tempat hanya untuk melayani mahasiswa yang ingin berfoto dengannya. Sontak mahasiswa pun berhamburan hanya ingin mengabadikan momen bersama pria yang digadang-gadang menjadi calon presiden tersebut.  “Sebenarnya yang memberi kuliah adalah mahasiswa sendiri. Saya hanya mengantarkan,” pungkasnya merendah.
Sementara itu, narasumber lainnya Irwan Hidayat, Pemilik PT.Sido Muncul dalam kesempatan yang sama membagikan kisah suksesnya dalam mengembangkan dan membesarkan perusahaan jamunya. Mulai dari memakai cara-cara tradisional hingga menggunakan alat-alat modern seperti laboratorium.
“Tidak ada yang mudah dalam berbisnis. Sebab, dalam perjalannya pasti akan ditemui berbagai tantangan dan cobaan. Yang terpenting untuk dapat meraih kesuksesan adalah harus berani berimajinasi, bekerja keras dan berdoa,” bebernya.
Irwan berharap para mahasiswa harus berani dalam merintis usaha yang diinginkannya. Sebab, sebagai mahasiswa seharusnya punya nilai lebih karena ditunjang dengan kemampuan akademis yang dimilki. “Selain itu, kunci kesuksesan dalam berbisnis adalah mencintai pekerjaan. Tanpa itu, bisnis tidak akan berhasil,” pungkasnya. (fai/RaSe/medcen)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost