Kamis, 19 September 2013

Dahlan Iskan “Calon Mayat”

1379440718683741842
DAHLAN ISKAN ‘calon mayat’
‘dia itu calon mayat’
adalah jawaban singkat dari sang pemilik akun Twitter @iskan_dahlan
Sesuatu yang unik dan menarik, dimana kita mengenal akun @iskan_dahlan adalah akun pribadi milik Menteri BUMN ‘Prof. Dr HC. Dahlan Iskan’
berikut adalah dialog pemilik akun @spontan_uhui dengan pemilik akun @iskan_dahlan :
******************************************************
@spontan_uhui : pak @iskan_dahlan itu siapa sih? Koq banyak banget yg mention’
@iskan_dahlan : Uhul, dia itu calon mayat hehehe ‘
*******************************************************
Sebagai Manusia normal,
Tentu kita semua dapat dengan mudah memahami isi dari dialog di atas.
Sebuah pertanyaan ringan, dilayani dengan jawaban spontan, tegas dan apa adanya.
‘dia itu calon mayat’ adalah seorang Menteri BUMN yang kini berusia 62 tahun, bernama Dahlan Iskan
Sebagai Manusia Normal,
menerjemahkan kalimat ‘calon mayat’ tentu tidaklah sulit.
Walau kita berusia lebih muda,
meski dengan hasil terjemahan yang berbeda-beda, kita akan tetap sepakat dalam satu hal, memahami kata ‘mayat’ (dalam arti yang sebenarnya)
Sebagai Manusia Normal,
Apakah kita sudah menemukan, bagaimana cara menyikapi ketika berjumpa bahasan tentang ‘calon mayat’ agar bahasan tidak terkesan aneh, menakutkan atau bahkan mengerikan.
Mengingat bahwa menjadi mayat adalah Status pertama kita setelah kematian, maka sungguh bijak jika kita mulai beranikan diri untuk memulai bahasan yang ringan tentang ‘calon mayat’
Dan jika kita mau berpikir lebih jauh, maka membahas tema ini sepertinya memang sudah sebuah keharusan, sebab,, dengan menghindari bahasan ini, tak akan berakibat lolosnya diri kita untuk mendapatkan giliran menyandang status mayat.
Mari kita mulai mencoba melihat dari sisi lain, prosesi setelah kematian adalah sebuah suasana yang selalu di inginkan dan di idamkan oleh setiap orang, dimana setiap orang ingin menjadi sang bintang di mata banyak orang, saat tiba waktunya, setiap kita berkesempatan untuk menjadi Bintang diantara kerumunan manusia, Bintang bagi para tetangga, keluarga, sahabat dan teman-teman, mereka semuanya berkumpul memberikan do’a terbaiknya hanya untuk kita, memang sedikit berbeda karena saat itu kita berstatus sebagai sang jenazah. :)
Lain lagi jika melihat dari sudut pandang para penganut trend fashion, Bayangan yang muncul di hari itu, seakan semuanya menjadi salah, sebuah teori terbalik dari dunia fashion.
Fase setelah kematian adalah hari dimana seseorang yang biasanya terlihat trendi akan tampil dalam gaya yang paling berantakan,
saat itu ia akan tampil tanpa busana trend terbaru dan bahkan tanpa acesories dan style pilihan.
Tentu masih banyak lagi sudut pandang yang bisa di gunakan untuk memulai bahasan ringan tentang tema ini.
Akan tetapi, terlepas dari berbagai sudut pandang, sebagai Manusia Normal, menjadi ‘mayat’ adalah sebuah siklus NORMAL dalam kehidupan semua makhluk di muka bumi.
Kita semua akan melalui tahapan tersebut.
Manusia Normal akan melalui fase itu.
Manusia Normal akan selalu menyadari bahwa dirinya adalah ‘calon mayat’
Lalu,,, apakah terdapat terjemahan khusus tentang arti ‘MANUSIA NORMAL’ ?
Menerjemahkan arti MANUSIA NORMAL bisa jadi terkesan rumit,
Akan tetapi,, dinilai dari sisi kenormalan fisik dan kemampuan,
tentu yang disebut dengan Manusia Normal adalah seorang yang dapat memfungsikan secara baik indera-indera yang dimilikinya,,, Melihat, Mendengar, Berkata, Merasakan, Berpikir, Berbuat serta menfungsikan indera lainnya.
Untuk menjadi MANUSIA NORMAL diperlukan pemahaman tentang arti kebebasan hidup.
BEBAS untuk melakukan apa saja.
Akan tetapi,, Kebebasan hidup manusia tidak bisa di terjemahkan dengan ‘BEBAS’ (dalam arti kata yang sebenarnya.)
BEBAS bukan berarti bahwa kita boleh mengambil apa saja di sekitar kita.
BEBAS bukan berarti bahwa kita bebas mengumpat orang lain semau kita
BEBAS bukan berarti bahwa kita boleh telanjang bulat dan berjalan-jalan di tempat umum.
Jika yang kita maksud adalah arti dari MANUSIA NORMAL,
maka kebebasan hidup manusia adalah Bebas dalam sebuah Aturan.
Dalam proses kehidupan, manusia mulai mengenal adanya cara, berbagai cara untuk hidup. Dan seiring majunya peradaban maka segala cara yang digunakan manusia ini tidak semuanya boleh digunakan, terdapat sebuah bentuk rangkuman ‘Aturan-Aturan’ yang didalamnya memuat tentang Batasan-Batasan kenormalan manusia dalam menjalani hidup.
Tentu aturan itu akan selalu berkembang,
di dalam Aturan itu hampir seluruh aktifitas Manusia diberi batasan.
Batas dalam MELIHAT, MENDENGAR, BERKATA, MERASA, BERPIKIR, BERBUAT, serta banyak Aturan-Aturan yang memuat kenormalan Manusia dalam menjalani hidup.
Adanya hal ini, tak lain tujuannya, yaitu, agar seorang Manusia bisa di identifikasikan sebagai Manusia hidup yang normal.
Membahas tentang Manusia Normal, ada sebuah pertanyaan besar di dalam diri saya, Jika kita sebagai manusia yang telah menaati dan hidup berdasar pada aturan-aturan, apakah diri saya sudah dapat dikatakan Manusia Normal?
Kembali saya berkaca dari diri seorang Dahlan Iskan, saya melihat seorang Dahlan Iskan menggunakan cara yang lebih santun untuk menjalani Hidup Normal,
Dengan satu cara, seorang Dahlan Iskan dapat merangkum berbagai cara untuk hidup.
Dengan satu cara, Beliau telah mengetahui Batas kenormalan manusia.
Dengan satu cara, beliau telah berhasil menjadi manusia yang Bebas
Dengan berani menempatkan Satu Aturan pada tempat yang lebih tinggi dari Aturan kenormalan hidup manusia pada umumnya, beliau telah berhasil menjadi MANUSIA NORMAL.
Dengan ‘calon mayat’, Beliau dapat menyederhanakan kompleksnya jawaban dari pertanyaan ’siapa itu Dahlan iskan? ‘
Dengan satu cara beliau terlepas dari ketakutan akan kematian.
Yaitu;
Sebuah KESADARAN.
Seorang manusia bernama Dahlan Iskan memiliki KESADARAN NORMAL seperti yang diidamkan semua manusia.
Kesadaran arti diri dan hidupnya,
Kesadaran dalam Melihat, Mendengar, Berkata, Merasa, Berpikir, Berbuat
Kesadaran untuk menyadari.
Kesadaran bahwa Tuhan berada dimana-mana.
Kesadaran bahwa ‘dia itu calon mayat’
*******************************************
Mohon maaf jika dalam penyampaian ini terdapat hal yang kurang berkenan,
Terimakasih saya kepada Bapak Prof Dr HC Dahlan Iskan,
yang telah membuat saya pusing dengan tweet nya.
Semoga anda panjang umur dan berbahagia selalu.
Semoga kesadaran yang anda miliki menjadi kesadaran yang dapat dimiliki seluruh Manusia Indonesia.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost