Tampilkan postingan dengan label Monorel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Monorel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Oktober 2013

Ide Dahlan Iskan : Monorel Dibangun Hari Ini, Pemkot Bekasi Minta Data ke DKI


Monorel Dibangun Hari Ini, Pemkot Bekasi Minta Data ke DKI
Liputan6.com, Bekasi : Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan monorel di Jalan Setiabudi Utara, Jakarta Selatan, akan dilakukan pada Rabu. Gubernur DKI Jakarta Jokowi dijadwalkan bakal datang meresmikan jalur monorel yang menghubungkan Ibukota dengan Kota Bekasi, Jawa Barat itu.

Namun hingga kini, Pemerintah Kota Bekasi masih belum mengantungi informasi yang jelas mengenai kelanjutan proyek itu. Karenanya, mereka mengirimkan surat permohonan data terkait proyek monorel kepada Pemprov DKI Jakarta.

"Data tersebut berupa kepastian letak, dan berapa jumlah shelter yang dibutuhkan agar Pemkot Bekasi bisa menyiapkan lahan," kata Walikota Bekasi, Rahmat Effendi di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/10/2013).

"Memang kabar terkait adanya jalur monorel yang menghubungkan DKI Jakarta dan Kota Bekasi sudah kami dengar, tapi belum sepenuhnya jelas," imbuhnya.

Effendi khawatir terjadi perbedaan persepsi nantinya mengenai pembangunan proyek ini. Namun dia berharap, pembangunan monorel dapat mempermudah aksesbilitas warga Bekasi menuju Jakarta sekaligus mengurangi kemacetan di 2 daerah itu.

Tahun depan akan dibangun shelter monorel Bekasi-Jakarta untuk jalur monorel yang akan melintas di sisi selatan Jalan KH Noer Ali, Kalimalang atau sejajar jalur Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Pembangunan monorel Jakarta-Bekasi-Cibubur ini telah diluncurkan Menteri BUMN Dahlan Iskan beberapa waktu lalu dan ditaksir menelan dana sekitar Rp 7 triliun. Proyek yang disebut dengan Jakarta Link Transportation (JLT) ini digarap 5 konsorsium BUMN. Lima konsorsium itu, yakni PT Adhi Karya Tbk, PT Inka, PT LEN, PT Jasa Marga, dan PT Telkom. (Ant/Tya/Ndy)
http://news.liputan6.com/read/720746/monorel-dibangun-hari-ini-pemkot-bekasi-minta-data-ke-dki?wp.trkn
*********

Bekasi Minta Jakarta Berikan Data Monorel
INILAH.COM, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memberikan data terkait proyek monorel.

"Data tersebut berupa kepastian letak, dan berapa jumlah shelter yang dibutuhkan agar Pemkot Bekasi bisa menyiapkan lahan," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Bekasi, Selasa (15/10/2013).

Menurutnya, permintaan tersebut telah disampaikan pihaknya secara tertulis kepada Pemprov DKI Jakarta pekan lalu.

"Kami meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terkait kesiapan monorel ini. Terkait pembebasan lahan, Pemkot Bekasi juga masih menunggu dari pemerintah pusat," ujarnya.

Menurut dia, informasi yang beredar selama ini masih dirasa belum akurat, sehingga dikhawatirkan terjadi miskomunikasi.

"Memang kabar terkait adanya jalur monorel yang menghubungkan DKI Jakarta dan Kota Bekasi sudah kami dengar, tapi belum sepenuhnya jelas," katanya.

Pembangunan monorel Jakarta-Bekasi-Cibubur ini telah diluncurkan Menteri BUMN Dahlan Iskan beberapa waktu lalu dan ditaksir menelan dana sekitar Rp 7 triliun.

Proyek yang disebut dengan Jakarta Link Transportation (JLT) itu digarap lima konsorsium BUMN.

Lima konsorsium itu di antaranya PT Adhi Karya Tbk, PT Inka, PT LEN, PT Jasa Marga, dan PT Telkom.

Rahmat Effendi berharap agar monorel bisa mempermudah aksesibilitas warga Kota Bekasi menuju ke Jakarta dan mengurangi kemacetan di Jakarta-Bekasi.[ant]


*********

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memberikan data terkait proyek monorel.

"Data tersebut berupa kepastian letak, dan berapa jumlah shelter yang dibutuhkan agar Pemkot Bekasi bisa menyiapkan lahan," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Bekasi, Selasa (15/10).

Menurutnya, permintaan tersebut telah disampaikan pihaknya secara tertulis kepada Pemprov DKI Jakarta pekan lalu.

"Kami meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terkait kesiapan monorel ini. Terkait pembebasan lahan, Pemkot Bekasi juga masih menunggu dari pemerintah pusat," ujarnya.

Menurut dia, informasi yang beredar selama ini masih dirasa belum akurat, sehingga dikhawatirkan terjadi miskomunikasi.

"Memang kabar terkait adanya jalur monorel yang menghubungkan DKI Jakrta dan Kota Bekasi sudah kami dengar, tapi belum sepenuhnya jelas," katanya.

Pembangunan monorel Jakarta-Bekasi-Cibubur ini telah diluncurkan Menteri BUMN Dahlan Iskan beberapa waktu lalu dan ditaksir menelan dana sekitar Rp 7 triliun.

Proyek yang disebut dengan Jakarta Link Transportation (JLT) itu digarap lima konsorsium BUMN.

Lima konsorsium itu di antaranya PT Adhi Karya Tbk, PT Inka, PT LEN, PT Jasa Marga, dan PT Telkom.

Rahmat Effendi berharap agar monorel bisa mempermudah aksesibilitas warga Kota Bekasi menuju ke Jakarta dan mengurangi kemacetan di Jakarta-Bekasi.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/10/15/mupwnd-bekasi-minta-jakarta-berikan-data-terkait-monorel

Selasa, 01 Oktober 2013

Monorel Peti Kemas Pertama di Dunia Lahir di Surabaya



SURABAYA – Konsorsium BUMN kembali melahirkan inovasi baru dalam bidang transportasi darat. Kali ini empat BUMN berkolaborasi untuk mengembangkan monorel pengangkut peti kemas atau automated container transporter (ACT).

ACT diuji coba kali pertama di hadapan Menteri BUMN Dahlan Iskan kemarin (28/9) di depan kantor PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III.

Saat meninjau, Dahlan mengatakan, monorel peti kemas tersebut dapat menjadi solusi atas persoalan kepadatan di jalan darat. ”Kalau kontainer bisa dikirim dengan monorel, kepadatan sekaligus kehancuran jalan raya bisa dihindari,” kata Dahlan setelah mengikuti senam sehat di lapangan Prapat Kurung dan dilanjutkan demo monorel peti kemas kemarin (28/9).

Dalam demo yang berlangsung singkat tersebut, satu kereta api mengangkut satu kontainer. Lantaran laju kereta yang didemokan lamban, Dahlan lantas menceletuk. ”Tentu (setelah dioperasikan) kecepatannya tidak begini kan?” tanya dia yang disambut tawa para pejabat BUMN yang ikut menyaksikan.

Realitanya, dalam pengoperasian, satu kereta api bisa mengangkut tiga rangkaian kontainer sekaligus dengan kecepatan 40 km per jam. ”Jadi, tiap lima menit sekali lewat dan memanfaatkan double track (rel ganda),” lanjut Dahlan.

Monorel pengangkut peti kemas merupakan peralatan penunjang yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Perak dan Terminal Multipurpose Teluk Lamong dengan panjang lintasan 11,445 km. Diperkirakan, proyek tersebut membutuhkan investasi sedikitnya Rp 2,5 triliun.

Dalam rencana proyek itu, PT Pelindo III dan PT Adhi Karya menjadi pemilik proyek. Sementara itu, pelaksana proyek adalah PT Adhi Karya, PT Industri Kereta Api (Inka) Indonesia, dan PT LEN Industri. Pembangunan diestimasikan memerlukan waktu dua tahun.   
”Nah, kalau nanti bisa diwujudkan, ini bakal menjadi ide yang luar biasa dan pertama di dunia. Serta, untuk kali pertama pelabuhan pakai ini. Makanya, saya berterima kasih kepada Pelindo III atas terobosan ini, juga kepada Adhi Karya, Inka, dan LEN Industri. Tidak lupa kepada BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) karena ahli-ahli di BPPT dapat mengaplikasikan untuk kepentingan masyarakat secara nyata dan tidak sekadar di dalam dokumen,” tutur Dahlan.
Selain itu, Dahlan menyambut baik rencana konsorsium mengurus hak paten monorel pengangkutan peti kemas tersebut. Menurut dia, proyek itu merupakan hasil kerja keras para BUMN sehingga layak bila dipatenkan.
”Saat ini hak paten atas monorel itu masih diurus. Apalagi, monorel peti kemas adalah inisiatif dan pemikiran dari teman-teman BUMN. Karena itu, saya minta itu diurus dengan serius,” tandas Dahlan

Ke depan, lanjut Dahlan, monorel peti kemas memungkinkan dikembangkan ke pelabuhan lain. Terutama pelabuhan dengan tingkat kepadatan cukup tinggi seperti di Tanjung Priok. Tujuan utama monorel peti kemas, yakni mengurangi kepadatan di jalan raya, dinilai sesuai dengan karakteristik pelabuhan terbesar di Indonesia itu. ”Nanti menyusul di pelabuhan lainnya, utamanya Tanjung Priok. Sebab, monorel peti kemas itu juga untuk efisiensi,” tambahnya.

Kunjungan Dahlan dilanjutkan ke proyek Terminal Multipurpose Teluk Lamong dengan mengendarai kapal laut. Di situ Dahlan jalan kaki mengelilingi proyek yang pengerjaannya sudah mencapai 61,5 persen. Mulai pengerjaan dermaga internasional, dermaga domestik, lapangan penumpukan, hingga perkantoran. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon di pintu masuk terminal di kawasan Osowilangon

Selain Dahlan, para direksi dari BUMN terkait ikut menanam pohon. ”Apakah direksi dan komisaris sudah di tempat masing-masing" Saya hitung mundur ya, lima, empat, tiga, dua, satu,” kata Dahlan diikuti dengan penanaman pohon secara serentak.

Setelah menanam, Dahlan berseru kepada para petugas setempat. ”Saya minta tanaman ini disiram dengan baik, apalagi saat tidak ada hujan. Sekarang silakan semua melanjutkan kegiatan di sini karena saya harus segera ke Kalimantan Timur,” ucap Dahlan menyudahi agenda kunjungan pagi itu.

Di bagian lain, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo III Husein Latief mengatakan, hingga sekarang pengembangan Terminal Multipurpose Teluk Lamong masih berjalan sesuai dengan target.

”Semoga Mei sudah selesai dan bisa dioperasikan. Kami ingin Terminal Teluk Lamong dapat menekan waiting time (waktu tunggu) kapal. Pada 2014 dermaga internasional bisa menampung dua kapal sekaligus dan dermaga domestik dengan kapal lebih kecil bisa tiga kapal sekaligus. Sedangkan 2016 kapasitas dermaga internasional bisa empat kapal sekaligus dan domestik sekitar enam kapal,” urainya. (res/c10/kim)

Dahlan Uji Coba Monorel Pengangkut Peti Kemas di Surabaya

Dahlan Iskan - Monorel Petikemas 2
Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menyiapkan monorel khusus pengakut peti kemas untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di pelabuhan yang dikelola PT Pelindo III itu.
Terkait dengan rencana itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini melakukan uji coba monorel khusus tersebut. Menurut dia, proyek monorel ini akan dibangun dan dikembangkan oleh konsorsium BUMN.
“Ini inisatif dan pemikiran BUMN yaitu PT Industri Kereta Api (INKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT LEN Industri. Saya minta diurus dengan serius,” ucap Dahlan dalam keterangan resminya, Sabtu (28/9/2013).
Menurutnya, monorel ini bisa mengurai kepadatan lalu lintas yang tinggi di Pelabuhan Tanjung Perak. “Kepadatan bisa dihindarkan karena jalan raya penuh truk besar. Ini bisa diwujudkan dan ini feasible,” sebutnya.
Pada kesempatan ini turut hadir Direktur Utama Pelindo III Jarwo Suryanto, Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan dan Direktur Utama LEN Abraham Mose.
Dirut PElindo III Jarwo Suryanto dalam sambutannya menjelaskan pengembangan monorel angkutan kontainer ini masih tahap feasibility study atau uji kelayakan. Proyek monorel sepanjang 11,44 KM ini, nantinya menelan biaya hingga Rp 2,5 triliun.
“Pagi ini mudah-mudahan bisa jalan. Kita masuk tahapan 2. Aspek teknis kelayakan dan keamanan, kemudian aspek ekonomis rute stasiun yang dibangun. Rute Tanjung Perak-Margo Mulyo-Tanjung Lamong. Kalau ini feasible, kita sama-sama bikin,” sebutnya.

Bank Dunia Puji Program Monorel Surabaya



SURABAYA, KOMPAS.com- Progres rencana pembangunan sistem transportasi massal berupa trem dan monorel di Kota Surabaya, mendapatkan apresiasi positif dari Bank Dunia. Apresiasi positif tersebut disampaikan oleh utusan dari Bank Dunia perwakilan Asia Pasifik pada Kamis (19/9/2013) di Balai Kota Surabaya. Mereka ditemui oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Kabag Kerjasama Pemkot Surabaya, Ifron Hady Susanto, mengatakan, kedatangan pihak Bank Dunia ke Surabaya untuk mengetahui perkembangan pembangunan sistem transportasi massal. Kegiatan itu termasuk mendiskusikan kendala yang dihadapi Pemkot Surabaya dalam realisasi pembangunan trem dan monorel.
Utusan Bank Dunia ingin melihat perkembangan dan meminta Wali Kota Surabaya menyampaikan apa saja masalah yang perlu dituntaskan. Bank Dunia akan terus memantau perkembangannya karena ini proyek besar.
Menurut Ifron, Bank Dunia sejak awal memberikan perhatian dengan aktif membantu untuk menyempurnakan Feasibility Study (FS) pembangunan trem dan monorel. Apalagi, bagi Pemkot Surabaya, trem dan monorel masih merupakan hal baru. "Sejak awal, mereka perhatian dengan terus melakukan pendampingan, karena monorel dan trem masih baru di Indonesia," katanya.
Dijelaskan Ifron, pembangunan trem dan monorel menjadi target prioritas bagi Pemkot Surabaya untuk segera direalisasi. Pasalnya, dengan jumlah penduduk yang terus bertambah dan peningkatan volume kendaraan yang tidak sebanding dengan penambahan jalan baru, Kota Surabaya terancam menjadi kota statis jika tidak memprioritaskan pembangunan trem dan monorel. Proyek tersebut memang menjadi prioritas karena pertumbuhan kendaraan dan jalan tidak sebanding, sehingga kemacetan mulai mengkhawatirkan. Kota Surabaya akan lumpuh dan kehidupan menjadi biaya ekonomi tinggi seperti di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Ifron Hady Susanto juga merespons keputusan pemerintah pusat meluncurkan mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost and green car(LCGC). Menurut Ifron, pemerintah pusat seharusnya berpikir ulang. Sebab, keberadaan mobil murah jelas akan menimbulkan dampak kemacetan parah di kota besar seperti di Surabaya.

"Paling penting transportasi massal. Di hampir semua negara maju sudah melakukannya. Harusnya yang didorong itu transportasi massal. Ini salah satu solusi yang ditawarkan supaya kecametan bisa direm sedikit," katanya.
Dalam pertemuan di ruang kerja Wali Kota Surabaya tersebut, utusan Bank Dunia memberikan pujian terkait keputusan Pemkot Surabaya untuk menggunakan tenaga staf sendiri dalam mengerjakan proyek-proyek. Di kota-kota lain, keberadaan konsultan masih menjadi pilihan utama dalam pembangunan proyek.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan kembali apresiasi dari pihak Bank Dunia tersebut, dan meminta jajaran Pemkot Surabaya tidak ragu dan takut untuk terus berkembang menjadi lebih baik. "Kalian dengar sendiri kan mereka memberikan pujian. Karena itu, jangan capek untuk terus belajar dan belajar. Ayo kita kembangkan potensi terbaik kita," ujar Risma.
Selain trem dan monorel, problem yang menjadi bahasan dalam pertemuan Wali Kota Risma dan perwakilan Bank Dunia tersebut adalah menuntaskan masalah perumahan dengan fokus pada pembangunan hunian vertikal untuk membantu masyarakat miskin. Juga pada penyediaan air bersih karena selama ini masih ada warga yang belum bisa menikmati air bersih.
Bank Dunia juga akan memberikan bantuan berupa fasilitasi pelatihan untuk masalah perumahan, training public partnership (TPP) juga peningkatan sumber daya manusia (SDM). Caranya menfasilitasi dengan mengajak bermitra dengan Universitas di Singapura untuk memberikan pelatihan terhadap staf-staf pemkot mulai Oktober 2013.

Minggu, 29 September 2013

Dahlan Iskan: Tanjung Perak, Pelabuhan Pertama di Dunia Pakai Monorel



Surabaya - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyebut pelabuhan Tanjung Perak Surabaya akan menjadi pelabuhan pertama di dunia yang dilengkapi fasilitas monorel angkut kontainer. Monorel ini nantinya menghubungkan pelabuhan Tanjung Perak-Terminal Teluk Lamong sepanjang 11,44 km.

"Ini pertama di dunia pelabuhan pakai monorai. Kita wujudkanlah," ucap Dahlan saat menyaksikan pengembangan monorel di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (28/9/2013).

Menurutnya pengembangan monorel yang bakal dikembangkan oleh BUMN serta menggandeng BPPT.

"Kita kerjasama dengan BPPT. Mewujudkan hasil nyata bagi masyarakat. Saya komitmen bisa aplikasikan temuan dan keahlian di BPPT," sebutnya.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) Jarwo Suryanto menjelaskan pengembangan monorel khusus ini merupakan solusi mengurai kemacetan di area pelabuhan. Apalagi dengan adanya terminal baru Teluk Lamong.

"Kita dihadapkan 2 pilihan. Bikin jalan layang atau bikin jalur khusus kontainer ini lebih spesifik. Dari aspek kemudahan dan kecepatan kita pilih monorel. Adhi Karya kembangkan monorel sejak lama tapi nggak jadi-jadi. Saya tantang bisa nggak bikin monorel angkut kontainer kan cuma beda beban saja. Ini kita coba," sebutnya.

Jarwo pada kesempatan itu menjelaskan pengembangan monorel ini juga akan menggandeng pengusaha transportasi lokal.

"Pemilik ini juga jangan mematikan angkutan ada. Saya ajak nanti organda untuk jadi pemilik angkutan ini," sebutnya.

Proyek monorel ini akan dikembangkan oleh konsorsium BUMN yakni Adhi Karya, LEN dan INKA. Proyek ini menelan biaya hingga Rp 2,5 triliun. Saat ini proyek monorel masuk tahap feasebility study.

(feb/ang) 

Kamis, 26 September 2013

Transportasi : Dahlan Iskan Akan Uji Coba Teknologi Baru Tanjung Perak

Dahlan Akan Uji Coba Teknologi Baru Tanjung Perak
Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. TEMPO/Fully Syafi




TEMPO.CO, Surabaya - Menteri BUMN Dahlan Iskan direncanakan mendemonstrasikan proyek monorel Automated Container Transport (ACT) di Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu 28 September 2013. Juru bicara PT Pelindo III (Persero), Edi Priyanto, mengatakan proyek monorel Petikemas tersebut menghubungkan Terminal Teluk Lamong dan Pelabuhan Tanjung Perak.

Menurutnya, ACT merupakan salah satu solusi atas permasalahan kemacetan beberapa ruas jalan di sekitar depo petikemas dan Pelabuhan Tanjung Perak. Kemacetan ini menimbulkan inefisiensi pada distribusi logistik barang. "Bila ini berhasil dilakukan, maka direncanakan juga akan dibagun di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta," kata Edi kepada Tempo, Kamis 26 September 2013.

Proyek dengan investasi sekitar Rp 2 triliun tersebut digarap PT Pelindo III dan PT Adhikarya selaku kontraktor. Sementara ACT dirakit oleh PT Inka dan PT LEN dengan pengujian kelayakan proyek oleh BPPT. Selain mendemonstrasikan ACT, Dahlan Iskan juga dijadwalkan melihat perkembangan proyek pembangunan Terminal Penumpang modern di Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah itu meninjau mega proyek Terminal Teluk Lamong dan melakukan kegiatan penghijauan disana.

Edi berharap, proses konstruksi terminal penumpang modern bisa diselesaikan april 2014 mendatang sehingga diharapkan berbarengan dengan penyelesaian Terminal Teluk Lamong yang akan dioperasikan pada awal mei 2014. "Terkait ground breaking monorel ACT diharapkan sudah bisa dimulai dibangun pada awal tahun 2014 dan diperkirakan membutuhkan waktu pengerjaan 1,5-2 tahun", ucapnya.

Nantinya ada 5 Sentra Train Station (STS), yakni STS Teluk Lamong, STS Greges, STS Kalianak, STS Tanjung Batu dan STS Tanjung Perak. STS berfungsi sebagai terminal bongkar muat petikemas menggunakan ACT. Sebelum diangkut ACT, petikemas dari depo akan dikirim menggunakan truk ke STS. Pelindo III juga berencana membentuk anak usaha yang menjalankan unit bisnis ACT. Setelah BPPT menyatakan proyek tersebut lulus uji kelayakan, Pelindo III segera membahas pembagian komposisi modal dengan PT Adhi Karya. "Bagi-bagi modal ini menunggu uji kelayakan keluar dulu," katanya.

DIANANTA P. SUMEDI

Selasa, 06 Agustus 2013

Dahlan Iskan dan Monorel BUMN


Monorel seperti barang yang sangat fenomenal sekarang-sekarang ini. Beberapa pihak sudah menyatakan kesanggupannya dalam menyiapkan monorel untuk untuk sarana transportasi  alternative anti macet. Salah satunya adalah Monorel konsorsium BUMN.

Dibawah komando Dahlan Iskan, Konsorsium Monorel BUMN sudah sangat siap dalam proyek pembangunan monorel yang sedianya akan dikerjakan di Jakarta, Bogor dan Bekasi. Tapi entah mengapa ketiga Pemda yang tadinya sangat bersemangat seolah diam seribu bahasa.

Tapi setelah munculnya gubenur Jawa Barat yang lagi-lagi membawa bendera monorail china menjadi satu isyarat tentang berubahnya gelagat pada pemda Bogor dan Bekasi.

Seperti juga Walikota bandung yang bertekuk lutut terhadap rencana gubenur Jawa Barat. Padahal mentri BUMN sudah bersedia menyisihkan waktu untuk menerima kedatangan seseorang yang dianggap mempunyai rasa empati hasil karya bangsa sendiri dengan mau membangun Monorel BUMN di daerahnya.

Semua media menjadikanya monorel sebagai tulisan menarik. Perusahaan monorel yang sudah nampang lainnya antara lain :
1. CNR Changchun Railway Vehicle Co. Ltd. china. Sekarang proyek monorel Jakarta
2. China National Machinery Import and Export Coorporation, perusahaan ini digandeng gubenur Jawa Barat untuk membangun monorel Jawa Barat plus membiayainya..
3. JK group. Belum pernah lihat gambar monorelnya. Mungkin juga monorel akan mengunakan produksi luar negeri.
4. PT.MBW Cibitung,

Banyak orang menyayangkan dipilihnya monorel buatan china. Kemampuan produk anak negeri yang diwakili oleh monorel BUMN sudah jelas lebih unggul, nampaknya tidak mampu mengetarkan rasa patriotisme pemegang kebijakan.



Rasanya pembangunan monorel untuk mengatasi macet hanya kepentingan bisnis semata. Jiwa nasionalime sayapun tercabik-cabik. Jika negara atau pemegang kebijakan mau berbuat untuk negeri ini, negara bisa melakukan penunjukan langsung.

Tidak perlu bersembunyi dibalik undang2 pengadaan barang. Ini harusnya dijadikan proyek mercusuar yang mampu memberitahuan dunia bahwa Indonesia pun mampu walau sudah terlambat. Proyek yang setidaknya menaikan harga diri bangsa.

Beberapa penjelasan dari orang dekat Jokowi kenapa tidak memilih monorel BUMN dikarenakan konsorsium BUMN dianggap belum mampu dalam memproduksi dan belum ada tinjauan keamanannya, hal ini  mungkin bisa diterima oleh masyarakat awam.

Namun hanya akan menjadi tertawaan untuk orang-orang yang bergelut di bidang tehnik. Sepertinya  itu hanya pembelaan, hanya mengiring opini bahwa monorel adalah alat transportasi dengan teknologi tinggi, Indonesia memerlukan beberapa tahun lagi untuk mampu membuatnya.

Mari kita menelisik teknologi monorel.
Monorel sudah dikembangkan sejak mulai abad ke 19. German, Irlandia dan US adalah negara yang memulai pengembangan monorel.

Monorel sebetulnya terdiri dari dua jenis yaitu top running dan bottom running, mengadopsi prinsip kerja kerekan alat bantu (lihat gambar bawah) yang mengunakan sebuah besi sebagai jalur pergerakannya.




Monorel bottom running
Orang mungkin hanya mengira jika monorel itu hanya  seperti yang sekarang dilihat di media-media, sebetulnya pengadopsian kerekan dimana pure berjenis bottom running sudah dibuat di German.
Kita lihat gambar dibawah ini :



Type bottom running cukup merepotkan bagian kontruksi. Selain ruang yang digunakan besar juga perhitungan load stressnya yang cukup menantang. Coba untuk para praktisi tehnik dan mahasiswa teknik sipil perhatikan load stressnya, bisa dibayangkan formula beban yang diperlukan tidak mudah tapi tidak bisa juga dibilang sulit.

Perbaikan monorel  pada rel-nya.



Monorel Top Running
Monorel BUMN, Monorel PT.MBW dan China berjenis top running dimana lock bergerak diatas relnya seperti Kereta Api biasa.  Indonesia termasuk yang telambat dalam pembangunan monorel jika dibandingan dengan Negara tetangga.

Monorel top running juga memiliki beberapa macam design pada sisi design roda penggerak. Gambar dibawah adalah monorel yang didesign dengan pengerak  dua roda vertical seperti layaknya kereta api konvensional hanya ditambah dengan roda penggapit dipasang horizontal.



Tapi sebagian besar teknologi gerak monorel menggunakan roda pada posisi horizontal, hal ini karena akan mempermudah pada pembangunan konstruksi rel dan aspek safety yang lebih secured. Design seperti inilah yang digunakan oleh monorel BUMN, Kita lihat gambar dibawah ini design roda horizontal.



Aspek safety dalam membangun monorel sudah sangat baku. Safety operation yang terdiri dari maksimum lift design load, safety impact , load factor used, maximum angle due to side pull dan stating maximum capacity. Ini bukan hal yang aneh di bidang engineering.

Untuk membangun kontruksi tiang monorel tidak lebih sulit membuat jalan layang atau jalan tol diatas laut yang sudah dibuktikan oleh BUMN konstruksi kita. Perhitungan design Load factor, load combination dan allowable stress bukan barang baru dalam dunia konstruksi Indonesia.
Kita tengok kemampuan BUMN membuat jalan tol diatas laut Bali dalam waktu 1 tahun, yang berarti BUMN sudah lihay dalam hal konstruksi. Konstruksi itu 70% dari pengerjaan Monorel. Kemampuan BUMN kontruksi kita sudah banyak diakui oleh negara luar.

Perlu diingat bahwa hanya BUMN-lah satu-satunya korporasi yang memiliki semua aspek dalam pembangunan monorel, BUMN Semen/beton, BUMN Baja, BUMN konstruksi, BUMN Pabrik Kereta Api, BUMN Operator Kereta Api, BUMN Teknologi Persinyalan, BUMN Telekomunikasi, dan BUMN Keuangan.

Kekhawatiran saya adalah, “Kalau proyek monorel yang bisa mengangkat harga diri dan harapan bangsa saja bisa lepas dari tangan BUMN. Bagaimana dengan pembangunan 6 ruas jalan tol baru di DKI Jakarta? bisa-bisa akan “diberikan” juga oleh Jokowi kepada kontraktor swasta asing.”

Salah satu penyesalan saya kepada Jokowi adalah dulu dia adalah figur yang menggebrak perhatian bangsa Indonesia ketika memperjuangkan hasil keringat anak bangsa, mobil esemka, setelah sukses mengendarai mobil esemka sampai ke kursi DKI 1, kini sepertinya jokowi malah akan menumpang gerbong monorail cina untuk menuju kursi RI-1?

Dari uraian diatas terlihat monorel bukanlah barang yang sangat sulit dibuat, monorel masih bisa dibilang termasuk varian dari kereta api. Konsorsium monorel BUMN memiliki kompetensi yang sangat mumpuni membuat Monorel.

Jadi tidak ada alasan jika ada yang menolak Konsorsium BUMN yang merah putihkecuali alasan yang lain paling masuk akal yaitu tidak ada fee untuk bekerja dengan BUMN.
Sangat menyesakan dada. Tapi ada sedikit obat luka diberikan Dahlan Iskan yaitu pembangunan monorel bandara Soetta yang ngak pake ribet.



Ternyata Dahlan Iskan lebih merah putih dibandingkan Aher ataupun Jokowi yang katanya tenar seantero Indonesia.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost