Tampilkan postingan dengan label Humanies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humanies. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Oktober 2014

Aksi Dahlan Iskan Joget Dangdut


indosiar.com, Jakarta - (Jumat : 31/10/2014) Dahlan Iskan, Menteri BUMN di era pemerintahan SBY, ternyata sangat luwes berjoget dangdut. Dahlan tampak bersemangat ketika menerima tantangan berjoget dalam program "I Like Dangdut Challenge". Selain untuk kian mempopulerkan musik dangdut, gerakan ini juga untuk mengumpulkan dana bagi pendidikan. Dan pemirsa, berikut kita saksikan seperti apa semangatnya Dahlan Iskan saat ditantang berjoget dangdut.

Di tengah aktivitasnya yang padat ketika masih menjabat Menteri BUMN, Dahlan Iskan menyempatkan diri menerima kru Indosiar di kantornya di Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta usai kegiatan rutinnya berolahraga pagi hari. Dahlan langsung setuju atas tantangan berjoget dangdut yang diajukan tim Indosiar.

Sebelumnya, bos Jawa Pos grup ini latihan joget dangdut sambil mendengar musik I Like Dangdut. Bahkan, ia mencoba menciptakan joget dangdut sendiri.

Setelah sekali latihan, Dahlan pun langsung beraksi. Dahlan pun merasa bangga mendapat tantangan ini karena bisa memajukan musik asli Indonesia sekaligus memberikan sumbangan bagi dunia pendidikan.

Selain Dahlan Iskan, sejumlah tokoh telah siap menjawab tantangan "I Like Dangdut" sambil memberi sumbangan untuk dunia pendidikan. "I Like Dangdut Challenge" ini pun terbuka untuk anda. Silakan mengunggah video goyang dangdut anda ke Vidio dot com. (Ahmad Baehaqi/Dedi Effendy/Sup)

http://www.indosiar.com/fokus/aksi-dahlan-iskan-joget-dangdut_121092.html

Jumat, 19 September 2014

Dahlan Tak Akan Kembalikan Mobil dan Rumah Dinas Menteri, Kenapa?

Dahlan Iskan, Menteri BUMN

Jakarta -Pada 20 Oktober 2014 nanti, seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu II akan mengakhiri masa jabatannya. Saat masa jabatan berakhir, para pejabat negara tersebut harus mengembalikan fasilitas yang diterima. 

Lantas bagaimana dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan? Eks Direktur Utama PT PLN (Persero) tersebut mengaku tidak perlu repot-repot mengembalikan fasilitas negara seperti rumah dan mobil dinas.

Pasalnya, sejak dipercaya menjadi menteri pada 2011, pria asli Magetan (Jawa Timur) ini tidak pernah menikmati fasilitas menteri. Ia selalu beraktivitas memakai kendaraan pribadi yaitu mobil Mercedes-Benz S Class dan tinggal di kediaman pribadi di daerah Sudirman Central Business District, Jakarta.

Bahkan, Dahlan mengaku tidak pernah menikmati gaji Rp 19 juta sebagai seorang menteri karena telah menyumbangkannya kepada salah seorang ahli mobil listrik.

"Saya tidak perlu berbenah-benah karena saya tidak menempati rumah dinas. Tidak perlu ada rumah yang diambil, AC yang dicopot. Mobil juga tidak perlu saya serahkan karena tidak pakai mobil kantor," kata Dahlan usai rapim BUMN di kantor pusat Djakarta Lloyd, Cikini, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Sementara di ruang kerja menteri lantai 19 Gedung Kementerian BUMN, Dahlan tidak merasa harus segera membereskan tempat kerjanya untuk diisi pejabat baru. Ia menyebut ruang kerjanya hanya dipenuhi oleh koleksi buku-buku pribadi yang mudah dibereskan.

"Tidak ada dokumen kantor kecuali buku, yang akan saya sumbangkan ke madrasah. Itu ada sekitar 2.000 buku di kantor," ujarnya.


http://finance.detik.com/read/2014/09/18/145534/2694234/4/dahlan-tak-akan-kembalikan-mobil-dan-rumah-dinas-menteri-kenapa?f9911023

Rabu, 03 September 2014

Lari Pagi dengan Dahlan (Bagian 2-Tamat)


Liku-liku Negosiasi Peminta

“Saya ingin bicara empat mata dengan pak menteri,” kata seorang tamu kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dia rapi, wangi, berwibawa. Dia yg pertama (dari 15 tamu, termasuk saya dan Jo) diminta Dahlan menyampaikan niatnya.

---------------------

Semua tamu terkejut. Semua terhenyak. Ruang kerja menteri sekitar 10 X 10 meter itu, hening. Para tamu duduk terpekur, mengelilingi meja rapat bentuk oval besar. Dahlan duduk di ujung, sedangkan si peminta ‘empat mata’ duduk paling dekat dengan Dahlan.

Seperti dugaan saya, semua orang yg mendekati Dahlan pasti peminta-minta (termasuk saya). Sekecil apa pun permintaannya. Seremeh apa pun permohonannya. Contohnya, peminta ‘empat mata’ ini.

Dahlan menteri, kami rakyat. Ada interaksi tidak seimbang. Tidak equal. Untung di kami, tidak untung di Dahlan. Walau permintaan kecil, minta foto bersama, misalnya. Bagi kami, foto itu membanggakan. Bisa dipamerkan ke khalayak, meningkatkan personal value. Karena pada diri Dahlan kini melekat power.

Sebaliknya bagi Dahlan, foto itu tidak ada untungnya. Beda, andai Dahlan sudah bukan menteri, kelak. Atau saat dia masih miskin, dulu. Kendati, memang, banyak juga kawan kita yg foto semata kagum pada Dahlan.

Saya agak lega. Permintaan saya (beli limbah di salah satu BUMN) sudah tuntas di mobil tadi, secara delapan mata (Dahlan, saya, Jo, dan sopir). Sedangkan tamu lain tak punya kesempatan itu. Mereka harus menyampaikan niatnya di forum tamu ini.

Permintaan bicara empat mata, mengindikasikan rahasia. Dan, rahasia bisa berarti apa saja, termasuk KKN. Jika KKN bisa berakhir di KPK. Ini alur logis.

Mendadak, Dahlan menyentak: “Tidak ada empat mata. Semua orang bicara terbuka disini,” kata Dahlan dengan wajah mengkerut. Suaranya lantang, menyobek keheningan pagi, menyadarkan orang betapa tegas menteri ini.

Yang terjadi kemudian, tamu itu bicara pelan, mirip berbisik. Membuka data, menyodorkan selembar kertas ke Dahlan. Tempat duduk saya di posisi paling jauh dari Dahlan, sehingga tidak bisa mendengar apa yg dikatakan tamu. Kayaknya, dia berupaya nego.

Tapi suara Dahlan keras, memotong penjelasan tamu. Kesimpulannya, tamu itu karyawan perusahaan BUMN di Sumatera. Ada masalah hukum di internal perusahaan dia, terkait bupati setempat. Lalu dia menyodorkan kertas agar ditanda-tangani Dahlan. Ngeri amat...

Apa jawaban Dahlan? “Persoalan hukum diselesaikan di kepolisian. Tidak boleh saya intervensi,” katanya. Lalu tamu menanggapi (saya tidak dengar suaranya). Dahlan cepat memotong: “Tidak bisa.”

Tamu masih menawar lagi, “Kalau begitu, tolonglah pak menteri menghubungi pak bupati.” Dahlan berpikir sejenak, lalu: “Mana nomor telepon bupati?” Ternyata si tamu tak punya. Ya sudah. Selesai.

Dahlan bertanya ke tamu itu: “Ada persoalan lain lagi?” Dijawabnya, tidak. Lantas Dahlan mengalihkan pandangan ke tamu-tamu lain. “Siapa lagi punya persoalan? Coba, sekarang anda,” katanya, menunjuk tamu lain. Otomatis, tamu peminta ‘empat mata’ mohon diri.

Minta Dijadikan Komisaris

Saya hitung waktu, pembicaraan Dahlan dengan tamu pertama hanya 16 detik. Luar biasa...

Tamu-tamu peminta-minta (tolong) lain, juga dipatahkan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Saya nilai, posisi Dahlan benar, dan dia menyampaikan kebenaran dengan sangat tegas.

Saya paham kini, mengapa Dahlan tidak membatasi tamu, sebagaimana umumnya pejabat tinggi negara. Karena dia menghadapi tamu dengan cara begitu. Terbuka, logis, jujur, cepat, dan tegas.

Untuk item yg disebut terakhir itu, pasti bisa memalukan si peminta (tolong). Yakni: Ditolak tegas di depan orang banyak. Malu-lah... Dan, sangat mungkin perangai Dahlan ini sudah tersebar di kalangan tertentu. Sehingga orang ngeri minta-minta (tolong) yg gak jelas. Sehingga kuantitas tamu terseleksi secara alamiah. Sehingga dia tidak perlu repot-2 membatasinya. Hebat...

Tapi, di pagi yg cerah itu tak semua tamu ditolak. Tamu dari Perumnas minta Dahlan memberikan sepatah kata (shooting video) dalam rangka HUT Perumnas. Oke... dilakukan dengan cepat.

Ada lagi tamu meminta Dahlan hadir di kampanye Capres Jokowi-JK di Depok, Bogor. Diterima: “Boleh, asal bukan di hari kerja.” Lantas ditentukan waktunya. Tamu ini dipuji Dahlan, sebab berani keluar dari pegawai negeri, beralih menjadi pengusaha.

Proses minta-meminta (disebut juga lobbying, audiensi, atau apa pun) berlangsung cepat. Kini tinggal empat orang tamu. Terdiri dari dua kelompok permintaan, saya dan Jo di satu kelompok, dan dua orang bapak di kelompok sana.

Dahlan lalu menunjuk kelompok sana agar bicara. Berarti, saya dan Jo benar-benar yg terakhir. Asyik... andai ditolak gak malu.

Ternyata suara bapak itu sangat-lah pelan. Sampai-sampai Dahlan yg hanya berjarak tak sampai semeter gak dengar. “Apa? Apa?” tanya Dahlan sambil meringis.

Bapak yg satu lagi membantu bicara, tapi pelan juga. Saya sungguh tak dengar. Baru-lah Dahlan mempertegas, “Anda minta dijadikan komisaris Telkom?” tanyanya lantang.

Dua bapak itu mengangguk, terus menunduk. Saya mengamati wajah mereka. Terkenang saat saya masih di bangku SD, dulu, dimarahi guru karena belum mengerjakan PR. Menunduk sambil menggaruk-garuk jari yg tidak gatal. Alamaaak...

Jadi ingat gaya pelawak Srimulat. Seorang pelawak minta sesuatu ke lawan mainnya. Tapi, karena takut ditolak, permintaan disampaikan dengan gerak tubuh melilit-lilit, memilin bagian bawah baju, mulut monyong, dan bicaranya gak jelas.

“Apa? Aku gak dengar? Kamu minta dijadikan komisaris Telkom?” begitu kira-kira pertanyaan pelawak. Lantas yang ditanya tambah grogi, salah tingkah. Menunduk sambil mengangguk.

Maka, pelawak yang dimintai menyatakan dengan tegas: “Lha kok nyimuuuut...”

Tapi, sang tamu kemudian mengatakan sesuatu. Dengan suara pelan lagi. Segera Dahlan menanggapi, “Ingat, saya tidak meminta anda mengerahkan Dahlanis lho,” katanya. Kesimpulan saya, orang itu mengerahkan Dahlanis. Trus, minta kompensasi dijadikan komisaris Telkom.

Giliran Saya, Nih...

Tiba-tiba, Dahlan menunjuk saya, sambil berkata: “Dia itu teman baik saya. Datang kesini tidak minta apa-apa, malah mau membeli. Saya sulit mengabulkan. Padahal dia teman sangat baik saya,” ujarnya.

Diampuuut... (dalam hati). Dengan ucapannya itu Dahlan sebenarnya sudah menolak dua permintaan sekaligus. Dari dua kelompok tamu terakhir. Lemes saya. Ya gak masalah. Namanya juga upaya. Kadang sukses, kadang gagal.

Namun, Dahlan menjelaskan berbagai hal terkait permintaan saya. Dia paparkan teknologi produksi energi berbahan baku limbah. Dia ajarkan trik-trik membeli limbah di perusahaan swasta.

Menurutnya, jika membeli ke BUMN bisa membawa dia dan saya diperiksa KPK. Saya memang agak ngeyel (nego-lah), dengan mengatakan, tidak mungkin tender. Sebab, investor Korea bersama mitra lokal ini membawa teknologi baru. Sehingga belum ada pesaing.

Dahlan membalas, bisnis tidak mungkin tanpa pesaing. “Andai ini saya terima, lalu dalam tiga bulan produksi itu kelihatan menguntungkan, maka langsung muncul pesaing. Dan, pesaing itu bisa mengajak LSM mempersoalkan hal ini ke KPK, karena tanpa melalui tender.” Ah... bener logikanya. Bisa ke KPK.

Tamu calon komisaris Telkom tak dihiraukan Dahlan lagi. Lebih dari setengah jam dia memberi wejangan ke saya dan Jo. Lantas Jo ikutan nego, “Perusahaan ini sudah membeli limbah dari koperasi yang sumber limbahnya dari BUMN di Sumatera, pak.”

Cepat Dahlan menyahut, “Nah... kalau beli ke koperasi tidak ada masalah. Bukan dengan BUMN,” tandasnya.

Anehnya, dua tamu di kelompok sana gak pulang-pulang juga. Mereka malah ikut mendengarkan arahan Dahlan. Anjriiit banget tuh orang...

Akhirnya, saya berdiri, mendatangi Dahlan, berpamitan. Dia kaget: “Lho... anda mau kemana?” Saya jadi ikut kaget, tapi lemes: “Ya... pulang, Pak Bos.”

Setelah saya dan Jo keluar dari ruangan Dahlan, baru saya sadar bahwa saya masih mengenakan keplek (tanda tamu) apartemen Capital Residence (rumah Dahlan) di dada saya. Maka, saya pulang ke rumah Dahlan dulu, baru kemudian ngantor.

Kini, upaya saya dan Jo sedang proses, dengan swasta dan koperasi. Saya mendapat pelajaran berharga dari Dahlan. Bukan hanya berupa gerakan senam yang unik meliuk-liku itu. Tapi juga logika terkait KKN. (Jkt, 16/06/14)

Tulisan Djono W Oesman.

Selasa, 19 Agustus 2014

Dahlan Iskan Foundation Bebaskan Biaya Hidup Penerima Beasiswa


Puluhan mahasiswa calon penerima beasiswa Yayasan Dahlan Iskan, berfoto bersama dengan Wakil Direktur JPNN, Auri Jaya (kemeja biru muda) di Universitas Surya, Jakarta, Selasa (19/8). Foto Yessy Artada/JPNN.com
Puluhan mahasiswa calon penerima beasiswa Yayasan Dahlan Iskan, berfoto bersama dengan Wakil Direktur JPNN, Auri Jaya (kemeja biru muda) di Universitas Surya, Jakarta, Selasa (19/8). Foto Yessy Artada/JPNN.com
TANGERANG - Dahlan Iskan Foundation memberikan beasiswa bagi 60 calon mahasiswa di Universitas Surya. Selain membebaskan mahasiswa dari uang kuliah di universitas tersebut, Dahlan Iskan Foundation juga menjamin biaya hidup puluhan pemenang beasiswa dari Sabang sampai Merauke itu.

"Ada dua beasiswa, satu dari Universitas Surya dan satu lagi dari Dahlan Iskan Foundation. Biaya kuliah sepenuhnya akan ditanggung oleh Yayasan Dahlan Iskan, akomodasi akan dijamin tapi bukan berupa materi, tapi berupa asrama tempat tinggal," ucap Ketua Yayasan Dahlan Iskan Scholarship, Rida K Liamsi di Universitas Surya, Serpong, Tangerang, Selasa (19/8).

Namun, berhubung asrama tersebut belum selesai pengerjaannya, maka pihak Yayasan Dahlan Iskan kata Rida, akan menanggung biaya tempat tinggal para calon penerima beasiswa sampai asrama tersebut selesai dibangun.

"Kalian masuk asrama nanti mulai 1 November 2014, soalnya masih dikerjakan, jadi dua bulan ini kalian cari tempat tinggal sendiri, nanti biayanya akan ditanggung oleh Yayasan Dahlan Iskan. Jadi kalian nggak perlu khawatir," papar Rida, disambut sumingrah puluhan para calon mahasiswa.

Tak hanya itu, puluhan calon beasiswa ini masing-masing juga akan mendapatkan fasilitas laptop, yang menjadi hak milik mahasiswa.

Rida juga menyemangati puluhan calon mahasiswa agar selalu giat belajar dan tidak mengecewakan orang tua, sebab bila nilai semester mereka jeblok dan tak memenuhi standar nilai yang sudah ditentukan, maka beasiswa akan ditarik sampai nilai semester berikutnya mencapai target.

"Kalau nilai nggak mencapai target, nanti biaya semester kalian yang bayar sendiri. Kalau semester berikutnya nilai kalian capai terget maka beasiswa akan kita lanjutkan. Makanya kalian harus giat belajar," serunya.

Terakhir, pria berkacamata ini menyampaikan permohonan maaf, lantaran Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak hadir, yang sebelumnya dijadwalkan hadir.

"Pak Dahlan minta maaf tidak bisa hadir karena sedang melakukan kunjungan ke luar kota. Beliau berpesan jangan menyerah, itu komitmen Pak Dahlan untuk membantu kalian agar dapat kuliah tanpa memikirkan biaya. Kami hanya mencoba memberikan dukungan. Harapan Pak Dahlan, semoga suatu hari nanti kalian-kalian di sini jadi orang yang berguna," tandasnya.(chi/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2014/08/19/252660/Dahlan-Iskan-Foundation-Bebaskan-Biaya-Hidup-Calon-Penerima-Beasiswa-

Jumat, 15 Agustus 2014

Pidato SBY Bikin Dahlan Iskan Menangis

 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpidato di hadapan anggota DPR dan DPD, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jum'at (16/08/2013).JAKARTA - Pidato kenegaraan terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Gedung MPR/DPR Jakarta, Jumat (15/8) berhasil membuat banyak pendengarnya haru. Salah satu menteri yang merasa terharu pada pidato kenegaraan SBY kali ini adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.

Hal ini diungkap Dahlan saat ditanyai mengenai beberapa proyek BUMN yang masih terganjal penyelesaiannya. Saat itulah, Dahlan justru menyoroti pidato SBY yang membuatnya terharu.

"Saya tadi terus terang lebih banyak terharu, pidato yang bagus dengan beberan prestasi yang luar biasa. Tetapi ditutup dengan rendah hati," ujar mantan Dirut PLN itu.

Bahkan, saking terharunya pria asal Magetan ini sempat menitikan air mata mendengar pidato kenegaraan SBY. Dahlan menilai, pidato SBY kali ini sangat bagus dan menyentuh.

"Saya tadi berlinang air mata. (Pidato) tadi Pak SBY sudah jelas sekali. Terus terang saya lebih banyak terharu," aku pria yang dua hari lagi akan merayakan hari jadi kelahirannya itu.

Dalam pidato kenegaraannya kali ini, SBY sempat mengungkapkan isi curahan hatinya selama 10 tahun memimpin Indonesia. Bahkan, SBY juga sempat meminta maaf dan mengucapkan terima kasih pada masyarakat dan seluruh pihak.

"Saya adalah anak orang biasa, dari Pacitan, yang jadi tentara menteri dan dipilih sejarah untuk pimpin bangsa Indonesia. Dari lubuk hati paling dalam saya meminta maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan. Meskipun saya ingin selalu berbuat yang terbaik, saya tetaplah manusia biasa," kata SBY.(chi/jpnn)


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku terharu saat mendengar pidato dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di DPR. Dahlan mengaku meneteskan air mata karena terharu mendengar pemaparan Presiden
"Saya tadi berlinang air mata," ujar Dahlan di gedung DPR, Jumat (15/8/2014).
Menurut Dahlan, pemaparan Presiden SBY sangat menggugah hatinya. Dahlan juga menilai selama Kabinet Indonesia Bersatu memimpin negara, sudah banyak prestasi yang diberikan untuk negara.
"Saya tadi terus terang lebih banyak terharu pidato yang bagus dengan beberan prestasi yang luar biasa,"
ungkap Dahlan.
Dahlan pun mengerti semua maksud dari isi pidato Presiden SBY. Karena hal itu tak heran jika mantan direktur utama PLN itu terharu sampai berlinang air mata.
"Tadi pak SBY sudah jelas sekali dengan ditutup rendah hati. Tadi terus terang saya lebih banyak terharu," jelas Dahlan.

Jumat, 01 Agustus 2014

Catatan Dahlan Iskan : SMS yang Terasa Salaman Langsung


PEKERJAAN terbanyak saya selama tiga hari Lebaran tahun ini adalah: membalas SMS. Karena banyak tamu, balasan itu baru bisa saya lakukan di malam hari atau dini hari menjelang/setelah subuh. Tidak sopan sibuk membalas SMS di tengah-tengah silaturahmi. Apalagi, SMS itu datangnya seperti air bah. Belum selesai membalas yang satu, sudah datang puluhan yang baru.

"SMS Minal Aidin" itu sudah mulai bermunculan sehari sebelum Lebaran. Pengirim pertama adalah Prof Dr Puruhito, ahli jantung Surabaya yang pernah jadi rektor Unair tahun "80-an. Setelah itu tidak henti-hentinya SMS mengalir deras hingga hari kedua Lebaran kemarin. Dari para pemain Persebaya/Mitra, para wartawan/karyawan Jawa Pos Group, dari para karyawan BUMD Jatim, karyawan PLN, dari teman-teman BUMN, para Dahlanis, dari politisi, masyarakat barongsai, dari paguyuban Tionghoa, dan banyak lagi. Sabang sampai Merauke.

Tentu saya bisa membedakan mana SMS yang ditulis khusus untuk saya dan mana "SMS kodian" atau "SMS konfeksi": ditulis sekali untuk semua orang. Ada juga SMS yang isinya untuk semua orang, tapi dimodifikasi sedikit di awal atau di akhirnya. Tidak sedikit juga SMS yang isinya, kalimatnya, dan bahasanya sangat indah dan puitis. Tapi, saya sulit membedakan mana yang asli bikinan sendiri dan mana yang kopi dari orang lain. Mula-mula saya puji isi SMS indah seperti itu. Tapi, begitu SMS berikutnya isinya sama, saya sulit yang mana yang seharusnya saya puji.

Mula-mula saya bermaksud tidak membalas SMS yang dikirim secara kodian seperti itu. Saya agak ragu apakah pengirimnya benar-benar mengirimkan SMS itu dengan hati. Tapi, akhirnya saya putuskan saya balas: dari keluarga, teman kecil, rekan kerja, termasuk dari teman-teman yang belakangan sering mendemo atau menyerang saya.

Sebagai orang yang tidak suka dengan "SMS paketan", tentu saya tidak melakukan hal yang sama. Senjata pun makan tuan. Saya harus menjawab satu per satu ribuan SMS itu dengan tangan saya sendiri. Benar-benar satu per satu. Seperti juga dengan Twitter, saya tidak mau pakai admin untuk SMS Lebaran ini. Dengan satu per satu membalas sendiri SMS itu, rasanya saya seperti bisa bersalaman sendiri dengan orang itu sambil menatap matanya.

Tidak lelah? Tidak. Saya sudah sangat terbiasa dengan gadget ini. Menulis naskah artikel pun sudah biasa saya lakukan dengan alat ini. Tidak pernah lagi nulis artikel di laptop. Hanya, saya tidak bisa membalas SMS itu seketika SMS itu tiba. Begitu banjirnya SMS di hari pertama Lebaran, hanya sebagian yang bisa saya balas hari itu juga. Sisanya saya cicil di malam kedua dan ketiga.

Alhamdulillah, hari ketiga kemarin, jam 14.00, ketika tamu sudah berkurang, saya bisa menuntaskan membalas semua SMS yang masuk. SMS terakhir datang dari Mendikbud Pak Nuh. "Saya sengaja mengirim SMS ini di hari ketiga Lebaran untuk menunggu berkurangnya trafik SMS," tulis Pak Nuh di akhir SMS Lebarannya. Manajemen yang baik.

Mengingat semua balasan itu saya ketik sendiri, tidak ada SMS dari saya yang panjang. Paling begini: Prof Endin, lahir batin juga ya. Hampura kuring. Itu untuk Prof Endin, tokoh Sunda. Atau balasan untuk rektor UGM ini: "Prof Pratik, sugeng riyadi ya. Nyuwun gunging pangaksami". Atau untuk tokoh pengusaha Tionghoa ini: "Xie xie, Pak Prajogo. Bao zhong". Atau untuk teman Kristen ini: "Thanks. Tuhan memberkati Pak Vincent selalu". Dan sebangsanya.

Sangat pendek. Memang banyak yang nadanya sama, tapi semua saya ketik lagi sendiri. Untuk kalimat pendek seperti itu, mengopi toh lebih lama daripada mengetik yang baru. Dan itu tadi, saya merasa seperti salaman sendiri dengan tiap orang.

Tentu ada juga yang tidak bisa saya balas. Jumlahnya lumayan. Yakni SMS yang tidak menyebut nama pengirimnya. Mungkin mereka mengira saya tahu siapa dia. Mungkin dulu namanya memang ada dalam daftar di BB saya. Namun, karena nama itu hilang saat terjadi kerusakan BB, jadinya saya tidak tahu lagi siapa dia.

Yang juga sulit adalah SMS yang hanya menyebut nama pengirimnya Didik, Dadik, Bambang, Ahmad, Supri, dan sebagainya. Saya sulit mengira-ngira Didik yang mana ya" Atau Bambang yang mana ya" Apalagi kalau isi SMS-nya berupa "SMS konfeksi". Saya tidak bisa menangkap getaran bahasa dari Didik yang mana atau Bambang yang mana.

Untuk SMS yang tidak terjawab seperti itu, saya mengucapkan, "Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin." (*)


Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Kamis, 24 Juli 2014

Dahlan Iskan Diminta Jadi Saksi Pernikahan Raffi Ahmad

Dahlan Iskan diminta jadi saksi pernikahan Raffi Ahmad  (Foro: Hendra/Okezone)Dahlan Iskan diminta jadi saksi pernikahan Raffi Ahmad (Foro: Hendra/Okezone)


JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan saat ini kedatangan tamu pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Kedatangan keduanya diduga meminta Mantan Dirut PLN ini untuk menjadi saksi di hari pernikahannya.


Ketika ditanyakan apa maksud kedatangan pasangan tersebut, Dahlan malah melemparkan pertanyaan tersebut ke Rafi Ahmad. "Teman-teman wartawan boleh tau tidak?" tanya Dahlan kepada Rafi di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (24/7/2014).



"Boleh, kita datang silaturahmi dulu," jawab Raffi sambil senyum.



Sementara itu, Raffi yang terlihat sumringah saat berada di kantor Dahlan Iskan ini mengaku, kedatangannya ke Kementerian BUMN untuk menanyakan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pernikahannya.



"Ini makanya mau tanya Pak Dahlan dulu enaknya kapan," ungkap Rafi.



Sumber Okezone menyebutkan, kedatangan pasangan tersebut bermaksud untuk meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk menjadi saksi pernikahan Rafi.



"Nanti Rafi sama Gigi mau dateng nemuin pak Dahlan, mau minta pak Dahlan jadi saksi, karena Rafi satu tower sama pak Dahlan," kata dia.



Menteri BUMN Dahlan Iskan sendiri diketahui tinggal di The Capital Residance kawasan SCBD, Jakarta Selatan. "Memang satu tower, beda atap, tapi satu manajemen, mungkin kalau dia di tower tiga," tutup dia.(rzk)


http://economy.okezone.com/read/2014/07/24/209/1017306/dahlan-iskan-diminta-jadi-saksi-pernikahan-raffi-ahmad

Jumat, 22 November 2013

Dahlan Iskan di Universitas Jember, Sang Pengacau Datang…


Selasa siang itu ada undangan workshop, tapi seorang teman dosen mengajak ke Gedung Soetardjo nonton Dahlan Iskan. Undangan bertemu Dahlan Iskan mungkin ada di loker, tapi belum sempat lihat, jadi tanpa undangan datanglah saya ke Soetardjo. Masih jam 13.00 sedangkan undangan jam 13.30. Gedung sudah penuh dengan mahasiswa, semua kursi terisi kecuali dua baris sofa dibagian depan. Ibu di resepsionis mempersilakan saya duduk di sofa baris kedua, baris pertama untuk pimpinan dan Undangan khusus. Ini satu keuntungan saya berambut putih, disegani dan dianggap dosen beneran. Walau tanpa surat undangan dapat sofa VIP.



Saya duduk di kursi paling tepi dekat lorong tengah. Kalau Pak Dahlan lewat saya bisa salaman….. Waktu bergeser, sesekali wajah saya terpampang di layar lebar kiri kanan podium. Tamu mulai berdatangan dan sofa segera penuh, banyak dosen yang harus berdiri. Saya pura-pura sibuk agar tidak perlu nengok sana sini, Ntar kalau ketemu senior dan sofa ku diminta…… enak aje…… Satu sms datang dari ketua jurusan saya “Curang, Wong rembes dapat bangku VIP, sementara yang ganteng dibiarkan keleleran” Hehehehehe….. Sorry Pak Kajur, siapa cepat dia dapat……


Tenda yang didirikan di kiri kanan soetardjo dipenuhi mahasiswa, tempat duduk sudah penuh, banyak yang berdiri. Mendung tebal sekali dan sebentar lagi pasti hujan. Pak Dahlan datang. Mahasiswa berdiri semua. Lorong tengah jadi penuh kerumunan, semua berebut salaman. Rombongan Pak Dahlan jadi merayap menuju podium, tersendat kiri-kanan. Saya tidak jadi ikut rebutan salaman, ga tega menghambat perjalanan Pak Dahlan. Cukup hati saja yang menyalaminya.
Bersama Pak Rektor, Pak Dahlan duduk di sofa di podium, acara bincang-bincang ini dipandu langsung oleh Rektor saya Pak Hasan. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama-sama. Semua berdiri tegak, tapi Pak Dahlan, tidak hanya berdiri tegak, juga menyilangkan tangan kanannya ke dada.

Sambutan oleh Pak Hasan cukup singkat, nampaknya Pak Rektor tahu kebiasaan Pak Dahlan yang tidak suka bertele-tele. Mahasiswa bersorak-sorak dan bertepuk tangan setiap ada momen yang tepat, tanpa di komando.
Tari petik Kopi oleh delapan mahasiswi Unej rancak ditampilkan. Tari kreasi ini memadukan gerak tari kuntulan yang khas dari daerah pedalungan, dengan dinamika tari malangan-suroboyoan dan eksotika gerakan gandrung banyuwangi. Mudah-mudahan Pak Dahlan senang.

Pak Rektor memandu acara bincang-bincang dan mempersilakan Pak Dahlan untuk memberikan statemen pembuka.Kejutan dan kekacauan …… itulah yang dilakukan Pak Dahlan. Minta ijin ke Pak Rektor agar mahasiswa yang masih diluar dan diancam mendung hitam boleh masuk dan duduk bersila di depan podium. Tak bisa tidak, Pak Hasan mengangguk dan tersenyum untuk kemudian diserbu ratusan mahasiswa dan mahasiswi ngeluruk hingga semeter dari Pak Dahlan dan Pak Hasan. kekacauan mereda, semua duduk bersila hingga penuh sampai ke depan sofa VIP. Ga jadi VIP lagi dah….. kalah sama mahasiswa.


Dosen-dosen pada tersenyum dan tertawa melihat kejadian yang spontan itu. Bahkan beberapa dosen yang tadinya berdiri di depan pintu dan tidak kebagian kursi ikutan lesehan di depan podium. Ibu PD III saya termasuk yang lesehan bersama mahasiswa. Maklumlah PD III kan memang harus dekat dengan mahasiswa.

Ketika hujan turun dengan derasnya semua sudah duduk manis dan aman di dalam gedung. Suara hujan menghantam atap gedung Soetardjo dengan hebatnya. Kekacauan yang ditimbulkan Pak Dahlan menyelamatkan banyak orang dari hujan dan ketidaknyamanan.

Walau kursi saya ga jadi VIP saya malah senang, dosen-dosen lain juga nampak tertawa-tawa. Juga Pak Rektor yang memang murah senyum. Teman sebelah saya walau seperti nggrundel “wah…. kacau ….. kacau…..” tapi tetap dengan meringis tersenyum setengah tertawa. kekacauan yang bisa diterima oleh semua, karena memberikan kenyamanan. Daripada birokrasi kaku yang menyengsarakan sebagian orang dan membuat kami yang duduk di VIP pun tidak nyaman bila ada sebagian anak-anak kami, mahasiswa terpaksa kehujanan diluar.

http://edukasi.kompasiana.com/2013/11/22/dahlan-iskan-di-universitas-jember-sang-pengacau-datang--611960.html

Rabu, 09 Oktober 2013

Apa yang dilakukan Dahlan Iskan ketika ditinggal Istri



Kebetulan sore ini bersama Dahlan Iskan, asisten pribadinya pak aziz bertemu dengan Anies Baswedan untuk keperluan sesuatu hal.

Pulang langsung ke apartemen beliau di SCBD. Semua lapar. Ada cerita unik. Ternyata bu Dahlan bu nafsiah ada di Surabaya. Tanpa sungkan2 Dahlan langsung membeuat masakan sederhana untuk teman saya, pak aziz dan supirnya Sahidin.

Bayangkan seorang menteri dengan kekayaan bersih 370JT USD versi forbes. Dan menggawangi BUMN dengan aset lebih dari 3000T. Ternyata hanya tinggal diapartemen kecil bersama istrinya TANPA PEMBANTU. Masih mau melayani, membuatkan masakan untuk asisten pribadinya dan supirnya. Dengan alasan mereka adalah tamu Dahlan.

Kamis, 03 Oktober 2013

5 Hal dari Dahlan Iskan yang Merugikan Orang Lain


Tidak bisa dipungkiri, Menteri BUMN Dahlan Iskan punya potensi untuk menduduki kursi RI-1. Dari kinerja hingga aura yang melekat membuat Dahlan Iskan diterima disemua lapisan masyarakat, terutama lapisan bawah yang selama ini jarang tersentuh tangan-tangan kekuasaan pemerintah. Tapi begitupun, ada beberapa hal dari Dahlan Iskan yang dianggap merugikan orang lain.
1. Hobbynya Dahlan Iskan
Sementara banyak pejabat yang hobbynya mengoleksi rumah, mobil serta wanita, lain halnya dengan Dahlan Iskan. Hobby beliau adalah kerja…kerja…kerja. Jangankan untuk berfikiran seperti pejabat kebanyakan dengan hobby level atas itu, meluangkan waktu untuk istirahat saja beliau susah. Waktu istirahat yang minim itu juga yang merusak levernya. Bayangkan, setiap hari beliau hanya menyisihkan 2-4 jam untuk istirahat. Selebihnya kerja…kerja…kerja…
Yang dirugikan dari hobby Dahlan Iskan adalah bawahannya di BUMN. Soalnya, gara-gara kinerja Bossnya yang luar biasa, waktu tidur mereka pun jadi ikut terkuras. Mereka dipaksa berfikir tanggap dan bereaksi cepat. Tentunya ini sangat merugikan bagi sebagian besar golongan atas BUMN yang selama ini menikmati gaji buta.
2. Inovasi Dahlan Iskan
Visi Dahlan Iskan untuk membangun bangsa Indonesia sangat luar biasa. Beliau tidak ragu untuk merogoh koceknya demi membiayai para inovator dan kreator yang juga anak negeri untuk mengembangkan potensinya. Putra Petir, kumpulan pemuda jenius bentukkan Dahlan Iskan mampu menciptakan mobil listrik yang tidak kalah dari negara modern lainnya. Anak negeri jenius yang selama ini disia-siakan mulai unjuk gigi. Mereka yang dulu takut berinovasi gara-gara masalah dana, kini bisa fokus kerja. Ada Dahlan Iskan yang nalangi (mendanai).
Yang dirugikan adalah para pebisnis picik yang menggunakan segala kemampuannya untuk mengebiri kejeniusan para penemu. Soalnya, jika para penemu itu, semisalnya Putra Petir bisa buat mobil listrik yang canggih dan murah, pebisnis picik itu bakal kehilangan lahan untuk memasarkan dagangannya berupa mobil dari luar negeri.
3. Cita-cita Dahlan ISkan
Pada konvensi Demokrat yang digelar beberapa waktu lalu, Dahlan Iskan bercita-cita untuk menuntut para koruptor secara pidana dan perdata.
Kalau yang ini sudah jelas siapa yang dirugikan seandainya Dahlan Iskan berhasil jadi presiden dan mewujudkan cita-citanya tersebut.
4. Berdikari ala Dahlan Iskan
Berdikari, berdiri di atas kaki sendiri. Konsep mulia yang kini tinggal fosilnya ini bakal dihidupkan Dahlan Iskan. Gak tanggung-tanggung, dengan jabatannya sebagai Menteri BUMN, beliau bakal menggeber habis perusahaan yang bernaung di bawah BUMN untuk tak lagi bermanja-manja. Setelah sekian lama mati suri, potensi besar BUMN di bawah arahan Dahlan Iskan bakal menciptakan prestasi luar biasa dan akan bisa mengalahkan perusahaan asing yang selama ini menjadi parasit yang mengisap habis sumber daya Indonesia. Bangsa ini akan segera berdikari melalui BUMN-nya.
Yang dirugikan tentu saja pihak asing dan orang Indonesia yang jadi antek-anteknya (baca; penghianat bangsa). Karena mereka bakal terusir dari negeri ini. Tentu saja mereka juga bakal mengantisipasinya dengan segala tipu daya agar Dahlan Iskan gagal menjalankan konsep berdikari.
5. Dahlan Iskan Anti Birokrasi Ribet
Dahlan Iskan itu seperti personil Unit Reaksi Cepat di pemerintahan. Beliau tak takut menerobos belantara birokrasi yang dipenuhi duri tajam demi lancarnya pembangunan. Alhasil, Dahlan Iskan ‘berhasil’ mendapat julukan Menteri Koboy.
Yang dirugikan dari hal di atas sangat banyak. Oknum-oknum di pemerintahan yang punya prinsip “Kalau bisa lama, ngapain dipercepat” bakalan gerah karena lubang-lubang penghasilan mereka bakal tertutup. Apalagi jika Si Koboy duduk di kursi RI-1, birokrasi yang selama ini dijadikan alat untuk mempersulit bakal dipangkas.
(marlen)

Selasa, 01 Oktober 2013

Dahlan Iskan dan waduk DKI Jakarta


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan bertemu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balaikota, Rabu (2/10/2013) pagi, untuk menandatangani perjanjian pembangunan empat bendungan di Bogor. Berbeda dengan Jokowi yang berpenampilan formal, Dahlan Iskan tampak lebih bergaya, lantaran mengenakan sepatu kets. 

Jokowi terlihat mengenakan batik cokelat bercorak hitam dengan celana bahan hitam dan sepatu pantofel. Sedangkan Dahlan mengenakan batik berwarna abu-abu dengan corak bunga, bercelana biru tua dan sepatu kets berwarna hitam dan putih. 

Meski penampilan Dahlan terlihat eksentrik ketimbang Jokowi dengan mengenakan sepatu untuk olahraga, Dahlan terlihat santai. 

Saat ditanya mengapa dalam acara resmi dia mengenakan sepatu kets, Dahlan menjawab dengan singkat."Ya enggak apa-apalah," ujarnya santai. 

Ia malah memilih mengomentari kemeja batik jenis modern motif bunga yang ia kenakan. "Ini batiknya, sekalian hari batik nasional," ujarnya. 

Usai penandatanganan, Dahlan pun tak berhenti dengan aksinya. Jika biasanya mobil menteri langsung berada di depan gedung Balaikota, kali ini Dahlan memilih memarkirkan kendaraannya di luar gerbang. Hal itu membuat dia mesti jalan kaki dari Balaikota menuju mobilnya.


Dahlan Iskan dan Jokowi Sepakat Bangun Waduk


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara Fahlan Iskan dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hari ini menandatangani kerjasama dalam rangka mengatasi banjir dan pengadaan air baku di Jakarta. 

"Kami sepakat dalam beberapa hal, termasuk pengendalaian banjir dan air minum," ujar Dahlan Iskan usai melaksanakan penandatanganan di Balai Kota, Jakarta, Rabu (2/10/2013). 

Menurut Dahlan, pembangunan waduk ini sangat berguna dalam rangka mengurangi dampak banjir. Metode mengatur debit sungai dengan cara membangun Waduk Long Storage (tampungan memanjang) pada bagian hulu Sungai Ciliwung di daerah Bogor dengan membendung secara cascade (terasering).

Dahlan melanjutkan, proyek ini melibatkan BUMN dan BUMD, yakni BUMN diwakili PT Hutama Karya (Persero) dan PT. Perusahaan Pengelola Aset (Persero). Sementara BUMD yaitu PT Pembangunan Jaya dan PAM Jaya. 

"Nanti sebagai air minum itu akan dipasok ke Jakarta 3 ribu meter per kubik," Dahlan memastikan.

Senin, 30 September 2013

Sosok : Wayangan di Balikpapan, Dahlan Iskan jadi Dalang Pembuka


"Dahlan Iskan selain cocok jadi Dalang wayangan nampaknya beliau juga cocok jadi Dalang Indonesia agar bisa maju dan berkembang dengan cepat."

BALIKPAPAN – Dahlan Iskan tidak saja memuaskan pengagumnya di Balikpapan dengan mengajak senam bareng. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu juga menunjukkan kecintaannya dengan menjadi dalang wayang kulit dalam Kenduri Rakyat untuk Dahlan Iskan di kota minyak di Kalimantan Timur itu, Minggu (29/9).

Sebagai bagian dari kenduri yang digelar di Balikpapan Sport Center (Dome) itu,  ditampilkan berbagai kegiatan mulai sore hingga malam hari. Selain tumpengan dan makan bersama, kegiatan yang digalang Relawan Demi Indonesia (ReDI) Kaltim itu, juga menampilkan berbagai hiburan. Mulai dari parade band, barongsai, campursari hingga wayangan.

Saat wayangan hendak digelar, Dahlan Iskan membuat kejutan. Dia maju ke depan panggung wayang. Lalu, dia minta dicarikan pinjaman beskap –pakaian khas Jawa– plus blangkon (penutup kepala Jawa). ”Aku mau ikut ndalang,” kata pria yang memang gemar kesenian tradisional itu seperti dimuat laman dahlaniskan.net.
Setelah mendapatkan blangkon dan beskap pinjaman dari kelompok penabuh gamelan, dia lantas duduk di tempat dalang. ”Tapi, saya hanya akan mupuki ya,” katanya kepada dalang yang mau tampil malam itu, Ki Wahyu Kuncoro. Mupuki adalah bahasa Jawa yang artinya mengawali pertunjukan.

Dahlan lantas beraksi memainkan gunungan wayang dan salah satu anak wayang. Yakni, tokoh Wisanggeni. Malam itu lakon wayang adalah Lahirnya Wisanggeni.

Dahlan bermain sekitar lima menit. Dia cukup piawai memainkan gunungan dan tokoh Wisanggeni itu. Bak dalang beneran, tak lupa, sementara tangannya memainkan wayang, kakinya memainkan alat dari kayu untuk menghasilkan bunyi-bunyian khas wayang.  Penonton pun bertepuk tangan menyaksikan kelincahan Dahlan Iskan memainkan wayang.

”Sudah .. saya kan hanya mupuki,” katanya, setelah lima menit. Dia lantas meninggalkan tempat dalang. Lalu, meminta Ki Wahyu Kuncoro, meneruskan permainan.

Sambil tersenyum, Dahlan yang juga pernah tampil di pentas ketoprak itu, lantas memberi salam dengan membungkukkan badan ke arah penonton. Tak lupa dia juga mengucapkan terima kasih kepada para sinden (penyanyi tembang pengiring wayang) dan para penabuh.

Dia lantas turun dari panggung. Penonton terus bertepuk tangan mengiringi salah satu peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat itu meninggalkan panggung. (jpnn)

Jumat, 27 September 2013

Olah Raga : Dahlan Iskan: Jangan Cepat Puas, Tataplah Dunia, Evan!


Kapten Timnas U-19 Evan Dimas Darmono yang lulusan SSB Mitra Surabaya foto bersama dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang merupakan pendiri Sekolah Sepak Bola Mitra Surabaya di kantor Redaksi Grahapena Jawa Pos Lantai IV Surabaya.Foto: Dite Surendra/Jawa Pos
Kapten Timnas U-19 Evan Dimas Darmono yang lulusan SSB Mitra Surabaya foto bersama dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang merupakan pendiri Sekolah Sepak Bola Mitra Surabaya di kantor Redaksi Grahapena Jawa Pos Lantai IV Surabaya.Foto: Dite Surendra/Jawa Pos



Saya kali pertama mendengar kehebatan Evan Dimas pada Agustus 2012. Ketika itu pemain binaan sekolah sepak bola Mitra Surabaya tersebut terpilih untuk berlatih sepak bola di klub terbaik dunia FC Barcelona di Spanyol.

Tentu saja saya ikut bangga dengan prestasi Evan ketika itu. Kini saya makin kagum kepada dia. Minggu pekan lalu (22/9) Evan memimpin skuad timnas Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF.

Setiap mendengar prestasi Evan, saya langsung teringat karyawan Jawa Pos yang bernama Eko Prajogo. Dia adalah mantan pemain klub sepak bola yang saya dirikan, Mitra Surabaya.

Eko, pemain andal kala itu, saya dorong agar menjadi karyawan Jawa Pos karena sepak bola "era itu" belum bisa dijadikan penopang kebutuhan dapur agar terus mengebul. Eko akhirnya bekerja di bagian dokumentasi dan olah foto di Jawa Pos. Di sela waktunya ternyata dia tetap aktif di dunia yang dicintainya: sepak bola. Setelah usia tidak memungkinkan lagi menjadi pemain, dia lalu meminta izin untuk mengelola sekolah sepak bola Mitra Surabaya dengan menggandeng Radar Surabaya.

Tentu saya mengizinkan. Hanya sesekali saya memberikan dukungan dana. Selebihnya Eko sendiri yang berjuang mati-matian menjaga kelangsungan hidup sekolah sepak bola tersebut.

Saya bangga kepada orang yang sangat mencintai sepak bola seperti Eko. Namanya tidak pernah muncul karena sering berbeda sikap dengan pengurus PSSI. Namun, karyanya bagi kemajuan sepak bola tanah air sangat nyata.

Dia tipe orang yang mengabdi kepada sepak bola. Dengan gajinya sebagai karyawan yang tidak besar, dia mampu berbuat melebihi kapasitasnya.

Dia juga tidak hirau dengan silang sengkarut kepengurusan PSSI. Dalam benaknya hanya bagaimana para siswa sekolah sepak bola Mitra Surabaya bisa terus belajar dengan baik. Dia terus membina, membina, dan membina.

Kesuksesan Evan memimpin skuad Garuda Jaya menjadi juara Piala AFF U-19 adalah pencapaian selanjutnya dari kecintaan dan ketekunan Eko di dunia sepak bola. Nilai kesuksesan tersebut lebih besar daripada kesuksesan pertama ketika Evan terpilih untuk berlatih di FC Barcelona.

Prestasi yang lebih besar karena Eko mampu mengarahkan agar Evan tetap pada jalur yang benar. Sepulang dari Barcelona, Evan tidak lantas besar kepala. Sebaliknya, pelajaran yang dia dapatkan di sana mampu dimaksimalkan untuk mengakhiri dahaga gelar juara Indonesia selama 22 tahun.

Sukses menjuarai Piala AFF U-19 tentu saja bukan puncak karir Evan. Jalannya masih sangat panjang. Jalan itu pun bisa menuju pentas sepak bola dunia.

Ketika pindah ke level profesional, dan mungkin itu tidak lama lagi, Evan akan lepas dari bimbingan Eko. Semoga Evan bisa terus menjaga diri dengan baik. Sebelum Evan, sejatinya talenta hebat pernah dimiliki Indonesia. Kita pernah punya pemain seperti Kurniawan Dwi Julianto yang pernah berkesempatan mengembangkan diri di Erupt. Kita juga tahu Kurniawan menjadi sangat hebat dan terkenal. Tapi, ada saja hambatan yang membuat dia tidak mampu menjadi pemain kelas dunia.

Salah satu hambatan terbesar adalah kematangan jiwanya. Kurniawan memilih pulang ke Indonesia sebelum tempaan di Eropa menjadikan dirinya pemain kelas dunia.

Ya, di Eropa, Kurniawan memang bukan apa-apa. Di Indonesia, dia superstar. Banyak orang yang berharap dia tetap belajar di Eropa demi menjadi superstar yang lebih besar. Namun, orang boleh berharap, Kurniawan yang memilih.

Saya yakin, Evan akan lebih matang. Menjelang Piala AFF U-19, setahun setelah kepergiannya ke Barcelona, dia tetap menjadi arek Suroboyo yang sederhana. Saya berharap dia terus bersikap seperti itu meski beberapa hari terakhir sering muncul di koran dan televisi setelah menjuarai Piala AFF U-19.

Saya juga mendengar Evan rajin belajar bahasa Inggris. Dalam pergelaran Piala AFF U-19 lalu, dia terlihat bisa berkomunikasi dengan baik dengan wasit asing.

Bakat dan semua upayanya itu, kita harap bakal menjadi bekal bagi dirinya dalam menempuh  perjalanan panjang karirnya. Jangan cepat puas, tataplah dunia, Evan! (Dahlan Iskan, Menteri BUMN,Pendiri Mitra Surabaya)

Kamis, 19 September 2013

Dahlan Iskan “Calon Mayat”

1379440718683741842
DAHLAN ISKAN ‘calon mayat’
‘dia itu calon mayat’
adalah jawaban singkat dari sang pemilik akun Twitter @iskan_dahlan
Sesuatu yang unik dan menarik, dimana kita mengenal akun @iskan_dahlan adalah akun pribadi milik Menteri BUMN ‘Prof. Dr HC. Dahlan Iskan’
berikut adalah dialog pemilik akun @spontan_uhui dengan pemilik akun @iskan_dahlan :
******************************************************
@spontan_uhui : pak @iskan_dahlan itu siapa sih? Koq banyak banget yg mention’
@iskan_dahlan : Uhul, dia itu calon mayat hehehe ‘
*******************************************************
Sebagai Manusia normal,
Tentu kita semua dapat dengan mudah memahami isi dari dialog di atas.
Sebuah pertanyaan ringan, dilayani dengan jawaban spontan, tegas dan apa adanya.
‘dia itu calon mayat’ adalah seorang Menteri BUMN yang kini berusia 62 tahun, bernama Dahlan Iskan
Sebagai Manusia Normal,
menerjemahkan kalimat ‘calon mayat’ tentu tidaklah sulit.
Walau kita berusia lebih muda,
meski dengan hasil terjemahan yang berbeda-beda, kita akan tetap sepakat dalam satu hal, memahami kata ‘mayat’ (dalam arti yang sebenarnya)
Sebagai Manusia Normal,
Apakah kita sudah menemukan, bagaimana cara menyikapi ketika berjumpa bahasan tentang ‘calon mayat’ agar bahasan tidak terkesan aneh, menakutkan atau bahkan mengerikan.
Mengingat bahwa menjadi mayat adalah Status pertama kita setelah kematian, maka sungguh bijak jika kita mulai beranikan diri untuk memulai bahasan yang ringan tentang ‘calon mayat’
Dan jika kita mau berpikir lebih jauh, maka membahas tema ini sepertinya memang sudah sebuah keharusan, sebab,, dengan menghindari bahasan ini, tak akan berakibat lolosnya diri kita untuk mendapatkan giliran menyandang status mayat.
Mari kita mulai mencoba melihat dari sisi lain, prosesi setelah kematian adalah sebuah suasana yang selalu di inginkan dan di idamkan oleh setiap orang, dimana setiap orang ingin menjadi sang bintang di mata banyak orang, saat tiba waktunya, setiap kita berkesempatan untuk menjadi Bintang diantara kerumunan manusia, Bintang bagi para tetangga, keluarga, sahabat dan teman-teman, mereka semuanya berkumpul memberikan do’a terbaiknya hanya untuk kita, memang sedikit berbeda karena saat itu kita berstatus sebagai sang jenazah. :)
Lain lagi jika melihat dari sudut pandang para penganut trend fashion, Bayangan yang muncul di hari itu, seakan semuanya menjadi salah, sebuah teori terbalik dari dunia fashion.
Fase setelah kematian adalah hari dimana seseorang yang biasanya terlihat trendi akan tampil dalam gaya yang paling berantakan,
saat itu ia akan tampil tanpa busana trend terbaru dan bahkan tanpa acesories dan style pilihan.
Tentu masih banyak lagi sudut pandang yang bisa di gunakan untuk memulai bahasan ringan tentang tema ini.
Akan tetapi, terlepas dari berbagai sudut pandang, sebagai Manusia Normal, menjadi ‘mayat’ adalah sebuah siklus NORMAL dalam kehidupan semua makhluk di muka bumi.
Kita semua akan melalui tahapan tersebut.
Manusia Normal akan melalui fase itu.
Manusia Normal akan selalu menyadari bahwa dirinya adalah ‘calon mayat’
Lalu,,, apakah terdapat terjemahan khusus tentang arti ‘MANUSIA NORMAL’ ?
Menerjemahkan arti MANUSIA NORMAL bisa jadi terkesan rumit,
Akan tetapi,, dinilai dari sisi kenormalan fisik dan kemampuan,
tentu yang disebut dengan Manusia Normal adalah seorang yang dapat memfungsikan secara baik indera-indera yang dimilikinya,,, Melihat, Mendengar, Berkata, Merasakan, Berpikir, Berbuat serta menfungsikan indera lainnya.
Untuk menjadi MANUSIA NORMAL diperlukan pemahaman tentang arti kebebasan hidup.
BEBAS untuk melakukan apa saja.
Akan tetapi,, Kebebasan hidup manusia tidak bisa di terjemahkan dengan ‘BEBAS’ (dalam arti kata yang sebenarnya.)
BEBAS bukan berarti bahwa kita boleh mengambil apa saja di sekitar kita.
BEBAS bukan berarti bahwa kita bebas mengumpat orang lain semau kita
BEBAS bukan berarti bahwa kita boleh telanjang bulat dan berjalan-jalan di tempat umum.
Jika yang kita maksud adalah arti dari MANUSIA NORMAL,
maka kebebasan hidup manusia adalah Bebas dalam sebuah Aturan.
Dalam proses kehidupan, manusia mulai mengenal adanya cara, berbagai cara untuk hidup. Dan seiring majunya peradaban maka segala cara yang digunakan manusia ini tidak semuanya boleh digunakan, terdapat sebuah bentuk rangkuman ‘Aturan-Aturan’ yang didalamnya memuat tentang Batasan-Batasan kenormalan manusia dalam menjalani hidup.
Tentu aturan itu akan selalu berkembang,
di dalam Aturan itu hampir seluruh aktifitas Manusia diberi batasan.
Batas dalam MELIHAT, MENDENGAR, BERKATA, MERASA, BERPIKIR, BERBUAT, serta banyak Aturan-Aturan yang memuat kenormalan Manusia dalam menjalani hidup.
Adanya hal ini, tak lain tujuannya, yaitu, agar seorang Manusia bisa di identifikasikan sebagai Manusia hidup yang normal.
Membahas tentang Manusia Normal, ada sebuah pertanyaan besar di dalam diri saya, Jika kita sebagai manusia yang telah menaati dan hidup berdasar pada aturan-aturan, apakah diri saya sudah dapat dikatakan Manusia Normal?
Kembali saya berkaca dari diri seorang Dahlan Iskan, saya melihat seorang Dahlan Iskan menggunakan cara yang lebih santun untuk menjalani Hidup Normal,
Dengan satu cara, seorang Dahlan Iskan dapat merangkum berbagai cara untuk hidup.
Dengan satu cara, Beliau telah mengetahui Batas kenormalan manusia.
Dengan satu cara, beliau telah berhasil menjadi manusia yang Bebas
Dengan berani menempatkan Satu Aturan pada tempat yang lebih tinggi dari Aturan kenormalan hidup manusia pada umumnya, beliau telah berhasil menjadi MANUSIA NORMAL.
Dengan ‘calon mayat’, Beliau dapat menyederhanakan kompleksnya jawaban dari pertanyaan ’siapa itu Dahlan iskan? ‘
Dengan satu cara beliau terlepas dari ketakutan akan kematian.
Yaitu;
Sebuah KESADARAN.
Seorang manusia bernama Dahlan Iskan memiliki KESADARAN NORMAL seperti yang diidamkan semua manusia.
Kesadaran arti diri dan hidupnya,
Kesadaran dalam Melihat, Mendengar, Berkata, Merasa, Berpikir, Berbuat
Kesadaran untuk menyadari.
Kesadaran bahwa Tuhan berada dimana-mana.
Kesadaran bahwa ‘dia itu calon mayat’
*******************************************
Mohon maaf jika dalam penyampaian ini terdapat hal yang kurang berkenan,
Terimakasih saya kepada Bapak Prof Dr HC Dahlan Iskan,
yang telah membuat saya pusing dengan tweet nya.
Semoga anda panjang umur dan berbahagia selalu.
Semoga kesadaran yang anda miliki menjadi kesadaran yang dapat dimiliki seluruh Manusia Indonesia.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost