Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Oktober 2014

DAHLAN ISKAN MELAWAN RRC


Saya sering membaca komentar bahwa Dahlan seoarang Yahudi, Jongos Neolib, dan sejenisnya. Saya tidak paham kesimpulan itu bersumber dari apa ya? karena setahu saya Dahlan sebagai wartawan sangat nasionalis, demikian juga sebagai pengusaha media, tidak mungkin rasanya membangun jaringan media sebanyak itu dengan jiwa Neolib. Kemudian sebagai pejabat, hampir tidak ada satu pun kebijakan yang berbaua Neolib, bahkan terakhir saya dengar dari kawan saya yg di BIN gerakan Dahlan sangat ditakuti asing , intinya Dahlan termasuk bagian orang yg di warning untuk tdk menjadi pemimpin di negeri ini, karena kebijakannya yg nasionalis . 

Terakhir misalnya Dahlan sangat menentang Blok Mahakam diberikan lagi ke TOTAL, tapi ngotot diberikan ke Pertamina, dan juga Inalum yg pilih dijadikan BUMN, ketimbang dibeli Jepang. 

Tak hanya itu, sebagai anak buruh tani yang lahir di Magetan, Dahlan sangat gandrung atau jatuh cinta luar biasa memajukan petanian dan agrobisnis di Indonesia, melalui perusahaan BUMN pertanian . Padahal BUMN pertanian sepanjang sejarah sudah seperti BUMN perahan dan ATM para koruptor, kini dijadikan Dahlan sebagai BUMN yg memiliki peran untuk mengentaskan kemiskinan. 

Mungkin sudah jalan Tuhan juga, saat Menteri Pertaniannya memble dan diduga tersangkut beberapa kasus, Dahlan yg menteri BUMN justru jatuh cinta dan memikirkan nasib petani . Saya lhat Dahlan kalau sudah ngomong masalah pertanian sangat berapi-api, pemikirannya sangat cerdas dan maaf rasanya lebih pinter dengan Menteri pertaniannya, atau pun lulusan doktor pertanian. 


Gerakan Dahlan di Pertanian antara lain, dia sangat giat menanam Sorgum. Mengapa karena ketergantungan kita terhadap gandum sangat besar , padahal gandum disinyalir bisa menyebabakan autis . Dahlan sadar , sorgum tidak akan bisa menggantikan gandum yg luar biasa besar ketergantungan dan kebutuhannya, tetapi pemikiran Dahlan , kalau kita menanam sorgum, maka dampak negatif gandum pada anak-anak bisa dikurangi, di samping , pasarnya juga sangat terbuka, karena PT Indofood Sukses Makmur sebagai pengguna gandum terbesar sudah menyanggupi berapapun sorgum yg dihasilkan petani kita. 


Melalui CSR Pertamina dan beberapa perusahaan BUMN lainnya, Dahlan menggerakan BUMN petani untuk menjadi INTI dari petani yg menanam sorgum di beberapa wilayah di Indonesia.

Selain Sorgum, Dahlan juga sangat gencar menanam tumpang sari di lahan Perhutani, beberapa produk lain di sampin Jati, terutama yg Dahlan sangat tertarik adalah tanaman Porang. Tanaman Porang ini kalau di Jawa namanya KATAK. mengapa Dahlan jatuh cinta mengembangkan tanaman Porang, karena Tepung Porang ini harganya mencapai Rp 300 ribu per Kg, dan merupakan tepung termahal di dunia. tepung ini selain untuk bahan makanan kelas atas, juga untuk bahan kosmetik dan banyak permintaan dari luar negeri. Dengan sistim Perhutani sebagai Inti, Dahlan berharap masyarakat sekitar hutan bisa dinaikkan taraf hidupnya dengan menanam Porang.


Kesedihan Dahlan memuncak, saat melihat Bulog terus menerus mengimpor beras , padahal sebagai wartawan ia sering menulis di jaman orde baru, Indonesia bisa melakukan swasembada beras. Dahlan pun berjibaku, semua BUMN di bidang pertanian dikumpulkan disuruh membuat konsorsium untuk mencetak sawah baru. 


Tak hanya BUMN pertanian, BUMN di bidang konstruksi dilibatkan untuk membantu persipan mulai dari pelepasan hingga persipan lahan. Untuk tahap pertama 10.000 hektar dicoba dilakukan di Kalimantan Barat. Semua percetakan sawah baru dibiayai dari PKBL (CSR BUMN).

Masih banyak lagi, bidang pertanian , perkebunan, dan peternakan yg terus menerus jadi perhatin Dahlan, namun luput dari hiruk pikuk pemberitaan, karena memang berita membangun pertanian, perkebunan , dan juga peternakan itu tidak seksi. Beirta peternakan itu belakangan memang menjadi seksi , ketika para petinggi Partai PKS bermain-main di ranah Daging Sapi. 


Soal impor daging ini pun menjadi ironis, karena sejak tahun lalu, Dahlan mati-matian mengembangkan pembibitan sapi di Indonesia, untuk mengurangi ketergantungan impor (melalui BUMN peternakan)..eh tahu-tahu di sisi lain yg konon 'direstui" pejabat lain, justru rakyat dibuat tergantung oleh impor daging sapi , hanya karena besarnya duit yg BERLEMAK pada sistem impor daging sapi kita.

Masih banyak lagi bidang-bidang pertanian yg terus mati-amatian diperjuangkan Dahlan, untuk mewujudkan Indonesia yg gemah ripah loh jinawi yg selama ini sudah hampir dilupakan orang, lantaran kita sudah menjadi jajahan impor produk apapun dari luar negeri, termasuk sayur dan buah.


Belakangan Dahlan sangat tergila-gila untuk "MELAWAN RRC" dengan ganti menjajah RRC (China) dengan membanjiri pasar mereka dengn produk buah tropik kita. 


Saat ini impor buah kita impor buah sekitar 17 triliun per tahun. Dan terbesar dari China. Ironisnya China yg tdk menanam buah tropik (karena iklimnya) mengimpor besar-besaran buah tropik dari Philiphina dan Thailand. Dahlan melihat dengan penduduk 1,2 miliar kebutuhan buah tropik China luar biasa , dan ini mustinya menjadi pasar yg luar biasa untuk ekspor buah tropik kita, tapi nyatanya kok kita gak bisa ekspor ke China tapi malah impor buah dari China untuk yg non tropik. 

Untuk mengisi pasar China yg luar biasa , Dahlan berfikir , tidak bisa hanya dikerjakan secara individual dengan mengerahkan petani, tapi harus mengerahkan korporasi besar , dalam hal ini Dahlan menunjuk PTPN VIII untuk menjadi intinya. Dengan tekat menundukkan pasar RRC, Dahlan pun sejak tahun lalu mencanangkan REVOLUSI ORANGE yaitu penanaman buah tropik secara besar-besaran , dimana proyek ini dikerjakan PTPN VIII dan IPB, serta para petani .


Kalau kita jeli dan jujur mengakui kecerdasan Dahlan , maka terobosan ini luar biasa, kenapa? PTPN VIII yg selama ini merupakan BUMN yg menanam teh di daerah Jawa Barat , sudah bertahun-tahun merugi ratusan miliar setiap tahunnya. Mengapa merugi? Karena tidak semua teh yg ditanam PTPN VIII hasilnya baik , karena banyak lahan PTPN VIII banyak yg berada di datran rendah (10.000 hektar). 


Anehnya meski sudah tahu berpuluh-puluh tahun (sejak jaman Belnda), bahwa tanaman tenh untuk datran rendah tidak bagus , namun manajemen PTPN VIII, termasuk menteri yg dulu-dulu tidak pernah punya pikiran untuk mengganti tanaman teh yg ternyata kwalitas rendah bila ditanam di datarn rendah. 

Nah saat menterinya Dahlan inilah , kemudian Dahlan mengumpulkan para hali, terutama dari IPB , kira-kira tanaman apa yg cocok untuk daerah dataran rendah. Dan para pakar di IPB kala itu merekomendasikan agar tanaman teh itu diubah menjadi perkebunan buah tropik. 

Gayung bersambut, Dahlan langsung setuju , dan saat ini ribuan hektar tanah yg tidak produktif ditanami teh oleh PTPN VIII itu mulai disulap menjadi kebun buah tropik, dimana tahap pertama yg ditanam adalah pisang, pepaya dan manggis. Dan bila semua berjalan sesui rencana, maka diperkirakan tahun depan gerakan MELAWAN RRC, atau mengimbangi impor buah RRC bakal terlaksana, karena PTPN VIII akan menjadi importir buah terbesar ke negara China. 

Luar biasa!!! Dahlan bukan hanya membangkitkan nasionalisme dengan mulai mengurangi penjajahan impor, tapi juga membuat perusahaan seperti PTPN VIII yg berpuluh tahun merugi menjadi berfungsi dan bahkan untung. Dahlan juga "menempatkan" para insinyur pertanian bekerja di bidangnya apabila Revolusi Orange ini terus dikembangkan secara besar-besaran, dimana Korporasi dalam hal ini perushaan BUMN (PTPN) akan bertindak sebagai Lead (inti ) dan petani sebagai plasmanya. 

Lalu dengan berbagai gebrakan Dahlan di bidang pertanian, peternakan dan perkebunan itu, apakah masih kuat mulut dan tangan kita menyebutkan dia JONGOS NEOLIB ...dan lucunya sebutan itu terlandasi oleh keikutsertaan Dahlan dan istrinya di lembaga sosial yg kebetulan pengurusnya bukan orang muslim, seperti Lions Club. Serangan yahudi, dan neolib ini juga pernah diterima Jokowi, hanya lantaran istrinya menjadi pengurus Rotary Club...


Mari melihat segala sesuatau dengan hati yg jernih, jangan dengan e
mosi, perasaan tidak suka, apalagi iri dan dengki...selamat berjuang terus sahabat dan guruku, Dahlan Iskan . Indonesia akan bangkit dengan orang-orang seperti Anda! 


(Selamat Hari Kebangkitan Nasional)
by Nanik Sudaryati

Kamis, 09 Oktober 2014

Dahlan Tidak Tahu JORR S Diserahkan Kepada Marga Nurindo


KATADATA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku kaget mendengar kabar bahwa Menteri Pekerjaan Umum (PU) menyerahkan pengusahaan tol JORR S kepada PT Marga Nurindo Bhakti. Bahkan dia tidak mengetahui perihal Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 515/KPTS/M/2014, yang ditetapkan pada 5  September lalu.
“Belum tahu, baru (tahu) dari Anda. Justru saya ingin tahu tanggalnya (keputusan menteri PU tersebut ditetapkan),” ujar Dahlan kepada Katadata dua hari lalu.
Dahlan malah mempertanyakan kenapa keputusan tersebut ditetapkan pada penghujung pemerintahan sekarang. Namun, dia belum mau berkomentar dulu perihal Keputusan Menteri PU tersebut. Dia mengaku masih akan mempelajarinya terlebih dahulu.
Keputusan Menteri PU ini memang terlihat terburu-buru. Pasalnya keputusan  ini isinya sama dan memang mengacu pada kesimpulan hasil rapat antara Menteri PU, Kejaksaan Agung, BPK dan pihak Marga Nurindo, dua hari sebelumnya. Rapat tersebut bahkan tidak melibatkan pihak Jasa Marga.
“Kenapa diputuskan saat sempit begini? Ada apa?” ujar Dahlan.
Pada akhir 2011, Dahlan sangat berkeras agar tol lingkar luar Jakarta seksi S Pondok Pinang-Jagorawi (JORR S) tidak sampai jatuh kembali ke tangan Marga Nurindo. Saat itu, Dahlan sempat menemui Jaksa Agung, dan meminta agar kejaksaan bisa menyelamatkan aset negara dari perampokan.
Saat itu kelompok Djoko Ramiadji, pemilik Marga Nurindo, sedang berupaya untuk mendapatkan kembali hak atas JORR S. Dahlan menganggap upaya Djoko Ramiadji untuk kembali merebut tol JORR S, merupakan perampokan negara untuk ketiga kalinya pada objek yang sama.
Perampokan pertama adalah dengan meminjam uang kepada sindikasi bank melalui PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Pinjaman  senilai Rp 2,5 triliun ini dengan alasan untuk pembangunan JORR S sepanjang 1994-1998.
Namun, Marga Nurindo tidak bisa melunasi utang, dan tol tersebut diambil alih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Bahkan setelah diaudit, ternyata dana yang digunakan untuk pembangunan tol tersebut hanya Rp 1,07 triliun. Negara pun akhirnya rugi karena tidak semua kredit terpakai. Penyerahan ke BPPN pun merupakan suatu kerugian.
Perampokan kedua, kelompok Djoko Ramiadji bekerja sama dengan oknum-oknum PT Hutama Karya (Persero), dengan menerbitkan surat berharga komersial atau commercial paper (CP) senilai Rp 1,2 triliun. Ternyata CP tersebut palsu, dan Hutama Karya harus menanggung kerugian. Hutama Karya merupakan perusahaan yang membangun konstruksi tol JORR S.
Saat ini Marga Nurindo kembali mendapatkan hak pengelolaan atas JORR S, yang selama ini dipegang oleh Jasa Marga. Padahal sisa utang Marga Nurindo untuk membangun tol tersebut sudah dilunasi oleh Jasa Marga sebesar Rp 522 miliar pada 2011. Bahkan Jasa Marga juga sudah mengeluarkan triliunan rupiah untuk menyambung tol tersebut.

Minggu, 05 Oktober 2014

Dahlan Iskan : MH147 : Bandara Kamil dan Pelabuhan Bergarbarata



Bandara Kamil dan Pelabuhan Bergarbarata : Manufacturing Hope 147

“Saya pernah kehujanan saat antre imigrasi di bandara Bandung ini. Antrenya panjang sampai ke luar bangunan.”

Yang mengucapkan itu bukan orang sembarangan: Walikota Bandung Ridwan Kamil.

“Setahun lagi Pak Walikota tidak akan malu lagi. Bandara wajah baru akan selesai dalam 12 bulan.” Yang mengucapkan ini saya.
Hari itu, pekan lalu, pembangunan terminal baru Bandara Husein Sastranegara Bandung dimulai. Waskita Karya, kontraktornya, sanggup mengerjakannya dalam 12 bulan. Dengan demikian saat HUT kota Bandung September tahun depan, bandara baru bisa jadi kado terbaik.




Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Tri Sunoko, sebenarnya sudah merencanakan pembangunannya tahun lalu. Anggarannya pun sudah siap. Tapi urusan tukar menukar lahan baru minggu lalu bisa tuntas.

Bandara Bandung memang unik. Ini adalah bandara milik TNI AU. Lokasi perluasan ini menyangkut tanah PT Dirgantara Indonesia, PT AP II, dan TNI AU. Harus ada administrasi yang panjang untuk menyepakatinya. Agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Memang bandara Bandung masih termasuk salah satu yang “memalukan”. Mirip dengan kondisi bandara Semarang, Yogya, dan Banjarmasin. Tapi Bandung sedang dalam pengerjaan. Semarang juga segera mulai. Dua minggu lagi.

Bahkan seandainya tidak ada masalah lahan, tahun lalu pun pembangunan Bandara Ahmad Yani Semarang yang baru sudah bisa dimulai. Dirut Angkasa Pura I, Tommy Soetomo, sudah menyediakan dananya sejak tahun lalu.

Bandara Banjarmasin juga sama. Tommy sudah menganggarkan tahun lalu. Persoalan tanah luar biasa alotnya. Tapi masalah itu kini juga sudah selesai. Dua minggu lagi pekerjaan sudah bisa dimulai. Tinggal Yogya yang masih agak lama. Harus menunggu proses perpindahan lokasi ke Kulon Progo. Tidak mudah mengadakan lahan hampir 1.000 ha di lokasi baru.

Setelah Lombok, Medan, Makassar, Riau, Jambi, Palembang, Balikpapan, Denpasar semua memiliki bandara baru, dan kalau pembangunan di Bandung, Semarang, Silangit, dan Banjarmasin selesai, praktis tidak ada lagi bandara di bawah BUMN yang masih “memalukan”.








Hari Minggu kemarin, dalam perjalanan menuju Waingapu, saya meninjau (lagi dan lagi) bandara baru Bali. Bagi yang sudah seminggu tidak ke Bali, baiknya segera ke Bali lagi. Lihatlah terminal domestiknya. Sudah seminggu ini difungsikan. Tidak lagi “nebeng darurat” di terminal baru internasional. Lihatlah ruang check-in-nya. Terbaik di dunia -sepanjang yang saya tahu. Saya lebih menyukai terminal domestik ini daripada terminal internasionalnya yang mewah itu.


Tentu saya juga keliling terminal internasional. Atas dan bawah. Sampai ke ruang boarding. “Ini sudah sekelas bandara Hongkong,” ujar saya pada Herry Sikado, GM Bandara Ngurah Rai yang selama dua jam menyertai saya “olahraga pagi” jalan cepat dari terminal ke terminal.

“Yang jelas sudah mengalahkan bandara Melbourne dan Sydney,” celetuk Sikado. “Saya baru kembali dari sana,” jelasnya. “Nilai bandara Melbourne kira-kira 7,5. Nilai Ngurah Rai setidaknya 8,5,” tambahnya.

Ini dibenarkan seorang turis asal Perth, Australia Barat. Kepada Sikado turis itu mengatakan bandara Bali ini nilainya sembilan. Bahkan mungkin sepuluh. “Bandara Perth nilainya delapan,” kata turis itu.

“Revolusi” harga diri juga terjadi di pelabuhan laut. Minggu lalu, dengan agak dipaksakan, saya diminta meresmikan Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, sebuah terminal modern di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, milik Pelindo III. Saya sebut “agak dipaksakan” karena pelabuhan ini sebenarnya baru benar-benar akan selesai bulan depan. Masih ada beberapa kabel yang belum nyambung.





Masa jabatan saya berakhir 18 Oktober minggu depan. Mungkin Dirut Pelindo III ingin agar saya melihat sendiri apakah antara perencanaan dan pelaksanaannya sesuai dengan yang saya harapkan.

“Melebihi yang kita rencanakan,” komentar saya pada Djarwo Surjanto, Dirut Pelindo III. “Saya tidak menyangka Anda merealisasikannya sebagus ini,” tambah saya sambil menunjuk garbarata.

Garbarata?

Yes! Inilah untuk pertama kalinya penumpang kapal dilewatkan garbarata. Seperti naik pesawat saja. Tidak lagi lewat tangga di dinding kapal yang bergoyang-goyang itu. Yes! Pelindo III memulainya! Sejarah! Terminalnya pun istimewa. Bandara Halim saja kalah! Bandara Terminal I Surabaya pun takluk!

Tapi “dendam” saya sebenarnya bukan di Surabaya. Melainkan di Nunukan. Nunukanlah pelabuhan laut yang langsung berhadapan dengan Malaysia (Tawao, Sabah). Lalu-lintasnya sangat ramai. Tapi pelabuhan penumpangnya ampun-ampun jelek dan semrawutnya!

Rasanya begitu malu. Begitu meninggalkan Tawao dan mendarat di Nunukan njomplang-nya luar biasa. Seolah-olah bangsa ini memang pantas jadi pesuruhnya bangsa Malaysia. Ngurusi pelabuhan saja tidak bisa.

Beda Tawao (Malaysia) dan Nunukan (Indonesia) bukan lagi langit dan bumi.
Tapi langit dan sumur!

Saya langsung telepon Dirut ASDP, Danang Baskoro. “Memalukan,” kata saya. “Ayo kita bangun yang modern. Lebih modern dari Tawao. Ini persoalan kecil,” kata saya.

“Pak Dahlan, itu bukan milik BUMN,” jawabnya sambil tertawa. Begitu gelinya dia mendengar omelan saya, sampai-sampai gerak bibir Danang terasa di HP saya.

“Kalau begitu ajukan permintaan untuk kita ambil alih,” kata saya agak malu.

“Hehehe,” jawabnya.

Kini dengan selesainya terminal penumpang Gapura Surya di Tanjung Perak, dendam itu setengah terbayar. Thanks Pak Djarwo!

Jawaban separonya lagi akan diberikan oleh Dirut Pelindo IV, Mulyono. Tahun depan. Mulyono sudah menganggarkan akan membangun terminal penumpang di Nunukan. Dirut Pelindo I, Bambang Eka Cahyana, juga membangun hal yang sama di Pelabuhan Belawan. Saya sudah setujui desainnya.

Pelindo IV-lah yang akan membalaskan “dendam” kita di Nunukan. Inilah SMS Mulyono, dua hari lalu:
“Selamat pagi Pak Dahlan, kami laporkan untuk Nunukan tahun depan kami anggarkan membangun terminal baru yg akan lebih bagus dibanding terminal penumpang di Tawao (Malaysia)”.

Alhamdulillah. Tentu bukan pepesan kosong. Bukan pula PHP. Sebagai bukti bahwa tekad itu sudah membaja, Mulyono pun kini sedang menyelesaikan terminal penumpang kapal di Makassar sama modernnya dengan yang baru saya resmikan di Tanjung Perak itu. Juga menggunakan garbarata dan eskalator-eskalator.

“Tiga bulan lagi garbaratanya sudah terpasang,” ujar Mulyono.

Tentu saya bangga dengan teman-teman BUMN. Saya pun, dari bawah pohon kesambi di pedalaman pulau Sumba yang kering, sambil memandang “kebun kincir angin” ciptaan Ricky Elson, saya membalas SMS itu: “Saya terharu baca SMS Pak Mul. Kalau terminal di Nunukan itu jadi kelak, jangan lupa SMS saya ya. Meskipun saya tidak jadi menteri lagi, saya akan lihat ke sana.”

Pak Mul pun menjawab: “kami berharap Bapak tetap menyebarkan virus kerja keras, cerdas, dan ikhlas.”

“Amiiin,” batin saya.

Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

***

http://kabardahlaniskan.com/2014/10/06/mh147-bandara-kamil-dan-pelabuhan-bergarbarata/

Rabu, 03 September 2014

Gubernur Se-Sumatera Kompak Bangun Tol Dari Lampung Hingga Aceh

21 Februari 2012, kebuntuan proyek Tol Trans Sumatera yang puluhan tahun cuma jadi wacana akhirnya pecah saat rapat bersama Pak Dahlan dan Gubernur se Sumatera.

http://riaupos.co/9712-berita-3-jam,-tol-sumatera-”selesai’’.html

Terobosan ini juga ditulis oleh Pak Dahlan di MH 15 ini:http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/02/26/terobosan-dua-penyandang-cacat-organ/

Setelah 2 tahun lebih melalui berbagai birokrasi berliku, akhirnya ditemukan titik terang. Berkat gerak cepat Menko Ekonomi Chairul Tandjung, Tol Trans Sumatera akan groundbreaking awal Oktober 2014, tepat sebelum pemerintahan SBY berakhir.

---------

Gubernur Se-Sumatera Kompak Bangun Tol Dari Lampung Hingga Aceh

Pemerintah pusat beserta para pemerintah daerah se-Sumatera sepakat untuk memulai pembangunan Tol Trans Sumatera. Jalan tol sepanjang 1.833 km akan dibangun dari Lampung hingga Aceh melewati Jalur Timur Sumatera.

Peletakan batu pertama atau groundbreaking akan dilakukan pada awal Oktober. Ada empat ruas yang akan menjadi prioritas dibangun pada tahap I.

"Bahwa dalam waktu tak lama, akan di-launching proyek Tol Trans Sumatera dengan empat ruas prioritas," kata Menko Perekonomian Chairul Tanjung usai memimpin rapat koordinasi dengan Gubernur se-Sumatera di Hotel Grand Inna Muara, Padang, (29/8/2014).

Empat ruas tersebut adalah Bakauheuni-Bandar Lampung, Palembang-Indralaya, Pekanbaru-Dumai, dan Medan-Binjai. Keempat ruas tersebut memakan biaya Rp 31,5 triliun dan dipegang oleh PT Hutama Karya.

"Yang lainnya dibangun bertahap, prioritas ada empat dulu. Sampai semua provinsi akan terkoneksi dengan tol nantinya," papar CT, sapaan Chairul Tanjung.

Dalam rapat yang berlangsung, CT mengaku cukup banyak mendapat pertanyaan, saran, kritik, dan keluhan dari para gubernur. Menurutnya, hal-hal tersebut dapat dipahami, untuk mencari solusi yang tepat dalam pembangunan Tol Trans Sumatera.

CT mengakui proyek ini memakan waktu yang lama karena nilainya yang besar. Selain itu, perlu adanya komitmen dari semua intansi pemerintahan hingga pemerintah provinsi.


Sekarang pun masih dilakukan penyelesaian revisi Peraturan Presiden (Perpres) untuk penugasan pelaksana proyek. Diupayakan dalam dua minggu ke depan Perpres yang baru telah diterbitkan.

"Jadi tak simple. Akan tetapi dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, proyek ini akan launching dan segera dibangun," kata CT.

Pembangunan akan diawali dengan anggaran dari APBN melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). CT belum dapat menyebutkan PMN yang dianggarkan, tetapi akan masuk di APBN 2015.

Sebagai informasi, Tol Trans Sumatera total akan terdiri 23 ruas yang sepanjang 2.628 km. Ada 1.833 km utama dan 770 km sebagai koridor pendukung dan melewati semua provinsi di Sumatera. Total kebutuhan dana mencapai Rp 300 triliun.

http://finance.detik.com/read/2014/08/29/152347/2676260/4/

Selasa, 26 Agustus 2014

Dahlan Iskan Tinjau Proyek Pipa Gas Di Aceh Timur

BUPATI Aceh Timur Hasballah HM. Thaib atau Rocky mendampingi Menteri BUMN Dahlan Iskan saat meninjau Proyek Pipa Gas Belawan – Lhokseumawe di Desa Kliet, Kecamatan Ranto Peureulak, Senin (25/8) sore. Foto Bagina Humas Setdakab Aceh Timur








BUPATI Aceh Timur Hasballah HM. Thaib atau Rocky mendampingi Menteri BUMN
Dahlan Iskan saat meninjau Proyek Pipa Gas Belawan – Lhokseumawe di Desa
Kliet, Kecamatan Ranto Peureulak, Senin (25/8) sore. Foto Bagina Humas
Setdakab Aceh Timur
IDI|AP – Menteri  BUMN RI, Dahlan Iskan didampingi Bupati Aceh Timur Hasballah HM.Thaib atau Rocky meninjau langsung proyek pemasangan pipa gas Belawan – Lhokseumawe di Desa Kliet, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Senin (25/8) sore.
Dalam kunjungannya ke Aceh, Dahlan Iskan  juga menggelar pertemuan dengan unsur muspida dan para kepala SKPK serta tokoh masyarakat. Uniknya, Bupati Aceh Timur Hasballah HM. Thaib yang menjemput langsung Menteri BUMN itu ke Bandara Kualanamu Medan dalam perjalan tidak langsung ke Pendopo Bupati di Idi, melainkan meninjau terlebih dahulu proyek yang berada sekitar 20 kilometer ke arah selatan jalan negara.
Dalam wawancara di lokasi pemasangan pipa gas, Dahlan Iskan bersyukur atas terwujudnya proyek tersebut, karena sebelumnya proyek Pertaga itu diragukan semua pihak, bahkan awalnya sempat dibawa ke Medan, namun Dahlan Iskan berskeras agar proyek tersebut di Aceh.

“Setelah proyek ini selesai, maka tidak hanya PT Arun NGL dan PT KKA yang akan berdenyut kembali, namun setiap wilayah misalnya Aceh Timur juga bisa mengambil manfaat, karena setiap wilayah yang dilaluinya tersedia pintu-pintu gas yang bisa disuplay kapan saja untuk kebutuhan industri,” ujar Dahlan Iskan. Setelah meninjau proyek dipedalaman Aceh Timur terebut, selanjutnya Dahlan  Iskan menuju Pendopo Bupati Aceh Timur di Idi untuk tatap muka dengan unsur muspida dan tokoh masyarakat, termasuk kepala SKPK. (Nil).

Kunjungan Perdana Dahlan Iskan ke Aceh Timur

Aceh Timur – Menteri BUMN RI Dahlan Iskan berkunjung ke Kabupaten Aceh Timur dalam rangka meninjau pos terminal gas di Desa Kliet, Kecamatan Ranto Peureulak. Nantinya, proyek pipa gas pipa gas Belawan-Lhokseumawe ini, akan dipergunakan oleh industri kecil dan menengah di Aceh.

Mantan peserta Konvensi Capres Partai Demokrat ini disambut langsung oleh Bupati Aceh Timur Hasbalah M Thaib di pendopo bupati sekira pukul 18.15 WIB, Senin (25/8/2014). Ini merupakan kunjungan perdana Dahlan Iskan  ke Aceh Timur. (mus)

Jumat, 15 Agustus 2014

Dahlan Iskan : BUMN Semakin Banyak Diandalkan Bangun Infrastruktur


MedanBisnis - Jakarta. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menilai ke depan posisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semakin strategis. Khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur.
BUMN bisa menjadi tumpuan pemerintah untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Karena keterbatasan APBN maka ke depan BUMN semakin banyak diandalkan karena kemampuan pendanaan BUMN semakin baik," kata Dahlan saat ditemui usai acara pidato kenegaraan di Gedung DPR MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).

Dengan kemampuan dan kapasitas saat ini, BUMN mampu menerima penugasan membangun proyek-proyek infrastruktur. Namun pemerintah harus memberi kejelasan tentang dasar penugasan.

"Tinggal fleksibelitas bagaimana cara menunjuk dan menugaskan. Paling nggak solusi paling fleksibel," jelasnya.

Dahlan membenarkan BUMN diminta mengerjakan mega proyek infrastruktur raksasa seperti Tol Trans Sumatera. Namun BUMN hingga kini tak kunjung memperoleh surat penugasan dalam bentuk Peraturan Presiden.

"Ya belum turun izinnya," jelasnya.

Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat pidato kenegaraan hari ini menyinggung peran infrastruktur.

Menurut SBY, pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi namun selama ini ada beberapa proyek nasional yang masih terkendala.

"Proyek infrastruktur terhenti karena politik dan logistik. Nggak mungkin Indonesia jadi negara raksasa tanpa infrastruktur berkualitas dan modern," kata SBY.(dtf)

Sabtu, 09 Agustus 2014

Dahlan Rapat Weekend Bahas Kawasan Wisata Lombok

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Sabtu, 09/08/2014 18:39 WIB


Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memilih tetap bekerja meski saat libur akhir pekan. Sore hari ini Dahlan menggelar rapat bersama bos PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) (Persero) di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pertemuan kali ini membahas pengembangan kawasan wisata premium terpadu Mandalika oleh perusahaan pelat merah. Kawasan Mandalika akan dikembangkan seperti Nusa Dua versi Lombok.

"Malam minggu ini saya rapat dengan direksi ITDC untuk mulai membangun pantai Mandalika di Lombok untuk menjadi seperti Nusa Dua," kata Dahlan kepada detikFinance, Sabtu (9/8/2014).

ITDC merupakan perusahaan pelat merah pengelola dan pengembangan kawasan wisata seperti BTDC Nusa Dua. Dahlan menjelaskan pada pertemuan tersebut akan mendengarkan pemaparan Dirut ITDC IB Wirajaya. Termasuk perkembangan proyek infrastruktur pendukung dan kendala-kendala yang dihadapi di Mandalika.

"KEK Mandalika sudah keluar, amdal, pemetaan potensi bawah laut, visioneering master plan sudah selesai, sekarang membangun fisik dimulai dengan bangun jalan masuk utama seluas 90 meter dengan panjang 4 km dan beberapa jalan jaringan," ujarnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Wirajaya menjelaskan kawasan Mandalika merupakan salah satu produk dari ITDC. Saat ini, perseroan tengah membangun infrastruktur pendukung pada lahan seluas 1.135 hektar tersebut. Mandalika akan dikembangkan menjadi kawasan eco tourism. Tahap awal akan dibangun fasilitas lapangan golf dan hotel.

"Kita sudah melakukan memorandum of understanding dengan beberapa investor. Kebanyakan investor lokal," ujarnya.
(feb/ang)

Minggu, 13 Juli 2014

Dahlan Iskan : Jalan Tol Sumatera Tahap I Rampung 16 Bulan



Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, memprediksi pembangunan jalan tol Trans Sumatera tahap pertama yang akan mulai ground breaking 9 Oktober akan rampung dalam 16 bulan.

"Itu begini, tidak boleh lambat karena ongkos konstruksi bertambah, memang harus cepat, rasanya 16 bulan," tukas Dahlan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu (12/7/2014).

Tahap I yang akan dibangun tersebut di antaranya Medan-Binjai sepanjang 16,8 kilometer (km), ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 135 km, ruas Palembang-Inderalaya sepanjang 22 km, dan Bakahuni Lampung-Terbanggi Besar sepanjang 150 km.

Dengan tidak lagi membicarakan soal anggaran, Dahlan mengungkapkan empat ruas tersebut hanya memerlukan sedikit koreksi lagi agar perencanaan bisnis dapat sempurna.

Jika perencanaan bisnisnya telah matang, maka Menteri BUMN akan mengajukan ke Menteri Pekerjaan Umum untuk disetujui. Dia memprediksi aturan yang sedang diolah di Menteri Koordinator Perekonomian akan selesai dalam 10 hari.

"Karena Menko (Perekonomian) juga ingin cepat, sehingga perkiraan kita Perpres penunjukkan bisa keluar paling lambat 21 Juli," tegas Dahlan.

Sembari menunggu Perpres keluar, Dahlan juga mengemukakan bahwa PT Hutama Karya, selaku pelaksana pembangunan, mengajukan rencana bisnis ini ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Apabila rencana bisnis disepakati oleh BPJT, maka pinjaman bank yang sebesar 30%-40% dapat diterima olehnya. Menurut Dahlan, PT Hutama Karya melihat kesepakatan dengan BPJT diperlukan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Sejauh ini, aku Dahlan, sebagian pembebasan lahan sudah dilakukan. "Sebagian sudah dilakukan, sebagian nego, sebagian pembayaran, intinya dari 4 ruas itu lahannya OK, lahan sesuai undang-undang tugas pemerintah, tidak ada masalah, seperti di Lampung tahap I lahan PTPN VII sudah, kemudian Binjai 50% tanahnya PTPN," jelasnya.

Sesuai dengan plot lahan yang sudah menjadi bagian dari rancangan tol, pembangunan tol ini dipastikan Dahlan tidak dapat berpindah lokasi. Pembangunan jaringan jalan tol ini diharapkannya akan seperti Amerika Serikat dan Tiongkok yang dapat memajukan ekonomi daerah yang dilaluinya.

http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/07/12/264735/jalan-tol-sumatera-tahap-i-rampung-16-bulan

Rabu, 09 Oktober 2013

Dahlan Iskan : Proyek Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya akan Dilengkapi Rel Kereta Cepat




Jakarta - Rencana pembangunan proyek jalan tol di atas laut sepanjang Jakarta-Surabaya bakal dilengkapi fasilitas jalur rel kereta cepat. Penambahan jalur kereta ini masuk di dalam studi kelayakan (feasibility study/FS), yang akan dilakukan selama 6 bulan ke depan. 

Hal ini disampaikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan usai melangsungkan rapat pimpinan Kementerian BUMN di Kantor Pusat Askes Jakarta, Kamis (10/10/2013).

"Mungkin di sana sekaligus dibangun kereta cepat," ucap Dahlan.

Selain dilengkapi jalur kereta cepat, jalan tol yang rencananya membentang sepanjang 775 Km di pesisir pantai utara (Pantura) Jawa ini bakal diisi jaringan fasilitas pipa gas dan kabel fiber optic.

"PGN minta diikutkan. Mau pasang pipa ges. LEN mau ikut. Kita nggak kepikir kesana," sebutnya.

Nantinya untuk tahap studi kelayakan hingga pengembangan, jalan tol yang diusulkan dan dikembangkan secara keroyokan oleh 19 BUMN ini siap menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum sebagai regulator.

Selain itu, Dahlan menjelaskan asumsi awal jalan tol baru ini bisa layak untuk dibangun, karena bisa mendukung pertambahan kendaraan yang pesat di Indonesia.

"Ini ekonomis. 1 tahun tambah mobil 1 juta di Indonesia, tambah motor 8 juta. Tol mungkin baru jadi 5 tahun. Tapi 5 tahun nanti mobil sudah tambah 5 Juta. Sepeda motor tambah 40 juta," terangnya.

(feb/hen)

http://finance.detik.com/read/2013/10/10/104530/2383224/4/proyek-tol-atas-laut-jakarta-surabaya-akan-dilengkapi-rel-kereta-cepat?f990101mainnews

Jumat, 04 Oktober 2013

Tentang Ide Dahlan Iskan : Tol Jakarta Surabaya atas laut


19 BUMN Keroyokan Bangun Jalan Tol Atas Laut 


Jakarta-Surabaya


“Untuk tahap awal kita meminta seluruh BUMN yang terlibat melakukan studi kelayakan (feasibility study/FS) yang ditargetkan rampung dalam 6 bulan ke depan,” kata Menteri BUMN, Dahlan Iskan, usai penandatanganan Nota Kesepahaman Persiapan Rencana Kerja Sama Pengusahaan Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya, di Gedung Sarinah, Jakarta, hari ini.
BUMN-BUMN tersebut adalah PT Jasa Marga Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Waskita Karya Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk, PT Brantas Abipraya, PT Nindya Karya, PT Istaka Karya, PT Pelindo II, PT Pelindo III.
Selanjutnya, PT Semen Indonesia Tbk, PT Krakatau Steel Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank BNI Tbk, PT Bank BRI Tbk, PT Bank BTN Tbk, PT Jamsostek, PT Taspen.
Karena rencana pembangunan jalan tol Jakarta-Surabaya ini masih bersifat studi, maka belum bisa diungkapkan kepada publik teknis pembangunannya termasuk berapa besar biaya yang akan diinvestasikan.
“Ini baru nota kesepahaman bahwa BUMN ini akan “keroyokan” untuk bersama-sama membangun tol Jakarta-Surabaya,” katanya.
Pembangunan jalan tol yang akan menyusuri garis pantai Pulau Jawa tersebut merupakan proyek mendesak yang harus direalisasikan.
“Sekarang kita minta studinya terlebih dahulu, kemudian setelah itu akan meminta izin kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar pelaksanaannya bisa lebih cepat,” katanya.
Masalah terbesar yang dihadapi dalam pembangunan tol Jakarta-Jawa ini adalah soal pembebasan lahan. Namun Dahlan optimistis permasalahan itu bisa dilalui mengacu kepada penyelesaian pembangunan jalan tol Bali yang melintas di atas laut.
“Skema pembangunan persis sama dengan tol Bali,” kata Dahlan. (Ant/DS)
----**** Catatan Dahlanis Yang Tercecer ****----
tol-di-atas-laut-jakarta-surabaya-butuh-biaya-rp-150-triliun
Jasa Marga ingin eksekusi tol atas laut Jakarta-Surabaya
Ide Menteri BUMN Dahlan Iskan agar perusahaan BUMN ramai-ramai membangun jalan tol di atas laut Jakarta-Surabaya langsung disambut baik oleh Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman. Dalam pandangannya, tol ini sungguh diperlukan, sehingga realisasinya diharapkan tidak terhambat seperti yang dialami dalam pembangunan tol di Jakarta.
“Ini baru niat awal bagaimana kita bisa tidak terlambat. Anda bayangkan kalau terlambat seperti Jakarta, semua akan boros,” kata Adit di Gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (3/10)
Namun Adit belum bisa menjelaskan secara teknis apakah nanti tol ini akan menyatu dengan tol yang sudah ada atau tidak. Adit juga belum bisa menyebut berapa dana yang akan dibutuhkan untuk membangun jalan tol ini.
“Bagaimana Jakarta-Surabaya sebagian sudah selesai dan sudah jadi. Ini nanti Alternatif di atas laut sebagian apa semuanya. Tapi jangan memberi harapan luar biasa kepada masyarakat. Kita benar benar ingin terwujud tapi kita belum menyentuh izin dan regulasi,” katanya.
Pihak Jasa Marga bersama konsorsium BUMN juga tidak bisa menjanjikan apakah tol atas laut ini layak di bangun atau tidak. Pihaknya akan melihat kontur pantai Jakarta-Surabaya. Termasuk kajian keuntungan yang akan diraup BUMN jika jalan tol ini beroperasi.
“Kita studi dulu memungkinkan atau tidak. Kita tidak tahu pantai utara sama atau tidak dengan Bali. Kita juga pikirkan jangan sampai BUMN itu merugi. Jangan seolah olah akan terwujud,” tutupnya.
[noe]
----**** Catatan Dahlanis Yang Tercecer ****----

Tol di atas laut Jakarta-Surabaya butuh biaya Rp 150 

triliun

Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama konsorsium 19 BUMN menggelindingkan wacana untuk membangun jalan tol di atas laut dari Jakarta hingga Surabaya. IDe pembangunan tol ini berangkat dari kesuksesan pembangunan jalan tol di atas laut Bali.
Konsorsium 19 BUMN telah menandatangani perjanjian untuk melakukan studi pembangunan tol ini. Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq menyebutkan, butuh biaya sangat besar untuk membangun tol di atas laut sepanjang 775 km ini. Kebutuhan dana ditaksir mencapai Rp 150 triliun.
“Ini paling masalah regulasi. Ini kalau diberi konsesi jangan sampai overlap. Panjangnya sekitar 775 KM. Dananya bisa sampai Rp 150 triliun,” kata Choliq di Gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (3/10).
Konsorsium BUMN yang ikut dalam proyek ini terdiri dari BUMN perbankan, BUMN karya, BUMN asuransi dan lain sebagainya. Anak buah Dahlan yang terlibat dari proyek ini antara lain Jasa Marga, Adhi Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Mandiri, BNI, BRI, BTN, Jamsostek, Taspen, Pembangunan Perumahan (PP), Brantas Abipraya, Istaka Karya, Pelindo II, Pelindo III, Semen Indonesia, Krakatau Steel.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengaku belum bisa memprediksi besaran kebutuhan pendanaan untuk membangun tol ini. Adit juga belum bisa memastikan apakah nanti tol ini sepenuhnya di atas laut atau menyatu dengan tol yang sudah ada.
“Belum, kita studi dulu ini 6 bulan,” tegasnya. Rencana pembangunan tol ini baru sebatas ide dan baru akan ditindaklanjuti melalui proses studi. Pembangunan tol ini belum tentu mendapatkan izin dari pemerintah.
[noe]
----**** Catatan Dahlanis Yang Tercecer ****----



Tol di Atas Laut, Jakarta-Surabaya!

Sar-Jakarta-Surabaya-6-650x400
RENCANA SUPER: Dahlan Iskan mendengarkan paparan  proyek tol laut Surabaya-Jakarta dari Dirut Jasa Marga Adiyatwarman, di Wisma Sarinah, Jakarta, Kamis (3/10)
JAKARTA - Satu lagi mega proyek brilian digagas oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Yakni, membangun jalan tol Jakarta-Surabaya, di atas laut!
Gagasan ini tercetus,  mengacu kepada  keberhasilan pembangunan tol Bali di atas laut. Jalan tol yang digarap dan dibiayai oleh konsorsium dari BUMN itu,  telah diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 23 September 2013.
Pola konsorsium BUMN kembali akan dipakai untuk mewujudkan mega proyek tol di atas laut Jakarta-Surabaya ini.  Untuk itu, dibentuk konsorsium terdiri dari 19 BUMN yang akan menggarap proyek yang layak disebut maha karya itu.
“Beliau (Dahlan Iskan) bilang proyek tol di Bali mendatangkan inspirasi, maka itu Pak Dahlan berpikir kenapa tidak kita bangun tol dengan konsep serupa dan kita bangun jalan tol di atas laut dari Jakarta-Surabaya,” ujar Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman, pada acara  penandatanganan kerja sama pembentukan konsorsium 19 BUMN untuk  persiapan pembangunan proyek ini di Gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (3/10).
Mengenai berapa biaya yang digunakan untuk membangun proyek ini, Adit belum bisa menjabarkannya secara detail. Sebab, proyek ini masih dalam tahap uji kelayakan jalur yang akan dibangun sepanjang Jakarta-Surabaya.
“Untuk dana ataupun berapa panjang jalur ini, kita belum bisa pastikan. Karena proyek ini masih dalam tahap kelayakan jalur. Kami perkirakan tahap kelayakan jalur selesai sekitar 6 bulan,” terangnya.
Pembangunan proyek ini rencananya akan dibagi dua tahap, yakni Semarang-Surabaya dan Jakarta-Semarang. “Kita sih inginnya prosesnya lebih cepat tapi kan tidak semudah itu. Kita lihat nanti selama 6 bulan progresnya seperti apa,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Dahlan Iskan mengatakan akan terus memantau proyek kroyokan ini. “Ini proyek kroyokan yang sangat besar, saya minta perkembangan proyek ini dilaporkan secara rutin,” pintanya.
Dengan adanya proyek ini, Dahlan meminta puluhan BUMN yang terlibat dalam proyek ini supaya fokus dan tidak perlu sibuk mencari-cari proyek lain.
“Jadi silahkan kalian tandatangani perjanjian kerjasama ini, saya hanya menyaksikan saja. Sehingga nanti enggak usah sibuk cari-cari proyek lain,” tegas mantan Dirut PLN ini.
Setidaknya ada 19 perusahaan pelat merah yang terlibat dalam proyek konsorsium ini, seperti PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Brantas Adipraya, PT Nindya Karya, PT Istaka Karya, PT Pelindo II, Pelindo III, PT Semen Indonesia, PT Krakatau Steel, Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, Jamsostek dan Taspen (medcen)

----**** Catatan Dahlanis Yang Tercecer ****----



Dahlan Usul Dibangun Jalan Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya


JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan apresiasi kepada konsorsium BUMN yang telah berhasil membangun jalan tol atas laut Bali. Pembangunan jalan tol Bali tersebut terbilang terselesaikan dalam waktu yang cepat.

 Melihat semangat perusahaan BUMN, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan idenya yang akan membangun jalan tol atas laut dari Jakarta hingga Surabaya. Dirinya pun telah membicarakan ide tersebut di depan 19 BUMN yang akan konsorsium.

 "Ini hasil dari pembicaraan pada Senin lalu, belum tahu mau dibangun atau tidak, ini 19 BUMN tanda tangan studi dulu bersama-sama," kata Dahlan dalam acara penandatanganan sekitar 19 BUMN untuk melakukan studi tol di Sarinah Mall, Jakarta, Kamis (3/10/2013).

 Ia menambahkan, ide jalan tol dari Jakarta-Surabaya ini masih jauh dari tahap pembangunan. Akan tetapi dalam tahap awal selama enam bulan mendatang akan melakukan studi. "Ini baru studi, selesai selama enam bulan, lalu diajukan perizinannya, dari segi kekuatan kuat, perbankan kita kuat, kontraktor BUMN kuat," tambahnya.

"Apakah pemerintah mengizinkan di pinggir laut, pengerjaannya relatif lebih rata, ini jangan sampai memberikan harapan lebih kepada masyarakat, karena ini baru tanda tangan kajian bersama. Momentum jalan tol atas laut Bali jangan sampai hilang, hasil studinya kita ajukan ke pemerintah," jelasnya. 

Oleh karena itu, mantan dirut PLN ini tetap bersikeras untuk menjalani studi terlebih dahulu. Setelah studi didapat, maka yang selanjutnya ditempuh yaitu proses izin. "Apapun kita lakukan studi, dan hasil studi kita ajukan ke pemerintah, tapi kita tetap berusaha, seperti Bali kan sulit sekali izinnya, Ini keroyokan yang sangat besar, karena ini mewujudkan proyek yang besar," tutup Dahlan.(rez) (wdi)


http://economy.okezone.com/read/2013/10/03/320/876022/dahlan-usul-dibangun-jalan-tol-atas-laut-jakarta-surabaya

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost