Sabtu, 14 September 2013

Ini Kata Dahlan Iskan Soal Landasan Ketiga Bandara


Ini Kata Dahlan Iskan Soal Landasan Ketiga Bandara
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menginginkan pembangunan landasan atau runway ketiga Bandara Soekarno-Hatta cepat selesai. "Di pinggir laut saya juga mau," ujarnya saat ditemui seusai senam bersama di halaman gedung Basarnas, Sabtu, 14 September 2013.

Namun ia pun tetap memberi dukungan jika PT Angkasa Pura II melakukan pembangunan runway ketiga di lahan yang sudah ada, bukan di pinggir laut. "Terserah korporasi, saya ikut, yang penting ada keputusan," ucapnya.

Sengketa lahan Bandara Soekarno-Hatta antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang tampaknya berdampak pada rencana pengembangan dan perluasan bandara.

Pemerintah Kabupaten Tangerang menunda rencana perluasan lahan Bandara Soekarno-Hatta seluas 1.000 hektare di lima desa di Kabupaten Tangerang. "Rencana perluasan bandara ditunda dulu sampai ada kepastian tentang batas wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang," ujar Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnaen, Kamis, 29 Agustus 2013.

Zaki mengatakan, sengketa lahan antara dua daerah yang terjadi berlarut-larut tanpa penyelesaian cukup merugikan kedua belah pihak. Menurut dia, saling klaim batas wilayah yang terjadi selama ini disebabkan belum adanya kepastian dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten soal batas wilayah tersebut.

Menurut dia, rencana perluasan Bandara Soekarno-Hatta yang meliputi lima desa di Kabupaten Tangerang akan dilakukan jika permasalahan batas wilayah selesai. Kabupaten Tangerang tidak ingin dalam perluasan yang baru nanti justru muncul klaim wilayah lagi dari Pemerintah Kota Tangerang. "Nanti kalau diperluas malah diklaim lagi, kita selesaikan dulu persoalan batas wilayah ini," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan lahan seluas 1.000 hektare untuk perluasan area Bandara Soekarno-Hatta. Lahan yang telah siap dibebaskan itu berada di Kecamatan Teluk Naga dan Kosambi, Kabupaten Tangerang, dalam mendukung rencana perluasan Bandara Soekarno-Hatta tersebut, yang bertujuan untuk memaksimalkan layanan bandara.

MARIA YUNIAR

Dahlan Iskan: Saya Minta Pertamina Tak Gampangan Beri Utang

Feby Dwi Sutianto - detikfinance

Sabtu, 14/09/2013 12:48 WIB
http://images.detik.com/content/2013/09/14/1036/dahlaniskan04.jpgJakarta - Pemerintah meminta PT Pertamina (Persero) untuk makin selektif memberikan utang pembelian BBM, termasuk ke maskapai pelat merah yaitu PT Merpati Nusantara Airlines (Persero).

Saat ini, utang Merpati ke Pertamina terkait pembelian BBM jenis avtur mencapai Rp 100 miliar.

"Saya minta Pertamina untuk tidak gampangan memberi utang, karena Pertamina itu kan perusahaan," ucap Dahlan saat ditemui pada acara HUT ke-51 Merpati di kantor pusat Merpati, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (14/9/2013).

Dahlan mengatakan, perusahaan yang memiliki utang ke Pertamina harus lebih keras dalam berusaha, bukan malah sebaliknya. Sehingga persoalan utang bisa terselesaikan.

Di tempat yang sama, Direktur Keuangan Merpati Daulat Musa menjelaskan, pihaknya masih bernegosiasi dengan Pertamina terkait utang pembelian avtur. Utang avtur ke Pertamina masih di atas Rp 100 miliar. Sementara batas maksimal agar pasokan avtur bisa normal adalah di bawah Rp 100 miliar.

"Belum di bawah Rp 100 miliar. Kita sedang usahakan. Sudah ada pembicaraan dengan Pertamina. Kita usahakan," sebutnya.

Daulat mengakui, Merpati memiliki komitmen dan usaha untuk menuntaskan utang-utangnya. Termasuk kepada Pertamina. "Merpati serius menyelesaikan soal utang. Merpati membangun optimistis di dalam," tegasnya.



(feb/dnl)

Minggu, 08 September 2013

Dahlan Iskan NY Mampir beli hotdog, bukan Gucci

Mampir beli hotdog, bukan Gucci

Lewat tengah malam, kawasan Times Square, New York masih tetap padat. Pak Dahlan Iskan dan istrinya kelaparan dan mampir sebentar membeli hot dog kebab kaki lima. Enak sekali dan kenyang, kata Pak Dahlan. Belum pernah saya melihat seorang pejabat tinggi negara Indonesia yang ke New York mampir ke kebab kaki lima ini. Hampir semuanya mencari Gucci, LV, atau Rolex

Dahlan Iskan : MH093 : Dengan ini jumlah pejabat dikurangi

Dengan ini jumlah pejabat dikurangi

Oleh Dahlan Iskan, Menteri BUMN
Kementerian BUMN menyederhanakan organisasi. Mulai 1 September lalu satu kedeputian dihapus. Jabatan setingkat direktorat jenderal itu hilang satu. Berarti jabatan-jabatan di bawahnya otomatis banyak berkurang. Tiga Direktur (di Kementerian BUMN disebut Asisten Deputi) ikut hilang. Lebih banyak lagi hilangnya jabatan-jabatan di bawahnya.

Total ada 40 kotak jabatan yang terhapus. Maka, dengan ini, jumlah pejabat di Kementerian BUMN berkurang 20 persen. Selama ini banyak jabatan yang fungsinya tumpang tindih. Inilah yang dirasionalkan. Misalnya ada Deputi Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis. Tugasnya merumuskan konsep dan melaksanakan restrukturisasi perusahaan-perusahaan negara. Di lain pihak ada BUMN yang tugasnya melaksanakan restrukturisasi perusahaan negara, yakni PT Perusahaan Pengelola Aset (PT PPA).

PT PPA dibentuk untuk melanjutkan tugas Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang sudah dibubarkan. Aset-aset sitaan BPPN akibat kredit macet selama krisis moneter tahun 1998 yang tidak sempat diselesaikan oleh lembaga itu dilimpahkan ke PT PPA. Belakangan kalau ada perusahaan negara yang sulit sekalian diminta PT PPA untuk menyelesaikan.

Namun jalannya restrukturisasi sebuah perusahaan BUMN sangat lambat. Penyebabnya, antara lain, perusahaan-perusahaan yang harus direstrukturisasi itu berada di bawah kendali berbagai deputi lainnya. Maka untuk merestrukturisasi sebuah perusahaan harus melalui birokrasi yang panjang.

Dengan perubahan terbaru ini, semua perusahaan yang akan direstrukturisasi dialihkan ke bawah kendali Deputi Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis. Tidak lagi di bawah deputi teknis. Misalnya PT Merpati. Dari segi pembinaan dia berada di bawah Deputi Bidang Usaha Logistik dan Infrastruktur. Kini Merpati berada langsung di bawah Deputi Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Wahyu Hidayat.

Karena lebih dari 15 perusahaan harus direstrukturisasi, Deputi Restrukturisasi yang dulu tidak membawahi satu pun perusahaan kini membina lebih 15 perusahaan. Maka beban deputi yang lain menjadi ringan. Tentu ini tidak baik. Untuk itu satu deputi dihapus. Tugasnya didistribusikan ke deputi yang sudah lebih ringan tadi.

Mungkin, kelak, satu deputi lagi bisa dihapus. Yakni kalau tugas merestrukturisasi perusahaan sudah selesai. Berarti tidak perlu ada Deputi Restrukturisasi. Kalau itu terjadi maka jumlah pejabat di Kementerian BUMN akan berkurang 40 persen!

Kementerian BUMN memang sangat kecil. Anggaran APBN-nya bukan triliunan tapi hanya Rp 140 miliar. Terkecil di antara kementerian yang ada. Urusannya memang tidak banyak: membina 141 perusahaan BUMN. Kalau ditambah dengan anak-anaknya menjadi sekitar 600 perusahaan.

Tahun lalu anggaran itu pun tidak habis.

Dalam sebuah rapat kerja Kementerian BUMN sempat dikritik keras oleh yang biasa mengkritik. Tidak mampu menyerap anggaran. Sehingga uang tetap berada di Kementerian Keuangan.

Tahun ini saya minta anggaran perjalanan dinas diturunkan lagi sebanyak Rp 10 miliar. Semoga, hehe, kali ini bisa habis.

Keinginan melakukan reformasi birokrasi itu telah menjadi tekad seluruh jajaran Kementerian BUMN sejak hari pertama saya menjabat sebagai menteri. Kebetulan para pejabat eselon satu Kementerian BUMN dulunya adalah aktivis mahasiswa. Pada hari pertama bertugas sebagai menteri itu saya kumpulkan seluruh eselon satu.

"Kita dulu aktivis mahasiswa kan?" Tanya saya kepada mereka.

"Betul," jawab mereka.

"Sekarang kita jadi pejabat tinggi kan?" Tanya saya.

"Betul Pak," jawab mereka.



"Ingatkah waktu kita jadi aktivis dulu kita menuntut apa?" Tanya saya lagi.

Maka kami daftar apa saja yang dulu kita perjuangkan: anti korupsi, reformasi birokrasi, dan penegakan hukum.

Maka hari itu kami sepakat untuk tidak korupsi. Jangan sampai dulu berjuang melawan korupsi ternyata setelah dapat jabatan korupsi juga. Banyak orang berteriak anti korupsi hanya karena belum diuji oleh kesempatan dan jabatan. Mereka itu akhirnya korupsi juga setelah mendapat jabatan dan kesempatan.

Kami bertekad untuk tidak seperti itu. Kami berdoa semoga dikuatkan iman kami dari ujian jabatan tinggi.

Kami juga sepakat untuk melakukan reformasi birokrasi. Mumpung menjadi pejabat tinggi kami sepakat harus bisa berbuat sesuatu yang dulu hanya bisa kita teriak-teriakkan di pinggir jalan. Jabatan tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Dalam hal ini saya pernah membuat kesepakatan dengan Pak Mahfud MD. Waktu itu beliau masih menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi dan sama-sama belum memikirkan soal capres. Beliau mengibaratkan orang yang mendapat jabatan itu sama dengan hakim yang memegang palu. Tidak boleh orang yang lagi memegang palu tidak menggunakan palunya. Karena itu mumpung memegang palu haruslah palunya digunakan.

Maka minggu-minggu pertama di Kementerian BUMN kesibukan utama kami adalah merancang reformasi birokrasi di internal kementerian. Karena saya tidak berasal dari birokrasi maka yang mengetuai adalah Wakil Menteri Mahmuddin Yasin. Dia seorang birokrat tulen. Tapi dendamnya sama: ingin cepat-cepat melakukan reformasi birokrasi.

Itulah sejarahnya mengapa lahir Keputusan Menteri BUMN No. 236 tahun 2012 yang menghebohkan. Semangat reformasi birokrasi memang sangat tinggi waktu itu. Seperti masih mahasiswa saja. SK itulah yang dianggap oleh DPR melanggar peraturan. Tekanan politik untuk mencabutnya luar biasa.

Saya memang agak "mokong" hari itu karena saya sadar sepenuhnya reformasi birokrasi itu memerlukan keberanian. Logikanya kalau aturan sudah baik, tidak perlu lagi ada reformasi birokrasi.

Namun karena keributan memuncak saya pun mundur satu langkah. Toh ada cara lain untuk melaksanakan ide itu tanpa harus ribut-ribut di DPR. SK itu saya cabut. Tapi esensinya tetap saya laksanakan. Banyak jalan menuju restoran.

Penghapusan satu kedeputian kali ini pun bisa saja dinilai agak melanggar peraturan. Tapi kami tidak menganggapnya begitu. Semoga tidak ada tekanan lagi kali ini.

Kami hanya ingin antara apa yang dulu diperjuangkan dan kenyataan di lapangan bisa sejalan. Kami tidak mau masuk kelompok yang tidak berbuat sesuatu dengan alasan "keadaan tidak memungkinkan" atau "peraturan tidak memungkinkan" atau "ketakutan akan kehilangan jabatan tidak memungkinkan". (*)

Grafis from http://kickdahlan.wordpress.com/2013/09/09/dengan-ini-jumlah-pejabat-dikurangi/

Sabtu, 07 September 2013

Dahlan Iskan - MH 03 "Mengabdikah di BUMN? Lebih Sulitkah?"

"Mengabdikah di BUMN? Lebih Sulitkah?"

Berhentilah mengeluh! Tetapkanlah tekad!

Kalau pilihan sudah dijatuhkan,
tinggallah kita fokus di pilihan itu.

Sepenuh hati.

Tidak ada pikiran lain kecuali
bekerja, bekerja, bekerja!

Daripada mengeluh terus,
berhentilah bekerja.

Masih banyak orang lain yang mau bekerja.
Masih banyak orang lain yang tanpa
mengeluh bisa menunjukkan kemajuan!

Sudah waktunya BUMN hanya sebagai
tempat membuat prestasi.

- Dahlan Iskan - Manufacturing Hope 03

Dahlan Iskan Minta Dirut Pertani Segera Dicopot

JAKARTA - Jabatan Eddy Budiono sebagai  direktur utama PT Pertani Perseroan bakal berakhir. Pasalnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan memberhentikan Eddy usai pulang dari melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat.

Eddy diberhentikan karena Kejaksaan Agung sudah menetapkan status mantan Dirut PT Sang Hyang Seri (SHS) itu sebagai tersangka terkait kasus korupsi penyaluran benih tanaman hibrida di Kementerian Pertanian (Kementan).

"Rencananya pemberhentikan Dirut Pertani akan ditandatangani oleh Pak Dahlan Sabtu besok (7/9)," ucap Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi, Jumat (6/9).

Keputusan pemberhentian itu dikatakan Dahlan berdasarkan hasil rapat pimpinan (Rapim) BUMN tiga minggu lalu. Ia mengakui, keputusan itu baru diambil lantaran menunggu hasil tes calon pengganti. "Saya minta keputusan rapim Kementerian BUMN tiga minggu lalu untuk memberhentikan Dirut Pertani agar dipercepat pelaksanaannya. Sehingga dengan status baru yang bersangkutan di Kejaksaan pemberhentikan ini bisa dipercepat," tutur Dahlan.

Selain mengagendakan pemberhentian jabatan Dirut Pertani, kata Faisal, Dahlan juga memutuskan untuk menggabungkan dua perusahaan yang berbisnis benih itu. Kedua perseroan itu nantinya akan berada di bawah naungan Pupuk Indonesia Holding Company.

Pengabungan ini dilakukan karena masa lalu Pertani dan SHS dinilai tidak mencerminkan korporasi sebuah perusahaan. Sebab, selama ini hanya menggantungkan bisnisnya pada proyek-proyek yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian, khususnya beras.

"Dua perusahaan itu, setahun terakhir dicoba untuk dibenahi dengan cara yang normal, namun tidak berhasil secara cepat. Padahal, sebagai negara pertanian BUMN harusnya memiliki bisnis pertanian yang kuat," pungkas mantan Dirut PLN ini. (chi/jpnn)

Jakarta, GATRAnews - Menteri BUMN Dahlan Iskan mempercepat pencopotan Dirut PT Pertani Eddy Budiono yang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus korupsi pengadaan benih ketika masih menjabat Dirut PT Sang Hyang Seri (SHS).

"Dari Boston, Amerika Serikat, Menteri BUMN meminta pemecatan Dirut Pertani dipercepat pelaksanaanya," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian BUMN, Faisal Halimi, di Jakarta, Jumat.

Menurut Faisal, seperti dikutip Antara, pada Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian BUMN sudah diputuskan untuk memberhentikan Dirut Pertani karena dalam statusnya sebagai mantan Dirut PT Sang Hyang Seri menjadi tersangka oleh Kejaksaan Agung.

Pada Kamis (5/9), Kejaksaan Agung menetapkan Eddy Boediono bersama empat direktur PT Sang Hyang Seri lainnya sebagai tersangka dan langsung dijebloskan ke tahanan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Selain Eddy Boediono, empat direktur lainnya yaitu Yohanes Maryadi Padyaatmaja (YMP) mantan Direktur Produksi, Nizwar Syafaat (NS), mantan Direktur Litbang, HM Rachmat (R) mantan Direktur Keuangan dan Kaharudin Rahmat (KR) mantan Direktur Pemasaran.

Menanggapi kasus tersebut, Dahlan Iskan mengatakan pada tiga minggu lalu saat menggelar Rapat Pimpinan juga sudah diputuskan untuk melakukan tindakan ekstrim bagi PT SHS dan PT Pertani dengan cara menggabungkan dua perusahaan tersebut di bawah perusahaan BUMN yang kuat yakni PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).

Sedangkan keputusan pencopotan tidak segera dilaksanakan karena masih menunggu hasil tes calon-calon penggantinya. "Namun dengan status baru yang bersangkutan di Kejaksaan pemberhentian harus dipercepat," tegas Dahlan.

Dahlan mengaku, kondisi dua BUMN Pertanian tersebut sangat memprihatinkan dengan masa lalu yang sangat rapuh yang menggantungkan bisnis kepada proyek-proyek Kementerian Pertanian.

Kedua perusahaan itu diutarakan Dahlan, dalam setahun terakhir sudah dicoba diperbaiki dengan cara normal, dengan suntikan modal dan pergantian direksi, namun tidak berhasil.

"Padahal Indonesia sebagai negara pertanian, BUMN harusnya memiliki bisnis pertanian, khususnya beras yang kuat," tegas Dahlan.

Pendiri Jawa Pos Group ini pun mengatakan, Sabtu (6/9) surat pemberhentian Dirut Pertani Eddy Boediono itu harus sudah ditandatangani. Saat ini, Jumat, 6 September, Dahlan sedang berada di Amerika Serikat, mengunjungi Harvard Business School, dan kemudian kembali ke Tanah Air. (DH)


JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan segera mempercepat pencopotan Dirut PT Pertani Eddy Budiono yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus korupsi pengadaan benih saat menjabat Dirut PT Sang Hyang Seri (SHS).

"Dari Boston, Amerika Serikat, Menteri BUMN meminta pemecatan Dirut Pertani dipercepat pelaksanaanya," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian BUMN, Faisal Halimi kepada Antara, di Jakarta, Jumat.

Menurut Faisal, pada Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian BUMN sudah diputuskan soal  pemberhentian Dirut Pertani karena dalam statusnya sebagai mantan Dirut PT Sang Hyang Seri menjadi tersangka oleh Kejagung.

Pada Kamis (5/9), Kejagung menetapkan Eddy Boediono bersama empat direktur PT Sang Hyang Seri lainnya sebagai tersangka dan langsung dijebloskan ke tahanan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Selain Eddy Boediono, empat direktur lainnya yaitu Yohanes Maryadi Padyaatmaja (YMP) mantan Direktur Produksi, Nizwar Syafaat (NS) mantan Direktur Litbang, HM Rachmat (R) mantan Direktur Keuangan, dan Kaharudin Rahmat (KR) mantan Direktur Pemasaran.

Menanggapi kasus tersebut, Dahlan Iskan mengatakan pada tiga minggu lalu saat menggelar Rapim juga sudah diputuskan untuk melakukan tindakan ekstrim bagi PT SHS dan PT Pertani dengan cara menggabungkan dua perusahaan tersebut di bawah perusahaan BUMN yang kuat yakni PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).

Sedangkan keputusan pencopotan tidak segera dilaksanakan karena masih menunggu hasil tes calon-calon penggantinya. "Namun dengan status baru yang bersangkutan di Kejaksaan pemberhentian harus dipercepat," tegas Dahlan.

Dahlan mengaku, kondisi dua BUMN Pertanian tersebut sangat memprihatinkan dengan masa lalu yang sangat rapuh yang menggantungkan bisnis kepada proyek-proyek Kementerian Pertanian.

Kedua perusahaan itu diutarakan Dahlan, dalam setahun terakhir sudah dicoba diperbaiki dengan cara normal, dengan suntikan modal dan pergantian direksi, namun tidak berhasil.

Pendiri Jawa Pos Group ini pun mengatakan, Sabtu (6/9) surat pemberhentian Dirut Pertani Eddy Boediono itu harus sudah ditandatangani.

Saat berita ini diturunkan, Dahlan sendiri sedang berada di Amerika Serikat, mengunjungi Harvard Business School. (*/gor)


Jumat, 06 September 2013

Pendukung Dahlan Iskan di Bogor Bentuk JaDI ( Jaringan Dahlan Iskan)




BOGOR- Sejak dinyatakan sebagai peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat, dukungan untuk Dahlan Iskan (DI) terus menguat. Tidak ketinggalan di Bogor. Para pendukung DI di Bogor pun sepakat membentuk Jaringan Dahlan Iskan (JaDI), Jumat (6/9).

Pembentukan JaDI ini diharapkan melengkapi kelompok relawan DI lainnya. Baik yang tergabung dalam Relawan Dahlan Iskan (ReDI) maupun kelompok lainnya.

Adalah Ade Gunawan, Wes Wijaya, Gatut Susanta, Faturahman S Kanday, Andi Ahmadi, Mustaqim dan Zaenal Muttaqin yang menjadi penggagas  terbentuknya JaDI. Mereka merupakan kumpulan dari tokoh muda Bogor yang berkolaborasi untuk menyosialisasikan sosok hebat DI di Kota dan Kabupaten Bogor.

Ade Gunawan menjelaskan, pemakaian nama JaDI erat kaitannya dengan Bogor. Dimana penggalan kata ‘Ja’ adalah singkatan dari Jajar, atau kata dasar dari Pajajaran yang artinya baris. Sedangkan DI bisa disebut Demi Indonesia atau sebutan lain dari nama Dahlan Iskan.

Dengan terus menyosialisasikan sosok DI, para penggagas  JaDI  berharap masyarakat Bogor dapat mendukung Dahlan untuk memimpin dan membangun Indonesia. (*/ndy)

Dahlan Iskan, kunjungan ke USA dan inflasi

Liputan6.com, Jakarta : Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mendukung himbauan Kementerian Perdagangan (Kemendag) supaya perusahaan pelat merah menunda atau menjadwal ulang pembelian pesawat maupun lokomotif untuk mengendalikan inflasi impor (imported inflation).

"Kami mendukung keinginan itu (himbauan Kemendag)," tuturnya singkat dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Jumat (6/9/2013).

Dahlan menilai, jumlah impor pesawat BUMN masih terhitung sedikit, namun berimbas besar bagi neraca perdagangan Indonesia.

"Meski jumlah impor pesawat sedikit tapi memakan (menyedot) devisa sangat besar," ujarnya.
Sebelumnya, Kemendag melakukan sejumlah usaha untuk menghadapi efek dari kenaikan harga barang impor akibat pelemahan rupiah. Salah satunya meminta BUMN untuk menunda pengiriman barang impor yang tidak terlalu mendesak.

"Kami sedang bicara dengan beberapa BUMN secara intensif agar menjadwal ulang importasi pesawat terbang dan lokomotif. Karena bulan Juli impor lokomotif besar," terangnya. (Fik/Ndw).

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mendukung imbauan agar perusahaan pelat merah menunda pembelian pesawat baru di tengah anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, impor pesawat itu berkontribusi besar terhadap devisa negara, meski jumlahnya sedikit.
“Tentang imbauan agar BUMN menunda pembelian pesawat-pesawat baru, saya mendukung keinginan itu. Impor pesawat itu, meski jumlahnya sedikit, tapi makan devisanya sangat besar,” ujarnya dalam pesan singkat, Jumat (6/9/2013).

Langkah itu dilakukan untuk meredam dampak dari anjloknya nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS.
Sebelumnya, Menteri Keuangan menginstrusikan kepada perusahaan BUMN untuk mengurangi impor pembelian barang modal impor.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi pengeluaran pemerintah atas barang impor, mengingat pergerakan rupiah masih terus mengalami tekanan, bahkan melewati Rp11.000 per dollar AS.

Maskapai penerbangan yang menyatakan kesiapannya untuk melakukan langkah itu adalah anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), yakni PT Citilink Indonesia.

Maskapai berbiaya murah (low-cost carrier/LCC) itu mengubah rencana mendatangkan 10 unit pesawat Airbus pada tahun depan menjadi 8 unit pesawat seiring dengan pengaruh pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.
Editor : Ismail Fahmi

Tekan Impor, Dahlan Setuju BUMN Tunda Pembelian Pesawat

Jakarta – Menteri BUMN Dahlan Iskan setuju BUMN aviasi menunda pembelian pesawat dari luar negeri. Impor pesawat akan menekan neraca perdagangan Indonesia yang kini defisitnya makin melebar.

“Tentang imbauan Kementerian Perdagangan agar BUMN menunda pembelian pesawat-pesawat baru Dahlan mendukung keinginan itu. Impor pesawat itu meski jumlahnya sedikit tapi makan devisanya sangat besar,” ungkap Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi kepada wartawan, Jumat (6/9/2013).
Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengungkapkan pemerintah secara intensif berkoordinasi dengan BUMN yang kerap melakukan importasi barang yang nilainya besar. Seperti pesawat, mesin, kereta api dan barang lainnya.

“Kemudian, kita bicara intensif dengan BUMN. BUMN kita impor barang modalnya cukup besar, apakah bisa dijadwalkan ulang untuk importasinya seperti pesawat terbang, lokomotif, mesin-mesin dalam harga yang mahal,” katanya.
Pasalnya, importasi barang jenis tersebut pada bulan Juli 2013 kemarin jumlahnya sangat besar, sehingga cukup berkontribusi terhadap defisit neraca perdagangan. Bayu mendorong agar para BUMN tersebut bisa merevisi jadwal impornya.

Pada kesempatan yang sama Faisal juga menerangkan agenda Dahlan Iskan di AS.

“Menteri BUMN tadi malam mengadakan pertemuan dengan perwakilan-perwakilan BUMN di New York seperti BRI, BNI dan PTPN XII. Menteri BUMN ingin mendiskusikan apa yang bisa lebih diperbuat untuk memperkuat pasar Indonesia di AS,” kata Faisal.

Dahlan Iskan dalam pertemuan itu lebih memfokuskan diri pada potensi perwakilan PTPN XII apakah ekspor kopi Indonesia bisa kembali ditingkatkan.(kl/hen)

Dahlan Iskan Kumpulkan Perwakilan BUMN di New York


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN Dahlan Iskan, Kamis malam di New York, Amerika Serikat, mengumpulkan perwakilan perusahaan milik negara seperti Bank BRI, Bank BNI dan PTPN 12, mendiskusikan langkah yang harus ditempuh untuk memperkuat pasar Indonesia di negara tersebut.

"Pertemuan itu dilakukan agar BUMN lebih fokus pada peningkatan potensi masing-masing dalam mengatasi dampak krisis ekonomi Amerika Serikat yang terjadi beberapa waktu lalu," kata Dahlan dalam siaran pers yang diterima Antara, di Jakarta, Jumat.

Menurut Dahlan, akibat krisis moneter tersebut omset BRI turun 40 persen, tapi kini sudah pulih kembali. Bahkan sudah lebih tinggi dari sebelum krisis dengan staf lebih kecil.

BRI saat ini memiliki delapan staf di New York, dan BNI memiliki 23 staf, jumlah tersebut berkurang drastis dibanding sebelum krisis 1998. "BNI juga sudah mulai pulih meski belum mencapai puncaknya kembali," tegas Dahlan.

Pada kesempatan itu, mantan Dirut PT PLN ini juga mendiskusikan apakah potensi ekspor komoditas kopi PTPN 12 bisa kembali ditingkatkan. Ekspor kopi Arabika PTPN 12 ke Amerika Serikat pada 2012 mencapai 378 ton.

Direktur Utama PTPN 12 Irwan Basri mengatakan, selain ke Negeri Paman Sam, PTPN 12 juga banyak mengekspor kopi Arabika seperti ke Jerman sebanyak 377,1 ton, Belanda 288 ton, Italia 180 ton, Inggris 108 ton, Mexico 36 ton, Australia 18 ton, Norwegia 16,5 ton.

Dengan begitu total ekspor kopi Arabika ke mancanegara pada 2012 mencapai 1.401,16 ton. Sementara ekspor kopi jenis Robusta PTPN 12 total mencapai 1.050 ton meliputi Italia 774 ton, Jepang 90 ton, Belgia 72 ton, Belanda 42 ton, Jerman 36 ton, Inggris 36 ton. "Total ekspor kopi PTPN 12 selama 2012 (Arabika dan Robusta) mencapai 2,451,6 ton", ujar Irwan.

Menanggapi potensi ekspor kopi PTPN 12 tersebut, Dahlan Iskan menambahkan, agar permintaan mancanegara tersebut juga ditangani BUMN lainnya.

"Minggu sore (8/9) saya akan mengumpulkan Dirut PTPN di Jakarta untuk menindaklanjuti peningkatan ekspor hasil perkebunan Indonesia," tegasnya.

Dengan menurunnya nilai rupiah sekarang ini ekspor Indonesia harus lebih meningkat. Tentang himbauan Memperdag agar BUMN menunda pembelian pesawat-pesawat baru, Dahlan mendukung keinginan itu. "Impor pesawat itu meski jumlahnya sedikit tapi makan devisanya sangat besar," ujar Dahlan.

Dahlan Iskan Panggil 3 BUMN Berbasis di AS, Ada Apa Ya?


Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan menggelar pertemuan dengan tiga perwakilan perusahaan pelat merah yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Upaya ini bertujuan untuk memperkuat pasar Indonesia di negeri Paman Sam tersebut.

Tiga BUMN itu antara lain, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII.

Dahlan mengatakan, pertemuan ini membahas kinerja perbankan pelat merah yang pernah mengalami penurunan omzet hingga 40% akibat krisis keuangan global pada tahun 1998.

"Tapi kini (omzet) BRI dan BNI sudah pulih kembali, bahkan lebih tinggi dengan jumlah staf masing-masing 8 orang dan 23 pegawai walaupun jumlah staf ini sudah berkurang drastis," ungkap dia dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (6/9/2013).

Dalam agenda pertemuan tersebut, Dahlan juga memfokuskan diskusi terkait potensi ekspor perkebunan oleh PTPN 12, seperti komoditas kopi.

Tahun lalu, dia mencatat, ekspor kopi Arabika dari perusahaan perkebunan itu ke beberapa negara mencapai 1.401,6 ton. Terdiri dariAS mencapai 378 ton, sebanyak 377,1 ton ke Jerman, Belanda sebanyak 288 ton.

Selain itu, ekspor kopi Arabika ke Italia sebesar 180 ton, Inggris 108 ton, Meksiko sebanyak 36 ton, Australia 18 ton dan Norwegia sebanyak 16,5 ton.

Sementara ekspor kopi Robusta sepanjang 2012 mencapai 1.050 ton, antara lain Italia 774 ton, Jepang sebanyak 90 ton, Belgia 72 ton, Belanda 42 ton, Jerman 36 ton, Inggris sebanyak 36 ton.

"Menurut Direktur Utama PTPN 12, Irwan Basri, total ekspor kopi pada tahun lalu sebesar 2.451,6 ton," tutur Dahlan.

Untuk menggenjot ekspor hasil perkebunan ke berbagai negara, Dahlan mengaku akan memanggil para direksi PTPN di Jakarta. Rencananya dia akan terbang dari AS ke Jakarta pada tanggal 8 September ini.

"Minggu sore (8/9/2013) akan kumpulkan dirut PTPN di Jakarta guna membicarakan peningkatan ekspor hasil perkebunan. Sebab dengan pelemahan nilai rupiah, ekspor Indonesia harus lebih meningkat," pungkas dia.

http://bisnis.liputan6.com/read/685314/dahlan-iskan-panggil-3-bumn-berbasis-di-as-ada-apa-ya

Dahlan Iskan - CEO PLN Note - Mulai Daging Babi sampai Mikro LNG

Kalau Indonesia tahun lalu dipusingkan oleh lonjakan harga cabai, di Tiongkok kini sedang mengalami persoalan serupa. Bahkan dalam bentuk yang lebih berat: kenaikan drastis harga daging babi.
Kalau harga cabai saja bisa membuat raport inflasi Indonesia merah, apalagi pengaruh harga daging babi di Tiongkok. Gara-gara kenaikan harga daging babi itu, inflasi Tiongkok mengejutkan: 6,4 persen. Padahal, targetnya hanya 4 persen. Ini angka inflasi tertinggi di Tiongkok sejak 2008.

Setahun terakhir harga daging babi memang naik lebih 50 persen di Tiongkok, mencapai hampir Rp 35.000/kg. Seperti harga cabai di Indonesia tahun lalu, tingginya harga daging babi di Tiongkok juga menjadi pembicaraan yang meresahkan masyarakat hampir di seluruh negeri. Sampai-sampai pemerintah memutuskan untuk melepaskan cadangan daging babi nasional. Saat harga daging babi murah tahun lalu,  pemerintah memang membuat lumbung daging babi. Tapi,  jumlahnya belum sempat besar, baru 200.000 ton. Padahal, keperluan daging babi seluruh Tiongkok mencapai 40 juta ton setahun. Cadangan itu hanya cukup untuk keperluan satu hari saja!

Seperti juga cabai, mengatasi persoalan ini tidak mudah. Rangsangan untuk para peternak babi memang sudah diberikan. Tapi, untuk menunggu babi sampai bisa dijual di pasar, perlu waktu 1 tahun. Kalau persoalan cabai bisa diatasi dengan impor cabai besar-besaran (meski orang Indonesia mengeluh bahwa cabai impor kurang pedas), persoalan kurangnya daging babi di Tiongkok tidak bisa diselesaikan dengan cara yang sama. Harga daging babi di luar negeri lebih mahal. Di Surabaya, misalnya, harga daging babi mencapai Rp 60.000/kg atau hampir dua kali lipatnya. Maka, sampai Imlek tahun depan, tidak ada harapan harga daging babi turun drastis.

Ada kegelisahan lain di Tiongkok: wanitanya kian menyukai melahirkan dengan cara cesar. Persentasenya naik secara drastis dalam waktu yang singkat. Kini 51 persen wanita Tiongkok melahirkan dengan cara cesar. Ini merupakan persentase  tertinggi di dunia. Amerika Serikat saja, yang metode cesarnya sudah sangat lama, baru mencapai 30 persen.

Kenyataan itu dipicu oleh banyak hal. Terutama oleh banyaknya rumah sakit yang karena tuntutan bisnis merangsang wanita untuk melakukan cesar. Juga disebabkan oleh majunya teknologi yang membuat cesar lebih menjamin keselamatan bayi yang dilahirkan. Padahal, wanita di Tiongkok hanya boleh punya satu anak sehingga harta satu-satunya itu harus lahir sempurna.

Memang kebijakan hanya boleh punya satu anak sudah mulai dilonggarkan. Penduduk minoritas boleh punya anak banyak. Penduduk pedesaan yang memerlukan tenaga kerja muda untuk pertanian boleh memiliki dua anak sepanjang anak pertamanya perempuan dan jaraknya harus tujuh tahun. Kini kebijakan itu melonggar lagi untuk wilayah tertentu: boleh punya dua anak sepanjang bapak dan ibunya adalah anak tunggal. Provinsi Guangdong, misalnya, kini minta kelongaran seperti itu karena kian sulitnya mendapatkan tenaga kerja.

Dulu, untuk provinsi yang ekonominya luar biasa ini, bisa dengan mudah mendapatkan buruh dari daerah-daerah pedalaman. Kini, dengan pembangunan besar-besaran di daerah pedalaman, merantau ke Guangdong tidak lagi menarik.

“Dulu mimpi setiap anak yang baru lulus sekolah adalah pergi ke Guangzhou atau Shenzhen,” ujar seorang manajer pabrik mesin perminyakan di Chongqing, pedalaman Tiongkok, saat saya ajak ngobrol tentang ini Jumat lalu di kantornya di Chongqing. “Sekarang mimpi seperti itu tidak ada lagi,” katanya.
Kota Chongqing sendiri (dulu dikenal dengan sebutan Chunking) memang sudah berkembang menyerupai Shenzhen. Hutan pencakar langitnya, bandaranya, stasiun keretanya, monorelnya, jaringan jalan tolnya, hampir sudah tidak bisa dibedakan dengan kota besar lain di Tiongkok.

Kali ini saya ke Chongqing untuk melihat teknologi mengubah gas menjadi benda cair (LNG) dan teknologi memadatkan gas (CNG). Dengan teknologi ini, gas bisa disimpan untuk dipakai di saat masyarakat menggunakan listrik terbanyak pada pukul 17.00-22.00. Ini sekaligus bisa dimanfaatkan untuk menghindari penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang sangat-sangat mahal itu.

Dulu teknologi LNG dan CNG memang seperti kemewahan yang sulit dijangkau. Bayangan kita, membangun LNG itu harus seperti Bontang atau Tangguh atau Arun. Padahal, kini teknologi itu sudah lebih terjangkau. Bukan saja sudah ada mini LNG, bahkan sudah ke tingkat mikro LNG. Sedangkan kita, jangankan mini LNG. CNG pun, kita belum menggunakannya. Akibatnya,  kita terus terbelit untuk menggunakan BBM yang mahal. Padahal, seperti di Tiongkok ini, mikro CNG sudah digunakan sejak 20 tahun lalu. Waktu itu saya sudah meninjaunya di banyak daerah di Tiongkok seperti di Qingdao.

Ketika di Chongqing sekarang ini, saya melihat perkembangan mikro LNG dan CNG yang tidak terbendung lagi. Di kota Chongqing saja kini sudah ada 80 buah stasiun bensin yang menggunakan CNG. Kian banyak mobil yang tidak menggunakan BBM lagi. Bahkan, kini sedang dibangun stasiun mikro LNG yang kapasitasnya hanya 30 m3.

Ketika saya meninjaunya, proyek ini sedang diselesaikan. Tangkinya sudah terpasang, instalasi pengubah gas cair menjadi gas biasa (regasifikasi) juga sudah ada di tempatnya. Dari sini,  LNG dialirkan ke stasiun pengisian gas yang ada di sebelahnya sehingga taksi atau bus kota bisa mendapatkan gas dari LNG itu. Saya bayangkan bagaimana kalau pembangkit listrik di daerah-daerah kecil menggunakan teknologi itu. Hanya dengan empat  buah mikro LNG seperti itu, pembangkit listrik sebesar 5 MW bisa berjalan selama sebulan. Atau cukup dengan satu mikro LNG yang kapasitas tangkinya empat kali lipat dari itu. Kini sudah tersedia tangki dengan ukuran 30 m3, 40 m3, 60 m3,  dan 150 m3.

Semangat saya lebih berkibar lagi manakala pergi ke Kota Chengdu, ibu kota Provinsi Sechuan. Meski tujuan saya sama, yakni untuk melihat pabrik lain yang bergerak di bidang mini-mikro CNG dan LNG, tapi di situ saya mendapat penjelasan mengenai teknologi baru yang setengah tidak bisa dipercaya. Mereka menemukan teknologi mengubah udara menjadi benda cair dengan menggunakan kekuatan listrik.

Setelah udara menjadi benda cair, pada jam-jam beban puncak (17.00-22.00) cairan tersebut diubah lagi menjadi udara. Proses perubahan ini bisa untuk memutar turbin dengan efisiensi 60 persen. Memang ini sedikit lebih rendah daripada  persentase teknologi hydro pumped storage seperti yang akan dibangun PLN di Jawa Barat, namun banyak sekali kelebihannya. Kalau pumped storage memerlukan masa pembangunan sampai lima tahun, ini hanya 1 tahun. Kalau pumped storage tergantung lokasi dan jarang ada lokasi seperti itu, ini bisa dilakukan di mana saja.

Teknologi ini sekarang lagi dipasang di London, Inggris, dengan kapasitas 20 MW. “Akhir Agustus ini sudah bisa dilihat hasilnya,” ujar pemilik teknologi di Kota Chengdu tersebut saat rapat bersama tim PLN di kantornya.

Dengan gambaran seperti itu, perang melawan bahan bakar minyak (BBM) rasanya benar-benar siap dimulai di PLN. Musuh nomor 5 PLN ini harus sudah tumbang tahun depan. Seperti yang sudah saya kemukakan, musuh nomor 1 PLN (krisis listrik) sudah teratasi. Demikian juga musuh nomor 2 (daftar tunggu) dan musuh nomor 3 (wabah kerusakan trafo). Tahun ini musuh nomor 4 (wabah gangguan jaringan) akan selesai. Tahun depan musuh nomor 5 itu, yang mengakibatkan PLN boros triliunan rupiah, semoga menyusul tumbang.

Begitu banyak senjata yang bisa disiapkan untuk memerangi BBM itu. Keterlaluan juga kalau BBM begitu saktinya.

Dahlan Iskan
CEO PLN

INA dan kunjungan Dahlan Iskan


Mungkin tidak banyak yang tahu jika kita masih punya anak perusahaan PT.DI berdiri di US, IPTN North America.Inc. Perusahaan ini 100 persen sahamnya dimiliki oleh PTDI. Perusahaan ini berkantor di bangunan dua lantai miliknya sendiri yang sepadan dengan kantor-kantor lain di sekitarnya. 

Di sela-sela kegiatan kunjungan ke US,  Dahlan Iskan sengaja menyempatkan diri mengunjungi salah satu anak usaha PT Dirgantara Indonesia (Persero) di Seattle di Amerika, IPTN North America, Inc. (INA, Inc.). INA bergerak di bidang usaha pemasok suku cadang pesawat terbang.
Direktur Utama Ina Inc Gautama Indra Djaja. 
Tidak hanya untuk PTDI tapi juga negara-negara lain, bahkan lebih besar (pasokannya) ke negara-negar lain,  

Berdasarkan diskusi dengan jajaran direksi, Ina Inc sudah mampu mandiri dan tidak mendapat subsidi dari induknya (PTDI) di Bandung, Jawa Barat. Usaha yang dilakukan Ina Inc adalah menjadi pemasok suku cadang (spare part) pesawat terbang, tidak hanya untuk PTDI tapi juga untuk negara lain.

Dari sisi omzet, Ina Inc ini sudah memperoleh hasil yang signifikan. Bahkan omzet dari PTDI ini hanya sekitar 10 persen dari omzet Ina Inc sendiri.

Tidak hanya untuk PTDI tapi juga negara-negara lain, bahkan lebih besar (pasokannya) ke negara-negar lain,  


Berdasarkan diskusi dengan jajaran direksi, Ina Inc sudah mampu mandiri dan tidak mendapat subsidi dari induknya (PTDI) di Bandung, Jawa Barat. Usaha yang dilakukan Ina Inc adalah menjadi pemasok suku cadang (spare part) pesawat terbang, tidak hanya untuk PTDI tapi juga untuk negara lain. 
Berdasarkan diskusi dengan jajaran direksi, Ina Inc sudah mampu mandiri dan tidak mendapat subsidi dari induknya (PTDI) di Bandung, Jawa Barat. Usaha yang dilakukan Ina Inc adalah menjadi pemasok suku cadang (spare part) pesawat terbang, tidak hanya untuk PTDI tapi juga untuk negara lain. 


Dari sisi omzet, Ina Inc ini sudah memperoleh hasil yang signifikan. Bahkan omzet dari PTDI ini hanya sekitar 10 persen dari omzet Ina Inc sendiri.


Dahlan Iskan tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan dalam segala kunjungan.

Setelah mengunjungi bangunan dua lantai milik INA, Dahlan kemudian memenuhi undangan masyarakat Indonesia yang ada Seattle. Dalam acara itu ia mengatakan banyak didiskusikan masalah diaspora dan ekonomi Indonesia. Hadir di acara tersebut tenaga-tenaga ahli yang bekerja di Seattle antara lain di Pabrik pesawat Boeing dan di Microsoft," katanya.


Photo Dahlan Iskan bersama Irawan Nugroho, US. 6 September 2013.

Berkibarlah Indonesiaku.
sopyan.thamrin



 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost