Tampilkan postingan dengan label Strategi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Strategi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Oktober 2014

"Holding" BUMN Terbentuk Dahlan Apresiasi Peran CT



Jakarta (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan aspresiasi kepada Menteri Perkonomian Chairul Tanjung karena menjadi sosok yang berperan besar dalam pembentukan "Holding" BUMN Perkebunan.
"Terus terang, saya akui peran Pak CT (Chairul Tanjung). Kalau Menkonya bukan beliau, saya yakin `Holding` BUMN Perkebunan belum jadi," kata Dahlan di Jakarta, Senin.
Menurut dia, wacana pembentukan Holding BUMN Perkebunan yang menyatukan bisnis 13 PT Perkebunan Nusantara (I-XIII), sudah dilancarkan sejak 12 tahun silam.
Dahlan menjelaskan, lamanya waktu pembentukan holding BUMN karena kendala koordinasi antarlembaga dan kementerian.
"Ketika Pak CT ditunjuk menjadi Menko, langsung aktif bergerak menguber kemana siapa saja pihak yang terkait dengan rencana pembentukan holding. Pak CT sangat aktif bagaimana holding ini terealisasi," tegas Dahlan.
Pembentukan holding merupakan bagian dari program "Master Plan" BUMN mengurangi jumlah perusahaan milik negara menjadi hanya 25 BUMN pada tahun 2025, dari saat ini sebanyak sektar 140 BUMN.
Dengan terbentuknya Holding BUMN Perkebunan bersamaan dengan Holding BUMN Kehutanan, maka jumlah holding yang sudah tuntas menjadi empat, setelah sebelumnya Holding BUMN Semen dengan nama Holding Semen Indonesia, Holding BUMN Pupuk dibawah Pupuk Indonesia.
"Masih banyak BUMN yang harus dijadikan holding. Kalau saja Pak CT Menko Perekonomian sejak 1 tahun lalu, maka program pembentukan holding diyakini bisa tuntas seluruhnya," ujar Dahlan.
Secara keseluruhan tambahnya, dengan terbentuknya holding BUMN Perkebunan maka akan diperoleh perusahaan yang tangguh, efisien dan pendapatannya dapat mengalahkan perkebunan milik swasta lokal maupun swasta asing.
"Pengeluaran dapat ditekan, sementara aset yang telah disatukan akan lebih besar mengalahkan kebun swasta," tuturnya.
Selain Holding BUMN Perkebunan, Presiden SBY juga menandatangani PP Holding BUMN Kehutanan yang menyatukan PT Inhutani I-V, dan Peraturan Presiden (Perpres) penugasan PT Hutama Karya (Persero) untuk membangun Tol Trans Sumatera.(ma)

Jumat, 11 Juli 2014

Holding BUMN Perkebunan Jadi, Dahlan Iskan Klaim Kinerja Bisa Melonjak



JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menuturkan, semua dari perusahaan perkebunan pelat merah telah siap membentuk Holding BUMN Perkebunan.

"Seluruh PTPN (1 sampai 14) jadi satu perusahaan. Ini akan fantastis," kata Dahlan kepada Kompas.com lewat pesan pendek pada Jumat (11/9/2014).

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini nett profit margin (NPM) dari keempatbelas BUMN Perkebunan hanya sekitar 3,5 persen. Dahlan optimistis, laba bersih bakal naik 400 persen, alias 4 kali lipat.

"Dua tahun setelah jadi holding nanti bisa menyamai perkebunan swasta terbaik, 16 persen. Hehe, ada juga swasta besar yang NPMnya hanya 2,5 persen," lanjutnya.

Pada Kamis (10/7/2014) kemarin, Menko Bidang Perekonomian Chairul Tanjung dan Menteri Keuangan Chatib Basri menggelar rapat, hingga larut malam. Salah satu yang dibahas dalam rapat yang berakhir pukul 22.30 wib tersebut adalah soal holding BUMN Perkebunan.

“Tadi juga dibahas tax allowance, tax holiday, PKL PLN, RPP holding perkebunan dan holding kehutanan, raskin, cadangan beras pemerintah, bea masuk sapi indukan, East Natuna, kilang LNG Badak, kilang minyak dengan Petrokimia dan KPI, pembayaran pendistribusian paket LPG 3kg, mineral dan batubara, energi terbarukan, pengembangan industri manufaktur, dan lain-lain,” papar Chairul.


http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/07/11/190025526/Holding.BUMN.Perkebunan.Jadi.Dahlan.Iskan.Klaim.Kinerja.Bisa.Melonjak

Penulis: Estu Suryowati
Editor: Bambang Priyo Jatmiko

Kamis, 10 Oktober 2013

Proyek Ambisius Dahlan Iskan Baru di BUMN, Kereta Cepat Jakarta-Surabaya


Liputan6.com, Sukses membangun jalan tol atas laut Bali, membuat Kementerian Badan usaha Milik Negara (BUMN) berambisi membuat megaproyek lainnya. Kali ini, 19 BUMN tengah menggagas pembangunan proyek jalan bebas hambatan yang akan menghubungkan Jakarta dan kota paling ujung di Pulau Jawa, Surabaya.

Tak berpuas diri sampai disitu, Menteri BUMN Dahlan Iskan menaikkan ambisinya dengan mengkaji kemungkinan pembangunan jalur kereta cepat dalam proyek tersebut.
"Ya nanti mungkin bisa sekaligus, bisa aja dibangun jalur kereta cepat disitu," ujarnya usai menghadiri Rapat Pimpinan di Kantor Pusat Askes, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2013).

Dahlan yakin, pembangunan proyek ini akan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi mengingat arus transportasi di dua wilayah ini banyak digunakan saat arus mudik dan arus balik. Terlebih lagi, jumlah kendaraan diperkirakan akan terus meningkat tiap tahunnya.

"Jangan lihat sekarang, tambahan mobil per tahun saja sampai 1 juta, ini kan kalau dimulai 5 tahun baru kelar, pasti ekonomis," lanjutnya.

Tak hanya BUMN konstruksi, megaproyek ini juga diklaim sudah mampu menarik minat dari perusahaan pemerintah dari sektor lain. salah satunya adalah Perusahaan Gas Negara (PGN) yang tertarik memanfaatkan proyek ini. "PGN juga minta ikut untuk pasang pipa gas. Kalau Kementerian PU itu sudah otomatis. Pokoknya kita mempunyai asumsi awal kalau di Pantai Utara tidak sesulit Pantai Selatan," katanya.


Seperti diketahui, sebanyak 19 BUMN telah melakukan penandatangan guna melakukan studi kelayakan untuk membuat proyek pembangunan jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya yang diperkirakan akan sepanjang 800 km. Sejumlah BUMN ini antara lain Wijaya Karya, Adhi Karya, Istaka Karya, Brantas Abipraya, Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, Semen Indonesia, Krakatau Steel, Pelindo II, Pelindo III, Taspen, Jamsostek, Jasa Marga, Pembangunan Perumahan, Hutama Karya dan Waskita Karya. (Dny/Shd)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost